
Lesya dan Yoo joon menuruni mobilnya dan segera memasang kuda-kuda untuk mengantisipasi anak buah dari Zora yang datang menghadangnya.
Tidak hanya anak buah yang datang menghadang Lesya, saat itu Zora pun turut bersama dengan anak buahnya untuk menghadang Lesya dengan Yoo joon.
"gue mau lo serahin Saga ke gue, atau nyawa anak lo yang akan kami targetkan selanjutnya"
Kedua bola mata Lesya membukat sempurna ketika Zora mengancamnya tentang keselamatan Elgara.
"jangan macam-macam dengan anakku Zora" bentak Lesya yang tersulut emosi oleh ucapan Zora yang membawa tentang keselamatan buah hati Lesya yang baru saja berusia beberapa bulan.
Zora mengusap rambutnya sendiri dengan senyum yang sangat membuat Lesya kesal sekaligus marah. "lo pikir gue bakal nurutin ucapan lo? gue nggak segen buat hancurkan mereka, tetapi kalo lo bawa Dewa ke hadapan gue, maka gue bakal lepasin anak lo yang nggak bisa apa-apa itu! "
"dan lo lihat ini sekarang, ancaman gue nggak main-main"
Saat itu Zora mengirimkan seorang anak buahnya yang berdiri di depan rumah Lesya dengan membawa bom. saat itulah perasaan Lesya tak karuan hingga ia akhirnya menyetujui permintaan dari Zora.
"oke aku setuju. tapi aku punya cara sendiri buat bikin Saga benci sama aku, dan kamu jangan apa-apain semua keluargaku"
"Sya" Yoo Joon mencoba mengingatkan Lesya, namun pikiran Lesya sudah tidak bisa bekerja setelah melihat bahaya di dekat anaknya yang kini bersama pengasuhnya di rumah.
"oke, gue kasih waktu satu dua hari"
"ni, satu minggu"
"oke, gue tunggu satu minggu. kalo sampek lo bohong, nyawa anak lo nggak akan selamat"
Setelah mengancam Lesya, Zora pergi d e ngan rasa puasnya yang sebentar lagi akan mendapatkan laki-laki yang ia inginkan untuk menemaninya selamanya.
"Lesya, apa yang lo lakuin hmm?"
Bahkan suara keras Yoo joon tidak bisa membuat Lesya tersadar. ia justru terus menangis karena berada di anatar dilema besar, yaitu anak dan suaminya. keduanya orang yang begitu penting untuknya, namun Lesya harus merelakan salah satunya agar semuanya tidak ada yang terluka.
"Joonie, bantu aku"
"pasti Sya, aku pasti akan bantu kamu. aku akan bantu untuk mengatasi Zora"
"jangan Joonie, jangan apa-apa kan Zora. nyawa Elgara taruhannya Joonie"
__ADS_1
"terus mau lo apa Sya"
"aku mau kamu pura-pura selingkuh sama aku. "
"Lesya, apa kamu gila? dengan begitu Saga akan benci sama kamu Sya"
"itu satu-satunya jalan untuk nyelamatin Elgara Joonie. aku nggak mau perempuan itu nekat dan mencelakai Elgara Joonie.".
"tapi gimana sama Saga? apa kamu tega bikin dia hancur dengan berpura-pura selingkuh denganku Sya?"
"please bantu aku Joonie, setidaknya aku bisa menjadi ibu yang baik meskipun aku akan di cap sebagai istri yang tidak baik Joonie"
"kita bisa pakai cara lain dengan melawannya dengan orang-orang kita Sya. dan kamu jga tau kan Saga punya rencana? "
"orang-orang kita tidak akan bisa menghalangi Zora memencet remot itu Joonie. bahkan Zora sudah memasang bom dimana-mana kan? "
Yoo joon terdiam, dan hal itu semakin membuat Lesya merasa frustasi.
"baiklah, kalau kamu nggak mau bantu aku, aku akan cari laki-laki lain untuk membantuku"
"baiklah, aku akan membantumu. ini demi kamu dan Elgara"
Setelah merencanakan apa yang akan mereka lakukan, Lesya saat itu ketika berada di rumah sengaja memakai pakaian yang lumayan terbuka sesaat sebelum Saga kembali.
Lesya melihat keluar jendela, dimana saat itu ia melihat kedatangan mobil Saga. "Joonie duduklah disini"
Setelah Yoo Joon duduk disebuah sofa, Lesya sengaja menaruh kepalanya di pangkuan Yoo Joon dan memejamkan kedua matanya.
ceklek
Suara pintu terbuka terdengar jelas di telinga Lesya. hingga suara langkah kaki Saga pun begitu terang di dalam kepala Lesya.
"Lesya" suara Saga membuat Lesya membuka kedua matanya dan segera bangkit dan memandang wajah panik.
"S-S-Saga.. kamu udah pulang? "
"sorry Saga, tadi Lesya kelelahan. makanya aku tidak membangunkannya ketika dia tertidur di pangkuanku. aku permisi"
__ADS_1
"hemm"
Saga masih memasang wajah syoknya dan menatap Lesya dari ujung kaki hingga kepala. ia begitu heran dengan penampilan Lesya saat ini.
"Lesya, sejak kapan kamu memakai baju tidur seperti ini?"
"emm aku hanya ingin mengenakannya Saga, karena aku ingin menyenangkanmu" Sontak ucapan itu membuat naluri kelellakian Saga mulai bangkit.
Saga pun segera pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. usai dengan ritual mandinya, Saga melihay Lesya yang duduk di ranjang king sizenya membuat Saga tersenyum dan mendekati istrinya.
Perlahan Saga memeluk Lesya dari belakang dan mengecup tengkuk Lesya hingga bulu judulnya meremang.
Saat itu Saga yang hanya mengenakan handuk sebatas pinggang membuat Lesya degan mudah menyentuh dada bidang suaminya dengan lembut. jujur saja Lesya memang sangat merindukan suaminya, begitupun suaminya yang sangat merindukan sentuhan istrinya dengan penuh kasih sayang.
Saga menatap kedua manik mata Lesya dengan lekat. namun bukan tatapan penuh nafsu melainkan tatapan yang penuh kasih sayang dan teduh yang membuat Lesya terhanyut.
Saga menyentuh bibir ranum istrinya dengan lembut, ia mengecup nya sekilas dan kembali memberi jarak keduanya. namun saat itu Lesya yang lebih menginginkan Saga hingga dengan agresif ******* bibir Saga dengan lembut. Saga oun akhirnya ikut terpancing dengan permainan Lesya saat ini.
Saga menyusuri leher jenjang istrinya hingga membuat suara mengurangi lolos dari bibir Lesya dan membuat Saga semakin terhanyut. Keduanya begitu menikmati malam itu tanpa mengingat masalah yang saat ini mereka hadapi.
Hingga akhirnya saat itu setelah keduanya hampir selesai menyalurkan hasrat mereka, Lesya teringat dengan ancaman Zora mengenai keselamatan Elgara. saat itulah Lesya mulai memikirkan sesuatu yang akan membuat Saga mulai meragukannya.
Namun Lesya tidak ingin kehilangan momen seperti ini yang mungkin tidak akan ia dapatkan setelah ia membuat Saga membencinya dan pergi kepada Zora.
Lesya menatap suaminya dengan lekat yang saat itu berada di atasnya. 'apa aku bisa melakukannya Saga?' batinannya itu membuat relung hatinya terasa teriris.
Tanpa disadari mereka melakukannya cukup lama hingga merasa kenikmatan duniawi, Saga memeluk erat tubuh istrinya dan mengecuonya beberapa kali. disaat inilah Lesya akan melancarkan rencananya agar Saga mulai mempertanyakannya.
"Joonie"
Bagai terhantam batuk beton didadanya, nama yang keluar dari mulut Lesya berhasil membuat Saga bangkit dari posisinya dan menatap Lesya yang tengah memejamkan matanya.
'maaf Saga, aku tau kamu sangat terluka saat ini'
.
. bersambung
__ADS_1