Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 248 (Pernikahan Nessa & Andra)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya....


...Happy reading...


****


Hari terus berlalu dengan cepat dan hari ini adalah hari pernikahan Nessa dengan Andra setelah sebulan lalu Cika dan Zayden menikah.


Nessa masih tak percaya jika ia akan menikah dengan Andra. Lelaki yang dulu menyukai kakaknya kini berbalik mencintai dirinya, aneh memang tetapi Andra selalu mengatakan jika dulu ia hanya menyukai Cika dan tidak mencintai gadis itu.


Nevan masuk ke kamar adiknya. Rasanya ia sangat berat melepaskan kembarannya untuk menikah karena selama ini keduanya begitu sangat dekat.


"Kak, Nessa izin menikah duluan ya!" ujar Nessa memeluk Nevan dengan erat.


"Iya, Dek. Kalau Andra nyakitin kamu, kamu langsung bilang sama Kakak ya! Tidak ada satu orang pun yang bisa menyakiti kembaran Kakak!" ujar Nevan dengan tegas yang membuat Nessa terkekeh.


"Kakak Nessa! Kakak Om sudah datang di bawah bersama kak Ayuna dan keluarganya," ujar Nadine dengan tersenyum manis.


"Iya cantik sebentar ya!" ujar Nessa dengan tersenyum.


Tak lama Tri, Cika, dan Nayla datang. Nessa langsung berkaca-kaca menatap mamanya. Tri harus merelakan anak perempuannya kembali untuk menikah dan di bawa oleh suaminya nanti, resiko mempunyai anak perempuan banyak membuat Tri harus siap-siap hati untuk melepaskan anaknya.


"Mama, kak Nessa cantik, kan?" tanya Nadine setelah meminta gendong dengan Nevan.


"Cantik sekali, Sayang! Mama pangling sama kamu," ujar Tri tersenyum menatap anaknya.


"Sudah jangan sedih-sedih lagi Nayla gak mau make up Nayla luntur. Ayo ke bawah, Kak!" ujar Nayla mengapit lengan kakaknya setelah kakaknya selesai di make up oleh MUA profesional.


Nessa tampak gugup ketika Nayla dan Cika mengapit kedua lengannya, sebentar lagi ia akan menjadi istri seorang duda dengan anak satu. Bahkan semalam Ayuna meneleponnya mengatakan jika gadis kecil itu sudah tidak sabar ingin melihat proses pernikahan ibu sambungnya dengan ayah kandungnya yang membuat Nessa gemas dengan Ayuna yang bertambah cantik saja bahkan banyak orang yang bilang jika semakin ke sini Ayuna semakin mirip dengan dirinya.


Pernikahan Nessa dan Andra akan diadakan di gedung dengan konsep yang mewah karena bagaimanapun Andra ingin yang terbaik untuk istrinya, ia tidak ingin nanti ada perseteruan karena pernikahan pertamanya juga terkesan mewah.


Andra dan Nessa akan berangkat bersama ke gedung pernikahan mereka yang memang tidak terlalu jauh dengan di kawal oleh keluarga mereka.


Ayuna tampak menggandeng tangan ayahnya dengan senyum yang sangat manis karena akhirnya ia akan mempunyai ibu juga. Sesuatu yang sudah sangat ia harapkan sejak dulu.


Nessa, Andra dan Ayuna sudah berada di satu mobil yang sama. Andra menatap calon istrinya dengan pandangan penuh cinta, ia menggenggam tangan Nessa dengan sangat erat.

__ADS_1


"Nanti setelah sah kita langsung buatkan Ayuna adik ya! Mas sudah lama menduda dan tak merasakan indahnya surga dunia," ujar Andra dengan terkekeh.


"Dih, capek tahu Mas. Resepsi sampai malam terus kamu langsung mau minta jatah," ujar Nessa dengan cemberut.


"Enggak boleh nolak suami. Capeknya biar sekalian, Sayang," ujar Andra yang membuat Nessa mencubit gemas perut Andra.


"Aduh sakit, Sayang. Nanti kamu bisa cubit perut Mas sepuasnya kalau sekarang kita nikah dulu," ujar Andra menggoda Nessa yang membuat pipi Nessa memerah. Andai tidak pakai make up mungkin Andra sudah melihat wajah calon istrinya memerah.


"Apaan sih, Mas!" ujar Nessa dengan malu yang membuat Andra terkekeh.


"Ayah, Bunda. Yuna mau adik cowok ya! Ayuna kesepian," ujar Ayuna dengan polosnya.


"Bilang sama Bunda, Sayang. Kalau Bunda bilang iya Ayah langsung ajak Bunda bikin adek tapi kamu gak boleh ganggu dulu," ujar Andra tak tahu malu.


"Mas, Ayuna masih kecil otaknya sudah kamu sebar virus gak baik," ujar Nessa dengan sewot.


Beginilah mereka setiap harinya jika bertemu, saling ribut dan menyalahkan satu sama lain tetapi walaupun begitu mereka saling mencintai dan rasa cinta mereka kian tumbuh subur di hati mereka masing-masing. Apalagi tidak bertemu sehari, membuat Andra uring-uringan tidak jelas.


"Ayah sama Bunda kenapa sih kalau ketemu ribut mulu? Ayuna heran," ujar Ayuna dengan kedua tangan yang menyila menatap kedua orang tuanya.


"Aneh-aneh gini Mas sudah bisa menaklukan hati kamu ya. Kamu gak deg-degan bentar lagi kita sampai?" tanya Andra yang membuat Nessa langsung teringat jika sebentar lagi mereka akan menikah, untung saja supir Andra sudah paham bagaimana Andra dan Nessa kalau bertemu.


"Y-ya deg-degan dong, Mas!" ujar Nessa dengan terbata.


"Lebih deg-degan mana? Mau nikahnya atau mau buat anaknya?"


"Astaga... Bukan calon suami Nessa nih!"


"Enak saja!"


****


"Saya terima nikah dan kawinnya Nessa Samudra binti Fathan Samudra dengan mahar tersebut tunaii..."


"Sah!"


"Sah!"

__ADS_1


Andra bernapas lega ketika ia berhasil menjadikan Nessa istrinya dalam satu tarikan napas. Gugup ada namun yang mendominasi sejak tadi di dalam dirinya adalah rasa bahagia yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.


Menikah dengan gadis yang lebih muda darinya membuat Andra bahagia, tentu saja sebelum menikahi Nessa ia sudah meminta izin kepada almarhumah istrinya. Bukannya Andra tak mencintai bunda kandung dari Ayuna tersebut tetapi wanita itu sudah tiada dan almarhumah istrinya menempatkan tempat khusus di hatinya karena mulai sekarang ia harus fokus pada masa depannya bersama dengan Nessa dan Ayuna.


Cincin sudah tersemat di jari mereka masing-masing, senyum terpancar di wajah mereka kala potret pernikahan mereka sudah diambil. Keluarga mereka tampak bahagia dengan pernikahan mereka, apalagi Ayuna bahkan gadis kecil itu ingin selalu dekat dengan Nessa sebelum malamnya Ayuna tidak boleh bertemu dengan Nessa karena akan dikuasai ayahnya.


Keduanya terlihat bahagia dengan status baru mereka menjadi suami istri. "Persiapkan diri kamu untuk nanti malam, Sayang!" bisik Andra yang membuat Nessa menelan ludahnya dengan kasar.


"Dasar duda tidak sabaran!" gumam Nessa yang masih di dengar oleh Andra bahkan lelaki itu terkekeh dengan gumaman Nessa yang benar adanya.


***


Malam harinya setelah pesta pernikahan keduanya selesai. Andra langsung memboyong istrinya ke hotel dengan meninggalkan Ayuna pada kedua orang tua Andra. Untung saja Ayuna paham dan tidak ingin meminta ikut karena Andra hanya ingin berduaan dengan Nessa untuk melancarkan aksinya.


"Ahhh capek banget," gumam Nessa yang merasa badannya seakan remuk.


"Belum apa-apa kamu sudah d*sah saja, Sayang!" ujar Andra dengan terkekeh.


"Ya ampun nyebelin banget kamu, Mas. Pikiran kamu sudah benar-benar kotor minta di cuci nih," ujar Nessa dengan menggelengkan kepalanya.


"Hahaha... astaga, kamu itu lucu kalau ekspresinya begini. Bentar Mas belum mandi, Mas mandi dulu kamu tunggu sebentar ya. Jangan tidur dulu atau kamu mau mandi lagi?" tanya Andra dengan menaik-turunkan alisnya.


"Kita langsung coba di kamar mandi mau?"


"YAKK SUAMI GILA!"


"HAHAHA!"


"Huh baru pertama kali mau coba di kamar mandi, di pikir gak sakit apa!" gumam Nessa setelah Andra berlari terbirit-birit ke dalam kamar mandi dengan tawa yang menggelegar karena berhasil menggoda Nessa.


Nessa merebahkan tubuhnya yang terasa pegal sambil menunggu Andra selesai mandi, matanya sudah sangat berat sekali hingga tak sadar Nessa memejamkan matanya.


Setelah 15 menit akhirnya Andra keluar dari kamar mandi dengan perasaan bahagia karena sebentar lagi ia akan olahraga bareng dengan sang istri tetapi senyuman Andra seketika hilang saat melihat Nessa sudah tertidur dengan nyenyak. Mau bangunin kasihan, gak di bangunin kasihan burungnya.


"Aaaa sabar burung malam pertama gagal tetapi besok aku pastikan tidak gagal. Hiks..hiks..kasihan sekali nasibmu Andra di tinggal tidur saat malam pertama!"


"Good night istriku!"

__ADS_1


__ADS_2