It'S Perfect

It'S Perfect
Jaga Perasaannya


__ADS_3

Kedua keluarga bersitegang di depan ruang rawat Lesya yang belum sadarkan diri.


"Mas, tolong jangan seprti ini! kita tunggu sampai Leaya sadarkan diri mas" Darma berusaha membujuk Guntara untuk tidak bertindak apapun sebelum Lesya yang memutuskannya.


Guntara menjatuhkan tubuhnya di atas kursi tunggu dan menghembuskan nafas beratnya seraya meraup wajahnya yang terlihat gusar.


"apa dayaku Darma! Lesya adalah anakku satu-satunya. aku berharap hidupnya akan lebih baik setelah dia menikah!" Guntara menatap Saka yang saat itu duduj di hadapannya dengan Ella yang terus bergelayut di lengannya.


"tapi gara-gara anak sulungmu, putriku harus menikah dengan seseorang yang memang tidak harus menikahinya! dan bodohnya, aku menyetujuinya! padahal aku tau umur mereka terpaud beberapa tahun!"


kini Guntara kembali bangkit dan melihat anak kesayangannya dari balik jendela kaca yang transparan. "dan apa akibatnya? Lesya sering keluar masuk rumah sakit, dan kali ini aku tidak ingin putriku sampai kenapa-napa jika meneruskan pernikahannya!"


"pa.." kali ini Saga angkat bicara. Saga menjatuhkan badannya dan berlutut tepat di hadapan Guntara. "maafkan Saga pa, Saga gagal menjaga Lesya. tapi Saga akan menjaga Lesya lebih baik lagi setelah ini pa!"


"berdiri Saga jangan meminta maaf padaku!"


"papa tidak memaafkan aku?"


Guntara menarik nafas panjang dan kini Tangannya ada di pundak Saga yang sudah berdiri dihadapannya. "dengar Saga, papa akan memberimu kesempatan jika memang Lesya menginginkannya! tapi, jika Lesya memang tidak menginginkannya, papa akan mendukung keputusannya nanti!"


"baik pa!aku akan jaga Lesya lebih baik lagi. aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama!"


'bahkan aku tidak bisa mengenali Lesya lebih baik dari Dikta' Saga menatap ke arah Lesya yang masih belum sadarkan diri.


Flasback on_


"Dikta, lu masih di sekitar sini kan? " Saga menghubungi Dikta yang memang masih di sekitar tempat Lesya mengalami kecelakaan.


"iya gua masih di deket situ, jika kamu ingin membahas te tang tadi gu-"


"gua butuh bantuan lu sekarang! lu kesini bawa mobil lu, Lesya kecelakaan. gua shareloc sekarang!"


selang beberapa saat, Dikta datang dengan mobilnya. ia segera membuka pintu mobilnya untuk membawa Lesya ke rumah sakit.


"cepet Dikta, darahnya yang keluar udah banyak banget." Saga terlihat sangat cemas melihat keadaan lesya yang mengeluarkan banyak darah dari kepalanya.


"iya ini gua berusaha Ga, tapi lu liat kan antrian antrian di depan, macet banget!"


"kalo sampek Lesya kenapa-napa, gua gak bisa maafin diri gua Dikta!"

__ADS_1


mendengar ucapan Saga, Dikta menatap Saga penuh selidik. "kenapa lu nyalahin diri lu Ga?"


Saga mulai menceritakan semua kejadian yang mereka alami hari ini, bahkan dari dirinya mencurigai Lesya saat keluar malam hari yang ingin menemui seseorang yang disangkanya adalah Arvin.


"astaga Saga!" Dikta dengan suaranya yang tertahan melihat Lesya dan menghela nafas berat.


"apa lu tau Ga, Arvin itu udah meninggal! dan lu nuduh mba Lesya nemuin Arvin?"


deg


Saga merasa sangat bersalah dengan Lesya, ia merasa sangat melukai Lesya dengan menuduh dengan seseorang yang bahkan tidak ada di dunia ini.


"dan asal lu tau Ga, Arvin meninggal karena nyelamatin mba Lesya dari kecelakaan! dan mba Lesya keluar malem itu, karena dapat laporan dari anak buahnya karna seseorang menyusup di rumah pohon Lesya dengan Arvin."


"dan penyusup itu gua Saga!"


"lu tau ini udah lama Ta?" Saga menatap Dikta yang saat itu mengangguk pelan. "kenapa lu gak kasih tau gua Dikta! kalo lu ngasih tau gua lebih awal, gua gak akan bersikap seburuk itu. bahkan gua udah renggut apa yang Lesya jaga, karna menurut gua itu hukuman yang tepat untuk Lesya."


Flasback off_


"permisi, pasien sudah sadarkan diri"


ucap perawat yang sedarali tadi menunggu Lesya di ruangannya. tanpa membalas apapun, Saga segera berlari kedalam.


saat itu Lesya langsung menengadahkan tangannya, melihay hal itu Saga tau apa yang di maksud oleh Lesya. ia segera masuk kedalam pelukan Lesya.


"sayang, jangan memeluk suamimu seperti!" semua menjadi heran melihat tingkah Lesya yang sepeetinya sangat menyayangi Saga.


"apa mama bilang? aku sudah menikah?"


"iya sayang kamu sudah menikah.."


Lesya mendongak dan menatap Saga dengan mata yang berbinar. "Arvin, apa kau sengaja menikahiku saat aku tidur?"


Jedar


bagai tersambar petir, saat ini Safa merasa sangat terkejut saat Lesya memanggilnya dengan sebutan Arvin.


"dokter, ada apa ini?" tanya nyonya Darma.

__ADS_1


"sepertinya pasien mengalami cedera kepala bu, tapi ini bisa di sembuhkan asal rutin minum obat dan cek up secara teratur." jelas dokter dan di angguki anggita keluarga yang lain yang verada di luar ruangan.


"tapi, jangan sampai kalian mengatakan hal-hal yang akan membuat tekanan kepada pasien. sebisa mungkin kalian harus jaga perasaannya"


"baik dok, kami akan ingat itu" sahut Guntara.


"baik, kalau begitu saya harus kembali!"ucap dokter dan berlalu pergi.


_


sudah satu pekan Lesya keluar dari rumah sakit. ia selalu menyiapkan sarapan untuk Saga dan juga untuk Kakak iparnya.


pagi itu, Lesya dan Saga duduk berdua di gazebo belakang rumah dengan kepala Lesya bersandar di pundak Saga.


"Arvin.." panggil Lesya, namun Saga belum menyahut.


"Arvin, aku memanggilmu!" Lesya mendongak menatao lekat manik mata Saga. sontak Saga mengukir senyum tipis di wajahnya. "aku hanya sedang memikirkan sesuatu Lesya."


"apa yang kau pikirkan? apa kau sedang ada masalah?"


"bukan begitu Lesya, aku hanya ingin mencari cara agar kita bisa terus seperti ini!"


"hei ada apa denganmu?" Lesya menangkup wajah Saga dengan kedua telapak tangannya. "kita akan terus seperti ini, karna kita memang seperti ini sejak dulu kan?!"


'jadi sebahagia ini dulu Arvin dengan, Lesya! mungkin aku tidak suka karna kamu menganggapku orang lain, tapi disisi lain aku sangat bahagia kamu begitu menyayangiku seperti ini!'


"Saga, tadi Saka menyuruhku untuk memberitahumu untuj menjemputnya!"ucap Ella yang baru datang.


"Saga? siapa yang kalian maksud?" tanya Lesya dengan dahi yang berkerut!


kini Ella dan Saga saling menatap satu sama lain "aku kelepasan Saga" itulah gerakan dari mulut Ella, meskipun Ella tidak mengeluarkan suara tapi Saga bisa membaca gerakan bibirnya.


"siapa Saga, Arvin? kenapa Kak Ella memanggilmu Saga?" Lesya meminta penjelasan kepada Saga yang terlihat menautkan alisnya.


'apa yang harus aku katakan! aku tidak mungkin berkata yang sebenarnya. tapi, tapi aku harus bagaimana? jika aku mengatakan yang sebenarnya aku takut terjadi sesuatu yang buruk dengan Lesya.'


Lesya terus menatap Saga yang masih berpikir untuk menjawab pertanyaannya!


.

__ADS_1


.bersambung


.


__ADS_2