It'S Perfect

It'S Perfect
Calon Menantunya


__ADS_3

Siang ini Lesya berencana untuk menemui ibu mertuanya. ia berharap dengan ia menjelaskan semuanya, nyonya Darmawan akan melunak dan menerimanya kembali untuk menjadi menantunya.


"lebih baik aku hubungi Saga.."


*tut..


tut*..


"Iya sayang ada apa? kengen ya..?" ucap Saga diseberang telfon


"emm bukan itu Saga, aku cuman mau ngajakin kamu nanti sepulang kamu sekolah, kita ke rumah mami ya.."


"ide bagus mba Lesya.."


Lesya tau kalau Saga memang sangat usil dan jail, ia pun meladeni Saga dan tersenyum didalam ruangannya.


"ah iya Bocah tengil, memang ide ku selalu bagus karna otakku memang sangat cerdas kan!"


"oh iya sayang, gimana kalo-"


tok tok


"emm Saga, sebentar ya sepertinya ada orang. kamu hati-hati, aku harus lanjut kerja dulu."


"oke mba Lesya sayang yang super sibuk"


klik


Lesya dan Saga pun mengakhiri sambungannya.


"Sya.. siang ini kita harus meeting sama klien, jadi kita harus siapin semuanya sekarang!"


"Joonie.. kamu bener-bener ngagetin aku deh, baru aja mau aku bukain, ini malah kamu tiba-tiba nyelonong aja!"


melihat ekspresi wajah Lesya, Yoo joon terkekeh kemudian mencubit pipi Lesya dengan Gemas. "Sya.. kamu ini lucu banget ya.. aku gak sengaja lo padahal ngagetin kamu, tapi raut wajah kamu selucu ini sekarang!" dengan iseng, Yoo joon memotret Lesya dengan ponselnya.


"joonie, jangan reseh! kalo kamu iseng terus.. aku bakal lapor sama papa kamu biar kamu di tarik ke korea, terus cewe yang dulu itu ngejar-ngejar kamu lagi!"


"eh..eh.. kalo itu gak lucu Sya, please jangan! oke sekarang serius."


"tapi Joonie, emang meeting ini harus banget sama aku? ini kan projek kamu?"


"harus Sya, kamu tau kan ini projek pertamaku setelah bergabung dengan perusahaan ini. dan aku juga masih baru di indonesiakan Sya, gue belum tau kebiasaan disini" dengan memasang wajah memelas, Yoo joon membujuk Lesya untuk menghadiri meeting yang buat.

__ADS_1


Lesya terlihat memikirkan ucapan dari Yoo joon dan "fuhh.." Lesya membuang nafas kasar. "baiklah akan aku temani"


"nah ini baru sahabat aku yang baik dan pengertian!" Yoo joon merangkul Lesya singkat dan kemudian melenggang pergi dari ruangan Lesya.


"lebih baik aku beritahu Saga."


Lesya mengambil ponsel yang ada dimejanya. ia mencoba untuk menghubungi suaminya, namun hingga beberapa kali Saga tidak memgangkat panggilan telfon darinya.


"mungkin Saga saat ini masih ada pelajaran? biar aku kirim pesan aja"


Saga, siang ini kita harus batalin ke rumah mami ya.. aku harus menghadiri meeting, jadi kita kesana besok siang ya Saga~


"tinggal send aja.."


triingggg


"aku taruh sini aja ponselnya, biar aku angkat dulu, siapa tau ada yang penting"


"permisi bu.. ini pak Yoo joon sudah menunggu anda, beliau bilang anda harus segera pergi bersama beliau" ucap salah satu karyawan.


"begini Andi, kamu sampaikam sama pak Yoo joon aku akan turun sebentar lagi!"


"baik bu, terima kasih"


ketika Lesya sampai disana, ia mendapati Yoo joon yang berdiri tegap dengan tangannya berada di saku celananya.


"joonie, kamu ini bener-bener ya.. padahal kamu kan punya nomor aku kan? gitu kamu pakek ngerepotin Andi lagi!"


"emm aku cuma ingin profesional kerja aja Sya..".Yoo joon menahan tawa saat melihat kekesalan di wajah sahabatnya itu.


"tapi Joonie, memang kamu udah pikirin mateng-mateng mau kerja sama dengan orang itu?" Lesya menatap Yoo joon yang saat itu juga menatapnya.


"memang ada apa dengan orang itu Sya?"


"gak ada apa-apa si Yoo joon, tapi aku denger, perusahaanya akan di pimpin sama calon menantunya dalam waktu dekat ini. dan aku belum hafal sama karakter calon menantunya. yang aku takutkan dia tidak sebaik pak Broto."


Yoo joon menautkan kedua alisnya dan menyipitkan kedua matanya. " Sya, gak biasanya kamu menilai seseorang sebelum kamu mengenalnya sendiri, tapi ini?"


"udah lupain Joonie, sebaiknya kita berangkat. atau kita bakalan telat nanti"


"baiklah" Yoo joon mengangkat pundaknya dan melebarkan matanya singkat.


Sementara itu di tempat lain, Saga yang berada di parkiran terlihat memikirkan sesuatu yang membuat perasaanya tidak tenang. ia kemudian melajukan motornya dalam kecepatan tinggi.

__ADS_1


setelah menempuh perjalanan beberapa menit, ia berhenti didepan gerbang rumahnya sendiri. "mending gua telfon Lesya, aku mau tau dia dimana sekarang, apa sudah dekat?"


Saga memgerutkan dahinya saat melihat beberapa panggilan masuk dari istrinya yang tidak ia angkat. "ada apa Lesya tadi telfon? mana gak ke angkat lagi!"


Saga berusaha menghubungi Lesya, namun saat ini giliran Lesya lah yang tidak memgangkat sambungan telfon darinya.


ting


"ini siapa lagi si kirim-kirim beginian?"Saga lalu membuka gambar yang belum jelas di aplikasi chat miliknya.


"huh, jadi Lesya makan siang sama Yoo joon. ah tapi gua gak boleh mikir macem-macem, gua takut ini cuman orang yang gak suka sama hubungan gua dan Lesya. dan mereka berusaha ngirim foto ini biar gua sama Lesya berantem!"


Saga menggeleng dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"tapi gua gak akan sebodoh itu dan langsung percaya gitu aja!" akhirnya Saga berputar dan menuju basecam tempat biasa ia berkumpul dengan sahabat-sahabatnya.


tetapi saat perjalanan menuju basecamnya, ia tidak sengaja melihat Saka dan Ella tengah berbicara dengan pria yang tidak ia kenal. saat itu Saga melihat kakak iparnya menggandeng pria lain. namun yang membuat Saga bingung, kenapa Saka tidak marah.


"ada apa sebenarnya? kenapa kak Saka malah ngebiarin istrinya mesra-mesraan sama cowok lain? ini ada yang gak beres!" Saga mengangkat sebelah alisnya.


saat itu Saga memilih untuk memarkirkan motor yang ia bawa. ketika ia hendak menghampiri Saka, ia justru melihat kedatangan Liyora. akhirnya Saga memutuskan untuk mengintainya dari jauh.


"kenapa lagi-lagi mereka ketemuan? dan di restoran yang sama! aku harus cari tau"


Saga pun memasuki Restoran dengan mengenakan hoodie dan masker untuk menutupi wajahnya. saat itu Saga ingin semakin dekat, namun sayang ia secara tidak sengaja menabrak pelayan restoran hingga semua makanan dan minuman yang pelayan itu bawa, berhamburan di lantai.


"aduh maaf mba.."


"gimana dong mas, nanti saya di marahin sama manager!"


Saga terlihat sangat kasihan dengan pelayan yang ia tabrak, dan "loh dimana mereka? kenapa gak ada?".


"mas ini gimana?" suara pelayan itu mengalihkan pandangan Saga yang mencari keberadaan Saka dengan Liyora.


"gini mba, saya mau ketemu sama manager resto ini. biar nanti saya ganti rugi."


"baik mas, mari ikut saya.." Saga akhirnya mengikuti kemana Pelayan itu. dengan pikirannya yang tak tenang, Saga berusaha mencerna apa yang sebenarnya Saka dan Liyora lakukan.


.


.bersambung


.

__ADS_1


__ADS_2