
Ketika sampai dikediaman Darmawan, Lesya langsung saja masuk kedalam kamarnya tanpa menemui siapapun. Yoo joon yang melihat hal itupun sudah menduga apa penyebab yang membuat Lesya seperti itu.
"Yoo joon, dimana Lesya?" tanya tuan Darmawan yang baru saja keluar dari kamarnya.
"emm.. Lesya ada dikamarnya om, kalau gitu aku permisi kekamar dulu om"
tuan Guntara mengangguki ucapan Yoo joon dengan senyum tipisnya. namun sebelum ia masuk ke kamar, Yoo joon menghentikan tuan Darnawan.
"om, apa Saga sudah pulang?"
"emm sepertinya belum Yoo joon, entahlah aku coba menghubunginya namun sepertinya ponselnya dimatikan."
setelah semuanya memasuki kamar. beberapa menit setelah itu, terdengar deru mesin motor memasuki garasi rumah. dan saat itu kebetulan Lesya tengah berada di dapur untuk mengisi air minum untuk ia bawa kedalam kamarnya.
namun saat Lesya hendak kembali kekamarnya, ia berpapasan dengan Saga yang saat itu masuk denga Jaket yang ia bawa di atas pundaknya.
Lesya hanya melewati saga begitu saja dan tanpa melirik sesikutpun. Lesya hanya menatap luruh ke arah kamarnya dan fokus membawa air putih tangannya.
"tunggu mba Lesya" Saga mencekal pergelangan tangan Lesya.
Lesya menatap datar Saga. dan hal itu membuat Saga tidak bisa menebak apa yanh ada dipikiran Leaya saat ini. Saga lalu melempar jaket yang ia bawa ke atas Sofa ruang tengah.
"gua cuman mau tanya, apa tadi mba Lesya jadi makan malam sama mama papa mba Lesya?"
"hemm.."
"gua tadi-"
"emm Saga, kamu pasti lelahkan? istirahatlah, akujuga harus istirahat karena besok aku harus meeting pagi-pagi."Lesya tersenyum getir dan berlalu meninggalkan Saga.
saat itu Saga tertegun oleh sikap Lesya yang tentu saja di luar dugaan dari Saga. "mba Lesya kok gak marah sama ga?"
sembari memikirkan hal itu, Saga menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya. saat itu ia ingin mengecek ponselnya yang ada di saku celananya.
"astaga, jadi hp gua mati dsri tadi? mending gua isi dayanya sekarang!"
setelah ia sampai didalam kaarnya, Saga segera mengisi daya ponselnya. namun saat itu Saga menautkan kedua alisnya. ia terlihat keheranan melihat daya ponselnya yang ternyata masih delapanpuluh persen.
__ADS_1
"masih banyak, tapi kenapa hp gua bisa mati? padahal gua gak pernah matiin hp!" Saga kemudian menghidupkan ponselnya, dan saat itu ia benar-benar membulatkan matanya sempurna karena melihat panggilan tidak terjawab dari layar ponselnya.
tigabelas panggilan tidak terjawab tertera di layar ponsel miliknya. saat itu Saga semakin merasa bersalah karena selain tidak bisa menemani Lesya makan malam dengan keluarganya, ia juga tidak menjawab panggilan dari Lesya.
"gua harus minta maaf sama mba Lesya. ya walaupun gua gak ada perasaan sama dia, seenggaknya dia kan cinta sama gua. pasti saat ini perasaannya kecewa sama gua!"
"jam berapa sekarang?"Saga melirik jam yang ada di atas nakas. "udah malem pasti mba Lesya udah tidur." Saga membuang nafas kasar.
Saga berguling ke samping kanan dan kiri, saat itu sesekali Saga menutup wajahnya dengan bantal. namun ia masih tidak bisa terlelap meskilun ia berusaha memejamkan kedua matanya.
"huh.. mending gua cari angin ajalah" Saga memutuskan untuk keluar rumah menuju gazebo yang ada di belakang rumahnya.
namun ketika Saga hampir sampai di gazebo, Saga melihat sosok peremouan yang ada di gazebo rumahnya.
"kok tiba-tiba gua merinding ya.." Saga memegangi tengkuknya. "perasaan semenjak gua tinggal di rumah ini gua gak pernah lihat kunti! tapi kenapa sekarang malah ada yang bentukannya mirip kunti gitu si?"
Saga ingin lari dari tempat itu, namun ia mengurungkannya. akhirnya Saga memutuskan untuk mendekat kearah sosok yang ia lihat. "entah sampai kapan aku harus mempertahankan rumah tangga ini!"
itulah sayup-sayup yang terdengar oleh Saga.
tanpa Lesya tau, kini Saga duduk di belakangnya tanpa bersuara.
"mungkin jika Saga ingin berusaha mengingat, aku akan menunggu sampai waktu yang tidak ditentukan!"Lesya menghela nafas berat.
"tapi ini? hanya aku yang berjuang. dan aku rasa Saga memang tidak ingin mengingatku didalam kehidupannya. karna memang Saga sejak dulu sudah mencintai Liyora."
"jika saja dulu Saga tidak mencintaiku, dan tetap mencintai Liyora, mungkin tidak akan sesakit ini!" Lesya menyeka air matanya yang hampir jatuh. Lesya memukul-mukul dadanyayang terasa sesak saat ia kembali melihat sesuatu yang ada di ponselnya.
Saat itu Saga melihat fotonya bersama Liyora yang tengah menghadiri acara makan malam, ada didalam layar ponsel milik Lesya.
sontak Saga mengerutka dahinya. jelas-jelas foto tersebut adalah foto yang diambil oleh Liyora saat ia memegangi pipi Saga yang masih penuh dengan makanan.
'*apa Yora sengaja foto, cuman mau bikin mba Lesya cemburu? dan sebenarnya kenapa dia ingin membuat mba Lesya cemburu, padahal selama ini gua selalu ngutamain dia kan? dia gak seharusnya berbuat kayak gini!'
kletek*
Lesya terhenyak saat mengetahui Saga ada didekatnya.
__ADS_1
"hehe.. hai mba" Saga menyengir kuda saat melihat Lesya menatapnya dengan tatapan kaget.
"Saga, kamu sejak kapan ada disini?"
"emm dari tadi si mba Lesya" Saga menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"baiklah Saga, aku rasa kamu sudah dengar apa yang aku katakan tadi." Lesya menjeda ucapannya dan sesekali menatap Saga dengan tatapan yang sulit diartikan.
"emm sebenernya gua gak sengaja buat nguping si mba. tapi tenang aja mba Lesya, gua bakalan pura-oura gak denger kok. anggep aja gua gak oernah ada disini ya.."
Lesya menggeleng "enggak Saga, kamu harus mengingat semua yang aku katakan tadi!"
kini Lesya kembali membelakangi Saga yang masih memperhatikannya.
"kali ini aku gak akan paksa kamu buat mengingat aku lagi di masa lalu. aku sadar, kehadiranku dari dulu di kehidupan kamu memang gak pernah tepat Saga." Lesya menghentikan ucapannya untuk memgatur nafasnya yag menderu.
"aku akan berusaha membebaskanmu dari semua ini Saga. tapi-" Saga masih menunggu semua yang akan diucapkan oleh Lesya. "tapi aku tidak bisa langsung melepas kamu Saga! beri aku waktu untuk melepaskan kamu secara perlahan. dan setelah aku perlahan berusaha menjauhi kamu, aku berjanji kamu akan benar-benar bebas dari semua ini. termasuk bebas dari hubungan semu ini Saga!"
Lesya perlahan berdiri dan berjalan menjauh dari Saga. namun saat itu, Saga segera mencekal pergelangan tangan Lesya dan menarik Lesya didalam pelukannya.
Lesya hanya terdiam dalam pelukan Saga tanpa membalas pelukan itu. saat itu Saga yang merasa tidak ada balasan, ia semakin mengeratkan pelukannya terhadap Lesya.
"maaf"
itulah yang terucap dari mulut Saga. bahkan saat itu Lesya tidak menyangka Saga akan mengucapkan itu.
'entah kenapa gua ngerasa bersalah kaya gini? dan seharusnya gua seneng kalo mba Lesya mau ngelupain gua. tapi, kenapa gua ngerasa kaya gini? ini bener-bener aneh! bahkan gua gak tau kenapa gua minta maaf!'
.
.
.bersambung
.
.
__ADS_1