It'S Perfect

It'S Perfect
Demam Berdarah


__ADS_3

Melihat Andi yang tertegun dengan kehadiran Saga, Lesya segera menyadarkan Andi. ia tau jika saat ini Andi tengah terkejut karena melihat Saga yang sudah dikabarkan tiada namun ternyata masih bisa berdiri tegap di hadapannya.


"Dia suamiku Andi, bukan hantu" celetukan Lesya membuat kesadaran Andi kembali.


"tapi bukannya pak Saga-"


"Saga memang sempat hilang, tetapi dia selamat Andi. tapi kamu harus merahasiakan keberadaan Saga jika ada orang yang bertanya kepadamu"


Sontak hal itu membuat Andi tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Lesya. dimana Andi berpikir jika ini suatu kabar yang harus di umumkan, tetapi kenapa harus di sembunyikan.


"tapi kenapa bu Lesya? "


"ada seseorang yang ingin menyerang kami. kami harus mempersiapkan untuk melawan mereka baru kami bisa mengumumkan tentang keselamatan Saga, Andi! " Andi mengangguki ucapan Lesya.


"sudahlah jangan bahas itu sekarang Andi. sekarang apa yang akan kamu lakukan setelah menandatangani surat cerai itu, apa kamu akan menikahi wanita yang di jodohkan oleh ibumu? "


Andi belum menjawab pertanyaan Lesya, ia justru terdiam dengan kepalanya yang menunduk.


"jangan sampai kau menyesali keputusanmu Andi" sahut Saga yang menepuk pundak Andi hingga membuat Andi menatapnya.


"mba Lesya, Elgara nangis" ucap Dikta yang menuruni tangga.


Akhirnya Lesya langsung melihat Elgara yang ada di kamar. selang beberapa saat Lesya keluar dengan wajah panik, hingga membuat semuanya menjadi panik.


"Elgara demam tinggi, kita harus segera ke rumah sakit sekarang" ucapnya.


"baiklah, kita pergi sekarang" Saga bergegas membawa Elgara ke rumah sakit. namun saat itu Yoo joon sudah menghubungi anak buahnya untuk mengikuti Saga untuk menjaganya.


Sesampai di rumah sakit, dokter segera menangani Elgara. hingga Lesya terkejut ketika dokter mengatakan bahwa Elgara terkena demam berdarah.


"Saga, Elgara... " Lesya menghambur kedalam pelukan Saga.


Saga pun berusaha menenangkan Lesya dengan mengusap pungungnya dengan lembut dan mengecup puncuk kepalanya sekilas.


Saga, dan Lesya pun segera menemani Elgara yang terlelap dengan selang infus di tangannya. hati Lesya benar-benar perih ketika melihat buah hatinya terbaring lemas.

__ADS_1


"sayang.. maafin mama ya. mama ga bisa jagain kamu dengan benar"


"sssttt, jangan berkata seperti itu. aku yakin jika Elgara sudah bisa berbicara, dia akan memarahi mamanya yang bicara tidak benar seperti itu! "


Lesya menatap suaminya yang kini menangkup wajahnya dan menatapnya dengan tatapan teduh. Saga kemudian mengusap lembut air mata yang mulai keluar dari mata Lesya.


Saga menarik Lesya kedalam dekapannya, namun saat itu Dikta masuk dan membuat Lesya dan juga Saga segera melepas pelukannya.


"Sorry kalo gua datang di saat yang gak tepat, gua cabut dulu ya Ga. aku pergi dulu ya mba Lesya"


"kamu gak perlu pergi Dikta" balas Lesya, namun Dikta sudah terlanjur keluar dan tidak mendengar perkataan Lesya.


Akhirnya Lesya memilih untuk memegangi tangan Elgara, ia juga mengecup kening Elgara yang tengah tertidur. Saga pun meraih kedua tangan Lesya dengan lembut, dia tanya kedua manik mata Lesya yang berwarna kecoklatan dan menjadi bagian anggota tubuh Lesya yang sangat di sukai oleh Saga.


"sayang, selama ini kamu menjalani hidupmu tanpa aku. aku tau itu sangat sulit untukmu"


"memang sangat berat, apalagi ketika aku harus menerima jika kamu dinyatakan menghilang dan kemungkinan-" Lesya tieak meneruskan ucapannya.


"dan ada yang harus kamu tau Saga. beberapa coffee shop di ambil alih oleh kaka Saka! "


"apa? "


"aku benar-benar tidak menyangka kak Saka setega itu denganku Lesya! "


Saga tidak habis pikir kakak satu-satunya justru mengkhianatinya. padahal Saga sudah memaafkannya setelah berbuat kesalahan. namun Saga tidak pernah mengira jika kebaikannya terhadap saudaranya justru dimanfaatkan seperti itu.


"dan sekarang kak Saka sudah menikah dengan Liyora Saga"


"biar saja mereka menikah dan merebut coffe shop itu. tapi sekarang aku sudah kembali, mereka tidak akan bisa melenggang bebas seperti sebelumnya"


Sementara itu di tempat lain Zora tengah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Saga. namun ia tidak bisa menemukan nya hingga membuat Zora kesal dan menghubungi orangtuanya.


"pa, ma, Dewa menghilang. rencanaku gagal"


"kamu tenang sayang, papa akan mengurusnya."

__ADS_1


Agra Buana terlihat begitu marah ketika mendengar keluhan dari anaknya yang ditinggalkan oleh Saga.


"siapkan semuanya, hari ini kita pergi ke kota xxx"


"baik tuan"


Selang beberapa jam Agra sudah bersama dengan anaknya yang terus menangisi Saga. Zora memang anak yang sangat manja,dan Agra Buana tidak akan rela melihat anak semata wayangnya menangis seperti saat ini. kemarahannya terlihat jelas dengan tangan yang mengepal dan sorot membunuh terpancar dari kedua matanya.


"siapa yang bertugas untuk menjaga Dewa? "


Dengan wajah ketakutan, beberapa anak buah yang ditugaskan untuk menjaga Saga menghadap ke depan Agra. dan tanpa perasaan Agra menmb*k satu persatu anak buah yang menghadapnya.


"kalian lihat, ini yang akan terjadi dengan kalian jika kalian tidak becus melakukan tugas kalian, mengerti! "


"baik tuan, kami tidak akan mengecawakan tuan"


"aku tidak butuh dengan kata-kata mu itu. yang aku butuhkan kalian membawa Dewa kembali untuk putriku" bentuknya dan membuat semua anak buahnya semakin menciut.


"sekarang kalian cari tau dimana Dewa tinggal. jika perlu hab*si istrinya agar Dewa tidak mencarinya lagi"


Ayah Zora memang sangat lembut dengan anaknya. namun dia akan sangat keras kepada orang lain, dan bisa dikatakan ia begitu haus darah ketika menghadapi orang-orang yang mengkhianatinya.


"Dewa harus kembali pa, dia harus menjadi suamiku" rengek Zora di dalam pelukan ayahnya.


"kamu tenang sayang, papa akan mendapatkan Dewa mu itu"


selang beberapa saat seorang tangan kanan Agra Buana datang dan melapor tentang keluarga Saga. dimana ia sudah mengetahui orang tua Saga yang saat ini ada di luar negeri dan juga Saka yang berselisih dengan Saga.


"kalau begitu kamu jalankan seperti biasa kamu menangani orang-orang seperti Saga. jangan biarkan dia bahagia dengan istrinya setelah membuat putriku menangis seperti ini" Titah Agra yang langsung di oatuhi oleh sang tangan kanan.


"pa, aku tidak mau Dewa terluka. dan aku mau papa menghab*si istrinya dan juga anaknya itu"


"jadi dia sudah punya anak? " Zora mengangguki ucapan Agra. namun saat itu raut wajah Agra berubah begitu drastis ketika Zora mengatakan Saga mempunyai seorang anak.


~[Dewa adalah kekasih Zora yang sudah meninggal. dan Zora menganggap Saga sebagai Dewa kekasihnya karena memiliki wajah yang sangat mirip, dan hal itu juga di pacu karena Zora sempat mengalami depresi karena ditinggal kekasihnya]

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2