
Yoo joon mengerutkan dahinya saat melihat seseorang bersama Lesya duduk di teras yang terlihat sedang berbicara serius.
"Lesya.." ucap Yoo joon
seketika Lesya yang melihat sahabatnya membawa koper, ia langsung paham tujuan Yoo joon datang kerumah nya saat ini.
"Yoo joon masuklah.." Lesya hendak membantu Yoo joon untuk membawaian barang bawaannya, namun Dylan mencekal pergelangan tangan Lesya.
"biar aku yang bantu.."
saat itu Mereka masuk bersamaan, dan setelah selesai meletakkan barang-barang Yoo joon, kini semua duduk di ruang tamu.
"aku gak habis pikir sama mereka, bisa-bisanya mereka belain perempuan itu. aku yakin kamu tidak melakukan hal itukan Sya. aku tau kamu dari kamu masih kecil, dan aku yakin kamu bukan perempuan yang tega menyakiti perempuan lain."
Lesya yang mendengar ucapan Yoo joon pun tersenyum getir. 'kalian yang bukan suamiku saja bisa mempercayaiku dan seyakin ini! sedangkan suamiku sendiri bahkan menyalahkanku. meskipun dia amnesia, setidaknya dia harus bisa mengenaliku sebaik kalian!'
"ada Sya, kenapa kamu diam? apa alu salah bicara?"
Lesya lalu m3nggelengkan kepalanya, ia menatap nanar Yoo joon dan bergantian Dylan dengan senyum bersyukur. "aku sangat bahagia mempunyai kalian di hidupku"
"eh eh.. ini sejak kapan si Lele jadi melow kaya gini. ayo dong lele, kamu sudah bilang tidak akan berlarut-larut dengan memikirkan bocah itu kan?"
Yoo joon pin mengerutkan dahinya ketika mendengar Dylan menyebut Lesya dengan sebutan lele."tunggu-tunggu, jadi Dylan manggil kamu Lele, Lesya?" saat ini Yoo joon menatap Dylan dan lalu mengembangkan senyum di wajahnya. namun Lesya dan Dylan, justru menjadi heran dengan Yoo joon yang justru tersenyum.
"aku setuju kamu sebut Lesya, lele. karna memang Lesya itu kuat seperti lele dan sangat licin. licin itu bisa di artikan cerdik dan susah untuk merebut hati kamu Sya! dulu aja ada kan tetangga kita yang mau main sama kamu? tapi karena kamu seseorang yang perfect kamu juga melihat teman sperti itu"
saat ini Yoo joon menjeda ucapannya saat melihat raut wajah Lesya dan Dylan. "tapi sempurna dalam tanda kutip, yaitu dengan sikap yang baik. itulah kriteria seseorng yang menurut kamu sempurnakan Sya."
Lesya tersenyum tipis mendengar hal itu. namun ketenangan saat ini tiba-tiba menjadi sangat riuh karena nyonya dan tuan Guntara yang sudah kembali. nyonya Guntara sedikittertegun dengan barang bawaan Yoo joon yang begitu banyak.
"ada apa ini, kenapa ada koper disini?"
sontak semua mata tertuju kearah sumber suara. "mama.." lirih Lesya.
"gini tante, tadi aku yang bawa Lesya pulang dari kediaman Darmawan!"
Tuan Guntara yang mendengar hal itupun mengerutkan dahinya, ia lalu mendekat ke arah Dylan. tuan Guntara merasa ada yang aneh dari semua ini.
"ceritakan keseluruhannya Dylan!" tegasnya memerintah Dylan.
__ADS_1
Dylan pun mulai menceritakan keseluruhan kejadian yang ada di rumah Darmawan hingga selesai. dan seketika tuan Guntara meradang atas perlakuan Saga dan nyonya Darmawan yang menyudutkan putri kesayangannya.
tuan Guntara berusaha menahan amarahnya saat ini, karena ia melihat raut kesedihan yang tercetak jelas di wajah putrinya. ia memegang kedua pundak Lesya.
"papa.." sebelum Lesya melanjutkan ucapannya, tuan Guntara menarik Lesya kedalam dekapannya. ia tau saat ini putrinya hanya butuh seseorang untuk menguatkannya.
"tenang putri kesayangan papa. papa akan selalu ada untuk putri papa yang kuat. jangan tumbang hanya karna ini sayang!"
'jeng Lisa bener-bener keterlaluan! dan kamu Saga, mama kecewa! mama tau kamu sedang tidak bisa mengingat Lesya, tapi setidaknya hati kamu bisa menilai siapa yang benar-benar tulus!'
nyonya Guntara merasa kecewa karena putri satu-satu nya mendapat lerlakuan seperti itu dari keluarga mertuanya. bahkan suaminya sendiri harus membela perempuan lain, dibandingkan istrinya.
"sepertinya aku harus pergi sekarang om, tante. karena ada pekerjaan yang harus aku urus." ucap Dylan dan di angguki oleh tuan Guntara. "oke Lele, jangan sedih-sesih oke!" lanjutnya dengan mengusap lembut punggung Lesya dan berlalu pergi.
"sebentar sayang, kamu duduk dulu! papa harus berbucara dengan mamamu dan Yoo joon" tuan Guntara mendudukkan putrinya dan setelah itu ia membeei isyarat kepada istrinya dan juga Yoo joon untuk berbicara.
setelah beberapa saat mereka berdiskusi, kini mereka kembali menemui Lesya.
dan saat semuanya duduk bersama dengan Lesya, tiba-tiba bel rumah berdering.
"biar aku yang buka pintu bi" tawar Yoo joon.
"dimana Lesya?"
"dia di dalam, kenapa kamu kesini?" tanya Yoo joon.
"aku ingin menemui istriku, tolong beri aku jalan." sebelum Yoo joon membalas ucapan dari Saga, Saga sudah menerobos masuk mencari keberadaan istrinya.
"Sayang, kamu dimana?" Saga terus mencari keberadaan Lesya, hingga ia menemukan kebaradaan istrinya bersama kedua orangtuanya.
"Saga!" Lesya berlari ke arah saga, saat itu tangannya meraba perban yang ada di kepala Saga.
"Saga, kepala kamu.."
"jangan perdulikan ini Lesya! ini gak lebih penting dari kamu!"
Lesya tertegun saat Saga menyebut namanya tanpa embel-embel mba. Lesya sesikit bingung dengan apa yang saat ini di lakukan oleh Saga.
"Saga, apa kamu.."
__ADS_1
"iya aku ingat semuanya tentang kita Sayang. maaf, maaf karna aku selama ini membuat luka di hati kamu!"
Lesya langsung menghambur kepelukan Saga yang saat itu juga membalas pelukannya. setelah memeluk Lesya, Saga berlutut di hadapan semua keluarga Guntara.
"sayang, aku minta maaf karna aku tidak mengingat istriku sendiri dan bahkan membuat hatinya terluka. tolong maafkan aku!"
Lesya yang melihat Saga seperti itupun merasa tidak tega. ia membantu suaminya bangkit, binar mata Lesya tidak bisa berbohong dengan perasaannya saat ini. "jangan meminta maaf Saga! karna aku tau, kamu seperti itu karena amnesia. dan terbuktikan setelah kamu mengingat aku, kamu balik kaya dulu Saga. dan aku sangat sangat merindukan kamu yang seperti sekarang!" Lesya kembali memeluk erat suaminya.
"tunggu Lesya, tapi mama mau ibu mertua kamu minta maaf sama kamu! sebelum dia minta maaf, mama gak izinin kamu buat kembali ke rumah itu bersama Saga."ucap nyonya Guntara seraya menarik Lesya dari pelukan Saga.
"begini mba zura, atas nama Lisa istriku aku minta maaf sebesar-besarnya!"
"aku tau kamu baik Darma, tapi aku ingin Lesya mendapatkan haknya. yaitu permintaan maaf dari Lisa!" tukas nyonya Guntara.
"tapi mba, kita juga harus mengerti anak kita kan? anak kita saling cinta, apa kuta yang akan membuat mereka berpisah?"
tuan Darmawan berusaha untuk membujuk nyonya Guntara. namun sepertinya nyonya Guntara tidak bisa membiarkan anaknya tergina seperti tadi.
"tidak! aku tidak ingin putriku direndahkan hanya karna perempuan penipu seperti Liyora! dan aku juga gak habis pikir Lisa bisa berpikir macam itu kepada Lesya Darma!"
"aku tau, istriku sudah keterlaluan mba Zura. tapi apa kita tega misahin Saga yang habis kecelakaan daei istrinya?"
nyonya Guntara memperhatikan penampilan Saga yang memang terlihat sedang tidak baik dengan pakaian rumah sakit dan juga perban dikepalanya. "aku akan izinin Saga bersama Lesya, tapi mereka harus tinggal di rumah ini sebelum Lisa meminta maaf sama Lesya!"
"tapi mba-"
"Saga setuju ma, dan Saga juga akan menjelaskan semuanya sama mami. Saga juga bakal cari bukti kalo memang Lesya gak salah ma!"
"itu yang harusnya kamu lakukan sejak tadi Saga!" sahut Yoo joon yang berjalan ke samping Lesya. "meskipun kamu amnesia, tapi aku yakin kamu punya hati. dan hati gak akan pernah salah milih mana yang benar dan mana yang salah!"
'ini orang siapa si pakek ikut campur rumah tangga gua? pakek deket-deket sama istri gua! jangan bilang dia sepupunya Lesya lagi, kaya waktu itu Dylan yang juga bikin gua cemburu!'
.
.
.bersambung
.
__ADS_1