
...📌Jangan lupa ramaikan part ini ya....
...📌 Untuk jadwal update setiap hari ya. Bisa sore atau bisa malam tergantung mood author. Bisa juga double up sore dan malam. Jadi, kalian tinggal tunggu saja ya kalau gak update sore berarti malam begitu pun sebaliknya....
...Happy reading...
***
Pagi harinya tepat pukul jam 8 pagi Tiara dan Zidan sudah datang ke apartemen Haidar. Zayyen juga menyusul menggunakan mobilnya sendiri karena perasaannya juga tidak enak tentang sang adik.
Tiara dengan tak sabaran memencet bel apartemen Haidar agar segera dibukakan.
"Zayyen tahu password apartemen Haidar. Apa kita masuk saja Pa, Ma?" tanya Zayyen meminta pendapat kedua orang tuanya.
"Jangan! Itu tidak sopan namanya! Ini privasi Haidar dan Zevana, siapa tahu mereka sedang melakukan sesuatu yang tidak bisa di ganggu," ujar Zidan yang membuat Zayyen menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Mikir apa kamu Zayyen?" tanya Zidan dengan tajam.
"G-gak ada, Pa!" sahut Zayyen dengan gugup.
"Sudah ah... Kalian jangan bercanda!" ujar Tiara yang sejak tadi gusar.
Jika ada yang menanyakan Zayden, sekarang pria itu sedang berada di kantor karena ada meeting yang sangat penting yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
"Haidar!"
"Zevana!"
Panggil Tiara dengan tak sabaran. Sudah 10 menit sudah Tiara menunggu Haidar atau Zevana membukakan pintu untuk mereka hingga akhirnya pintu apartemen mewah itu terbuka juga yang membuat Tiara, Zidan, dan Zayyen lega.
Tetapi ketiganya terkejut saat melihat wajah Haidar yang tampak lesu dengan lingkaran hitam yang terlihat di bawah matanya.
"Haidar kamu kenapa? Dimana Zevana?" tanya Tiara dengan tak sabaran.
"Z-zeva, Zeva..."
"Zeva kemana? Lo kalau ngomong yang bener!" sentak Zayyen tak sabaran.
__ADS_1
"Zeva sudah pergi dari apartemen ini!" ujar Haidar dengan pelan setelah menghela napasnya dengan berat.
"Apa maksud lo?" tanya Zayyen menarik baju Haidar.
"Masuk dulu. Gue jelasin semuanya," ujar Haidar dengan pelan.
Dengan perasaan yang berkecamuk Tiara, Zidan, dan Zayyen masuk ke dalam apartemen Haidar.
"Haidar cepat katakan di mana Zevana? Kamu sedang bercanda soal omongan kamu tadi, kan?" tanya Tiara dengan gusar.
Bruk...
Haidar bersimpuh di kaki Tiara dan juga Zidan. "Ma, maaf karena perlakuan kasar Haidar ke Zeva membuat Zeva pergi dari apartemen Haidar. Zeva pergi entah kemana Ma dengan dalam keadaan hamil," ujar Haidar yang membuat Tiara, Zidan, dan Zayyen syok.
"Perlakuan kasar? Kamu menyiksa anak saya, Haidar?" tanya Zidan dengan dingin menatap tajam ke arah Haidar yang menelan ludahnya dengan kasar.
"M-maaf, Pa. Selama kami menikah kurang lebih setahun ini Haidar selalu menyiksa fisik dan batin Zevana! Keguguran Zevana waktu itu juga salah Haidar," ujar Haidar dengan lirih.
Haidar mulai menceritakan semuanya kepada kedua mertuanya dan juga Zayyen bagaimana perlakuan kasarnya selama ini.
Buk...
Buk...
"DIMANA HATI LO BANGSAT! ZEVANA PEREMPUAN DAN LO SIKSA DIA SEPERTI BINATANG?" teriak Zayyen dengan murka.
Plak...
Begitupun dengan Tiara yang dengan keras menampar pipi Haidar. "Kalau kamu gak suka dengan anak Mama pulangkan dia. Jangan siksa dia seperti binatang! Mama tahu anak Mama salah tapi tidak selayaknya kamu menyiksa fisik anak Mama, Haidar!" ujar Tiara dengan histeris.
Buk...Buk...
Zidan memukul Haidar. "Saya bisa laporkan kamu ke polisi atas kasus KDRT. kamu tahu kan itu artinya kamu bisa di penjara?" ujar Zidan dengan tajam.
Haidar tidak melawan sama sekali. Ia menerima semua amukan mertua dan sahabatnya.
"Saya siap, Pa! Karena saya mengaku salah! Saya tersiksa dengan semua ini. Saya sayang dia sebagai adik lalu kami menikah karena jebakan Zevana dan tentu saja saya sangat kecewa. Itulah yang menyebabkan saya jadi seperti ini. Tapi sekarang saya menyesal karena ternyata setelah kepergian Zevana saya juga tersiksa karena dia juga membawa anak saya, Pa!" ujar Haidar dengan sendu.
__ADS_1
Haidar tidak lagi memikirkan bagaimana rasa sakit tubuhnya setelah di hajar oleh mertua dan sahabatnya. Sekarang ia lega setelah menceritakan semuanya.
Tiara menangis dengan menatap Haidar dengan penuh kekecewaan. "Kamu jahat Haidar! Kamu menyiksa anak Mama!" ujar Tiara dengan menangis.
"Sekarang kita harus mencari Zevana kemana?" tanya Tiara dengan frustasi.
Haidar mengingat sesuatu. Surat dari Zevana yang di tujukan untuk kedua orang tuanya, dengan tertatih-tatih Haidar berjalan ke dalam kamar Zevana.
"Mau kemana lo?" tanya Zayyen dengan tajam.
Zayyen mengikuti Haidar dengan tatapan yang penuh kebencian ke arah Haidar. Zayyen tahu adiknya salah tetapi tidak harus di siksa seperti ini hingga Zevana keguguran. Sedangkan Zidan menenangkan istrinya yang terus menangis.
"Zeva di mana, Mas? Suruh orang buat cari Zeva! Hiks..hiks...Kita gagal melindungi Zeva, Mas!" ujar Tiara dengan menangis.
"Iya, Sayang. Kita akan cari Zeva sampai ketemu ya!" sahut Zidan dengan pelan memeluk Tiara dengan erat.
Kedua hati orang tua mana yang tak sakit ketika mendengar anak mereka di siksa dari seseorang yang menyiksa anak mereka sendiri. Suami yang seharusnya menjadi pelindung untuk istrinya malah berbalik memberikan luka yang sangat dalam untuk Zevana.
Zayyen menatap ruangan sempit ini. Hatinya begitu teriris melihat tempat yang menjadi kamar sang adik, kemewahan yang berada di rumah orang tua kini tergantikan dengan sebuah kamar yang menyiksa tubuh adiknya. Pasti dinginnya lantai menusuk tulang adiknya.
"Ini kamar yang lo berikan ke adek gue? Ini bukan kamar, Haidar!" ujar Zayyen dengan geram.
"Lo manusia atau apa hah? Sejahat-jahatnya gue, gue gak menyiksa fisik Delisha!" ujar Zayyen dengan tajam.
"Gue tahu gue salah!" jawab Haidar dengan pelan.
Tiara yang juga ikut melihat Haidar kemana begitu merasa sesak dengan kamar Zevana.
"Ma ini surat dari Zevana!" ujar Haidar memberikan surat tersebut ke mertuanya.
Dengan perasaan yang campur aduk Tiara membuka surat tersebut.
{Mama, Papa, kak Zayyen, Kak Zayden. Zevana minta maaf karena sudah membuat kalian malu atas perbuatan Zevana. Zeva tahu kalian sekarang membenci Zeva, sekali lagi Zeva minta maaf. Zeva tidak memikirkan dampak ke depannya seperti apa. Zeva pamit ya Ma, Pa, Kak Zayyen, Kak Zayden. Jangan cari Zeva karena Zeva ingin menenangkan diri dulu, suatu saat jika Zeva sudah siap Zeva akan kembali lagi menemui kalian. Pa, Ma, apapun yang terjadi pada Zeva jangan pernah kalian salah salahkan Kak Haidar. Ini semua kesalahan Zeva bukan kesalahan Kak Haidar, biarkan Kak Haidar bahagia dengan pilihannya. Jika suatu saat kalian mengetahui jika pernikahan Zeva dan Kak Haidar tidak bahagia jangan pernah membenci Kak Haidar. Zeva mohon karena Zeva sangat mencintai Kak Haidar! Zeva tidak mau nanti anak Zeva mengetahui jika papanya pernah di penjara. Apapun yang terjadi jangan penjarakan Kak Haidar. Sekali lagi Zevana minta maaf! Zeva pamit ya! Zeva akan merindukan kalian semua}
Bagaimana mungkin Zevana masih memikirkan Haidar setelah apa yang telah Haidar lakukan pada Zevana.
"ZEVANA!!"
__ADS_1
Brukk....
Tiara pingsan setelah setelah membaca surat dari anaknya yang membuat Zidan dan Zayyen panik.