It'S Perfect

It'S Perfect
Pindah Ruangan


__ADS_3

Saka dan Liyora terperanjat ketika seseorang mengejutkan mereka yang tengah berbicara tentang kejahatan yang sudah Saka lakukan.


"ada hubungan apa kau dengan Dewa? emm maksudku dengan Saga?" tanya Zora yang sudah terbangun dari pingsannya.


Liyora mengerutkan dahinya ketika tau bahwa seseorang yang ia bawa mengenal Saga. seketika saat itu Saka menarik Liyora untuk berbicara di ruangan lain.


"apa dia teman kalian saat sekolah dulu? " tanya Saka penuh selidik


"enggak kak, kita gak punya teman kayak dia. aku aja baru liat dia tadi" jelas Liyora.


"tapi kenapa dia mengenal Saga? "


"karena aku yang menyelamatkannya saat dia hanyut di sungai" sahut Zora yang sudah berdiri di ambang pintu ruangan dan lagi-lagi mengejutkan Saka dan juga Liyora.


"kau ini benar-benar tidak sopan, kenapa kau menguping pembicaraan kami? " Saka berjalan mendatangi Zora dengan wajah yang kurang bersahabat.


"bukannya aku tidak sopan tuan, aku hanya ingin kalian menjawab pertanyaanku tadi. kenapa kalian membahas tentang Saga? "


"dia adalah adikku, kau mau apa bertanya tentang dia? "


"tapi aku tadi juga mendengar jika kau berbuat jahat terhadapnya."


Liyora dan Saka saling menatap, saat itu Liyora dan Saka sama-sama tegang dengan apa yang di bicarakan oleh Zora. mereka takut jika Zora akan melaporkan apa yang dia dengar kepada polisi.


"sudahlah itu bukan urusanmu"


"baiklah, jika kalian tidak ingin menceritakannya. aku bisa mengadukannya kepada papaku, dan dalam sekejap kalian akan hancur bahkan kalian bisa lenyap tanpa orang tau jika kalian sudah mati"


"memangnya kau siapa? berani-beraninya mengancam kami berdua seperti itu?"


"aku adalah Zora, anak dari Agra Buana."


"Agra Buana? "


” jika kau seorang pengusaha,. kau tau siapa Agra Buana. selain pemilik perkebunan teh terbesar di Asia Tenggara, papaku juga salah satu pengusaha ternama"


"apa kau tau siapa Agra, kak Saka? " bisik Liyora


"aku sangat tau Liyora, dia adalah mavia. dia menutupi usaha legalnya dengan mengekspor teh nya keluar negeri yang sebenarnya didalamnya adalah narkoba dan semacamnya"


"astaga, jika kak Saka tau kenapa tidak ada yang menangkapnya? "


"dia adalah mavia Liyora, Orang-orang nya sangat banyak termasuk anggota kepolisian yang curang, sehingga sangat sulit untuk menangkapnya."


"kalau begitu kita harus mendapatkan hati anaknya agar kita mudah melakukan apapun kak Saka"


mendengar ucapan Liyora, pikiran Saka kembali memikirkan hal-hal licik untuk merebut usaha Saga yang sudah berkembang sangat oesat di tangan Dylan dan Yoo joon.


"kalian membicarakan apa? "

__ADS_1


"tidak, kami hanya heran kenapa kamu begitu tertarik dengan urusan kami mengenai Saga"


"karena Saga adalah suamiku, dia sudah menikahiku ketika aku menolongnya. tapi dia justru kabur dan mencari istrinya. kalau kalian bisa membawa Saga kembali kepadaku, apapun yang kalian minta akan aku berikan"


'itu berarti Saga masih hidup, dan kesempatanku mendapatkan Lesya akan semakin sulit'


"apa yang membuatmu diam Kak Saka? "


"ah iya, aku hanya berpikir bagaimana aku bisa membawa Saga Kehadapanmu" Saka beralasan.


"dengan berkata seperti itu, itu artinya kita sekarang bekerja sama bukan? " ucap Zora sembari mengulurkan tangannya untuk bersepakat dengan Saka dan juga Liyora.


Ketiganya salin menatap dan tersenyum licik memikirkan Tuhan mereka masing-masing. yang tentunya tidak ada tujuan yang baik sedikitpun.


_


Karena merasa pegal dengan tangannya, Lesya membuka kedua matanya. ia sedikit terkejut ketika melihat suaminya yang tidur di pangkuannya dengan posisi duduk di lantai.


Lesya tersenyum melihat Saga yang terlihat sangat damai tidur dengan berbantalkan pahanya. sebelah tangan yang tidak ia gunakan untuk menggendong Elgara, ia gunakan untuk membelai rambut Saga dengan lembut.


Tanpa terasa air matanya terjatuh begitu saja. "aku tidak menyangka jika kamu masih benar-benar selamat Saga. tapi aku juga sangat bersyukur karena ternyata Tuhan mendengar do'a ku Saga"


Merasa gerakan tangan Lesya mengusap kepalanya, Saga membuka matanya dan menatap Lesya yang tengah tersenyum dengan air mata yang masih mengalir.


"sayang, ada apa? Elgara baik-baik aja kan? atau kamu ada yang sakit" Lesya menggeleng dan membuat Saga terdiam dan begitu lekat menatap kedua manik matanya.


"aku hanya sangat bahagia meskipun saat ini Elgara tidak terlalu sehat, tapi kita bisa berkumpul seperti ini Saga"


Drrrtttt Drrrtttt


saat itu ponsel Lesya berdering dan membuat Saga melepas pelukannya. ia segera bangkit dan mengangkat telefon yang ternyata Yoo joon lah yang menghubungi mereka.


"halo, ada apa Yoo joon? kenapa kau menelfon di tengah malam seperti ini? "


"kita bicara itu nanti Saga, sekarang kau bawa Lesya dan Elgara ke ruangan lain. cepat ini urgent? "


Yoo joon mengatakannya dengan nafas terengah dan juga suara langkah kaki yang seperti berlari.


"memang ada apa Yoo joon? "


"jangan banyak bertanya, turuti saja kata-kata ku"


klik


Yoo joon mengakhiri sambungannya, dan saat itu Saga segera mengajak Lesya untuk pergi.


"ada apa Saga, kenapa kau terlihat gelisah?"


"Yoo joon bilang aku harus segera membawamu dan Elgara ke ruangan lain Lesya"

__ADS_1


"tapi kenapa Saga? "


"entahlah, yang jelas kita harus cepat"


Dengan segera Lesya dan Saga keluar dari ruang rawat Elgara menuju lif. namun sebelum mereka sampai, Saga segera menarik Lesya ke dalam ruangan.


"kenapa kami menatikku ke sini Saga? "


Saat itu Lesya menoleh dan ternyata Via yang tertidur yang ditemani oleh Doni berasa di ruangan tersebut.


"tuan ada apa kau ke ruangan ini?"


"ada orang-orang yang ingin melukai kami datang ke sini. dan sepertinya mereka akan ke ruangan kami" jelas Saga.


"jadi anak buah dari perempuan yang menyukaimu datang Saga? "


"iya Lesya, tadi aku melihat mereka di depan lif"


Ketika Saga menceritakan kepada Doni dan Lesya, saat itu mereka mendengar langkah kaki yang mendekat ke ruangan Via di rawat.


"tuan Saga, bawa bu Lesya kedalam sana. biar aku yang menangani mereka"


Saga dan Lesya segera bersembunyi di balik tirai, dimana anak Via berada. tidak lama setelah Saga dan Lesya bersembunyi, benar saja beberapa orang masuk ke ruangan Via dengan wajah yang menakutkan.


"kalian siapa, kenapa kalian masuk ke ruangan istriku di rawat? "


Mendengar suara yang lumayan berisik membuat Via terbangun dan saat itu Via begitu terkejut melihat banyak orang yang tidak dikenal berada di ruangan tersebut.


"kalian siapa? siapa mereka pak Doni? "


tanya Via yang terlihat ketakutan.


"kalau dia istrimu kenapa dia memanggilmu pak? "


"emm karena dia awalnya karyawan. dan karena dia terbiasa memanggilku seperti itu jadi ku izinkan dia memanggilku pak" Doni berusaha terlihat tenang dan memberi isyarat kepada Via untuk menuruti ucapannya dengan mengedipkan matanya. dan untung saja saat itu Via cepat tanggap dengan isyarat yang diberikan oleh Doni.


"baiklah terserah. apa tadi ada seorang laki-laki bersama dengan istrinya membawa anak balita kesini? "


"dari tadi kami tidak mendapat tamu siapapun, dan kami mau istirahat malah kalian terobos masuk kesini" balas Doni.


"ooeek.. ooeek" suara tangisan anak kecil tobat terdengar dan membuat orang-orang tersebut hendak memeriksanya di ruangan yang terhalang tirai dimana tempat bersembunyi bagi Saga Lesya dan juga Elgara.


salah satu dari mereka hampir membuka tirai tersebut. langkah mereka sudah semakin dekat dan tangannya hampir menyentuh tirai dan membukanya.


'astaga mereka bisa ketauan berada disana' dan saat itu ketika orang tersebut mengangkat tangannya, Doni tidak sengaja melihat sebuah pistol berada di belakangnya yang mereka selipkan di celana mereka.


'astaga, mereka membawa senjata. bagaimana ini, alasan apa yang harus aku buat? '


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2