Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 255 (Datang Kembali)


__ADS_3

📌Jangan lupa mampir ke cerita baru author ya. Berikan dukungan untuk novel author yang berjudul 'Suami Bayaran Nona Rania'



*


*


...Happy reading...


***


Daniel melihat CV karyawan yang mendaftar di perusahaannya. Jantungnya berdetak dengan sangat cepat ketika membaca nama yang tertera di CV tersebut apalagi ketika Daniel melihat foto karyawan barunya.


HRD yang berada di depan Daniel tampak tegang saat melihat perubahan raut wajah Daniel. Ia takut membuat kesalahan tetapi ia merasa tidak membuat kesalahan sedikitpun.


"Naura Farasya? Saya mau dia ditempatkan menjadi asisten pribadi saya!" ujar Daniel dengan tajam.


Daniel sengaja melakukan itu agar ia bisa membalaskan rasa sakit hatinya setelah Naura meminta putus dan pergi begitu saja dari kehidupannya. Daniel tampak menyeringai sepertinya Naura tidak menyadari jika gadis itu melamar kerja di perusahaannya, jika Naura menyadarinya mungkin gadis itu tidak akan mau melamar di perusahaannya.


"Tuan serius? Tapi nona Naura melamar di bagian Interior Designer," ujar HRD dengan tidak percaya.


"Saya mau dia menjadi asisten pribadi saya! Katakan padanya jika saya menyuruhnya untuk menemui saya," ujar Daniel dengan dingin.


"Baik, Tuan. Saya panggilkan nona Naura dulu. Saya permisi," ujar HRD dengan patuh tetapi entah mengapa ia merasa takut saat melihat senyuman sinis bos-nya, seperti ada yang tidak beres dan semoga saja Naura tidak tertekan setelah ini.


"Hmmm..." Daniel hanya berdehem setelah keluarnya HRD dari ruangannya Daniel bersandar di kursi kebesarannya dengan memijat pelipisnya.


Kenapa ia harus di pertemukan lagi dengan Naura? Jujur saja Daniel masih belum bisa melupakan Naura, rasanya hatinya enggan untuk melupakan Naura yang jelas-jelas sudah memberikan luka untuk hatinya. Entah bagaimana nanti ia harus menghadapi Naura, yang jelas Daniel tidak akan bersikap baik dengan mantan kekasihnya.


Tok..tok..

__ADS_1


"Masuk!!" ujar Daniel dengan tegas. Ia sudah tahu jika Naura yang datang ke ruangannya, Daniel membalikkan kursinya jadi membelakangi Naura saat Naura mulai masuk ke ruangannya.


"Selamat pagi Tuan Daniel Mahendra. Saya Naura Farasya, karyawan baru di perusahaan Tuan!" ujar Naura dengan tegas tetapi suaranya begitu bergetar karena sebenarnya ia sangat tahu ini adalah perusahaan mantan kekasihnya, Naura ingin memperbaiki apa yang sudah ia rusak. Sudah cukup 5 tahun ia menghilang untuk menenangkan hatinya dan kini Naura ingin berjuang mendapatkan cinta Daniel kembali setelah apa yang ia lakukan 5 tahun lalu.


Daniel memutar kursinya kembali menjadi menghadap ke arah Naura. Mata keduanya saling memandang, tetapi itu tak berlangsung lama karena Daniel langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Duduk!" perintah Daniel dengan sangat dingin yang membuat hati Naura berdenyut sakit. Baru diperlakukan seperti ini saja rasanya Naura ingin menangis.


Naura mengangguk dan ia berjalan menuju kursi di hadapan Daniel. "K-kenapa Tuan memanggil saya ke sini?" tanya Naura dengan terbata.


"Karena kamu asisten pribadi saya sekarang! Semua pekerjaan saya akan kamu yang meng-handle-nya," ujar Daniel dengan dingin.


"S-saya menjadi asisten pribadi Tuan? T-tidak salah?" tanya Naura dengan terbata.


"Kenapa? Kamu tidak mau? Kalau tidak mau kamu bisa langsung angkat kaki dari perusahaan saya!" ujar Daniel dengan tegas.


"B-bukan begitu, Tuan. S-saya mau!" ujar Naura dengan terbata.


"Oke... Kamu harus menandatangani kontrak kerja yang sudah saya buat jika kamu membuat kesalahan atau ingin keluar dari perusahaan sebelum kontrak selesai maka kamu harus membayar denda," ujar Daniel dengan tajam.


"B-bayar denda?" ulang Naura dengan terbata.


"Baca!!" ujar Daniel dengan melemparkan map kehadapan Naura yang membuat Naura terkejut karena menganggap apa yang di lakukan Daniel terlalu kasar kepada dirinya.


Naura membuka map tersebut, ia membaca deretan kata perjanjian kerja di perusahaan Daniel di dalam hati tetapi ada satu yang membuat Naura melotot yaitu denda 100 juta jika Naura berhenti bekerja sebelum ada 5 bulan bekerja. Apakah setelah ini Daniel kan membuat pekerjaannya tidak lah mudah?


Naura tidak bisa melakukan apa-apa karena selain ingin memperbaiki hubungannya dengan Daniel, ia sangat membutuhkan pekerjaan ini. Ia harus bisa memperbaiki kehidupannya tak mungkin ia datang ke Tomi setelah 5 tahun ia menghilang, Naura terlalu malu untuk itu. Naura dituntut untuk mandiri dalam segi apapun termasuk dalam membiayai kehidupannya sendiri.


"Saya setuju, Tuan. Tapi saya melamar pekerjaan sesuai bidang saya," ujar Naura.


"Jika kamu tetap mau bekerja di sini maka jangan banyak protes," ujar Daniel dengan tajam.

__ADS_1


"B-baik, Tuan. Apakah yang harus saya kerjakan hari ini?" tanya Naura dengan menatap Daniel dengan amat kerinduan yang sangat besar. Naura merasa mereka seperti orang asing yang tak pernah mengenal sekali pun.


"Kak, aku sangat merindukanmu. Seandainya aku bisa memeluk kamu sekarang dan menceritakan kehidupanku kepadamu setelah 5 tahun menghilang. Tapi itu rasanya tidak mungkin. Tapi bolehkah aku berharap jika hubungan kita masih bisa diperbaiki?" gumam Naura di dalam hati dengan sangat sendu.


"Periksa semua data ini. Dan jangan sampai ada kesalahan satu pun jika ada maka gaji kamu akan langsung saya potong," ujar Daniel dengan tajam.


"Iya, Tuan!"


"Kerjakan di sini saja. Saya ingin melihat kenerja kamu," ujar Daniel dengan tegas.


"B-baik, Tuan!"


"Sial! Kenapa aku merasa tidak tega dengan Naura? Daniel jangan sampai kamu menjadi lemah karena Naura! Dia harus mendapatkan pelajaran terlebih dahulu," gumam Daniel di dalam hati dengan tangan yang terkepal karena rasanya sekarang ia ingin bangun dan memeluk Naura dengan sangat erat.


Naura mulai fokus bekerja di hadapan Daniel walaupun sebenarnya ia sangat gugup karena tatapan Daniel begitu sangat tajam kepada dirinya.


****


Sore harinya jam pulang kantor, Naura sudah keluar dari perusahaan Daniel. Baru pertama kali kerja saja sudah sangat melelahkan sekali, apalagi sudah berminggu dan berbulan-bulan. Daniel tak tanggung-tanggung memberikan setumpuk pekerjaan untuk dirinya, untung saja untuk kali ini Naura boleh mengerjakan pekerjaannya di rumah, jika tidak mungkin Naura sudah lembur sampai malam.


Naura sudah memesan ojek online untuk mengantarkan dirinya pulang ke rumah. "Sesuai aplikasi ya, Pak!"


"Iya, Mbak!"


Tanpa diketahui oleh Naura, Daniel melihat semuanya di dalam mobil miliknya, entah mengapa dan seperti ada dorongan di dalam diri Daniel, ia mulai mengikuti Naura.


"Sial! Kenapa aku harus mengikuti Naura? Apa yang aku lakukan?" monolog Daniel.


Ingin berbalik namun Daniel tetap merasa penasaran di mana Naura tinggal hingga ojek yang Naura tumpangi berhenti di sebuah perumahan kumuh.


"Naura tinggal di tempat seperti ini?" tanya Daniel yang merasa tidak mungkin tetapi saat melihat Naura benar-benar masuk ke rumah tersebut barulah Daniel percaya.

__ADS_1


__ADS_2