
Saga menyusuri sepinya jalanan di tengah malam yang dingin. ia mencari keberadaan Lesya sebelum ia memutuskan untuk mencari Lesya ke kediaman Guntara.
ketika sampai didepan gerbang, Saga menghentikan motornya. saat itu iya mendatangi pos satpam yang ada di rumah Guntara.
"Loh den Saga, non Lesya nya gak ikut ya den?" ucap satpam yang menjaga rumah Guntara.
'dari yang gua tangkep, itu berarti Lesya gak ada disini.'
" engh.. aku cuman lewat aja kok mang. titip mama sama papa ya mang, Saga pamit"
Saga kemudian kembali melajukan motornya secara perlahan, berharap ia akan menemukan istrinya. namun saat itu tiba-tiba ponselnya berdering.
"Dikta!" Saga mengernyitkan dahinya, ia heran kenapa Dikta menghubunginya di jam seperti ini yang seharusnya waktunya tidur.
"ada apa Ta?" tanya Saga.
"emm Ga, lu sama mba Lesya gak?" tanya Dikta.
"ini gua lagi nyariin Ta, kayaknya dia salah paham sama sesuatu."
Saga lalu mengingat sesuatu "oh ya Ta, lu kenapa tiba-tiba nanyain istri gua?"sambungnya lagi.
"gini, hari ini kan gua bemenin Alden di rawat dirumah sakit-"
"apa? emang Alden kenapa Ta? kenapa dia bisa di rawat dirumah sakit?"
"udah nanti gua ceritain, tapi sekarang ada yang lebih penting yang harus lu tau!" Dikta mengatur nafasnya karena berbicara terlalu menggebu.
"apa yang lebih penting yang harus gua tau Dikta?"
"gini Ta, gua lihat orang yang mirip banget sama mba Lesya lagi di rawat di rumah sakit ini"
"mana mungkin Lesya dirawat Ta! tadi siang dia itu nemenin gua kerja."
"iya makanya gua mastiin sama lu kalo lu sama mba Lesya atau nggak, soalnya orang yang lagi di rawat ini di tungguin sama pengusaha muda Arga Lesmana, Saga!"
"oke, kemungkinan itu Lesya. sekarang lu shareloc aja Ta. gua segera kesitu"
melihat Saga yang berbincang cukup lama ditelefon, Saka yang sedari tadi hanya memperhatikan daei dalam mobil, ia langsung mendatangi Saga.
"ada apa Saga, apa ada sesuatu tentang Lesya?"
"ini tadi Dikta ngabarin, kalo dia lihat orang yang mirip Lesya dirawat dirumah sakit kak. dan ada kemungkinan itu Lesya, karena ada Arga juga disitu!"
__ADS_1
"yaudah ayo kita segera kesana. tapi apa kamu tau dimana alamat rumah sakitnya?"
"oh ini Dikta baru shareloc kak" Saga menunjukkan alamat yang ada di ponselnya terhadap Saka.
kedua pria yang sangat memperdulikan perempuan yang sama itu terlihat cemas dan bergegas untuk menuju lokasi dimana kemungkinan besar Lesya berada di tempat itu.
dengan melajukan kendaraannya dalam kecepatan tinggi, Saga dan Saka sampai di rumah sakit dalam kurun waktu dua puluh menit.
saat itu Saga yang sudah tau dimana Lesya dirawat karena pemberitahuan Dikta, ia segera berlari ke sebuah kamar rumah sakit yang hampir di ujung lorong rumah sakit.
tanpa mengetuk, Saga dan Saka masuk ke ruangan itu. dimana disana terdapat Arga yang tengah tertidur di sofa yang ada diruangan itu. sementara perempuan yang terbaring diatas ranjang itu memang benarlah Lesya.
mendengar suara pintu terbuka, Arga yang tertidur pun segera membuka matanya.
"sayang, kamu kenapa? kenapa bisa kamu dirawat disini?" Saga menggenggam erat tangan Lesya dan sesekali menciumnya. ia kemudian menatap ke arah Arga yang berdiri tidak jauh dari tempatanya duduk.
"Lesya terkena bisa ular karena menyelamatkan saya!" tukas Arga.
"jadi istri gua kepatok sama ular?"
"enggak, dia gak kepatuk! tapi dia mengeluarkan bisa dari lenganku dengan menghisapnya. karena itulah dia terkena racunnya."jelas Arga.
"kamu kenapa si sayang, dia itu orang asing, tapi kamu malah bahayain nyawa kamu"
"Saga, bicara yang sopan. dia itu bos istri kamu!" sahut Saka. Saka berlaga menasehati Saga meskipun ia sebemarnya juga sependapat dengan adiknya.
"saga.."
mendengar suara itu, kini semua mata tertuju ke arah Lesya yang baru saja siuman.
"kamu udah sadar sayang.."
"aku mau pulang, aku gak mau dirawat disini!"
"tapi Sayang, kamu ini belum pulih. kamu harus-"
"kak Saka, tolong antar aku pulang!"
Saka sempat melihat Saga dan juga Arga, dan akhirnya ia mengangguki permintaan Lesya untuk mengantarnya pulang. itulah Lesya, perempuan yang keras kepala. apapun yang ia putuskan, itulah yang akan terjadi.
-
Liyora mondar mandir didepan ruang kelas. ia terus melihat ke arah depan. entah apa yang ia pikirkan, saat ini ia hanya memandang dari arah parkiran.
__ADS_1
"ini kenapa, udah jam segini Saga sama kedua sahabatnya itu gak dateng kesekolah? padahal gue mau kasih tau sesuatu yang bakal bikin mereka kaget!" Liyora merasa kesal karena orang-orang yang tengah ia tunggu, tidak satupun yang muncul.
"oh itu Friska, akhir-akhir ini gue lihat dia deket sama alden sama Dikta, mending gue tanyain aja sama dia."
"Friska.." Liyora berlari ke arah Friska.
"gue mau tanya sama lo, kenapa Saga Dikta sama Alden gak berangkat sekolah?"
"Dikta nemenin Alden dirumah sakit, kalo Saga si gue gak tau!" tukas Friska.
"di rumah Sakit? kok bisa?"
"dia kecelakaan!"
setelah menjawab pertanyaan dari Liyora, Friska hendak menaruh tasnya didalam kelas. namun saat itu Liyora mencekal pergelangan tangan Friska.
Liyora berjalan mengelilingi Friska. matanya menatap penuh selidik, dan sesekali menarik salah satu sudut bibirnya tersenyum sinis.
"lo kenapa si Ra? gue mau masuk, lepasin tangan gue!" tegas Friska.
"gue bakal lepasin lo, kalo lo mau bantuin gue!"
"gue gak mau ngerjain apapun itu kalo sama lo, gue gak mau kaya kemaren-kemaren" Friska menghempaskan tangan Liyora.
"lo yakin gak mau nurutin gue?"
"yakinlah! ngapain juga gue nurutin lo Liyora. lo itu bawa pengaruh buruk buat gue!"
lagi-lagi Liyora mengukir senyum sinisnya dengan mengangkat sebelah alisnya. ia kemudian menyodorkan ponselnya yang tengah memutar sebuah video
"kurang ajar lo Liyora! hapus nggak tu video!" Friska terlihat kesal dengan apa yang ditunjukkan oleh Liyora barusan. ia ingin sekali membanting ponsel itu, namun Liyora lebih dulu merebut ponsel itu karena. ia tau apa yang ada dipikiran Friska.
"lo gak bisa musnahin video ini Friska. bisa aja si gue hapus, tapi lo harus bikin gue deket sama Saga lagi."
"gak gue gak mau!"
"emang lo siap dikeluarin dari sekolahan kalo sampek video ini gue viralin!" ancam Liyora.
"gue gak bisa, udah cukup gue bantuin lo kemaren Liyora!"
"oh jadi lo bersikeras gak mau bantuin gue? gimana kalo gue sebarin video ini dan semua orang tau kalo lo itu dihamilin sama Alden!"
air muka Friska menjadi pucat pasi ketika mendengar ancaman dari Liyora. saat ini ia berada didalam dilema. Friska sebenarnya tidak ingin membantu Liyora yang pastinya akan berbuat tidak baik untuk rumah tangga Saga dan juga Lesya, namun apa dia akan mengorbankan pendidikannya?
__ADS_1
.
.bersambung