It'S Perfect

It'S Perfect
Lesya Cuman Milik Saga


__ADS_3

suasana masih bersitegang antara keluarga Saga dan juga keluarga Elsa. orangtua Elsa bersimeras untuk Saga supaya menikahi Elsa. mereka tidak ingin jika nantinya berita pelecehan terhadap Elsa tersebar dan akan berpengaruh untuk bisnisnya. maka dari itu sebelum itu terjadi, Saga harus memperistri Elsa sekalipun sebagai istri kedua.


'ayo berpikir Saga, jangan biarin cewe ini kurang ajar sama lu!' batin Saga.


Saga mengedarkan pandanganya, saat itulah ia menemukan cara untuk melawan Elsa."baiklah kalo emang mau kalian aku harus nikah sama Elsa. tapi besok malam, tidak sekarang!"


'yess akhirnya kak Saga nikahin aku..' sorak Elsa dalam hati.


keesokan harinya, Saga datang bersama keluarganya kerumah Elsa. disana sudah didekorasi sedemikian rupa dengan beberapa awak media yang sudah datang atas permintaan Elsa untuk mengabadikan pernikahannya dengan Saga.


setelah tamu sudah berdatangan, kini Saga dan Elsa duduk dimimbar pernikahan. namun saat itu secara tiba-tiba Saga berdiri dan membuat semua tamu mengerutkan dahi mereka.


"tunggu sebentar, sebelum acara ini dimulai, kalian harus melihat video yang satu ini" ujar Saga.


semua tamu undangan dan media menjadi riuh karena ingin tau apa yang Saga ucapkan. hal itupun juga membuat sang mempelai wanita ikut bangkit. setelah beberapa saat sebuah video diputar.


dengan seketika semuanya melihat adegan dimana Elsa yang tiba-tiba memeluk Saga dari belakang. dan saat itu ketika Saga menghempaskan tangannya dari perut Saga, dengan brutal Elsa merobek lengan baju yang ia kenakan. dan setelah itu beberpaa orang memasuki ruangan itu.


"gimana? apa kalian mau paksa saya buat menikahi gadis seperti dia? sedangkan saya sudah mempunyai istri yang sangat saya cintai."


karena bukti tersebut, kini Elsa sendiri lah yang mencoreng nama baik keluarganya. sedangkan Saga terbebas dari tuduhan.


dan sungguh realita yang berbanding terbalik dengan bayangannya. alih-alih ingin menjadi istri dari Sagara Darmawan, kini justru kariernya hancur akibat perbuatannya sendiri. perlahan ketenarannya meredup dan tak jarang banyak yang menyumpahi Elsa karena perbuatannya.


itulah godaan seorang yang sering dilulukan dan dipuja-puja,ia akan merasa tidak puas karena seseorang yang ia inginkan tidak bisa ia dapatkan sehingga ia menggunakan cara yang tidak tepat, dan akhirnya membuat dirinya sendiri yang menerima akibatnya.


_Flashback Off


Saga neyunggingkan senyum diwajahnya. ia menertawakan dirinya sendiri. "walaupun kamu masih membenciku, tapi aku gak akan nyerah sayang. karna Lesya cuman milik Saga, bukan yang lain!"


sementara itu ditempat lain Dikta masih mengekang Alden dibawahnya. 'gua ga akan biarin lu tau perasaan gua Ta, karna gua gak mau lu jauhin gua!'

__ADS_1


dug


"arrgh.. Alden, apa yang lu lakuin?" Dikta mengusap keningnya yang terasa sakit akibat benturan dari kepala Alden.


"abisnya lu reseh si Ta. gua mau keluar malah lu tahan!" sahut Alden


"hahaha.." entah kenapa justru saat ini Dikta terkekeh. suasana yang cukup tegang, justru menjadi sebuah kelucuan bagi Dikta. dan hal itu semakin memporak porandakan pertahanan Alden. Alden memang paling terpanah ketika melihat senyuman Dikta. ya, bisa dihitung dengan jari berapa kali Dikta tersenyum dalam kurun waktu satu bulan.


Alden terus melihat Dikta yang masih terkekeh saat Dikta datang kesisi Alden dan tiba-tiba mencubit hidung Alden.


"aaakk...sakit hidung gua Ta!" Alden memegangi hidungnya yang memerah. sontak hal itu membuat Dikta merasa bersalah, Dikta segera memeriksanya. Dikta kemudian membuka tangan Alden yang menutupi hidungnya.


Dikta mendekatkan wajahnya dan memperhatikan hidung Alden yang berwarna merah. "Sorry Al, kekencengan ya gua nariknya?" sorot penyesalan terlihat dari kedua mata Dikta yang terus menatap Alden, hingga saat itu bukan hidungnya saja yang bersemu merah. bahkan pipinya pun bersemburat merah. "masih sakit?" tambah Dikta mengusap lembut hidung Alden.


"huh.." Alden terhenyak dan segera mendorong tangan Dikta dari wajahnya.


"eghem.. ya udah Ta, gua mau balik dulu" Alden beranjak dari tempat tidur, namun langkahnya terhenti ketika Dikta mencekal pergelangan tangannya. seketika Alden menoleh kearah Dikta yang saat itu menatap dalam-dalam manik mata Alden.


seperti terhipnotis, Alden mengangguk begitu saja. Dikta yang melihat persetujuan Alden, iapun segera memeluk Alden. "Lu itu orang yang penting buat gua Al, gua gak mau kita ada masalah cuman gara-gara hal yang gak harus kita ributin."


Dikta mengusap-usap kepala Alden, dan tanpa Dikta sadari apa yang ia lakukan itu membuat detak jantung Alden berdegup dengan cukup kencang.


Dikta melepas pelukannya dan menatap Alden dengan dahi yang berkerut. "lu kenapa Al, detak jantung lu cepet banget? lu juga keluar keringat dingin! lu sakit Al, makanya lu dari tadi bersikeras mau balik" kecemasan terlihat begitu jelas diwajah Dikta.


"Ta gua gak sa-"


belum selesai dengan ucapannya, Dikta sudah menariknya dan mendudukkan Alden di atas tempat tidur. "lebih baik kita kerumah sakit sekarang Al"


"gak perlu Ta gau gak sa-"


"oke lu gak usah kerumah sakit, biar gua yang cari obat" tanpa menunggu persetujuan dari Alden, Dikta melenggang pergi dan mencari obat untuk Alden.

__ADS_1


"gua kaya gini karna lu Ta, karna lu yang terlalu deket sama gua! bukan karna gua sakit." ucap Alden setelah Dikta keluarbdari kamar.


_


"Andi apa kamu tidak tau bahea klien itu adalah Saga?" Lesya bertanya kepada asistennya yang berada dikemudi mobilnya.


"maaf bu Lesya, waktu itu saya pikir memang namanya mirip dengan suami bu Lesya. tapi karena orang itu tidak pernah datang, jadi saya pikir dia orang lain bu."


"lain kali kamu harus periksa dan cari tau siapa saja yang akan bekerja sama. aku tidak mau jika kecerobohan kamu seperti ini akan mempersulit kita dan kerja sama perusahaan kitap"


"baik bu, sekali lagi saya minta maaf"


sebenarnya Lesya marah bukan karena asistennya menerima kerja sama dengan Saga. melainkan setelah susah payah Lesya berusaha melupakan Saga, namun dalam sekejap pertahanannya diruntuhkan oleh kehadiran seseorang yang benar-benar bertahta didalam hatinya.


'kenapa setelah kamu ninggalin aku dan memilih orang lain, kamu justru hadir dihiduoku lagi dan mengakuiku sebagai istri kamu Saga? sebenarnya apa tujuan kamu hemm? apa kamu seperti ini karena keluargamu yang hampir bangkrut. dengan menjalin hubungan denganku lagi maka keluargaku akan meboling perusahaan orang tuamu lagi, apa itu tujuan kamu Saga?'


shiitt


"ada apa Andi? kenapa kamu mendadak berhenti?"


"maaf bu, ada mobil tuan Arga yang menghalangi mobil kita bu!"


"Arga? ada apalagi dia? apa dia tidak puas mengerjaiku karena dia menyalahkanku atas meninggalnya Arvin!"


saat itu Lesya segera turun dari mobil dan menemui Arga yang sudah berdiri didepan pintu mobilnya.


"ada apa tuan Arga? apa anda tidak puas dulu mengerjaiku saat aku menjadi sekertaris anda? padahal dulu Arvin tidak pernah sedikitpun menyakitiku, sungguh saya tidak mengerti anda! anda bisa membenci seseorang tanpa mengenalnya terlebih dulu."


.


.bersambung

__ADS_1


__ADS_2