
kedatangan Saga membuat Liyora segera bangkit dari tempat duduknya. ia sudah menunggu kedatangan Saga, tidak hanya itu, Liyora saat itu sudah mengumpulkan Alden dan juga Dikta. meskipun masih menggunakan kursi roda, Alden bersikeras untuk berangkat ke sekolah walaupun Dikta melarangnya.
"nah kebetulan semua udah kumpul ni..eh tapi tunggu bintang utamanya kurang satu nih.." Liyora mencari-cari seseorang, dan setelah pamdangannya menemukan orang yang ia cari, ia segera membawa orang itu berdiri diantara semua siswa yang tengah berkumpul.
"lo kenapa si Liyora, gak usah tarik-tarik gue dong"
"udah deh Friska gak usah protes mending lo ikut gue sekarang."
"ini ada apa si Yora, kenapa lo pakek narik-narik Friska segala?"
Saga tidak mengerti dengan tujuan Liyora menarik Friska dengan kasar dan membuat Friska ditengah-tengah siswa lainnya. dan setelah itu ia justru mensorong kursi roda Alden dan membuat Alden berada disamping Friska.
"asal kalian tau, mereka berdua itu idah ngelakuin hal yang gak oantes yang harus kita berantas daei sekolahan kita!"
semuanya bertanya-tanya dengan apa yang dikatakan oleh Liyora. "apa-apaan ini, gua baru masuk udah dapet perlakuan kayak gini. ini apa maksudnya?" Alden menatap tajam Liyora.
"udahlah Al, lo gak usah belaga bego! lo itu udah hamilin Friska dan setelah itu lo bayar dia karna lo gak mau tanggung jawab mentang-mentang lo anak orang kaya kan? lo jadi seenaknya sama perempuan!"
seketika wajah Alden dan Friska menjadi pucat ketika mendengar ucapan Liyora.
"lo kalo ngomong di atur dong Yora, jangan samain semuanya kaya lo! gak ngotak banget si lo" Saga merasa tidak terima dengan tuduhan Liyora terhadao sahabatnya.
"gua sependapat sama Saga! gua tau Alden. walaupun dia playboy, tapi dia gak pernah ngelakuin hal diluar batas!" kini Dikta pun ikut membela Alden.
"kita lihat, omongan gue yang bener atau kalian! mereka itu emang gak ounya moral, makanya berbuat kaya gitu!" hardik Liyora.
"udah gak usah ngebacot aja lo dari tadi!" Saga meradang mendengar ucapan Liyora yang terus memojokkan Alden dan juga Friska.
"Saga sayang, apa yang aku omongin itu bener gue gak bohong!" setelah selesai dengan ucapannya, Liyora memutar sebuah rekaman video diaman didalamnya Alden dan juga Friaka membahas tentang kehamilan hingga keguguran yang dialami oleh Friska.
"Alden, Friska. jadi semua ini bener?" tanya Dikta tidak percaya menatap bergantian antara Alden dan Friska.
"ya benerlah Dikta lo pikir video tadi apaan?"
"diem lo Liyora, gue gak butuh jawaban dari lo!"
"Dikta gue bisa jelasin semuanya, ini gak sepeeti yang kalian pikir"
*alah keluarin aja murid kaya gini
iya keluarin aja
__ADS_1
mentang-mentang oang kaya apa-apa diselesaiin pake duit
oh mungkin tu kakinya pengkor gegara kuwalat sama anaknya
iya..mana ceweknya mur*h*n banget lagi. uda hamil eh malah rela gak dinikahin cuman gara-gara duit.
jangan-jangan tu anak diab*rs* lagi, pakek bilang keguguran segala. dasar orang tua gak ada akhlaq
alah itu mah gue yakin cewenya yang kegat*l*n godain Alden.
Alden pasti gak salah.Friska aja yang di DO biar kapok. cewek miskin pakek godain Alden, mana kesian sama Alden gak dinikahin. makanya mba, jadi cewe gak usah jal*ng*.
udah mending kita giring keruangan kepsek biar mereka dikeluarin.
itulah yang terdengar dari siswa-siswi yang berkumpul. dari seorang Alden yang di puja-puja oleh para gadis, kini mereka mengutuk perbuatan Alden yang tidak tanggung jawab atas perbuatannya. namun tidak sedikit pula yang juga membela Alden dan justru hanya menyalahkan Friska.
dan saat ini semuanya hendak menggiring Alden dan juga Friska, namun saat itu juga Saga berterika menghentikan tindakan para siswa lainnya.
"kalian semua bubar! buar gua bilang!" melihat Saga yang meradang, kini semuanya menciut. "dan satu lagi, kalo ada yang berani nyebarin berita ini, gua gak segen bikin kalian dikeluarin. dan mungkin aja kalian juga gak akan bisa lanjut sekolah!"
saat itu juga semua siswa yang tidak bersangkutan segera meninggalkan koridor. dan disatu sisi Liyora semakin mendekay ke arah Saga.
Saga lalu menatap Alden dengan penuh kemarahan. "gua tau waktu itu lu suka sama Lesya Al, tapi gak gini caranya! lu hamilin Friska dan gunain kehamilannya buat ngehancurin rumah tangga gua Al? gua gak habis pikir sahabat gua rela ngelakuin cara kotor buat hancurin gua!" Saga meninju tembok dan segera bergegas pergi dari hadapan mereka.
"Saga kamu mau kemana.." Liyora menghentakkan kakinya kesal. karena apa yang sudah ia lakukan ternyata tidak membuat Saga lebih dekat dengannya.
"lo jahat banget si sama gue Ra, padahal gue gak pernah jahatin lo."
"argh.. apaan si lo Fris!" Liyora melenggang peegi dan kini meninggalkan Alden dan Dikta bersama Friska.
namun saat itu Friska pun berlari peegi meninggalkan tempat itu.
Dikta menatap Alden yang saat itu terlihat kacau. ia ingin bertanya dengan Alden, namun Dikta mengurungkan niatannya dan meninggalkan Alden yang terduduk diatas kursi roda.
"mereka bener, keadaan gua saag ini pasti adalah karma buat gua yang udah lari dari tanggung jawab. tapi waktu itu gua gak tau kalo itu anak gua!" Alden mengusap wajahnya kasar.
dengan susah payah Alden menyusul Dikta kedalam kelas dengan kurai rodanya. ketika Alden didalam ruang kelas, ada salah satu siswa yang berpura-pura menabrak kursi rodanya hingga membuat Alden hampir terjatuh.
melihat hal itu, Dikta segera berlari untuk membantu Alden. "lo kalo jalan lihat-lihat!" siswa itu seketika menciut mendapati Dikta dengan tatapan dinginnya.
-
__ADS_1
jam istirahat pun tiba, saat itu banyak sekali pemberitahuan chat group di ponsel Alden. ia membuka salah satu percakapan yang ada di group itu, dan hal itu membuat Alden drop. keringat dingin keluar dan Dikta yang menyadari hal itu segera melihat ponselnya.
buat kalian yang berani bahas masalah ini, dan memberi tahu pihak sekolah. gua pastiin nama kalian gak akan terdaftar di sekolah manapun!
Dikta memang sangat berpengaruh, sehingga dalam waktu beberapa saat semua obrolan group terhenti. dan tidak ada satupun yang berani mengungkitnya kembali.
"gua anter lu pulang Al"
dalam waktu tig puluh menit, Dikta sudah sampai di rumah Alden. saat itu ia mengantar Alden kekamarnya. semenjak melihat percakapan di group chatnya, Alden hanya terdiam dengan tatapan kosongnya.
"lu istirahat, gua bakal temenin lu!" ucap Dikta dan hendak duduk di sofa yang ada di dalam kamar Alden. namun saat itu Alden mencekal pergelangan tangan Dikta.
"lu kenapa masih baik sama gua Ta? padahal gua ini orang yang biadab. gua gak tanggung jawab atas perbuatan gua!" Dikta melepas geenggaman Alden dan kini duduk dihadapan Alden.
Dikta menatap lekat manik mata Alden yang menuntut jawaban terhadapnya. "sebenernya gua marah banget sama lu Al, gua gak nyangka lu bakal lakuin itu. tapi balik lagi, gua gak berhak ngehujat lu. gua tau gua salah udah belain lu di depan anak-anak, tapi mereka juga gak berhak buat ngintimidasi lu. karena gua tau semua orang pasti pernah bikin kesalahan, cuman kesalahan mereka gak terekspose aja!"
"dan gua harap dengan kejadian ini, lu bisa ambil pelajarannya Al. gak semua kelakuan buruk kita hanya berimbas pada diri kita sendiri, tapi orang lain juga!"
Alden masih belum mengatakam apapun dan terus memperhatikan setiap ucaoan Dikta. "yang gua maksud adalah Friska. saat ini bukan cuma harga diri gadis yang lu rusak Al, tapi tanpa lu sadari mental Friska juga rusak."
"lu tau Al apa yang pernah Friska rasain? waktu dia keguguran dia cuman sendiri ditinggalin lu yang gak mau tanggung jawab, bahkan nyokapnya juga ninggalin dia dengan banyak hutang. hingga saat itu ia mutusin kerja ditempat terlarang Al, dia ngerasa kalo dia udah gak suci dan mungkim gak ada maslah kalo dia kerja disitu buat bayar hutang-hutang yang ditinggalin nyokapnya."
"untung aja ada Dylan yang ngeluarin Friaka dari lingkaran hitam itu. dan gua harap lu bakal berpikir dua kali buat ngelakuin hal yang bisa merugikan orang lain Al!"
"gua tau gua udah salah besar Dikta, tapi sebenarnya gua lakuin itu ke Friska bukan karna gua sengaja!" ucap Alden dengan suara yang bergetar.
"maksud lu apa Al?" Dikta menautkan alisnya meminta penjelasan.
" waktu itu gua mabuk karena mikirin mba Lesya. dan setelah gua sadar, gua udah dalam keadaan seperti itu sama Friska Dikta"
"lu jangan pernah bialng ini sama Saga Alden, gua yakin kalo dia tau, dia bakal marah besar karna lu lakuin itu karena mikirin mba Lesya!"
"tapi sayangnya gua udah denger!" sahut Saga yang berdiri di ambang ointu kamar Alden dengan tangan yang mengepal.
.
.
.bersambung
.
__ADS_1