It'S Perfect

It'S Perfect
Tiket?


__ADS_3

Jam pulang sekolahpun tiba, Saga segera keluar kelas tanpa menunggu Teman-temannya dan juga Liyora. ia berlari begitu saja menuju area parkir untuk mengambil motornya. namun Liyora pun segera berlari menyusul Saga, tetapi sayang sekali saat ia baru sampai di area parkir, Saga sudah melajukan motornya dalam kecepatan tinggi.


"hihh nyebelin banget si Saga. gue yakin dia kaya gini, pasti gara-gara tu cewe tua" Liyora menghentak-hentakkan kakinya beberapa kali dan akhirnya iapun memutuskan segera untuk pulang.


Saga yang saat itu tidak sabar untuk menemui Lesya, ia hampir saja menabrak seseorang di jalan karena tidak fokus dengan sekitarnya. yang ia pikirkan ganyalah tentang keadaan Lesya.


siittt...


Saga menginjak rem motornya, untung saja ia tepat waktu menyadari seseorang yang hampir ia tabrak, sehingga kecalakaan itupun terhindarkan. dan selang beberapa menit ia telah sampai di rumahnya.


tap tap tap


langakah kaki Saga menggema di ruang rawat Lesya. ketika ia masuk, saat itu Leaya hendak mengambil minum di atas nakas, namun karena badannya yang merasa lemas pun terjatuh.


"hati-hati dong mba" untung saja Saga datang tepat waktu sehingga ia bisa menangkap Lesya tepat di pelukannya. kini Saga membenarkan posisi Lesya untuk kembali duduk.


"mba Lesya mau minum?" ucapan Saga oun hanya di angguki oleh Lesya. dengan segera Saga mengambilkan segelas air yang ada di atas nakas.


"ya udah mba, sekarang mba Lesya tiduran lagi" ucap Saga. dan setelah beberapa saat Lesya sudah kembali memejamkan matanya.


tanpa sadar, saat itu tangan Saga sudah bergerak ke kepala Lesya dan mengusap lembut rambut istrinya. namun pandangan matanya berhenti tepat di bibir ranum milik isyrinya yang memang saat ini sedikit pucat. sontak sekelebat bayangan saat ia ******* bibir Lesya kembali mengisi pikirannya.


'sadar Saga, waktu lo ciuman sama dia itu karna lo gak mau kalah dari dia. karna lo gak mau di anggap pengecut!' Saga mengacak rambutnya.


'tapi diakan istri gua, jadi wajarlah kalo gua cium dia. bahkan berbuat lebihpun juga wajar. gua berhak atas segalanya yang Lesya punya!' tanpa ia sadaei, perlahan ia mendekatkan wajahnya dengan Lesya dan,


Cup


Saga mengecupnya sekilas, "manis" dan saat ini ia mengecup cukup lama. dan saat bersamaan Lesya menggeliat sehingga Saga segera melepas pagutannya dengan bibir Lesya.


'astaga apa yang gua lakuin barusan? kenapa gua jadi tertarik si sama cewe tua ini?'


kini Saga berdiri dan memilih duduk di sebuah sofa yang agak jauh dari Lesya.


"untung aja gua gak ketauan!"


"ketauan apa nak Saga?"


"mama?" Saga terkejut dengan kehadiran ibu mertuanya yang muncul tiba-tiba.


"tadi Saga nyium kening Lesya ma!"


"astaga sayang, dia itu istri kamu. wajarlah kalo kamu cium keningnya!" nyonya Guntara menggeleng dan mengukir senyum di wajahnya.


saat itu Saga hanya menyengir kuda karena merasa malu.


sudah empat hari Lesya di rawat di rumah sakit, dan kini dokter sudah mengizinkannya untuk kembali kerumah. saat itu orang tuanya tidak bisa mengantarnya pulang karena urusan bisnis, dan orang tua Saga lah yang datang untuk menjemput Lesya pulang.


seusai sampai di rumahnya kini semua berkumpul di sebuah ruang keluarga.


"anak-anak, ada yang ingin mami berikan untuk kalian."


posisi saat itu adalah Saka sedang duduk di sebelah Ella dan Saga duduk di sebelah Lesya yang berada di seberang sofa yang diduduki oleh Saka dan istrinya.


"ini apa mi?" tanya Saka sembari menatap ibunya penuh tanya.


"kalian buka saja"


"tiket?" ucap Saga!


"untuk apa ini mi pi?" tambah Saka setelah Saga membuka isi amplop yang di berikan oleh ibunya.


"itu untuk kalian bulan madu, yakan pi?" ucap nyonya Darmawan.


"bulan madu?" ucap Lesya dan Saga bersamaan.

__ADS_1


"wow ini benar-benar ide bagus mi, aku dan Saka memang memerlukan ini. karna sejak kami serumah dengan mereka, selalu ada aja yang bikin aku dan Saga bertengkar" ucapan Ella baru saja membuat kedua orang tuanya mengerutkan dahi.


"Ella, apa-apaan si kamu!" lirih Saka berbisik kepada Ella.


"enak aja bawa-bawa gua! lu aja tu yang cemburuan. suami lu aja tu yang ganjen sama istri gua!"


"sudah jangan berdebat, kalian akan berangkat besok pagi." kini tuan Darmawan yang angkat bicara, dan saat itu pula tidak ada yang berani menentang lagi keputusan itu. "dan untuk kamu Saga, ini tidak akan berpengaruh untuk sekolah kamu. karna papi sudah mengatakan kepada pihak sekolah."


"tapi pi, papi gak boleh seenaknya dong. nanti apa yang di pikirkan temen-temen. yang ada nanti Saga di ejek mentang-mentang anak yang punya sekolahan seenaknya libur! gimana coba!"


tuan Darmawan menarik sudut bibirnya lalu menatap Saga " Saga.. Saga.. apa kamu pikir papi tidak tau saat kamu menggunakan nama papi untuk menakuti temanmu di sekolahan!"


"mana ada Saga kaya gitu!"


"ya sudah mi, ayo kita pulang"


💜💜


Kini Saga, Lesya, Saka dan juga Ella sudah sampai di hotel tempat mereka menginap.


"Sayang.. lebih baik kita langsung ke kamar, aku sangat letih aku juga ingin beristirahat" Ella segera mebarik suaminya agar tidak terlalu lama dekat dengan Lesya yang saat itu terlihat sangat cantik.


"sini mba biar gua bawain" Saga menyambar koper yang saat itu tengah di taril oleh Lesya.


kini mereka telah sampai di sebuah kamar yang bernuansa romantis. disana yersedia juga sauna room, karena ini berada di korea jadi memang wajib di sebuah hotel bintang lima yang menyediakan sauna untuk pengunjung.


saat itu Saga langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang sudah di hias dengan kelopak bunga mawar. namun berbeda dengan Lesya, Lesya justru langsung masuk kedalam kamar mandi. setelah beberapa saat ia tengah selesai mandi, namun.


"astaga, aku lupa membawa pakaian!"


tok tok


"mba udah belom mandinya? gua juga mau mandi ni!" Saga mengetuk pintu kamar mandi


namun Lesya masih belum menjawab Saga.


'jangan-jangan' Saga berinisiatif untuk mendobrak pintu kamar mandi.


"gua dobrak ni mba pintunya, 1 ..2 ..."


ceklek


saat itu Lesya menyembulkan kepalanya.


"kenapa dari tadi gak di buka si mba? ngapain aja mba di dalam?"


"aku lupa bawa baju ganti Saga! tolong ambilkan di dalam koperku!"


"astaga mba Lesya, tinggal minta di ambilin dari tadi apa ausahnya si?" Saga menggerutu seraya menuju koper Lesya.


Saga hendak membuka koper tersebut, namun ternyata ada password untuk membuka koper milik Lesya.


"mba, kodenya apaan?" Saga sedikit berteriak


"310505" itulah yang di ucapkan oleh Lesya.


"oh eke"


Saga lalu mencoba menekan tombol nomor yang ada di situ sesuai yang di ucapkan oleh Lesya.


tit tit tit


"eh kok gak kebuka sia? bukannya emang bener 210505? ah mending gua coba lagi aja!"


Saga mencobanya hingga lebih dari lima kali, namun koper belum juga terbuka. alhirmya Saga membawa koper tersebut mendekat ke arah kamar mandi.

__ADS_1


"mba, gak bisa kebuka ni."


"emang tadi kamu gak masukin kode sesuai apa yang aku katakan?"


"ya masukin lah mba, kodenya 210505 kan?"


Lesya menepuk dahinya sesikit keras hingga ia merasakan swsikit panas. "kodenya 310505 Saga.. cepet buka sekarang!"


Saga lalu menekan sesuai yang di ucapkan oleh Lesya namun, "gak bisa no mba, ada tulisannya error ni malahan!"


"kamu udah coba berapa kali tadi?" kini air muka Lesya mendadak cemas.


"gak tau, tujuh kali mungkin!"


"astaga Saga, itu berarti aku gak bisa ganti sekarang! kalo sampek salah tiga kali aja kita harus nunggu tiga jam, dan itu berarti aku harus menunggu selama tujuh jam!"


"tambah satu mba barusan, berarti delapan kali!" Saga menimpali Lesya yang kini tambah sebal.


"terua aku gimana dong..?"


"ya udah pakek aja bathrob yang ada di sana kan! buruan mba aku juga mau mandi."


Akhirnya Lesya pun memutuskan untuk memakai bathrob . dan Saga pun segera masuk kedalam kamer mandi untuk membersihkan tubuhnya.


selang beberapa menit ia pun keluar lengkap dengan pakaiannya, namun ketika ia keluar, ia melihat Lesya yang sedang berada di depan cermin.


'cantik banget!'


Saat itu Saga mendekat ke arah Lesya yang sedang membenarkan rambutnya. saat itu Lesya tidak menyadari kehadiran Saga sehingga ia tidak membenarkan bathrobnya yang tidak menutupi bagian kaki atas.


"Lesya!"


"kyak...Saga kenapa kau datang tiba-tiba!"Lesya lalu berdiri dan membenarkan bathrob yang ia kenakan.


Saga lalu semakin mendekat ke arah Lesya hingga tubuh Lesya menempel dinding kamar, dan Saga mendekatkan bibirnya kedekat telinga Lesya "apa kau ingin membangunkan harimau yang sedang tidur Lesya?"


"apa maksudmu?"


"apa kau lupa, aku juga laki-laki. dan aku juga suamimu, kenapa kau terus menggoda naluri laki-lakiku hmm?"


Lesya yang memang tau arah pembicaraan dari Saga, ia lalu menyilangkan kedua tangannya di depannya. "jangan macam-macam Saga!"


Cup


"Saga, jangan melampaui batasan!"


"aku ini suamimu, jadi wajar jika aku mengecupmu!" entah apa yang terjadi dengan Saga sehingga ia berbicara macam ini!


"apa kau mabuk Saga? tapi kau tidak yerlihat mammhhhh!" belum selesai dengan ucapannya, Saga lebih dulu menguasai bibir ranum Lesya.


Lesya berusaha mendorong Saga, namun tenaganya tidak lebih besar dari Saga, justru,


brugh


Kini tubuh Lesya sudah masuk kedalam kekangan Saga, karena tidak bisa melawan akhirnya Saga berhasil menunaikam kewajibannya sebagai suami Lesya seutuhnya.


Setelah melakukan hal itu terhadap Lesya, Saga justru tertidur tanpa memperdulikan tubuhnya dan Leasya saat ini sedang polosan.


"Saga..." Lesya menatap sendu wajah suaminya itu dan tak henti menangis. hingga tanpa ia sadari kini ia pun memejamkan matanya.


.


.bersambung


.

__ADS_1


__ADS_2