Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 34 (Pacaran itu Apa?)


__ADS_3

...Jangan lupa ramaikan part ini.Bom like dan komentar jangan lupa ya teman-teman....


...Happy reading...


****


Cika sedang makan es krim bersama dengan Zayden. Kedua anak itu tampak senang bermain di taman bermain bersama. Entah bagaimana Zayden sudah berada di sini dengan baby sitter-nya dan Cika tentu saja senang dengan kehadiran Zayden bermain bersamanya. Sedangkan Tri dan pengasuh Zayden hanya mengawasi mereka sambil mengobrol bersama.


"Mamanya Zayden emang kemana, Mbak?" tanya Tri dengan penasaran.


"Ada Mbak, cuma nyonya jarang jenguk mas Zayden karena nyonya dan tuan sudah bercerai sejak 3 hari yang lalu," ujar baby sitter Zayden dengan ramah.


"Cerai?" ulang Tri dengan menelan ludahnya dengan kasar.


Baby sitter Zayden mengangguk membuat Tri menghela napasnya kasihan menatap Zayden yang harus terpisah dengan orang tuanya, tetapi sepertinya anak itu sama sekali tidak bersedih malah Zayden sibuk bercanda dengan Cika.


"Tuan Zidan tidak mencintai istrinya, Mbak. Pernikahan mereka hanya terjadi karena bisnis, awalnya nyonya menolak bercerai dengan tuan tetapi entah karena apa nyonya menyetujui perceraian tersebut. Dan sampai sekarang nyonya belum pernah melihat mas Zayden lagi," ujar baby sitter.


"Sayang banget ya," ujar Tri.


"Tuan Zidan masih sangat mencintai mantan pacarnya, Mbak!"


"Mantan pacar?" gumam Tri dengan pelan. "Apa mantan pacar Zidan adalah Tiara?" pikir Tri di dalam hati.


Ya sudahlah Tri tidak ingin memikirkan apa yang bukan menjadi masalahnya. Tetapi ada kelegaan di dalam hatinya jika benar mantan pacar Zidan adalah Tiara maka artinya Tiara tidak bisa menganggu rumah tangganya.


Sedangkan Zayden menatap Cika dengan tersenyum. Ia mengusap bibir Cika dengan tangannya karena ada sisa es krim di sana.


"Makasih Zayden!" ujar Cika dengan tersenyum.


"Sama-sama cantik!" ujar Zayden dengan terkekeh.


"Sekarang Cika jadi pacar Zayden ya! Kita pacaran!" ujar Zayden menautkan kelingkingnya pada Cika.


Cika menatap Zayden dengan bingung. "Pacaran itu apa?" tanya Cika dengan penasaran.


"Pacaran itu kita terus sama-sama. Cika milik Zayden dan Zayden milik Cika!" ujar Zayden dengan tegas.


Ajaran Zidan benar-benar membuat Zayden dewasa sebelum waktunya. Anak kecil itu sudah mengerti apa itu pacaran tetapi Cika yang masih polos sama sekali tidak mengerti tentang apa yang Zayden katakan kepadanya.


"Cika itu milik papa sama mama bukan milik Zayden ih!" ujar Cika mengerucut bibirnya.


Bukanya marah Zayden malah terkekeh. "Pokoknya Cika milik Zayden selamanya!" ujar Zayden dengan tegas.


"Kita pacaran?" tanya Cika dengan mata bulatnya yang membuat Zayden gemas.


cup...

__ADS_1


Zayden langsung mencium pipi Cika dengan gemas yang membuat gadis cilik itu mematung. "Iya kita pacaran. Zayden sudah minta sama om Fathan untuk jadi mantunya," ujar Zayden dengan tersenyum.


"Mantu itu apa?" tanya Cika kembali bingung.


Zayden menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia juga tidak tahu apa itu mantu yang jelas papanya sering mengatakan itu. "Apa ya? Cika punya Zayden mungkin!" jawab Zayden asal.


Cika hanya mengangguk saja. Gadis itu tidak mengerti tetapi meng-iya-kan perkataan Zayden. Cika tidak tahu jika dewasa nanti semua yang Cika lakukan akan diawasi oleh Zayden. Lelaki posesif yang akan egois selalu ingin memiliki Cika walau ada cobaan yang menghampiri mereka nantinya.


****


"Cika mana?" tanya Fathan saat pulang ke rumah keadaan rumah sudah sepi.


"Tidur, Mas. Tadi aku habis ajak Cika ke taman bermain," ujar Tri membantu melepaskan kemeja Fathan.


"Kok Mas cepat pulang?" tanya Tri kepada suaminya.


"Mau makan siang di rumah saja," ucap Fathan dengan tersenyum.


"Tumben?" tanya Tri dengan menaikkan satu alisnya.


Fathan mendengkus kesal menatap sang istri. "Enggak suka kalau suami pulang cepat?" tanya Fathan dengan kesal.


"Bukan gitu, Mas! Jangan marah ih! Kan aku cuma tanya," ucap Tri dengan manja.


Cup....


Fathan terkekeh ia mengecup kening Tri dengan lembut. "Tadi Tiara mengajak Mas makan siang. Mas iya-kan cuma Mas menyuruh Zidan yang datang dan Mas pulang ke rumah. Setelah makan siang sama kamu Mas balik lagi ke rumah sakit," ujar Fathan menjelaskan.


"Enggak usah cemburu Mas juga gak datang, kan?!" ucap Fathan dengan lembut.


Tri tersenyum tipis. "Emang benar ya Mas kalau Tiara itu mantannya Zidan?" tanya Tri dengan penasaran.


"Benar, Sayang! Mereka itu masih saling cinta," jawab Fathan dengan tersenyum. "Makan yuk Mas sudah lapar!" ucap Fathan memegang perutnya.


"Ayo! Pakai dulu kaosnya!" ujar Tri yang tidak mau dada bidang suaminya menjadi pertontonkan para pekerja di rumah ini.


"Posesif sekali istri Mas!" kekeh Fathan dengan mencubit gemas pipi Tri.


"Makin gembul!" ujar Fathan dengan gemas.


"Ih sakit tahu, Mas!" protes Tri mengusap pipinya yang menjadi sasaran Fathan.


"Gemas tahu, Sayang!" ujar Fathan berlari ke luar kamar sebelum mendapatkan cubitan dari sang istri.


"Mas tunggu!" teriak Tri dengan kesal setelah itu ia mengulum senyumnya.


"Semoga kebahagiaan ini tetap bertahan di keluarga kecil kita Mas walaupun saat ini aku belum bisa memberikanmu keturunan," doa Tri di dalam hati dan melangkah keluar kamar mengikuti suaminya.

__ADS_1


*****


Tiara menunggu Fathan sejak tadi tetapi lelaki itu tak kunjung datang sejak tadi yang membuat Tiara kesal bukan main padahal lelaki itu sudah mengatakan akan makan siang bersamanya. Tiara mengulum senyumnya saat mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya.


"Kak, aku sudah menunggu...dokter Zidan?" ucap Tiara menahan amarahnya.


Sedangkan Zidan langsung duduk di depan Tiara dengan tenang. "Sudah pesan makan?" tanya Zidan dengan lembut.


Mata Zidan menatap makanan yang di pesan Tiara. Saat Zidan ingin mengambil udang di atas meja Tiara langsung mencegahnya.


"Jangan sentuh itu! Ini makanan saya pesan untuk makan bersama dengan dokter Fathan!" ujar Tiara dengan dingin.


"Kamu memesan seafood sebanyak ini, Ay? Kamu gak lupa kan kalau kamu itu alergi seafood, hah? Jangan gila kamu, Ay! Mas tahu ini semua kesukaan Fathan tapi kamu tidak perlu mengorbankan diri kamu seperti ini agar Fathan terlihat suka denganmu!" ucap Zidan dengan tajam.


"Siapa bilang saya alergi seafood? I-ini makanan favorit saya dokter Zidan!" ucap Tiara dengan tajam.


Tiara mengambil salah satu udang dengan sendok dan ingin memasukkan ke dalam mulutnya tetapi dengan cepat Zidan menampik tangan Tiara hingga sendok yang dipegang Tiara jatuh bersama dengan udang tersebut.


"Apa-apaan kamu dokter Zidan?!" ucap Tiara marah.


"Kamu yang apa-apaan, Ay? Mas gak lupa terakhir Mas kecolongan kamu makan udang tanpa sepengetahuan Mas dan kamu berakhir masuk rumah sakit dengan tubuh yang memerah dan napas kamu yang sesak," ujar Zidan dengan tajam.


"PELAYAN!" teriak Zidan dengan keras.


pelayan datang dengan cepat merasa takut dengan kemarahan Zidan saat ini. Apa salahnya?


"Ada apa, Dok?" tanya pelayan tersebut dengan takut.


"Ganti semua makanan ini dengan menu ikan segar. Jangan ada seafood satu pun, dan ingat jika dokter Tiara memesan seafood kamu harus lapor ke saya. Dokter Tiara alergi seafood jika dia kenapa-kenapa kalian yang saya tuntut!" ujar Zidan dengan tegas.


"B-baik, Dokter!"


"Jangan! Ini makanan kesukaan saya!" ucap Tiara mencegah pelayan yang ingin mengambil makanan pesanannya.


Pelayan tersebut bingung tetapi tatapan Zidan membuatnya gemetar takut. "Ambil dan bawa ke dapur kembali. Saya akan menggantikan kerugian kalian dua kali lipat!" ujar Zidan dengan tegas.


Pelayan tersebut mengangguk patuh yang membuat Tiara kesal. Ingin marah tetapi banyak rekan dokter yang sedang makan di kantin ini.


"Dokter Zidan siang ini saya akan makan siang dengan dokter Fathan. Anda sangat menganggu kami berdua!" ujar Tiara dengan geram.


"Dokter Fathan gak akan datang!" jawab Zidan dengan enteng. "Jadi, aku yang akan menggantikan dirinya!" lanjut Zidan dengan tersenyum miring.


"Argghhh... Saya sudah kenyang silahkan makan sendiri!" ujar Tiara dengan kesal.


Zidan mencekal tangan Tiara dengan kuat. "Duduk!" titah Zidan dengan dingin.


"Tidak mau!"

__ADS_1


"Duduk atau aku akan berteriak di sini jika kita adalah sepasang kekasih!" ujar Zidan yang membuat Tiara mendelik kesal.


Diam-diam Zidan tersenyum saat melihat Tiara kesal kepadanya. "Aku cemburu melihat kamu dekat dengan Fathan. Dan aku tidak akan membiarkanmu menikah dengan Fathan! karena kamu milikku Tiara!


__ADS_2