Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 158 (Punya Suami Dua?)


__ADS_3

...Maaf ya sedikit. Tadi pagi sewaktu bangun tidur tangan kanan aku terkilir sampai bengkak, udah diurut tapi tambah bengkak dan gak bisa digerakin. Hiks...rasanya sakit banget!!! Untung aja nulis pakai tangan kiri....


...*...


...*...


...*...


...Happy reading...


****


"Gimana kalau Papi dan Maminya saja yang kawin?" ucap Ikbal yang membuat tubuh Delisha mematung.


"H-hah? K-kawin?" ulang Delisha dengan wajah penuh tanyanya yang membuat Ikbal gemas.


Ikbal menghampiri Delisha dan ikut duduk di lantai bersama dengan gadis yang ia cintai. Ikbal mengambil Kimmy dan ia elus dengan sayang.


"Kedua kucing kita kan belum waktunya kawin. Jadi, kalau kita aja yang kawin gimana? Kita kan sudah siap kawin pasti anak-anak kita bakal lucu dan gemesin seperti kamu," ujar Ikbal mencubit gemas pipi Delisha.


"Emang kawin dulu baru nikah boleh?" tanya Delisha dengan polosnya yang membuat Ikbal terkekeh.


"Gak boleh dong harus nikah dulu," sahut Ikbal.


"Terus kenapa Kak Ikbal ajakin Delisha kawin ih!!!" ujar Delisha yang membuat Ikbal terdiam.


"Terus kalau kamu Kakak ajak nikah emang mau?" tanya Ikbal dengan serius.


Delisha tampak berpikir sejenak. "Kalau boleh punya suami dua Delisha mau deh! Suami pertama Delisha, kak Zayyen dan suami kedua Delisha, Kak Ikbal!" ucap Delisha dengan polosnya.


Ikbal yang mendengarnya sedikit geram tetapi ia memaksakan senyumannya untuk Delisha. Sedangkan Delisha yang paham akan perubahan raut wajah Ikbal menjadi merasa tak enak hati, gadis itu menggaruk pipinya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Kakak jangan menikah dengan Delisha! Delisha gadis penyakitan! Kakak harus mencari gadis yang sehat tidak seperti Delisha! Nanti Kakak jadi duda di usia muda mau?" ujar Delisha dengan tersenyum.


"Delisha, dengar Kakak ya! Bukan masalah duda atau jandanya tetapi masalah mencintai atau tidaknya, berani setia kepada satu orang atau tidak! Karena di dunia ini ada orang yang berpura-pura mencintai hanya untuk menghargai dan membuat orang lain bahagia, tetapi tidak menghargai pasangannya yang rela mencintai dengan tulus," ujar Ikbal seakan menyindir Zayyen padahal lelaki itu tak ada di sini bersama dengan dirinya dan juga Delisha.


Delisha menatap Ikbal dengan serius. "Tapi bagaimana dengan mempertahankan suatu hubungan walau kita tahu pasangan kita tidak mencintai kita? Apa itu termasuk sebuah kesalahan?" tanya Delisha.


"Bukan sebuah kesalahan tapi seperti orang bodoh yang mengharapkan sesuatu yang tidak pernah mencintai kita. Bukankah itu hal yang sangat sia-sia?" ujar Ikbal.


"Aduh Delisha pusing!! Sebenarnya kita bahas apa sih? Kawin? Nikah atau apa?" ujar Delisha dengan mengerucutkan bibirnya. "Jangan ajak otak Delisha mutar-mutar dong, Kak!" protes Delisha yang membuat Ikbal terkekeh.


"Kakak gak ajak kamu mutar-mutar, Delisha! Kakak cuma ajak kamu nikah terus kawin deh," ujar Ikbal.


Delisha memukul dada Ikbal dengan pelan. "Lihat itu Kimmy, Jimmy! Papi kalian makin aneh!" ujar Delisha mengelus Jimmy dengan gemas.


Meong...


Meong...


Akhirnya keduanya bermain dengan kucing kesayangan mereka bahkan Delisha sampai ketiduran di karpet bulu di ruang keluarga.


Ikbal memandang wajah Delisha dengan sangat dalam, ia mengelus pipi Delisha dengan lembut bahkan kedua kucing kesayangan itu juga ikut tertidur di samping Delisha.


"Jangan pandang adek gue seperti itu. Kalau emang suka kejar terus dia mumpung gue dan yang lainnya udah setuju!" ujar Daniel yang membuat Ikbal sedikit tersentak.


"Tunggu gue buat Delisha tahu bagaimana Zayyen!" ujar Ikbal dengan serius yang membuat Daniel menyeringai.


"Kalau itu gue sangat-sangat mendukung. Bagaimana kalau sewaktu perayaan kelulusan Cika. Jika Delisha tahu semuanya pasti bom waktu akan segera meledak. Delisha tahu semuanya dan Zayden tahu bagaimana kelakuan saudara kembarnya?!" ujar Daniel memberikan usul.


Ikbal menyeringai, akhirnya ia mendapatkan waktu yang sangat tepat untuk menghancurkan Zayyen tanpa harus bersusah payah berpikir.


"Oke... Sepertinya itu waktu yang sangat tepat untuk membuat lelaki itu menyesal!" ucap Ikbal.

__ADS_1


"Gue bawa Delisha ke kamar dulu!" ujar Daniel yang bersiap-siap ingin menggendong adiknya tetapi tangannya di tahan oleh Ikbal.


"Biar gue aja!" ujar Ikbal dengan tegas.


Daniel memicingkan matanya. "Lo gak akan macam-macam ke adek gue, kan?" tanya Daniel dengan tajam.


Ikbal menyeringai. "Kalau gue mau macam-macam gimana biar gue cepat nikah sama adek lo!" ujar Ikbal dengan sinis.


"Sialan lo!" ujar Daniel dengan kesal.


Ikbal menyeringai dan langsung menggendong Delisha dengan perlahan.


"Hati-hati! Kalau lo macam-macam gue gantung lo!" ujar Daniel.


Ikbal hanya menyeringai. Ia berjalan ke arah kamar Delisha, baginya Delisha sama sekali tidak berat, gadis itu sangat ringan sekali. Dan Ikbal berencana membuat Delisha berisi kembali pasti sangat menggemaskan sekali.


Setelah sampai di depan kamar Delisha, Ikbal membuka pintu kamar gadis itu dengan perlahan. Setelah terbuka, Ikbal kembali berjalan ke arah kasur gadis itu, ia meletakkan Delisha dengan perlahan agar tidak menganggu tidur Delisha.


Ikbal menyelimuti Delisha sampai batas dada dan mengatur suhu AC agar Delisha nyaman dalam tidurnya. Ikbal berjongkok di samping Delisha, ia memandangi wajah Delisha dengan sangat dalam dan berakhir ke bibir Delisha yang sangat ranum. Dengan perlahan Ikbal menyentuh bibir tersebut.


"Kakak gak rela Zayyen cium bibir kamu!" gumam Ikbal dengan perlahan.


"Kakak harus hilangin bekas bibir Zayyen di bibir kamu!" ujar Ikbal dengan serius.


Ikbal mendekat ke arah wajah Delisha hingga kedua hidung mereka saling bersentuhan dan tak lama kemudian bibir Ikbal menempel di bibir Delisha.


"Manis!" ujar Ikbal melepaskan ciumannya.


Seakan kecanduan, Ikbal kembali mendekat mencium bibir Delisha. Merasa jika Delisha tak terganggu Ikbal mulai menggerakkan bibirnya dengan perlahan.


"Bekas bibir Zayyen harus hilang!" batin Ikbal dengan puas.

__ADS_1


"Setelah semuanya beres Kakak gak akan lepaskan kamu Delisha sampai waktu Kakak habis di dunia untuk menjaga dan membuat kamu bahagia!"


__ADS_2