Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 191 (Tangisan Mikaela)


__ADS_3

...📌 Ramaikan parti ini ya.Jangan lupa bom like dan komentarnya....


...📌 Kalau rame bakal up lagi nanti malam bestie....


...Happy reading...


****


Kurang lebih 12 jam lamanya operasi dilakukan karena dokter Ridwan dan tim dokter yang lainnya, melakukan transplantasi 2 organ penting sekaligus yang membuat mereka lelah tetapi tetap semangat untuk melakukan operasi agar berhasil.


Dokter Ridwan keluar dari ruang operasi dengan ekspresi yang sangat lega.


"Bagaimana operasinya, Dok? Berhasil, kan?" tanya Akbar dengan tidak sabaran.


"Alhamdulillah operasi Delisha dinyatakan berhasil, Pak! Setelah ini Delisha akan dipindahkan ke ruang ICU agar lebih steril untuk mencegahnya infeksi luka bekas operasi. Setelah Delisha sadar maka anak Bapak dan Ibu bisa langsung dipindahkan ke ruang perawatan," ujar dokter Ridwan.


Semua orang mengucap syukur atas keberhasilan operasi Delisha bahkan Akbar sampai sujud syukur dengan tubuh yang gemetar karena tangis. Akhirnya Akbar tidak akan takut kehilangan Delisha lagi. Dia sudah tua, Akbar takut Fiona akan bersedih jika harus kehilangan Delisha dan juga dirinya.


Dibalik kebahagiaan semua orang ada satu orang yang bersedih. Siapa lagi jika bukan Mikaela, setelah pingsan Mikaela tetap keukeuh untuk ikut menunggu operasi selesai dilaksanakan sampai ia tertidur di pundak Dareel.


12 jam mereka sabar menunggu operasi dengan perasaan yang sangat tidak karuan. Fiona bahkan menangis bahagia dipelukan suaminya, sedangkan ketiga kakak Delisha saling memeluk satu sama lain karena mereka tak akan kehilangan sang adik lagi, Fathan dan Tri juga tersenyum bahagia.


Ikbal? Lelaki itu menangis lalu tersenyum karena Kekasihnya kembali sehat. "Terima kasih sudah menepati janji untuk terus bertahan cantiknya Ikbal," guman Ikbal di dalam hati.


Sedangkan Cika. Gadis itu hanya diam dengan perasaan lega, tetapi hatinya gundah karena ia mendapatkan kabar jika Zidan kembali, ia ingin segera menemui ayah dari Zayden untuk menanyakan keadaan Zayden. Sungguh Cika hampir frustasi ketika tak mendapatkan kabar dari Tiara maupun Zidan tentang keadaan Zayden.


Tepat pukul 21.30 WIB operasi Delisha selesai di lakukan. Brankar Delisha sudah keluar dengan alat medis yang banyak melekat di tubuhnya tetapi semua orang tersenyum bahagia karena setelah ini Delisha sudah sehat kembali.


Tak lama brankar Lena keluar. Tubuh Lena yang sudah kaku di tutupi kain berwarna putih. Mikaela menatap brankar ibunya dengan sesak, Mikaela berusaha untuk berdiri, ia mencoba berlari.


"IBUUU!!!" teriak Mikaela dengan histeris yang membuat Dareel dengan sigap memeluk Mikaela jika tidak istrinya akan terjatuh karena kakinya belum sembuh sepenuhnya.


"IBU JANGAN TINGGALKAN MIKA! IBU HIKS..." teriak Mikaela dengan histeris, ia ingin menggapai tubuh ibunya yang sudah ditutup oleh kain putih.


"Lepas!" ujar Mikaela dengan menangis. Ia memberontak di pelukan Dareel.


Mikaela berhasil lepas dari pelukan Dareel dan dengan langkah terseok-seok Mikaela menghampiri jasad ibunya. Mikaela membuka kain putih tersebut dengan tangan gemetar.


"IBUUU!!!" teriak Mikaela mengguncang tubuh ibunya yang sudah tidak bernyawa lagi.


"IBU BANGUNN!" ucap Mikaela memeluk jasad ibunya dengan erat. Mikaela menangis dengan histeris yang membuat Fiona tidak tega.


"Nak, ikhlaskan ibumu ya! Ibu sudah bahagia di surga," ujar Fiona menghampiri Mikaela dan memeluk gadis yang sudah menjadi menantunya itu dengan lembut.

__ADS_1


"Hikss...Ibu!"


Tangisan pilu Mikaela membuat semua orang menangis. Dareel dengan sigap memeluk Mikaela.


"Ibu tidak suka melihatmu menangis seperti ini, Mika! Kamu sudah berjanji padanya!" ujar Dareel dengan lirih.


Mikaela mendongak menatap ke arah Dareel dengan air mata yang masih mengalir. Dengan lembut Dareel menghapus air mata Mikaela.


"T-tapi ibu pergi hiks..."


"Dia ada! Ada pada tubuh Delisha!" ujar Dareel dengan pelan yang membuat Mikaela sedikit tenang tetapi air matanya masih terus mengalir tanpa henti. Siapa sih yang tidak sedih ketika ditinggal oleh ibu kandungnya? Siapa sih yang tidak hancur ketika tidak bisa melihat wajah ibunya kembali? Itulah yang dirasakan oleh Mikaela sekarang ini. Hati anak mana yang tidak hancur melihat tubuh ibunya terbujur kaku di hadapannya? Mikaela sebatang kara sekarang!


Jasad Lena akan dikubur esok harinya. Untuk sekarang jasad Lena akan diletakkan di kamar mayat terlebih dahulu sebelum di bawa pulang di kediaman Akbar dan juga Fiona. Lena akan dikuburkan di makam keluarga Mahendra sebagai bentuk terima kasih dan agar Mikaela bisa mengunjungi ibunya kapanpun.


Tanpa memikirkan sakit pada kakinya Mikaela ikut berjalan mengikuti suster membawa ibunya ke kamar jenazah. Bahkan Mikaela menolak saat Dareel ingin menggendongnya yang membuat Dareel kesal namun tidak bisa memaksa padahal lelaki itu khawatir dengan kaki Mikaela yang bisa saja bertambah bengkak saat gadis itu memaksa untuk berjalan.


***


Ikbal mendapatkan giliran untuk menjenguk Delisha setelah keluarga Delisha masuk. "Hei cantik. Hebat banget sih bertahan sampai sejauh ini! Mas bangga banget punya kamu," gumam Ikbal dengan tersenyum.


"Gak salah Mas memilih kamu, cantik! Karena kamu tangguh, kuat, dan gak pantang menyerah. Kamu suruh Mas cium kamu, kan? Besok aja ya, Sayang! Malam ini waktunya kamu istirahat dulu pasti capek kan habis operasi 12 jam lamanya?" ujar Ikbal dengan lirih.


"Malam ini Mas gak akan ganggu kamu dulu. Tapi Mas gak akan pulang, Mas akan temani kamu sampai sadar!" ujar Ikbal dengan lembut.


"Mas keluar dulu ya, Sayang!" gumam Ikbal di telinga Delisha.


***


Zidan yang baru sampai rumah menatap anaknya dengan sendu. "Sayang!" panggil Zidan kepada anaknya yang terlihat termenung di kamarnya.


Sebenarnya ini hanyalah akting Zevana agar semua orang percaya dengan dirinya yang menjadi korban pemerk*saan Haidar. Dan ya, Zevana berhasil membuat semua orang percaya kepada dirinya termasuk kedua orang tua Haidar.


"Pa, Zeva kotor!" ujar Zevana dengan air mata yang mengalir dihadapan Zidan yang membuat Zidan merasa sesak melihat anaknya hancur.


Zidan memeluk Zevana dengan erat. "Papa yakin Haidar akan menyesal nantinya, Sayang! Kamu tenang ya! Papa akan berbuat perhitungan kepada Haidar sebelum kalian menikah besok!" ujar Zidan dengan serak. Zidan tidak tahu jika yang akan menyesal nanti adalah anaknya sendiri karena perbuatan Zevana yang menjebak Haidar agar lelaki itu menikahinya.


"J-jangan, Pa? Apa kata orang-orang nanti kalau kami menikah karena insiden? Zeva gak mau keluarga kita malu," ujar Zevana dengan terbata.


"S-saya tapi..."


"Kak Haidar udah dihajar sama kak Zayyen, Pa! Jangan lagi ya, Pa?" ujar Zevana dengan sendu.


Zidan menghela napasnya. Ia akan menuruti perkataan anak gadisnya. Sungguh orang tua mana yang tidak terluka hatinya melihat anaknya diperlakukan seperti itu oleh Haidar. Rasa lelah Zidan saat berada di pesawat tadi langsung menghilang ketika melihat keadaan anaknya baik-baik saja.

__ADS_1


"Kamu istirahat ya! Papa keluar!" gumam Zidan dengan pelan.


"Pa!" gumam Zevana dengan lirih.


"Iya, Sayang!"


"A-apa kak Zayden akan melupakan kita?" tanya Zevana dengan sendu.


Zidan tersenyum sendu. "Papa tidak tahu. Do'ain kakak kamu biar cepat sadar dan pulang ke rumah ini lagi!" ujar Zidan yang membuat Zevana gusar.


"Iya, Pa!"


Cup...


"Papa keluar ya! Kamu istirahat!" ujar Zidan dengan pelan.


Zidan keluar dari kamar putrinya. Ia menghampiri Zayyen yang duduk dengan gelisah.


"Kenapa?" tanya Zidan kepada sang anak sulungnya yang dingin.


"Hari ini Delisha operasi, Pa! Dan Zayyen gelisah takut operasinya gagal!" ujar Zayyen dengan lirih.


"Kamu mencintai Delisha? Papa gak pernah lihat kamu sekhawatir ini sama Delisha," ujar Zidan kepada anaknya.


Zayyen terdiam. "Ternyata benar ya, Pa! Saat seseorang itu sudah pergi dari hidup kita baru terasa sangat berharga! Zayyen menyesal telah melepaskan Delisha, Pa! Sekarang Delisha sudah bertunangan dengan Ikbal," gumam Zayyen dengan sendu.


Zidan sangat terkejut mengetahui jika Delisha sudah bertunangan dengan Ikbal. Padahal Zidan tahu bagaimana Delisha sangat mencintai Zayyen dulu. Apakah mungkin ini adalah titik menyerahnya seorang Delisha?


"Biarkan Delisha bahagia dengan Ikbal! Jika Delisha ditakdirkan memang untuk kamu dia akan kembali tapi jikalau tidak maka ikhlaskan dia bersama Ikbal!" ujar Zidan dengan tegas yang membuat Zayyen terdiam.


Haruskah ia melepaskan Delisha berbahagia dengan Ikbal?


🍓


🍓


📌 Setelah membaca part ini bagaimana perasaan kalian semua?


📌Apa yang akkan kalian sampaikan ke Mikaela?


📌Apa yang akan kalian sampaikan ke Lena?


📌Apa yang akan kalian sampaikan ke Zayyen?

__ADS_1


Yang rindu Cika dan Zayden harap bersabar ya.😚


Sebelum mereka bertemu nikmati saja dulu kisah Delisha dan yang lainnya.


__ADS_2