Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 118 (Baby Triplets Yang Menggemaskan)


__ADS_3

...Jangan lupa ramaikan part ini ya...


...Happy reading...


****


Usia Danish, Daniel, dan Dareel sudah memasuki 4 bulan. Pertumbuhan ketiga anak kembar Akbar dan Fiona sangat membuat Akbar kagum bahkan sejak kelahiran ketiga anaknya Akbar akan cepat pulang ke rumah bahkan lebih sering mengerjakan pekerjaan kantornya di rumah dari pada di kantornya sendiri.


"Apa, Nak? Mau apa? Mau mimik susu sama Mami?" ucap Akbar mengajak anak-anaknya mengobrol.


"Tatata..."


"Eummrrr..."


"Aaaaa tata..."


"Iya mau mimik susu?! Ayo panggil Mami! Mami di mana ya?"


Ketiga anaknya tampak senang mengobrol dengan Akbar, mereka terus mengoceh tidak jelas saat Akbar mengajak ketiganya berbicara. Fiona datang dari dapur dan langsung menempel di punggung Akbar.


"Mas Suami!" rengek Fiona dengan manja.


"Sekarang anak terus yang di manja ih. Fio kan mau juga!" rengek Fiona yang membuat Akbar terkekeh. Sikap Fiona perlahan membaik terkadang wanita tiga anak itu terlihat dewasa dalam berpikir apalagi jika menyangkut ketiga anaknya.


Danish, Daniel, dan Dareel terlihat senang ketika maminya datang. Ketiganya terus mengoceh dengan tangan yang terus bergerak-gerak seakan minta gendong maminya.


"Setiap hari Papi kan udah manjain Mami hmm. Emang kurang?" tanya Akbar dengan lembut.

__ADS_1


"Anak-anak Mami bentar ya gendongnya. Mami mau di gendong Papi sebentar aja," ujar Fiona pada ketiga anaknya.


"Aaaa..." ketiganya berteriak yang membuat Fiona tertawa.


Fiona menatap suaminya dari samping, tubuh wanita itu tidak ada perubahan sedikit pun saat melahirkan ketiga anaknya. Hanya bentuk dada saja yang berubah dan itu mengundang kegemasan bagi Akbar saat menyentuhnya.


"Udah punya tiga anak masih manja aja," ujar Akbar mengecup bibir Fiona dengan gemas.


"Biarin!" ujar Fiona dengan memeletkan lidahnya.


Akbar hanya terkekeh, ia melihat istrinya yang merangkak naik ke kasur. wajah Fiona bergantian ada di perut anaknya yang membuat ketiganya tertawa lepas dan menarik rambut Fiona dengan kencang.


"Aaa rambut Mami," rengek Fiona dengan gemas kepada ketiga anaknya.


"Mimik susu terus. Lihat nih badan kalian udah gemoy," ucap Fiona dengan gemas.


"Tata. Yaya..."


"Iya? Boleh?" tanya Fiona dengan wajah berbinar.


"Sayang jangan kencang-kencang ih! Lihat tuh pipi Daniel merah. Ya Allah anak Papi jadi korban," teriak Akbar dengan gemas saat melihat Fiona memainkan ledua pipi anaknya.


"Daniel aja ketawa. Papi udah gak asyik ya, Nak. Papi kan udah tua bawaannya marah mulu sama Mami," adu Fiona dengan wajah sendu.


Akbar hanya bisa menghela napasnya saat Fiona lebih memilih bermain dengan ketiga anaknya dari pada bersama dengan dirinya. Inilah perubahan Fiona yang membuat Akbar bahagia, Fiona-nya bisa menempatkan diri sebagai ibu yang baik walau dari dalam dirinya mempunyai kekurangan.


"Papi tolong hangatkan asi dong! Fio tadi udah pompa asi," ujar Fiona dengan mengerjapkan kedua matanya yang membuat Akbar gemas.

__ADS_1


"Sebentar Mi!" Akbar keluar dari kamar untuk menghangatkan asi ketiga anaknya. Sedangkan Fiona asyik bermain dengan ketiga anaknya.


"Si gembul-gembul. Jangan cepat gede ya, Nak." ujar Fiona dengan tersenyum dan mencium ketiga anaknya dengan gemas.


"Kalau udah gede kalian yang jagain Mami ya. Soalnya Papi udah tua pasti nanti gak bisa gendong Mami deh," ujar Fiona yang di dengar oleh Akbar dari balik pintu. Memang benar apa yang di katakan istrinya, ketika semua anaknya beranjak dewasa Akbar sudah sangat tua atau bahkan sudah tiada makanya sejak kelahiran ketiga anak lelakinya Akbar bahagia karena sudah ada tiga lelaki yang akan menjaga istrinya kelak jika dirinya sudah tidak ada. Tapi Akbar berharap masih bisa menyaksikan ketiga anaknya tumbuh dewasa dan memiliki pendamping hidup masing-masing. Dan Akbar juga mempunyai keinginan untuk memiliki anak cewek.


"Ini, Mi" ujar Akbar yang sudah membawa tiga botol susu untuk anaknya.


Daniel, Danish, dan Dareel tapak bahagia saat sumber kehidupan mereka sudah datang. Akbar dan Fiona tampak kompak memberikan asi kepada ketiga anaknya, ketiga pengasuh untuk anak kembarnya sudah ada hanya saja Akbar tak ingin ketiga anaknya lebih dekat dengan pengasuhnya, selagi Akbar berada di rumah maka Akbar tak akan membiarkan ketiga anaknya hilang dari jangkauan matanya.


"Mi, pengin anak cewek deh," ujar Akbar dengan gemas.


"Tunggu kembar gede dulu lah. Ngeri tahu perut Fio di belah, Pi!" ujar Fiona dengan ngeri membayangkan bekas jahitan operasi cesar miliknya.


"Mau punya anak cewek beneran, Mi?" tanya Akbar dengan berbinar.


"Iya, Pi. Kayak anaknya kak Tiara sama kak Zidan. Cantik kan, Pi?" tanya Fiona dengan berbinar.


"Iya cantik, Mi. Tapi lebih cantikan Mami dan anak cewek kita nanti. Lihat aja hasilnya nanti pasti gedenya akan jadi rebutan semua cowok," ujar Akbar dengan membayangkan.


Keduanya asyik mengobrol hingga tak menyadari ketiga anaknya sudah terlelap dalam tidur mereka.


"Udah tidur?!" kekeh Akbar.


"Giliran Papinya yang minum susu!" ujar Akbar dengan bahagia.


"Papiii!" teriak Fiona tertahan saat Akbar menggendongnya dan merendahkan di karpet bulu. Fiona hanya pasrah saat Akbar mulai mencumbunya dengan mesra.

__ADS_1


__ADS_2