It'S Perfect

It'S Perfect
Aku Yang Menghubunginya


__ADS_3

Andi terus mengamati ruangan Lesya yang tak kunjung terbuka. Andi mulai resah, ia mencari-cari apapun yang bisa membuat ia masuk kedalam untuk menemui Lesya. namun sayang sekali tak ada satupun berkas atau apapun yang mengharuskannya untuk menemui Lesya.


ketika Andi masih fokus menatap ruangan Lesya, tiba-tiba seseoramg menepuk pundaknya dari belakang.


"ini.."


Andi mengerutkan dahinya ketika Via menyodorkan sebuah berkas.


"ini apa Vi?"


"tolong mintain tanda tangan bu Lesya ya Ndi,gue sakit perut. gue ke kamar mandi dulu ya." tanpa me unggu balasan, Via berlari ke arah toilet.


Andi segera meraih berkas yang diberikan oleh Via. ia mengunggingkan senyum tipisnya dan segera pergi keruangan Lesya.


tok tok


Andi mulai mengetuk pintu ruangan, dan segera masuk. ketika ia masuk, ia mendapati Lesya yang tengah membahas sesuatu dengan Yoo joon.


"permisi bu"


"ya Andi, ada yang harus aku tanda tangani?" tanya Lesya.


"iya bu" Andi segera menyodorkan berkas tersebut dan sesekali melirik ke arah Yoo joon yang tengah memainkan Pena di tangannya.


"Andi, bukankah berkas ini harusnya Via yang mengurusnya?"


"oh iya bu Lesya, Via sedang sakit perut dan dia meminta tolong untuk saya menyerahkan ini kepada bu Lesya."


setelah menanda tangani, Lesya segera menyerahkan berkas itu kembali kepada Andi. "emm Andi, lebih baik kamu nanti antar Via ke rumah sakit. takutnya dakit perutnya parah"


"baik bu, kalau begitu saya permisi." Lesya hanya mengangguki ucapan Andi.


setah kepergian Andi, Lesya kembali membicarakan apa yang ia bahas dengan Yoo joon.


drrttt drrrtttt


Lesya mengerutkan dahinya ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


"ada apa Sya? kenapa kamu gak angkat telefonnya?"


"Saga yang menghubungiku Joonie!"


"dari mana Saga mendapatkan nomormu?"

__ADS_1


"semalam aku yang menghubunginya Joonie!"


"benarkah?" Yoo joon terlihat terkejut ketika Lesya memberitau bahwa Lesya lah yang menghubungi Saga terlebih dulu.


"ya, semalam kak Saka mabuk dan menyusup ke apartemenku Yoo joon."


"apa? Saka ngapain kamu Sya? dan gimana bisa kak Saka menusup kedalam apartemenmu?" Yoo joon mencecar Lesya dengan beberapa pertanyaan.


Lesya menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Lesya lalu menatap Yoo joon dan menceritakannya.


_Flashback On


Saga melepaskan Lesya dan kini terduduk disofa di sebelah Saka terbaring.


"aku selalu menganggap kamu istriku Lesya. gak ada sedikitpun pikiran buat ngelupaim kamu atau menggantikan kamu Lesya!" Saga menatap lekat Lesya yang saat itu terlihat bingung.


"aku tidak ingin mendengar apapun,ebih bsik kamu segera bawa kak Saka pergi dari sini Saga. dan satu yang penting yang garus kamu ingat, hubungan kita saat ini hanya sebatas rekan kerja gak lebih!"


"nggak, Lesya istri Saga. dan gak ada yang bisa mengubah itu, karna sampai detik ini kita masih sah suami istri!" tegas Saga.


"kamu bilang suami istri Saga?" Lesya tertawa sinis sembari menatap tajam Saga.


"apa ada suami yang pergi ninggalin istrinya disaat istrinya sedang sakit dan harus dirawat? bahkan berbohong yang katanya pergi keluar negeri!"


"gak ada yang bilang kamu gak pantas Saga! sebenernya kamu mau buktiin ke siapa Saga?" Lesya sedikit mengeraskan suaranya dengan menggebu.


'dan aku ingin membuktikannya kepada papa kalo aku suami yang pantas untuk anaknya!'


Saga ingin sekali mengatakan alasannya, namun ia tidak ingin membuat hubungan Lesya dan ayahnya merenggang karena ayahnya sendiri yang menginginkan Saga meninggalkannya. ya, itulah yang Saga ketahui melalui surat yang diberikan oleh keluarganya. bahkan saat itu Saga tidak memeriksa kebenaran tentang surat tersebut.


"kenapa diam Saga? kamu tinggal mengatakan kamu ingin membuktikannya sama perempuan yang ada di coffee shop bersama denganmu diruang khusus karyawan itu kan Saga!"


"jadi kamu masih mengira aku ada hubungan dengan perempuan itu Lesya?" Saga menggeleng dan tersenyum getir. "kamu itu istriku Lesya, harusnya kamu gak semudah itu percaya dengan-"


"dengan mata kepalaku sendiri? lalu aku harus percaya siapa jika aku tidak mempercayai apa yang aku lihat? apa aku harus percaya dengan suami yang pergi saat istrinya sakit dan butuh perhatian darinya hemm?" tanpa rencana atau apapun, air mata Lesya lolos begitu saja.


"dengar Lesya, jika kamu tidak percaya denganku, tidak apa. aku akan terus berusaha meyakinkanmu dan secepatnya aku akan membawa buktinya untukmu."


"tapi tunggu sebentar, sejak tadi kita membahas tentang kita. tapi kita melupakan hal yang sebenarnya menjadi penyebab aku bisa datang kerumahmu."


seketika saat itu pandangan mata Lesya dan juga Saga berpindah keseseorang yang tengah tidak sadarkan diri.


"bagaimana bisa kak Saka tau tempat tinggalmu dan juga bisa masuk ke apartemenmu Lesya?"

__ADS_1


"itu juga yang aku ingin tau Saga. kau sebagai adiknya segarusnya lebih tau!"


Saga menggelengkan kepalanya perlahan. "aku sudah lama tidak bertemu dengan kak Saga, Lesya. bahkan aku juga tidak tau bagaimana keadaan perusahaan dan juga papi dan mami yang sekarang yang memilih untuk tinggal bersama keluarga kami di luar negeri!" Saga terus menatap Lesya yang mnatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"tapi yang jelas aku harus menyelidikinya, karena ini tidak bagus untuk keamananmu!"


"kenapa? apa kamu masih perduli?"


"Lesya" Saga menekankan ucapannya. 'semenjak aku tau kak Saka adalah orang yang menginginkan rumah tangga kita hancur, sejak itulah aku selalu merasa kamu tidak aman jika ada kak Saka'


"tunggu sebentar.."


"Saga kamu mau kemana? bawa kak kakakmu juga" namun Saga pergi begitu saja tanpa menghiraukan Lesya.


selang beberapa saat Saga kembali dengan video yang di ponselnya yang memperlihatkan Saka tengah di papah oleh seorang gadis yang menngenakan jaket hoodie dengan masker diwajahnya.


"jadi ada seseorang yang mengantar kak Saka kemari? tapi darimana dia mendapat kartu akses apartemenku Saga?"


"entaglah Lesya, yang jas aku sudah meminta pihak apartemen untuk mengganti kartu akses, dan itu kemungkinan baru besok akan jadi Lesya. dan untuk malam ini aku dan kak Saka akan tetap disini. aku tidak mau kalau perempuan tadi kembali dengan rencana yang lebih jahat!"


"nggak! aku bisa jaga diri. lebih baik kamu pergi Saga, kalaupun aku membutuhkan bantuan, aku akan menggubungi Dylan ataupun Yoo joon!"


sontak mata Saga menatap Lesya tegas.


"tidak akan aku izinkan, karna aku suamimu!" sebelum Lesya kembali berbicara, Saga sudah berbaring di atas sofa dengan menutup matanya dengan lengannya .


melihat jam sudah larut malam, akhirnya Lesya membiarkan Saga dan Saka bermalam dirumahnya.


_Flashback Off


"ini gak bisa dibiarin Sya, aku akan menyelidiki siapa perempuan yang berniat buruk denganmu!"


"terimakasih Joonie, tapi kau juga harus mengurus hatimu. jangan sampai kamu menyesal nantinya. berusahalah untuk meyakinkan Dita kembali." Lesya tersenyum simpul karena mempunyai seorang sahabat yang sangat perhatian dan baik hati seperti Yoo joon.


sementara itu tanpa mereka sadari seseorang mendengarkan perbincangan mereka.


'gue gak boleh tinggal diam, gie juga harus menyelediki siapa yang berniat buruk sama bu Lesya!' rahang Andi yang mengeras, memperlihatkan betapa Andi juga tidak terima seseorang hampir mencelakai Lesya.


.bersambung


.


.

__ADS_1


__ADS_2