Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 80 (Meminta Restu)


__ADS_3

...Jangan lupa ramaikan part ini ya....


...Happy reading...


****


Fathan menatap Akbar dan Fiona secara bergantian. Ia tidak tahu niat Akbar datang ke rumahnya bersama dengan adiknya, awalnya Fathan bersalah dengan Fiona karena adiknya tinggal bersama dengan Akbar. Fathan sudah menyuruh Fiona untuk tinggal bersamanya tetapi adiknya itu menolak karena ingin tinggal bersama dengan Akbar.


'Fio udah di beli om Akbar, Kak. Jadi, Fio harus tinggal bersama dengan om Akbar, Kak!'


Itulah kata Fiona saat Fathan menyuruh sang adik tinggal bersama dengan dirinya. Alhasil Fathan mengalah karena Akbar sudah berjanji akan menjaga adiknya dengan baik dan tidak akan macam-macam, itulah yang membuat Fathan sedikit lega melepas Fiona bersama dengan Akbar.


"Saya datang ke sini bersama dengan Fio ada hal yang sangat penting akan kami bicarakan," ujar Akbar setelah selesai makan bersama tetapi ia melihat Fiona masih menyantap telur gulung buatan bi Sumi karena bi Sumi sangat tahu kesukaan nona-nya sejak kecil.


"Hal penting apa?" tanya Fathan penasaran begitu pun dengan Tri yang ada di samping suaminya. Sedangkan Cika juga ikut memakan telur gulung bersama tantenya yang terlihat begitu kalap hingga tak menghiraukan keberadaan kedua orang tuanya serta Akbar.


"Saya ingin menikahi Fio, Fathan! Saya harap kamu merestui kami berdua," jawab Akbar dengan tegas saat meminta restu pada kakak dari gadis yang dicintainya ini.


Fathan terdiam, ia sedang mencerna kata-kata yang terlontar dari bibir Akbar. Fathan menatap istrinya dengan ekspresi yang sangat syok, sebab Fathan hanya tahu jika sang adiklah yang menyukai Akbar tetapi ini terlihat sekali Akbar menyukai adiknya dengan kata-kata yang keluar dari binir Akbar sudah membuktikan jika lelaki itu menyukai adiknya.


"Apa yang akan kamu berikan jika menikahi adik saya. Dia terlalu muda untuk menjadi istrimu," ujar Fathan yang ingin melihat keseriusan Akbar kembali.


"Apapun yang Fio mau saya akan berikan. Rumah, mobil, saham, barang-barang branded, pulau pribadi, villa, tanah," ujar Akbar dengan serius.


"S-semua itu?" tanya Tri sangat syok. Padahal ia sudah tahu kekayaan Akbar serta keluarga Mahendra yang lainnya bahkan keluarga Brawijaya tetapi Tri masih sangat syok saat Akbar dengan gampangnya mengucapkan sesuatu. Suaminya saja sudah kaya tetapi Akbar tetap lebih kaya, Tri tidak tahu jumlah pendapatan Akbar yang jelas Ulan pernah berkata pendapatan Akbar sangat banyak bahkan dalam sejam kerja Akbar sudah bisa membeli rumah atau mobil mewah.

__ADS_1


Akbar mengangguk dengan tegas. "Ya jika Fio menginginkannya saya akan memberikan semuanya termasuk jet pribadi milik saya," ujar Akbar.


"Fio gak mau apa-apa Om. Asal ada telur gulung Fio bahagia bersama Om," sela Fio saat mendengar ucapan Akbar dengan kakaknya. Awalnya Fio syok tetapi mengetahui jika calon suaminya adalah sultan yang sesungguhnya Fio mencoba biasa saja karena telur gulung telah mengalihkan dunianya.


Akbar terkekeh, ia tahu Fio tak banyak meminta bahkan menuntut apa-apa darinya bahkan saat Akbar tahu dia di vonis mandul, gadis itu tetap menerimanya dengan bibir yang tersenyum ceria. Itulah yang membuat Akbar semakin yakin jika ingin menjadikan Fio istrinya. Inikah yang dinamakan puber kedua? Akbar tidak bisa menahan hasratnya jika sudah bersama dengan Fio, gadis polos yang terkadang membuatnya kesal sekaligus gemas dalam bersamaan.


"Telur gulung gak akan buat kamu kaya, Dek!" ucap Fathan menggelengkan kepalanya heran mendengar ucapan adiknya.


"Om Akbar udah kaya, Kak. Fio bisa buka warung telur gulung kan bisa jadi kaya juga," ujar Fio dengan tertawa geli sendiri.


"Yang ada bukan kaya malah bangkrut karena kamu habiskan sendiri," ujar Akbar dengan sewot.


"Ya tinggal minta Om Akbar lagi gitu aja kok repot," ujar Fio dengan santainya.


"Cika juga mau minta telur gulung sama Zayden," ujar Cika dengan semangat.


"Zayden itu siapa? Pacar Cika ya? Wah hebat masih kecil aja udah punya pacar," ujar Fiona menepuk tangannya bahagia.


"Fio lebih baik kamu diam daripada mengajarkan Cika yang gak benar begitu," ujar Fathan dengan kesal.


"Fio bukan guru, Kak. Walaupun Fio suka anak kecil tapi Fio gak suka jadi guru jadi gimana Fio ngajarin Cika orang Fio bukan guru. Ngajarin yang gak bener lagi," ucap Fiona dengan sewot.


"Ya tapi kamu mendukung keponakan kamu untuk pacaran padahal usianya masih sangat kecil," ucap Fathan dengan kesal.


"Gak apa-apa pacaran di usia muda dari pada sudah tua," ujar Fiona yang membuat Fathan, Tri dan Akbar tersindir.

__ADS_1


"Kamu mengejek kami?" ujar Akbar dengan kesal.


"Kalian merasa? Ya jangan salahkan Fio dong," ucap Fiona dengan santai.


"FIONA!!!" teriak ketiganya dengan keras.


Sungguh Fiona sangat menguji kesabaran ketiganya. Sedangkan Cika hanya tertawa mendengar perdebatan para orang-orang dewasa yang berada di dekatnya.


Fathan, Tri, dan Akbar menghembuskan napasnya dengan perlahan. "Saya rasa, saya sudah tidak kuat mengurus Fio, Akbar. Bisa-bisa saya mati muda. Sebaiknya kamu nikahi Fio segera," ujar Fathan dengan pelan.


Fiona terkekeh senang. Akhirnya ia akan menikah dengan pujaan hatinya. "Makasih kakakku yang tampan tapi masih kalah tampan dari om Akbar," ucap Fiona dengan bahagia.


"Bagaimana setelah menikah dengan saya Fio saya jadikan badut saja? Selain bisa menghibur dan bikin darah saya naik. Uang yang ia kumpulkan bisa untuk berobat saya yang tidak kuat menahan kesal dan gemas secara bersamaan," ucap Akbar dengan mimik wajah yang sangat memprihatinkan.


"Terserah kamu mau apakan yang jelas jangan buat adik saya menangis. Uang hasil Fio menjadi badut bisa kita bagi dua," ucap Fathan yang sedang menggoda adiknya.


Fiona cemberut. "Aaaa...Om Akbar gak boleh tega sama Fio. Nanti katanya Fio mau di unboxing masa mau dijadikan badut setelah jadi istri sih?" rengek Fiona yang membuat ketiganya batuk.


"U-unboxing?" ulang Fathan dengan terbata.


Fiona mengangguk. "Iya, Kak. Kakak juga penasaran, kan? Fio apalagi Kak. Tapi Kak Fathan sama Kak Tri gak boleh kepo ini rahasia Fio dan om Akbar nanti. Duh Fio gak sabar di unboxing. Bakal di apain sih kak kalau di unboxing kok bahasanya keren banget? Fio bakal dibuka segel. Segel apaan ya Kak? Om Akbar buat Fio penasaran," ujar Fiona dengan polosnya yang membuat Fathan, Tri, dan Akbar memerah bak kepiting rebus.


"Ya Allah... Adekku!" eluh Fathan mengelus dadanya


"Saya seperti akan menikah dengan anak TK," ucap Akbar merasa malu dengan Fathan dan juga Tri karena Fiona telah membocorkan ucapannya kepada Fiona waktu itu.

__ADS_1


__ADS_2