
...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya....
...Happy reading...
****
Fathan dan Tri pulang lebih awal karena Nessa menelepon mereka mengatakan jika ada tamu yang datang. Dan sesampainya di rumah Fathan dan Tri dikejutkan dengan Andra yang berada di rumahnya, tentu saja Fathan dan Tri heran karena Andra datang seorang diri tanpa membawa Ayuna yang biasanya menempel pada sang anak. Perasaan keduanya menjadi tak karuan menatap Andra dan Nessa secara bersamaan yang terlihat lebih dekat dari biasanya.
"Oo ada Pak Andra ternyata. Ada apa ya, Pak? Tumben sekali datang tidak bersama dengan Ayuna," ujar Fathan duduk di depan Andra dengan memangku Nadine.
Nessa tampak menunduk deg-degan karena Nessa tak merasakan hal yang seperti ini, di lamar secara mendadak oleh duda anak satu. Kisah kedua orang tuanya akan terulang kembali padanya.
Andra tampak tenang menatap calon mertuanya dengan tegas. "Begini, Pak. Saya mau melamar Nessa untuk menjadi istri dan ibu sambung untuk Ayuna. Sebenarnya 5 tahun lalu niat ini sudah ingin saya sampaikan, namun mengingat Nessa waktu itu masih terlalu muda dan Nessa juga belum cinta sama saya, saya memutuskan untuk menunggunya dan sampai pada akhirnya tadi dia menerima saya. Dan saya tentu saja sangat senang makanya saya langsung ingin meminta Nessa secara resmi pada Bapak dan ibu," ujar Andra dengan tegas dan tidak ada keraguan di sana.
Fathan dan Tri tentu saja sangat terkejut, keduanya saling memandang satu sama lain karena tak menyangka jika kisah mereka puluhan tahun silam akan terulang lagi pada Nessa.
"Apa jaminan untuk saya jika saya dan istri saya menerima lamaran anda? Apakah anda bis membuat anak saya bahagia?" tanya Fathan dengan tegas karena bagaimanapun Fathan tidak ingin salah memilih pasangan hidup untuk anak kesayangannya.
"Saya menjamin kehidupan finansial Nessa akan terjamin, Pak. Tentu saja saya akan membahagiakan Nessa, jika saya sudah berani meminta Nessa secara langsung kepada kedua orang tuanya itu artinya saya benar-benar serius untuk membuktikan jika saya memilih Nessa menjadi wanita terakhir yang akan saya bahagiakan hidupnya. Dalam pernikahan memang tidak selamanya indah tetapi saya berusaha untuk membuat Nessa bahagia bersama saya," jawab Andra dengan tegas.
Fathan mengangguk dengan tegas, ia akui Andra benar-benar serius dengan anaknya. Dan Fathan tidak masalah jika Nessa menikah dengan Andra karena bagaimanapun juga Fathan pernah berjuang untuk mendapatkan Tri.
"Kamu Nessa, apakah kamu sudah siap untuk menikah dengan Andra? Mengingat perbedaan usia kalian cukup jauh dan Andra sudah memiliki anak yang sangat dekat dengan kamu. Apakah kamu siap untuk menjadi istri?" tanya Fathan dengan tegas kepada anaknya yang terlihat menunduk dengan memainkan tangannya pertanda Nessa gugup dengan pertanyaan sang papa. Jujur saja Nessa sudah mencintai Andra sejak 3 tahun terakhir dan ia selalu cemburu saat melihat Andra berbincang dengan dosen wanita maupun mahasiswi Andra dan Nessa sengaja melampiaskan kecemburuannya dengan membuat Andra cemburu juga kepada dirinya tetapi ada satu sifat Andra yang tidak ia suka yaitu pemaksa.
"Nessa..."
Andra menunggu dengan harap-harap cemas, jika kali ini ia ditolak lagi maka Andra memakai jalan terakhir yaitu membuat Nessa hamil anaknya. Andra tidak mau ditolak dan Andra hanya mau Nessa yang menjadi istrinya, rasa cinta yang dulunya ada untuk Cika kini bertolak menjadi rasa cinta untuk Nessa. Entahlah kenapa perasaan Andra bisa secepat itu berubah yang jelas sekarang ia hanya mau Nessa yang menjadi istrinya. Titik! Dan tidak ada penolakan!
__ADS_1
"Nessa menerima lamaran Mas Andra," gumam Nessa dengan pelan dan nyaris tak terdengar oleh kedua orang tua dan Andra.
"Apa? Coba ulangi lagi? Mendadak saya jadi tuli," ujar Andra yang membuat Nessa mencibir kesal padahal Andra tahu jika dirinya sedang gugup saat ini. Huh...dasar duda pemaksa.
"Saya menerima lamaran Mas Andra, Pa Ma!" ucap Nessa sekali lagi yang membuat Andra lagi dan lagi terserang virus bahagia yang membuat dirinya bucin.
"Kamu yakin, Sayang? Menjadi seorang istri dan ibu sangat luar biasa dan membutuhkan kesiapan mental. Apakah kamu sudah mendapatkan itu?" tanya Tri memastikan.
"Nessa yakin, Ma! Dan Nessa sudah siap asal Mas Andra tidak melarang Nessa untuk melanjutkan pendidikan hingga menjadi dokter seperti apa yang Nessa inginkan sejak dulu," ujar Nessa dengan tegas.
"Saya tidak melarang, Nessa! Saya yang akan membiayai pendidikan kamu hingga menjadi seorang dokter profesional asal kamu juga bisa membagi waktu antara pendidikan dan keluarga," ujar Andra yang membuat Nessa tersenyum. Mungkin ini adalah keputusan yang tepat untuk kehidupannya.
"Baiklah sepertinya anak saya sudah menerima. Saya tunggu lamaran resmi dari kamu bersama keluarga sekaligus menentukan tanggal pernikahan kalian," ujar Fathan yang membuat Andra tersenyum bahagia.
"Besok malam saya akan langsung membawa keluarga saya ke sini untuk melamar Nessa dengan resmi dan saya ingin pernikahan saya dengan Nessa dipercepat saja mengingat usia saya sudah tak lagi muda," ujar Andra yang membuat Fathan mengangguk mengerti.
"Iya, Sayang. Nad ngantuk?" tanya Fathan.
Nadine menggelengkan kepalanya. "Pernikahan itu apa? Nad juga mau nikah," ujar Nadine dengan polosnya.
"Anak kecil gak boleh nikah!" ujar Fathan dengan gemas.
"Kenapa tidak boleh? Nad juga mau nikah! Di sana pasti ada es krim," ujar Nadine yang memang belum mengerti apa itu kata pernikahan dan nikah.
"Nad, kalau mau beli es krim di supermarket sana!" ujar Nessa dengan gemas.
__ADS_1
"Ayo beli, Kak! Ayo!" ujar Nadine dengan tidak sabaran.
"Ayo beli bareng Kak Andra!" ujar Andra dengan tersenyum gemas kepada Nadine. Bibit Fathan ternyata sangat unggul-unggul sekali Andra akui Nadine sangat menggemaskan sekali dan Andra yakin jika Nadine sudah dewasa maka Nadine akan menjadi perempuan yang sangat cantik dibandingkan dengan ketiga kakaknya.
"Kak Andra? Kenapa panggilannya berubah? Nad biasa manggil om Andra? Om masa lupa sih," ujar Nadine yang membuat Nessa terbahak saat wajah Andra ditekuk lucu.
"Hahaha... Emang gak pantas di panggil Kakak ya, Nad? Wajahnya gak mendukung emang sih," ujar Nessa yang sangat puas menertawakan calon suaminya. Eh calon suami? Nessa jadi malu sendiri. Tapi bagaimana dengan Cika, kakak tertuanya? Cika sedang berjuang untuk meluluhkan hati Zayden bahkan Zayden tidak mau menikah dengan Cika jika pria itu belum mengingat masa lalunya, Zayden enggan di bohongi. Nessa tidak tahu hubungan kakaknya sudah seperti apa yang jelas Cika tak pantang menyerah untuk membuat Zayden mengingat dirinya.
"Mulai sekarang Nad panggilnya Kakak karena sebentar lagi Kak Andra akan menikah dengan kak Nessa," ujar Andra dengan lembut.
"Nad juga mau menikah!" ujar Nadine.
"Nanti kalau sudah dewasa ya. Nad akan menikah dengan pria idaman Nad," ujar Andra.
"Pria idaman? Pria idaman itu apa?"
"Aduh... Nad akan ngerti nanti kalau sudah besar sekarang kita pergi dulu cari eskrim yang Nad mau," ujar Andra dengan bingung pasalnya Nadine sama seperti Ayuna yang sangat kritis dalam bertanya.
"Iya deh Om!"
"Eh kok Om lagi?"
"Eh maaf Nad lupa. Kakak Om aja boleh?" tanya Nadine dengan mengerjapkan kedua matanya dengan lucu.
"Iya deh gak apa-apa!" pasrah Andra yang membuat Nadine tersenyum senang.
"Kakak Om ayo beli es krim yang banyak!"
__ADS_1