Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 161 (Hati Yang Kecewa)


__ADS_3

...Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


****


"AKU TIDAK AKAN MELEPASKAN ZAYYEN, MA! AKU AKAN MEMBUNUHNYA DENGAN TANGANKU SENDIRI!" teriak Zayden seperti kerasukan iblis. Zayden tak akan melepaskan kembarannya sebelum mati di tangannya!


Tidak akan pernah!!!!


Zayyen berusaha membalas pukulan kembarannya. "Lepas brengsek!" ujar Zayyen dengan dingin.


"Gue gak akan melepaskan lo, Zayyen! Lo harus mati di tangan gue!" ujar Zayden dengan tajam.


"Zayden, stop! Zayyen kembaran kamu! Dia Kakak kamu, Sayang!" ujar Cika dengan takut saat Zayden menghajar Zayyen dengan sangat brutal bahkan wajah Zayyen sudah babak belur karena ulah Zayden.


Zayden menghentikan pukulannya. Semua orang sudah berusaha menyadarkan Zayden tetapi tidak ada yang berhasil membuat Zayden berhenti malah pria itu semakin brutal.


"Aiden!" teriak Cika yang membuat semua orang bingung.


"Aiden?"


"Jadi, yang berada di tubuh anak saya bernama Aiden? Aiden cepat kamu keluar dari tubuh anak saya!" ujar Zidan dengan tajam.


"Hahaha...oh Papa sudah tahu ternyata. Siapa yang memberitahu Papa soal ini hmm? Apa pria sialan ini? Atau gadis ini?" tanya Zayden sambil menunjuk ke arah Zayyen dan Cika.


"Zayden, lawan Aiden! Kamu gak boleh kalah dari Aiden, Sayang!" pinta Tiara dengan menangis.


Fathan, Tri, Akbar, dan Fiona terdiam. Mereka baru tahu jika Zayden memiliki kepribadian ganda sama seperti Tiara dulu.


"Brengsek! Zayden gak akan pernah menang dari aku! Hahaha... hanya aku yang akan menguasai tubuh ini," ujar Aiden dengan tawa yang menggema.


Aiden menatap ke arah Zayyen yang sudah terkapar dengan dingin dan menyeringai, ia memberikan pukulan lagi di wajah Zayyen dan perut Zayyen.


Bukk...


Bukk...


" Dia harus mati di tanganku! Dan Cika, gadis ini memang aku sangat mencintainya tapi dia sudah berkhianat di belakang aku dengan kembaranku sendiri. Hukuman apa yang pantas untuk gadis seperti dirinya hmmm?" tanya Zayden dengan tenang tetapi senyumannya mampu membuat Cika ketakutan.


"Akhhh..."


"JANGAN SAKITI ANAKKU!" teriak Tri histeris saat Zayden menarik Cika dengan kasar.

__ADS_1


"Jangan ada yang berani mendekat. Jika ada akanku patahkan lehernya!" ujar Zayden dengan menyeringai.


"S-sayang, sakit!" ujar Cika dengan terbata.


Zayden terkekeh sinis. "Sakit? Dari awal sudahku katakan jika kamu tidak boleh mendekati Zayyen, Sayang! Tapi kamu melanggar semuanya. Apa yang harus aku lakukan padamu hmmm? Di belakang aku kamu ternyata bertemu dengan lelaki yang sangat aku benci," desis Zayden dengan tajam.


Brak...


"Akhh..."


"CIKA!!"


"Kak Cika!!"


teriak semua orang saat Zayden mendorong Cika dengan kasar sampai membentur tembok. Zayden menatap Cika dengan tajam, ia sangat membenci perempuan pembohong dan berhubungan dengan lelaki lain di belakang dirinya bahkan dirinya saja hanya ingin dengan Cika tak ada wanita lain yang berada di hatinya. Hanya Cika dan Cika!


Plak....


Zayden menampar Cika dengan keras hingga sudut bibir wanita itu mengeluarkan darah segar.


"Kamu mengkhianati aku, Cika!" ujar Zayden dengan tajam.


Ia mencekik Cika dengan kuat hingga gadis itu kesulitan bernapas, bahkan Cika sudah menangis ketakutan sekarang. Fathan dan Tri sangat khawatir dengan anaknya, melihat Zayden yang seperti ini, mereka harus bertindak cepat sebelum Zayden bertambah melukai Cika.


"Lepaskan anak saya! Saya tidak akan merestui hubungan kalian lagi!" teriak Fathan dengan tajam.


Zayden menatap Fathan dengan tajam, ia menendang perut Fathan begitu saja. Ia tidak suka rencananya diganggu oleh orang lain. Zayden sedang murka dengan Cika dan juga Zayyen.


Fathan sampai terjatuh karena tendangan Zayden yang membuat Tri histeris kembali. Semua orang yang berada di rumah Fathan maupun Tri terlihat takut dengan Zayden kali ini, lelaki itu benar-benar seperti iblis pencabutan nyawa.


Nevan yang diam-diam mendekati Zayden saat lelaki itu terlihat lengah. Nevan tak akan tega menyaksikan kakaknya diperlakukan kasar oleh Zayden! Sungguh walaupun Zayden adalah sepupunya sendiri tapi Nevan tidak memaafkan Zayden jika terjadi sesuatu dengan kakaknya. Bahkan Zayyen sampai tak berdaya, lelaki itu antara sadar dan tidak sadar akibat pukulan Zayden.


Delisha, gadis itu hanya bisa diam dengan hati yang sangat kecewa kepada Zayyen. Melihat Zayyen terluka sebenarnya hati Delisha sakit tetapi rasa kecewanya tak mampu membuat Delisha mendekat ke arah Zayyen. Dirinya hanya melihat lelaki itu! Seharusnya Delisha sadar sejak dulu. Bagaimana Zayyen memperlakukan dirinya dengan dingin lalu tiba-tiba baik.


Tangan Delisha terkepal dengan sangat erat untuk menghalau rasa sakit pada hatinya. Dan tentu saja Ikbal sangat senang dengan reaksi Delisha saat ini, pasti setelah ini Delisha akan sangat membenci Zayyen dan pergi dari lelaki yang tak menghargai perasaan Delisha.


Bukkk...


Bukkk...


"Arghhhh..."


Nevan memukul kepala bagian belakang Zayden dengan balok dua kali hingga lelaki itu berteriak kesakitan dan langsung pingsan di tempat.

__ADS_1


"Zayden!" teriak Tiara saat dirinya sedang menolong anak pertamanya.


"Zayyen buat mama kecewa lagi ya?" tanya Zayyen dengan lirih.


Tiara menggelengkan kepalanya. "Kamu jangan banyak bicara dulu ya, Sayang! Anak Mama harus sembuh semua!" ujar Tiara dengan menangis.


Haidar hanya diam menyaksikan dua saudara yang sudah tidak berdaya. Haidar memang membenci apa yang dilakukan oleh Zayyen kepada Delisha tetapi melihat Zayyen seperti ini dirinya juga tak tega.


"Cepat bawa anak kita ke rumah sakit Mas! Hiks..." ujar Tiara dengan lirih.


Zevana hanya bisa mematung melihat kedua kakaknya saling memukul satu sama lain. Bahkan tubuhnya sampai gemetar melihat sisi lain dari Zayden, ia pikir Zayden adalah kakak yang paling baik tapi malam ini membuat semua pikiran itu hilang seketika. Zevana jadi sangat takut dengan kakaknya.


Zidan dibantu dengan yang lainnya membawa Zayyen dan Zayden ke rumah sakit. Saat Delisha ingin mendekat ke arah Zayyen tangannya dicekal oleh Ikbal.


"K-kak..."


Ikbal menggelengkan kepalanya yang membuat Delisha patuh dan tak mendekat ke arah Zayyen. Acara malam ini benar-benar sangat berantakan, bukan hanya acara Cika tapi hati semua orang berantakan terkecuali Ikbal dan keluarga Delisha yang lainnya. Mereka khawatir dengan Cika tapi puas melihat Zayyen dan Zayden seperti ini. Melihat Zayyen yang babak belur karena Zayden, rasanya hati mereka sangat puas apalagi melihat reaksi Delisha yang tak mau mendekat ke arah Zayyen padahal lelaki itu terluka parah.


****


Delisha tampak diam di dalam mobil bersama dengan Ikbal. Ikbal menunggu Delisha berbicara, ia tahu gadis yang ia cintai ini sedang terluka karena Zayyen. Tapi entah mengapa Ikbal merasa bahagia.


"Kak!" panggil Delisha dengan sangat lirih.


"Iya!" jawab Ikbal dengan lembut.


"Dada Delisha sakit!" ujar Delisha dengan lirih.


"S-sakit jantung kamu kambuh lagi?" tanya Ikbal dengan cemas.


Delisha menggeleng. "Ini bukan sakit jantung yang seperti biasanya, Kak! Delisha sakit ternyata Delisha hanya menjadi pelampiasan kak Zayyen!" ujar Delisha dengan terkekeh tetapi matanya berkaca-kaca.


"Delisha kecewa!" ujar Delisha dengan pelan. Ia menekan dadanya dengan kuat untuk menghilangkan sesak di dadanya.


Ikbal memeluk Delisha dengan erat. Ia mencium puncak kepala Delisha dengan sayang.


"Delisha gak mau ketemu sama kak Zayyen!" ujar Delisha yang membuat Ikbal menyunggingkan senyumannya.


"Delisha mau putus aja!"


"Iya, dia gak baik buat kamu!" ujar Ikbal yang diangguki oleh Delisha.


"Kak Zayyen jahat!"

__ADS_1


__ADS_2