It'S Perfect

It'S Perfect
Masih Terlalu Baik


__ADS_3

Lesya mengerjap-erjapkan matanya. saat ia membuka mata, ia mendapati Saga yang tengah berada disampingnya yang masih tertidur dengan posisi duduk.


Lesya lalu mengusap wajah Saga dengan lembut sehingga membuat Saga membuka matanya.


"Sayang, kamu kok udah bangun?"


"aku haus Saga. dan kok aku udah di rumah?"


Saga lalu turun dari tempat tidur dan membawakan segelas air untuk Lesya. setelah Lesya selesai meminum air putih, Saga kemudian dudu di tepian ranjang. ia memegang kedua tangan istrinya. "sayang.."


"hemm" dengan netranya yang masih terlihat sayu, Lesya menatap dalam suaminya. "ada apa Saga?" sambungnya lagi.


"maaf, karena aku kami harus bekerja ditempat lain. dan kami mengalami seperti ini"


Lesya menggeleng dan mengukir senyumnya. ia kemudian mengusap lembut wakah suaminya, begitu dalam tatapan anatara keduanya. "disini tidak ada yang salah. dengan kaya gini, aku bisa belajar tentang bekerja dan memperkerjakan orang Saga. dan aku pingsan itu juga karena lampu padam, bukan karena kekerasan atau apapun." jelas Lesya


sementara itu di tempat lain Arga yang sudah mengetahui Lesya adalah orang yang ia cari selema ini menjadikan emosinya naik turun. saat ini ia yang berada di apartemennya, memanggil beberapa orang suruhannya dan menyiapkan anggur untuk ia nikmati.


"maaf bos, apa yang harus kita lakukan sekarang?"


Arga menyesap anggur yang ada di dalam gelas yang berisi sepertiga gelas di tangannya. kemudian ia menatap tajam Anak buahnya. "aku mau kalian selidiki tentang orang yang bernama Saga, suami dari Neyma Lesya Guntara."


"baik bos! kalau begitu kami permisi."


setelah anak buahnya undur diri, kini ia kembali menyesap anggur sekilas dan.


prank..


Arga membuang gelasnya kesembarang arah. "berarti gue gak salah kalo gue punya feeling yang gak enak sama Lesya. dan sikap gue selama ini, itu masih terlalu baik buat dia yang udah bikin bang Arvin meninggal."


_


hari ini Lesya bersikeras untuk tetap pergi bekerja. karena bujukan Saga yang tidak berhasil untuk membuat Lesya beristirahat di rumah, akhirnya ia memutuskan untu tetap mengantar Lesya meskipun Lesya melarangnya.


pagi itu Lesya tengah merapikan berkas-berkas yang akan ia tunjukan kepada Arga. namun saat itu perhatiannya justru tersita oleh sebuah foto yang terpajang di atas meja.


saat itu Lesya hendak meraih foto yang posisinya membelakanginya. setelah tersisa beberapa inci, tiba-tiba sebuah tangan besar mencekal pergelangannya. seketika Lesya menatap kearah orang yang saat itu menariknya.

__ADS_1


"pak Arga!"


"ya, gue Arga. kenapa lo lancang mau sentuh-sentuh barang gue?"


"maaf pak, saya hanya ingin melihat foto itu."


"dan itu gak ada di dalam kontrak pekerjaan, mengerti!" tegasnya.


"iya maaf pak."


'apa yang membuat bang Arvin ngerelain nyawanya cuman demi cewek kaya dia? bang Arvin..bang Arvin. harusnya kamu cari cewe yang lebih baik dsri dia, ini kanapa abanh malah cinta sama cewe nyebelin ini?'


"ada apa pak? apa ada yang salah dengan saya?" merasa di perhatikan oleh Arga, Lesya langsung to the poin menanyakan hal itu kepada Arga.


"ada belek tu, lo belum mandi kan?"


dengan konyolnya Lesya langsung memeriksa wajahnya dengan ponselnya. karena tau Arga hanya membohonginya, Lesya pun merutuki dirinya sendiri. 'hiihh kenapa aku dengan bodohnya langsung mempercayai pak Arga. dia itu kan emang gak pernah bisa berhenti isengin aku!'


"hahaha... itulah ciri-ciri orang bodoh. lo gampang banget terpengaruh sama omongan orang, padahal itu semua belum tentu benerkan!" Arga semakin meremehkan Lesya dengan kekehannya yang terus meledek Lesya.


"pagi ini lo ikut gue ke Darma Corp!"


setelah menghabiskan waktu beberapa menit? kini Lesya dan Arga sudah berada di perisahaan Darma sekaligus perusahaan mertua Lesya. saat ia dan Arga menunggu seseorang, ia tidak sengaja melihat Dylan yang saat itu bersama dengan Yoo joon keluar dari ruangan Saka dengan wajah yang datar.


'mereka ada disini, apa sekarang mereka tengah menjalin kerja sama dengan perusahaan ini?'


brak..


saat it saat Lesya masih memikirkan twntan kemunculan sepupu dan sahabatnya di perusahaan itu, tiba-tiba pintu ruangan Saka terbuka dengan kencang sehingga menyebabkan suara yang cukup keras.


Saka yang saat itu keluar dengan dasi yang berantakan pun segera merapikan pakaiannya karena melihat kehadiran dari Arga. ia tersenyum ramah terhadap Arga. namin ketika ia melihat Lesya berada di sisi Arga, seketika senyum itu memudar.


"silahkan masuk ke dalam ruangan saya tuan Arga."


Arga tersenyum dan mengangguki ucapan dari Saka dengan Lesya yang mengekor dibelakang Arga.


"maaf tuan Saka, sepertinya saat ini anda sedang kesal?" tanya Arga dengan sebelah alis yang terangkat.

__ADS_1


"hemm tidak apa tuan Arga, daya hanya sedikit kurang puas dengan hasil meeting hari ini dengan beberapa orang."


"baik, bagaimana kalo kita mulai bahas tentang modal yang akan saya tanam disini!"


"tentu.."


cukup lama mereka membahas tentang mkdalyg akandi tanam oleh Arga. hingga tiba jam makan siang. bahkan saat itu Lesya merasa sangat jenuh karena ia hanya di surih menunggu, sementara Saka mengajak Arga kedalam ruangan khusus miliknya.


'sebenarnya apa yang dibahas oleh mereka? aku ini kan sekertaris Arga, kenapa aki tidak di ajak untuk membahasnya? aku tau ini ada yang tidak beres!'


ketika Lesya sibuk bermonolog didalam hatinya, saat itu Saka keluar sendirian tanpa adanya Arga dan langsung menatik Lesya keluar ruangannya.


"ada apa ini kak Saka? kenapa tarik-tarik aku kaya gini?"


Saat itu Saka justru terdiam dan hanya menatap lekat Lesya yang ada dihadapannya. 'sebenernya aku gak suka kamu panggil aku kak, Lesya. aku tidak ingin menjadi kakak iparmu, melainkan sebagai suamimu. tapi kali ini aku harus menahannya dulu. aku hantus menanyakan terkait dengan Investor yang tiba-tiba semua malah pergi ke kantor sepupu dan sahabatnya.'


saat itu Lesya melambaikan tangannya untuk membuyarkan lamunan Saka yang mematung dihadapannya. "kak Saka!" Lesya menekankan ucapannya.


seketika Saka saat itu mengerjapkan matanya dan sedikit menggeleng untuk menetralkan pikirannya dan kembali dengan kesadarannya.


"ada yang mau aku tanyakan sama kamu Lesya!"


"ya, apa yang ingin kak Saka tanyakan."


"apa kamu yang membuat Dylan dan Yoo joon merebut semua investor penting di perusahaan saya?" ucap Saka penuh selidik.


"apa maksud kak Saka, mereka gak mungkin ngelakuin itu! dan untuk apa mereka melakukan hal itu?"


"mungkin saja mereka tidak terima dengan sikap mami yang nyuruh kamu resign dari perusahaan dan tinggal di rumah sederhana."


"dan asal kamu tau Lesya, baru saja Dylan dan Yoo joon datang kesini untuk memutus hubungan bisnis kami!" tambah Saka.


Lesya menggelengkan kepalanya. saat itu ia masih belum bisa percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh kakak iparnya.


.


.

__ADS_1


.bersambung


..


__ADS_2