
...Maaf sedikit ya karena capek banget hari ini!...
...happy reading...
***
Setelah berkata jujur dengan kedua orang tua Zayden perasaan Cika menjadi sangat lega. Akhirnya orang tua Zayden tahu jika Zayden memiliki kepribadian ganda yang sangat membahayakan orang lain, perlakuan Zayden selama ini terhadap dirinya begitu menyiksa batinnya. Cika tetap bertahan walau sebenarnya hatinya lelah karena ia juga masih mencintai Zayden walau pria itu sudah berlaku kasar kepada dirinya.
Saat ini Cika berada di apartemen Zayden. Lelaki itu memintanya untuk datang dan memasak makanan kesukaan Zayden. Saat di telepon tadi suara Zayden amat sangat manja yang membuat Cika tersenyum sendiri, inilah yang Cika suka dari Zayden bukan Aiden yang selalu kasar kepadanya karena sebuah rada obsesi.
Grep...
Cika sedikit tersentak saat ada tangan yang memeluknya dari belakang, ia tersenyum saat menyadari jika Zayden lah yang memeluk dirinya.
Zayden mengendus leher Cika dengan pelan yang membuat Cika sedikit meremang dengan apa yang dilakukan tunangannya tersebut.
"Ay, lepas dulu ya! Aku sedang masak," ujar Cika dengan pelan.
Zayden sama sekali tak mengindahkan perkataan Cika. Ia terus menyentuh kulit leher Cika dengan bibirnya hingga membuat gadis itu mendesis pelan saat Zayden meninggalkan jejak kemerahan di kulit lehernya.
Zayden membalikkan tubuh Cika dengan perlahan, dengan cepat Zayden juga mematikan kompor yang masih menyala, rasa laparnya hilang seketika karena dirinya ingin memakan Cika terlebih dahulu, rasa laparnya sudah berbeda saat melihat lekuk tubuh Cika dari belakang apalagi ketika gadis itu menguncir rambutnya.
Mata Zayden sangat sayu ketika menatap wajah Cika yang sangat cantik, tunangannya ini semakin terlihat cantik dari hari ke hari dan Zayden merasa tak rela jika Cika ditatap banyak orang apalagi yang berjenis lelaki.
Cup...
__ADS_1
Zayden mencium bibir Cika dengan perlahan. Cika memejamkan matanya saat ciuman Zayden terasa lembut namun kelamaan terasa menuntut.
"I miss you, Ay!" gumam Zayden di sela-sela ciumannya.
Tubuh Cika sudah sangat lemas karena perlakuan Zayden sekarang. Bahkan kakinya sudah tidak bisa menopang tubuhnya hingga Cika terduduk di lantai. Zayden mengikuti Cika, tangan lelaki itu tidak tinggal diam menyentuh benda favoritnya dibalik kaos berwarna pink. Bak bayi yang kehausan Zayden menyusu di sana setelah berhasil menyingkirkan kaos pink Cika.
"Pelan-pelan, Ay!" ujar Cika dengan pelan.
"Hmmm.." Zayden hanya berdehem saja karena ia sedang menikmati benda favoritnya.
"Ahhh...."
Akhirnya suara itu lolos dari mulut Cika saat Zayden mengusai tubuhnya. "Ay, stop!" ujar Cika dengan lirih.
"Di kamar aja, please!" gumam Cika dengan pelan.
Zayden mengangguk, ia menggendong Cika menuju kamarnya. Setelah sampai Zayden langsung merebahkan tubuh Cika dengan perlahan dan kembali seperti bayi yang sangat kehausan. Apalagi di kamar ini tubuh Cika sudah polos akibat ulah Zayden bahkan tangan Zayden sudah ada di bawah memainkan sesuatu di sana.
"Sayang, ayo kita menikah!" ucap Zayden dengan serius.
"Kelulusan aku sebentar lagi setelah wisuda baru kita menikah. Boleh?" ujar Cika dengan terbata karena merasakan nikmat akibat permainan jari Zayden di pusat tubuhnya.
"Aku sudah tidak sabaran ingin menikmati menu utamaku, Sayang! Tapi aku tidak apa-apa jika harus menunggu sebentar lagi karena aku juga sedang mempersiapkan pernikahan kita yang sangat mewah," ujar Zay dengan tegas.
"Karena setelah itu aku akan memilikimu seorang diri, Sayang! Hahaha hanya diriku saja!" gumam Aiden dengan begitu licik.
__ADS_1
Tubuh Cika bergetar dengan hebat saat ia mendapatkan pelepasan pertamanya. Cika lemas karena perbuatan Zayden sekarang.
"Kamu gak jadi lapar, Ay?" gumam Cika dengan pelan karena tubuhnya masih lemas.
Zayden memeluk Cika dengan sangat erat dan kembali mengecup bibir Cika dengan sekilas.
"Laparku sudah beda, Ay! Aku lapar saat melihat tubuhmu yang seperti ini!" gumam zayden dengan serak.
Cika terkekeh dan ia kembali pasrah saat Zayden kembali mengusai tubuhnya sepertinya dirinya juga harus memuaskan Zayden dengan baik juga hari ini.
***
Dalisha langsung menemui dua kucing kesayangannya ketika sampai di rumah walau papinya sudah melarang tapi tetap saja Delisha langsung menemui hewan kesayangannya yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri.
Gadis polos nan ceria itu langsung memberikan makan untuk Kimmy dan Jimmy di tangannya dan kedua kucing itu memakannya dengan lahap.
"Cepat besar ya kalian biar bisa kawin!" gumam Delisha dengan terkekeh karena perkataannya sendiri.
"Kata orang kawin itu enak lo! Jadi, Kimmy harus hamil anak yang banyak ya! Pasti anak-anak kamu sama Jimmy lucu banget," ujar Delisha.
Tanpa ia sadari ada seseorang yang mengamati dan mendengar perkataannya bahkan lelaki itu sampai tersenyum geli karena ucapan Delisha.
"Gimana kalau Papi dan Maminya saja yang kawin?" ucap Ikbal yang membuat tubuh Delisha mematung.
"H-hah? K-kawin?"
__ADS_1