Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 192 (Ultimatum Zidan)


__ADS_3

...📌Jangan lupa ramaikan part ini dan bom like dan komentar ya!...


...Happy reading...


***


Hari ini adalah hari pernikahan Zevana dan Haidar. Dalam hati Zevana, ia sangat senang karena akhirnya bisa memiliki Haidar seutuhnya. Tetapi berbeda dengan Haidar, lelaki itu sekarang sangat membenci Zevana. Di matanya Zevana adalah gadis murahan! Tetapi demi menjaha image di depan keluarga Zevana, ia harus terlihat seperti lelaki yang merasa bersalah barulah setelah itu ketika dirinya dan Zevana hanya tinggal berdua ia akan leluasa menyiksa Zevana agar gadis itu menyesal! Haidar sangat menyesal telah berbaik hati dengan Zevana selama ini dan pernah menganggap gadis itu sebagai adiknya juga karena Zevana tidak sebaik yang ia pikir. Jangan salahkan dirinya ketika nanti sifatnya berubah menjadi dingin dan kasar kepada Zevana. Zevana harus tahu apa yang gadis itu lakukan benar-benar mengubah dirinya.


Zevana baru saja selesai video call dengan mamanya. Sebenarnya Zevana merasa sedih dan kasihan kepada mamanya karena menangisi dirinya, padahal semua ini adalah rencana yang ia rancang agar bisa menikah dengan Haidar.Dan sekarang keinginannya itu sebentar lagi akan tercapai.


Walaupun pernikahan Zevana dan Haidar hanya sederhana karena tak mungkin melakukan pesta yang sangat mewah mengingat Zevana baru juga selesai ujian, nilai ujiannya juga belum keluar, dan tentang keadaan Zayden yang masih belum sadarkan diri juga mamanya yang sedang menemani kakaknya. Bagi Zevana yang terpenting Haidar menjadi miliknya pernikahan mewah tak ia pikirkan dulu.


Pernikahan mereka diadakan di rumah Zidan. Setelah kedatangan keluarga Haidar, Zidan menatap Haidar dengan tajam. "Ini adalah pilihan kamu, Haidar. Sebenarnya Om kecewa sama kamu, Om tidak menyangka kamu bisa berbuat seperti itu," ujar Zidan dengan dingin.


"Haidar khilaf, Om!" jawab Haidar dengan datar padahal ia sedang menahan emosinya agar tidak meledak di depan Zidan. Tangannya juga terkepal dengan erat.


"Om tidak akan memaafkan kamu jika setelah ini kamu membuat anak Om menangis lagi," ujar Zidan dengan dingin.


"Oke. Jika suatu saat Om mengetahui fakta yang sebenarnya. Haidar harap Om bisa tenang dan tidak menangis darah," ujar Haidar dengan tenang.


"Apa maksudmu Haidar?" tanya Zidan dengan tajam.


"Bukan apa-apa, Om! Segeralah laksanakan pernikahan ini, Om!" ujar Haidar dengan tersenyum.


"Karena aku tidak sabar ingin menyiksa anak murahanmu itu, Om!" lanjut Haidar di dalam hati dengan menyeringai.


Zidan menghela napasnya. Walau ia sudah memberikan ultimatum kepada Haidar entah mengapa hatinya merasa rak tenang dengan pernikahan ini. Apakah menikahkan Zevana dengan Haidar adalah suatu yang tepat.


"Gue akan membenci lo kalau lo berani menyakiti adek gue!" bisik Zayyen dengan dingin yang di sambut dengan sangat santai oleh Haidar.


"Kita lihat saja lo akan benci gue atau adek lo yang sangat baik itu," jawab Haidar dengan datar.


Tangan Zayyen terkepal dengan sangat erat. Keduanya saling menatap tajam satu sama lain.

__ADS_1


Zidan memihat pangkal hidungnya karena kepalanya terasa sakit. Berulang kali Zidan berusaha menenangkan hatinya tetapi hatinya sama sekali belum merasa tenang hingga Zevana turun dari tangga di temani oleh Cika dan juga Nessa. Awalnya Zidan sama sekali tak tahu jika Cika hadir di pernikahan Zevana, ia takut Cika akan bertanya tentang Zayden kepada dirinya. Apalagi Cika terus menatap dirinya dengan sendu dan seperti ingin meminta penjelasan kepada dirinya. Zidan harus siap jika nanti Cika akan banyak bertanya kepada dirinya.


Haidar dan Zevana duduk di hadapan penghulu dan juga Zidan. Haidar menjabat tangan Zidan dengan erat hingga ijab kabul sudah dilaksanakan. Hati Zevana merasa sangat senang dan bahagia, gadis itu tidak tahu jika dirinya sedang mengantarkan penderitaan yang cukup mengerikan.


Haidar mendekatkan bibirnya ke telinga Zevana. "Ini kan yang lo mau Zevana? Gue sudah menurutinya dan tunggu apa yang akan gue lakukan ke lo nanti," bisik Haidar dengan pelan yang membuat tubuh Zevana mematung.


Deg...


Zevana merasa yang berbicara tadi adalah bukan Haidar. Haidar tak pernah bersikap dingin kepadanya! Apakah lelaki itu masih marah kepada dirinya? Zevana menjadi gusar sekarang.


***


Cika mendekati papa dari kekasihnya dengan perlahan setelah berbicara dengan kedua orang tuanya. Ya Fathan dan Tri ikut hadir sebentar karena setelah ini mereka akan menyaksikan pemakaman Lena.


"Om, Cika boleh bertanya?" tanya Cika setelah acara akad nikah Haidar dan Zevana selesai.


Zidan menghela napasnya. Mungkin saatnya ia memberitahu Cika tentang keadaan Zayden selama ini.


"Cik, Om tahu kamu ingin bertanya tentang Zayden, kan? Maaf Om dan tante tidak mengabari kamu lagi," ujar Zidan dengan sendu.


Perasaan Cika sama sekali tak tenang saat Zidan menyuruhnya untuk duduk dan membicarakan tentang Zayden kepada dirinya.


"Om, Zayden gak apa-apa, kan? Dia baik-baik aja, kan?" tanya Cika dengan gusar.


"Seminggu setelah di Jerman, Zayden berusaha kabur karena alter egonya terus ingin mengusai tubuh Zayden. Dan Zayden berhasil kabur dari rumah sakit. Tim medis, Om, dan Tante berusaha mengejar Zayden tetapi saat Zayden menyebrang jalan tubuh Zayden tertabrak oleh mobil hingga terpental beberapa meter. Kepalanya banyak mengeluarkan darah saat itu, Zayden dinyatakan kritis oleh dokter. Zayden sempat sadar tetapi dia hanya berteriak kencang dan akhirnya kembali tak sadarkan diri sampai sekarang," ujar Zidan dengan sendu yang membuat Cika syok.


Bahkan Cika sampai membekap mulutnya untuk menahan tangisannya. "Zayden gak akan meninggalkan Cika kan, Om? Cika mau ketemu Zayden, Om! Hiks...Cika tersiksa di sini, Om! Biarkan Cika bertemu dengan Zayden!" ujar Cika dengan menangis.


Zidan menyeka air matanya. "Ini juga yang Om katakan kepada kedua orang tua kamu, Cika. Mungkin dengan kehadiran kamu di sana bisa membuat Zayden sadar," ucap Zidan dengan pelan.


"Cika ikut dengan Om ya! Cika mau menyemangati Zayden!" ujar Cika mencoba tersenyum di tengah tangisannya.


"Baiklah! Dua hari lagi Om akan balik ke Jerman kamu bisa ikut dengan Om!" ujar Zidan pada akhirnya yang membuat Cika sedikit bahagia karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan Zayden.

__ADS_1


"Terima kasih, Om!"


"Ya sama-sama!"


****


Mikaela menatap jasad ibunya yang sudah mulai di timbun dengan tanah. Matanya sudah bengkak karena banyak menangis, kepergian ibunya adalah hal yang sangat menyakitkan untuknya. Seandainya bisa Mikaela ingin menyusul kedua orang tuanya saja, ia sangat takut untuk melanjutkan hidup saat sudah tidak ada ibunya.


Gerimis mulai datang membasahi bumi. Setelah Lena selesai di makamkan dan semua orang sudah pergi Dareel masih setia menemani sang istri untuk menatap makam ibu mertuanya.


"Sebentar lagi hujan deras ayo kita pulang!" ujar Dareel dengan pelan.


"Aku mau di sini aja! Aku takut ibu kedinginan," gumam Mikaela dengan pandangan yang tak pernah lepas dari batu nisan bertuliskan nama ibunya.


"Ibu gak akan kedinginan. Percaya sama saya!" ujar Dareel dengan lembut.


"Dari mana Mas tahu? Ini hujan pasti ibu kedinginan. Ya kan, Mas? Mas pasti bohong!" ujar Mikaela dengan pandangan kosongnya.


"Mikaela mau temani ibu. Kasihan ibu sendirian," gumam Mikaela mengelus nisan ibunya.


Dareel memejamkan matanya. Entah mengapa ia merasa sakit jika Mikaela seperti ini.


"Ayo pulang! Ibu akan marah jika kamu seperti ini? Atau kamu mau saya gak peduli lagi sama kamu? Ibu rela mengorbankan nyawanya untuk kebahagiaan kamu tapi kamu tidak membalasnya dengan bahagia bersama saya!" ujar Dareel dengan tajam yang membuat Mikaela menangis.


Dareel berdiri dan dengan sigap Mikaela menegang kaki Dareel. "J-jangan marah! Aku takut!" gumam Mikaela dengan sendu.


"Kalau kamu gak mau saya marah ayo pulang!" ujar Dareel dengan tegas yang akhirnya diangguki oleh Mikaela.


Dareel tersenyum tipis saat Mikaela menurut kepadanya. Dengan perlahan Dareel mendorong kursi roda Mikaela. Mikaela menatap makam ibunya dengan sendu.


"Ibu, Mikaela janji akan sering berkunjung!" gumam Mikaela di dalam hati.


***

__ADS_1


📌Perasaan kalian masih aman kan setelah membaca part ini? Atau masih kebanyakan bawang hihi?


__ADS_2