
Saga, kebingungan mencari makanan yang diinginkan oleh Lesya. karena di tempat dimana mereka berlibur, makanan itu sangat jarang di jumpai.
"Saga dimana kita bisa menemukannya, aku bahkan ingin menangis karena aku sangat ingin makan itu Saga" rengek Lesya dengan mata yang sudah menggenang.
"lalu aku harus bagaimana Lesya, dimana kita bisa menemukan soto bandung? sedangkan kita saat ini ada disini! "
lolos sudah Air mata Lesya, namun Lesya segera menyekanya. ia tidak ingin Saga melihat air matanya.
"ini sudah larut malam Saga, lebih baik kita kembali ke hotel. aku juga sudah tidak terlalu menginginkannya"
saat itu Saga tau jika Lesya hanya berpura-pura tidak menginginkannya. karena Saga sudah sangat hafal jika Lesya sudah diam, itu berarti dia kecewa.
"baiklah"
malam itu Lesya dan Saga sudah kembali ke hotel dimana mereka menginap. saat itu setelah memasuki kamar, Saga berpamitan untuk keluar.
"mau kemana Saga? "
"aku ingin keluar sebentar mencari minuman dingin Lesya, kamu istirahat ya.. tapi kamu jangan tidur sebelum aku kembali" Lesya menganggu kisah ucapan Saga dan kini ia hanya bermain ponselnya karena ingin mengalihkan pikirannya agar tidak teringat dengan makanan yang ingin ia makan.
cukup lama Saga tidak kembali, hingga perasaan Lesya mulai gusar. Lesya mencoba menghubungi Saga namun tidak pernah Saga angkat. hal itu semakin membuat Lesya gelisah.
Lesya pun bergegas keluar dari kamarnya.
"kemana Saga, katanya dia hanya mencari minuman dingin? disekitaran sini banyak, tetapi kenapa aku tidak bisa menemukannya?"
Lesya mendengus kesal karena tidak menemukan keberadaan Saga. hingga perhatiannya tersita oleh seorang laki-laki yang membawa nampan dihdsoannya yang memakai celemek.
"soto bandung keinginanmu tuan putri"
"Saga"
"sini ikut aku Sayang.." Saga membawa Lesya masuk kedalam kamar mereka dan mendudukkan Lesya di sofa.
"Aaaa... " Saga menyuapi Lesya, dan dengan mata yang berkaca-kaca Lesya menikmati suap demi suapan soto bandung yang dibuatkan oleh Saga.
setelah menghabiskan makanannya Saga lalu mengajak Lesya di balkon kamarnya sembari menikmati view yang begitu indah dimalam hari dengan suasana laut.
sementara itu Liyora yang berada dikamar bersama dengan Saka berada dikekangan Saka dengan jantung yang berdebar. wajah Saka semakin mendekat dan tanpa sadar rasa berdebar hilang dan perhatian Liyora tertuju pada bibir Saka yang tersenyum didepan wajahnya.
__ADS_1
glek
Liyora susah payah menelan salivanya, entah sejak kapan bibir Saka berubah begitu indah dimatanya.
'ini kenapa justru gue yang tergoda sama kak Saka? tapi gue gak bohong, kak Saka benar-benar tampan.' perlahan tangan Liyora menelusuri leher Saka dan menyentuh tepat di jakun Saka yang menonjol.
pletak
"auh.. sakit"
Liyora bangkit dan duduk sembari memegangi dahinya yang mendapat sentilan baru Saka. hal itu membuat Skaa tertawa karena melihat raut wajah Liyora yang mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil.
"bagaimana Liyora? apa kamu perlu bukti yang lain kalo aku sangat mencintai Lesya hmm? "
"bodo'.." Liyora melirik tajam ke arah Saka yang masih terkekeh.
"sudah kubilang kali tidak ada wanita selain Lesya yang bisa menggidaku!" Skaa tersenyum smirk dan berlalu pergi.
setelah menutup pintu dan keluar dari kamar, Saka berjalan ke are pantai yang berada dibawah jendela kamarnya. "fuh, kenapa sangat gerah. apa aku hampir tergoda oleh Liyora. tapi ini wajar untuk seorang priakan?"
Saka menghirup udara malam dan mengedarkan pandangannya. saat itu sesuatu membuat perasaannya meradang ketika melihat Lesya dan juga Saga yang bermesraan di atas balkon kamarnya.
sudah banyak gelas minuman yang dihabiskan oleh Saka hingga ia mabuk berat.
langkah kakinya gontai menuju lantai kamarnya. Saka memencet bel kamarnya hingga beberapa kali dan akhirnya dibuka oleh Liyora yang masih merasakan kantuk karena ia baru saja memejamkan matanya dan terbangun oleh Saka yang lupa tidak membawa kartu akses.
"kak Saka, ada apa ini? "
"aku sangat mencintai Lesya, tapi kenapa Saga merebutnya dariku" Saka kemudian ambruk dipelukan Liyora.
Dengan susah payah Liyora membawa Saka ke atas tempat tidur. saat itu pandangan mereka bertemu, dan perlahan Saka menarik tengkuk Liyora dan ******* bibirnya dengan brutal. awalnya Liyora terkejut karena mendapat serangan mendadak, namun bayangannya tentang kejadian bersama Saka disofa membuatnya membalas setiap ci*m*n yang dilakukan oleh Saka.
nafas mereka memburu, namun ketika Saka bergerak lebih jauh, Saka ambruk dan menimpa Liyora.
"kak Saka, kau sangat berat. " Liyora berusaha membuat Saka menyingkir dari atas tubuhnya, namun saat itu ia sudah tidak berdaya dengan rasa lelah bercamour dengan kantuk yang kembali datang. akhirnya Liyora tidur dengan Saka yang ada diatas tubuhnya.
-
Dita mencari keberadaan Alden. ia tidak bisa jika semua salah paham akan hubungannya dengan Alden. hingga saat itu Dita menemukan Alden yang tengah bersama dengan Dikta.
__ADS_1
"akhirnya gue nemuin lo Al" ucap Dita dengan nafas yang terengah-engah.
"Alden kita harus menjelaskan semuanya. gue gak mau kalo banyak orang yang salah paham! "
Alden dan Dikta saling menatap, saat itu keduanya mengangguk dan kemudian membawa Dita lebih jauh area pesta.
saat itu Dita bingung kenapa harus berbicara sejauh ini, ia khawatir Kenan akan mencarinya.
"gue minta lo tetep setuju jadi tunangan pura-pura gue Dit" ucap Alden.
"apa? " saat ini Dita menjadi bingung, kenapa Alden mengatakan hal itu.
"apa maksud lo Alden, itu gak bisa"
"gue cuman minta tolong supaya nyokap gue gak jodoh-jodohin gue terus Dita! "
"tapi Alden-"
"tolong lakukan saja Dita, gue bakal bayar lo buat operasi Kenan! " sahut Dikta menimoali ucapan Dita.
"tapi biayanya gak sedikit Dikta"
"gue tau, asalkan lo mau jadi tunangan pura-pura Alden, gue bakal bayar berapaan itu buat operasi Kenan"
Dita tertegun mendengar ucapan Dikta. bahkan ia berpikir ini terlalu berlebihan untuk Dikta. pasalnya Dikta sampai rela untuk membayarkan biaya operasi Kenan hanya untuk menyuruh Dita sebagai tunangan palsu Alden.
'apa lebih baik gue Terima tawaran dari Dikta. gue bisa bayar operasi Kenan tanpa ngerepotin kak Dylan kan? "
"Dita lalu mengangkat wajahnya dan menatap keduanya. ia lalu mengangguk tawaran dari Alden dan Dikta.
" itu berarti lo setuju kan Dita? "
lagi-lagi Dita mengangguk dan hal itu membuat perasan Dikta dan Alden lega.
'gue gak perduli kalo nanti orang lain nganggep gue apa. tapi kak Yoo joon? apa kak Yoo joon masih perduli smaa gue? apa dia akan kecewa? tapi kak Yoo joon udah punya cewek lainkan?! "
.
. bersambung
__ADS_1