It'S Perfect

It'S Perfect
Kesalahan Besar


__ADS_3

Saga membuka pintu kamarnya dengan keadaan amarah yang kembali tersulut setelah Lesya bersusah payah menenangkannya karena bersitegang dengan Dikta. kali ini justru sebuah bingkisan datang dan menyulut kemabli emosi Saga.


Lesya memanggil Saga untuk tidak pergi, tetapi saat itu Saga yang sudah di kuasai oleh amarah, ia tidak menghiraukan larangan Lesya.


Lesya hendak menyusul Saga, tetapi saat itu babysiter memanggilnya karena Elektabilitas yang tengah menangis.


"kenapa mba, ada apa dengan Elgara?"


"ini bu, baby Elgara badannya panas"


Dengan segera Lesya mengambil alih Elgara ke dalam gendongannya. ia membawa Elgarake kamar Elgara dan segera mengambil obat yang ada di laci yang biasa ia berikan ketika Elgara mengalami demam seperti saat ini.


Meskipun ia merasa cemas dengan memikirkan Saga, Lesya berusaha tenang demi Elgara yang saat ini sangat membutuhkannya.


Tidak terasa waktu berjalan cukup cepat, belum saja Lesya memejamkan matanya matahari sudah tidak enggan menampakkan diri. dan disaat berasamaan Elgara juga terlelap dengan demam yang sudah menurun.


"mba, tolong jaga Elgara ya. aku harus pergi sekarang"


"baik bu"


Dengan segera Lesya keluar dengan mobil miliknya untuk mencari Saga. ketika ia melihat GPS yang ada di aplikasi di dalam ponsel pintarnya, Lesya mendadak mengerutkan dahinya. saat itu Lesya segera menginjak pedal gasnya dan melajukan motornya dalam kecepatan tinggi.


Setelah cukup lama melewati jalanan yang cukup ramai karena banyak pengguna jalan yang pergi ke kantor atau kerja di tempat lain, Akhirnya Lesya sampai pada tempat dimana titik GPS yang ada di ponselnya.


"Lagi-lagi kak Saka"

__ADS_1


brugh


Baru saja Lesya keluar dari dalam mobil, ia melihat Saka yang jatuh akibat pukulan dari Saga. melihat hal itu Liburan tidak tinggal diam dan menghalangi Saga untuk tidak memukuli suaminya.


"apa lo gila Saga? dia suami gue sekaligus kakak kandung lo, kenapa lo berani-beraninya mukulin kak Saka, Saga?" bentak Liyora.


"lo diem Liyora! "


"gue gak akan Diem karna lo ku-"


"gue gak akan kadar kayak gini kalo suami lo gak kurang ajar Liyora" potong Saga.


"suami lo udah ngelakuin kesalahan besar dengan mengirim ini buat istri gue"


"untuk calon istriku dimasa depan, Lesya. dari pengagummu, Saka" itulah yang terlontar dari mulut Liyora ketika membaca surat yang ada di dalam bingkisan.


Dengan marah Liyora membantu suaminya bangkit dan menarik baju suaminya. "aku gak habis pikir kakak masih suka sama pelak*r itu. dulu dia ngerebut Saga dari aku, dan sekarang dia mau rebut kamu dari aku kak"


"Jangan keterlaluan Yora, Lesya bukan seperti yang lo omongin. dan asal lo tau, suami lo itu yang ngejar Lesya bukan sebaliknya!"


Karena mendapat bertahan dari Saga dan rasa kecewa dari suaminya, Liyora menjadi kesal dan mendatangi Lesya yang masih berdiri mematung di sisi mobilnya.


"liat, semua jadi kayak gini karena lo cewek tua! lo itu cuma ngehancurin kebahagiaan gue"


plak

__ADS_1


Liyora menampar Lesya cukup keras, namun saat itu ketika Liyora hendak menampar Lesya kembali, Sebuah tangan besar mencekal pergelangan tangannya.


Ekor mata Liyora menangkap seseorang yang saat ini menjadi suaminya justru membela wanita yang ia benci. dan mendapati sikap Saka yang membela Lesya, Saga segera menarik Lesya kesisinya.


"kenapa kamu malah belain cewek tua ini kak Saka? "


"maaf Liyora, aku tidak bisa membohongi perasaanku. aku justru semakin mencintai Lesya"


Liyora terhenyak mendengar pengakuan dari Saka.


"dengar, jangan lagi kalian menganggu rumah tangga kami. terlebih kau" Saga menunjuk Saka dengan tatapan tajamnya.


setelah itu Saga mengajak istrinya untuk pergi.


"Lesya" teriak Liyora berada di belakangnya


Brugh


Kesya tumbang begitu saja sehingga membuat Saga dan Saka menjadi cemas.


"Lesya, bangun sayang"


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2