Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 206 (Penyatuan)


__ADS_3

...📌 Ekhem cuaca mendung tiba-tiba jadi panas nih🤪😋...


...Ramaikan part ini ya. Kalau ramai akan double up loh nanti malam....


...Happy reading...


****


Seminggu kemudian...


Malam ini adalah malam yang sangat membuat hati Mikaela berdebar tak karuan karena malam ini ia akan melayani Dareel selayaknya istri. Berulang kali Mikaela menghembuskan napasnya dengan perlahan bahkan sangking gugupnya Mikaela sampai memainkan jarinya sendiri hingga berkeringat dingin.


Mikaela baru teringat jika ia mendapatkan kado dari mertuanya dan juga adik iparnya. Kado yang mereka katakan boleh di buka setelah Mikaela mantap untuk menjadi istri seutuhnya untuk Dareel. Merasa penasaran dan bingung Mikaela mencoba mengambil kado tersebut di dalam lemari sebelum Dareel datang ke kamar.


Bahkan Mikaela belum berani memakai baju dinas yang Dareel belikan untuknya, gadis itu masih takut untuk memakainya.


Setelah mengambil kado tersebut Mikaela kembali duduk di pinggir sofa, ia membuka kado dari Fiona terlebih dahulu dan apa yang ia lihat membuat Mikaela bertambah berdebar, saat ini di tangannya ada gaun malam yang sangat tipis dan juga seksi.


"Pakaian kurang bahan seperti ini kenapa ada di jual? Kenapa juga Mami memberikan aku ini? Nanti kalau Mas Dareel semakin bergairah gimana?" ujar Mikaela dengan gusar.


Mikaela membuka kado dari Delisha dengan perlahan, dan Mikaela kembali menelan ludahnya dengan kasar karena lagi dan lagi ia mendapatkan gaun tipis yang membuat dirinya panas dingin.


"Moci!" panggil Dareel yang membuat Mikaela terburu-buru langsung memasukkan pakaian itu ke dalam paper bag.


"I-iya Mas!" sahut Mikaela dengan terbata.


Dareel heran saat melihat Mikaela seperti tampak gugup sekali setelah kedatangannya, matanya langsung menatap paper bag yang Mikaela sembunyikan di belakang tubuh gadis itu.


"Apa itu?" tanya Dareel penasaran.


"B-bukan apa-apa, Mas!" jawab Mikaela dengan gugup.


Tapi Dareel yang penasaran langsung mengambil paper bag yang di sembunyikan istrinya.


"M-mas jangan!" cegah Mikaela tapi tenaganya yang tak sesuai dengan Dareel. Mikaela tidak bisa mencegah saat tangan Dareel mengambil paper bag itu dengan sangat cepat.


Mikaela langsung menunduk malu saat Dareel mengambil pakaian seksi yang ada di dalam paper bag tersebut. Mikaela tak tahu bagaimana reaksi Dareel saat ini karena lelaki itu masih diam dan dirinya pun menunduk malu.


Dareel menelan ludahnya dengan kasar saat melihat dua pakaian seksi yang ada di tangannya dan ini lebih seksi dari yang ia beli. Dan pikiran Dareel sudah berkelana entah kemana yang membuat sesuatu di bawah sana mulai bangun dengan perlahan ketika membayangkan Mikaela memakai pakaian ini untuk melayani dirinya.


Sial!! Dareel menjadi m*sum sekarang!


"Siapa yang memberikan ini, Moci?" tanya Dareel dengan penasaran.


"M-mami sama Delisha," jawab Mikaela dengan pelan.


Dareel menganga ia tidak percaya jika Delisha bisa memberikan pakaian seperti ini untuk istrinya. Ternyata Delisha dewasa sebelum waktunya tapi wajar saja sih karena adiknya sebentar lagi akan menikah menyusul dirinya, wajar saja Delisha sudah mengetahui pakaian yang seperti ini.


Lalu Dareel tersenyum aneh menatap ke arah istrinya yang masih menunduk tak berani menatap ke arahnya.

__ADS_1


"Moci!" panggil Dareel dengan pelan mendekati Mikaela.


"I-iya Mas!" sahut Mikaela yang sedikit menjauh saat Dareel mendekatinya sungguh ia sangat gugup sekarang, jantungnya berdebar di luar kendalinya yang membuat Mikaela salah tingkah.


"Pakai yang ini ya!" ujar Dareel memberikan pakaian yang diberikan maminya kepada Mikaela.


Mikaela menelan ludahnya dengan kasar, keringat dingin muncul di dahinya sekarang. "I-ini Mas? I-ini sangat seksi," gumam Mikaela yang membuat Dareel tersenyum.


"Mas ingin melihat istri Mas malam ini seksi di hadapan Mas!" bisik Dareel di telinga Mikaela yang membuat gadis itu bertambah gugup. Andai saja Mikaela mempunyai kekuatan untuk menghilangkan diri mungkin sudah Mikaela lakukan sejak tadi. Siapa pun tolong Mikaela sekarang karena gadis itu tampak sekali sangat gugup. Mau diapakan ia malam ini oleh Dareel?


"H-harus ini Mas?" tanya Mikaela dengan gugup.


Dareel menatap Mikaela dan mengangguk dengan tegas. Pria itu mengusap bibir Mikaela dengan lembut. "Gak boleh bantah suami loh!" ujar Dareel menakut-nakuti.


"I-iya Mika pakai yang ini!" ucap Mikaela dengan cepat berlari ke dalam kamar.


Mikaela hanya mempunyai suaminya sekarang jadi apa yang Dareel katakan berusaha untuk Mikaela turuti asal tidak menyakiti dirinya. Dareel sudah terlalu baik kepadanya dan mungkin ini saatnya ia memberikan dirinya seutuhnya untuk Dareel.


Dareel menunggu dengan tidak sabaran, entah mengapa malam ini seakan menjadi malam yang sangat membahagiakan untuk dirinya dan mungkin juga untuk Mikaela.


Dan setelah menunggu 10 menit yang menurut Dareel sangat lama akhirnya Mikaela keluar dari ruang ganti yang ada di kamar Dareel.


Glukkk...


Glukkk...


Dareel menarik dagu Mikaela dengan perlahan hingga kedua mata mereka saling bertemu pandang dengan tatapan yang sangat dalam. Dareel mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Mikaela hingga Mikaela menahan napasnya saat bibir Dareel menyentuh bibirnya.


Ciuman yang tadinya pelan berubah menjadi ciuman yang penuh ketidaksabaran dari Dareel, ciuman penuh tuntutan dan gairah seorang Dareel. Mikaela hanya pasrah dan mulai bisa mengimbangi Dareel bahkan saat tubuhnya di bawa di atas kasur Mikaela hanya diam walau di dalam hati ia masih merasa deg-degan.


Seperti apa malam pertama mereka? Itulah yang selalu Mikaela tanyakan di benaknya sendiri.


"Eughhh..."


Languhan yang keluar dari bibir Mikaela semakin membuat Dareel bersemangat untuk terus menggoda istrinya. Tangan Dareel sudah menjelajahi tubuh seksi Mikaela hingga kedua tangan Mikaela memegang bantal dengan sangat kuat.


Suara erangan Mikaela menambah kesan romantis di antara keduanya bahkan Mikaela tidak sadar jika gaun yang baru saja ia kenakan sudah di lempar oleh Dareel ke lantai.


"Aahhh..."


Mikaela membusungkan dadanya saat Dareel bermain di sana. Rasa apa ini? Kenapa rasanya sangat geli dan nikmat? Mikaela belum pernah merasakan sesuatu yang seperti ini.


"M-mas Dareel!!" Mikaela memanggil Dareel dengan napas yang sudah tidak beraturan bahkan tubuhnya sudah seperti cacing kepanasan saat Dareel menyentuh seluruh lekuk tubuhnya dengan lembut. Mikaela tidak sadar jika Dareel meninggalkan banyak jejak kepemilikan di sana.


"Panggil nama Mas terus Moci!" ujar Dareel dengan tersenyum.


"M-mas Dareel uhhh!!" Tubuh Mikaela bergetar dengan hebat saat Dareel memuja tubuhnya dengan sebuah sentuhan. Ini baru permainan saja dan Mikaela sudah lemas karena Dareel.


Dareel melepaskan seluruh pakaiannya yang membuat Mikaela langsung menutup matanya saat sesuatu yang menonjol sejak tadi sudah keluar dari sangkarnya.

__ADS_1


"Kenapa di tutup matanya?" tanya Dareel dengan terkekeh.


"I-itu Mas kelihatan Mika. Tegang berotot," ujar Mikaela dengan gugup yang membuat Dareel semakin terkekeh


"Coba pegang dia minta di elus!" ujar Dareel.


Mikaela menggelengkan kepalanya dengan kuat tetapi dengan jahilnya Dareel menarik tangan istrinya untuk menyentuh miliknya yang membuat Dareel tanpa sadar melenguh dan Mikaela terkejut.


"Masih malu-malu hmmm? Nanti pasti ketagihan! Sekarang buka mata kamu!" ujar Dareel dengan serak.


Mau tak mau Mikaela membuka matanya. Ia menelan ludahnya dengan kasar saat melihat milik suaminya.


"Punya aku mungil apa muat itu masuk?" tanya Mikaela dengan polosnya yang membuat Dareel gemas.


"Muat, Moci! Kita coba ya!" ujar Dareel yang perlahan mulai menindih tubuh Mikaela kembali.


"T-tapi aku takut!" ujar Mikaela dengan terbata.


Dareel membawa tangan Mikaela untuk memeluk lehernya. "Untuk pertama kali memang sedikit sakit tapi percayalah sama Mas kamu akan ketagihan dengan milik Mas!" bisik Dareel.


"Gigit pundakaku kalau sakit ya!" ujar Dareel dengan lembut menatap wajah Mikaela yang berada di bawah kuasanya.


Dareel mulai mencium seluruh wajah Mikaela hingga Mikaela terlena dan tak sadar jika Dareel berusaha untuk masuk ke pusat miliknya yang mungil tetapi walaupun gitu Dareel sungai menyukai goa sempit yang sudah menjadi miliknya ini.


Mikaela terkejut dan refleks mencengkram lengan Dareel. "S-sakit..." gumam Mikaela meneteskan air mata.


Dareel belum sepenuhnya masuk. Lelaki itu berusaha untuk membuat Mikaela rileks hingga Mikaela sudah sedikit tenang Dareel menghentakkan pinggulnya. Lenguhan Dareel dan teriakan tertahan Mikaela menjadi saksi bahwa mereka sudah menyatu dengan sempurna malam ini. Mikaela sudah menjadi milik Dareel seutuhnya.


"Maaf ya!" gumam Dareel menghapus air mata Mikaela yang tak sengaja keluar begitu saja saat merasakan miliknya robek akibat ulah Dareel.


"Iya gak apa-apa, Mas!" gumam Mikaela berusaha tersenyum.


"Nanti gak sakit lagi kok!" ujar Dareel yang diangguki oleh Mikaela.


"Maa gerak ya Moci?!" ujar Dareel meminta persetujuan.


" Pelan-pelan ya, Mas!" pinta Mikaela.


Dareel mengangguk. Lelaki itu mulai bergerak dengan perlahan yang membuat Mikaela tanpa sadar mengeluarkan suara yang semakin membuat Dareel bergairah. Inikah rasanya berhubungan dengan pasangan? Sungguh Mikaela dan Dareel sangat menikmatinya.


Gerakan yang tadinya perlahan berubah menjadi gerakan cepat yang membuat Mikaela terus mendes*hkan nama Dareel. Malam ini dengan kesunyian malam akan menjadi saksi menyatunya dua pasang manusia. Penyatuan mereka juga akan membuat cinta dan kasih sayang akan tumbuh dengan besar di hati keduanya.


Apalagi Mikaela yang sudah menganggap Dareel adalah malaikatnya, rumah tempatnya untuk berpulang setelah sekian lama ia terus merasakan kesakitan.


"Mas Dareellll..."


"Moci...."


Keduanya saling menyebutkan nama saat Dareel meledak di dalam diri Mikaela. Keringat sudah membasahi tubuh keduanya, napas yang menderu tak membuat gairah Dareel menurun, Lelaki itu masih sangat menginginkan istrinya malam ini. Dareel dapat pastikan jika besok Mikaela tidak bisa berjalan karena berbuatannya.

__ADS_1


__ADS_2