
Pagi itu Saga bangun dan melihat Lesya yang sudah tidak ada di sebelahnya. akhirnya Saga memutuskan untuk segera ke bawah mencari keberadaan Lesya. namun ia tidak menemukan keberadaan Kesya di rumah itu begitupun dengan Elgara.
"kenapa mereka nggak ada? kemana mereka sepagi ini?" akhirnya Saga menanyakannya kepada salah satu bodyguard Yang berada di depan rumah.
"dimana istriku, apa kalian melihatnya? "
"bu Lesya tadi seperti joging bersama dengan Baby Elgara, Tuan."
"lalu kenapa kalian berada disini? harusnya kalian ikut kemanapun istri dan anakku pergi!"
"maaf tuan, tadi kamu ingin pergi bersama bu Lesya. tapi kata pak Yoo joon kami tidak perlu mengikuti mereka karena pak Yoo joon yang akan melindungi bu Lesya, tuan"
"harusnya meskipun Yoo joon melarang kalian, kalian tetap mengawal mereka. karena ada bahaya yang sangat besar mengingat anak dan istriku"
"maaf tuan, kami tidak akan mengulanginya lagi" semua bodyguard pun menunduk.
"ya sudah, kalian ikut aku sekarang"
Saga dan para bodyguard bergegas untuk pergi ke taman tempat biasa didatangi orang ketika joging di pagi hari. Di sana Saga melihat Lesya yang tengah bercengkrama dengan Yoo joon yang menggendong Elgara seperti layaknya orang tua yang tengah bercanda ria dengan bayi mereka. sehingga timbul perasaan yang tidak enak di dalam sanubari Saga.
"Joonie, kau sangat berkeringat karena menggendong Elgara sejak tadi" Lesya mengelap dahi Yoo joon yang berkeringat dengan handuk miliknya.
"apa ini? kenapa gue merasa ada yang nggak beres? ah nggak nggak.. gue nggak boleh mikir kayak gitu. kalo Lesya selingkuh pasti udah Lesya lakuin sejak gue nggak ada kan?"
Lagi-lagi Saga meyakinkan dirinya untuk tidak berprasangka buruk tentang Lesya dan juga Yoo joon. akhirnya Saga memutuskan untuk menghampiri Lesya dan Yoo joon.
"Sayang, kamu udah disini sama Yoo joon? "
"iya Saga, aku ingin mengajak Elgara mencari udara pagi"
"sini biar papa gendong ya sayang" Saga mengambil alih Elgara dari gendongan Yoo joon.
"ya udah ayok joging lagi" ajak Lesya
__ADS_1
Sementara Lesya berlari kecil bersama dengan Yoo joon, Saga mendorong Elgara yang berada didalam stroller.
'mereka terlihat sangat akrab, bahkan seperti orang yang memiliki hubungan. apa ini sebenarnya? semakin gue nyangkal, mereka justru semakin bikin gue nggak tenang' batin Saga sembari memperhatikan Lesya dan Yoo joon dari belakang.
Setelah cukup lama mereka berlari, mereka memutuskan untuk sarapan bersama dengan memesan bubur ayam.
"silahkan menikmati" ucap sang pedagang bubur.
"biar aku adukin ya Joonie, kamu suka banget kan sama bubur yang di aduk? "
"ya.. ya.. dan kamu paling nggak suka kalo di aduk"
Lesya tersenyum ketika Yoo joon mengucapkan hal itu. dan lagi-lagi yang di lakukan Lesya membuat Saga semakin gelisah.
"Saga, kamu mau aku adukin atau enggak? "
"nggak sayang, aku kan nggak suka sama bubur yang di aduk? "
"nggak pa-pa sayang" Saga tersenyum getir dan mulai menyuap bubur miliknya.
Usai menyantap bubur, kini mereka pulang ke rumah mereka masing-masing. setelah itu mereka pergi untuk mengurus urusan masing-masing. disatu sisi Lesya oergi ke kantor miliknya dengan beberapa bodyguard, sementara itu Saga pergi ke kampusnya.
di tengah perjalanan Lesya ke kantor, ia di hadang oleh Zora. dan saat itu Bodyguaresya ingin menghadang Zora yang menghampiri mobilnya, namun Lesya segera melarang mereka dan berbicara dengan Lesya di tempat yang tidak terdengar oleh orang lain.
”denger, lo cuman gue kasih waktu satu minggu. jangan sampek lo ingatin semuanya, atau nyawa Elgara yang jadi taruhannya " Ancamnya
"aku tidak akan lupa dengan apa yang kita sepakati. dan aku akan melakukannya dengan caraku, jangan sampai kau macam-macam dengan anakku"
"baiklah, aku tidak akan menyentuh kalian asalkan semua rencanaku berhasil"
Setelah mengancam Lesya, Zora pergi dengan beberapa anak buahnya.
"hahh... " Lesya menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak karena ancaman Zora.
__ADS_1
"untuk kalian, jangan sampai kalian memberitahu Saga tentang pertemuan kita dengan Zora. kalau sampai kalian memberitahu Saga, kalian akan ku pecat"
_
Dan pagi ini Dikta memutuskan untuk mendatangi rumah Alden. ia ingin mengatakan tentang niatannya yang ingin melanjutkan hubungannya dengan Alden.
Ting tung
Kenan membuka pintu rumah Alden. dan ketika Dikta masuk, didalam Dita tengah menyuapi Alden dengan makanan favorit Alden dengan penuh perhatian.
"Dikta, ayo ikut kita sarapan" tawar Dita
"oh gue udah sarapan Dita. "
"astaga, gue lagi manggang kue, gue balik ke dapur dulu ya"
Ketika Dita berada di dapur, Dikta ingin menggunakan kesempatan itu untuk mengungkapkan apa yang ia inginkan. Dikta meraih kedua tangan Alden dengan lembut, seketika hal itu membuat Alden menatapnya penuh harap.
"Al, aku kangen banget bisa kayak gini sama kamu"
'jujur saja aku juga kangen banget Dikta'
"Al, sekarang aku tau semua tentang kamu dan Dita"
deg
Alden merasa tertegun ketika Dikta mengatakan bahwa dirinya tau tentang hubungannya yang hanya sebuah settingan termasuk dengan kehamilan Dita saat ini yang bukan karena cinta melainkan hanya demi ayah Alden.
'andai aja sebelum aku tau tentang penyakit aku, mungkin aku bakal bahagia banget denger kamu kayak gini Ta'
.
. bersambung
__ADS_1