
"berhenti kalian semua! jangan main hakim sendiri seperti ini"
Warga yang saat itu tengah memukuli Saga dan Lesya mencari sumber suara yang saat itu menentang perlakuan mereka.
"kalian harus tau, bahwa mereka adalah adik dan adik iparku! kenapa kalian memukuli mereka? apa salah mereka hmm?" Saka menatap satu persatu orang yang ada di dalam sana.
"kami memukuli mereka karena kami ingin memberi pelajaran untuk pasangan mesum ini pak. bapak jangan memvela perbuatan asusila ini!"
"apa maksud kalian? kalian pikir mereka pasangan mesum!" ucap Saka dengan tenang.
"kalo bukan mesum apa namanya pak? mana mungkin murid SMA sudah menikah? dan aku yakin perempuannya juga masih di bawah umur!" sahut warga.
"jadi itu masalahnya? baiklah!" Saka lalu mengeluarkan ponsel dari dalam saku jasnya. ia kemudian memperlihatkan foto pernikahan antara Saga dan juga Lesya.
sontak para warga pun terdiam dengan tuduhan yang mereka tudingkan. "kalian puas sudah berbuat seperti ini sama kami? dan siapa yang memberi tahu kalian soal hubungan kami?"
"sudahlah Saga biarkan mereka pergi, kita harus segera mengibati lukamu dan Lesya." potong Saka "dan untuk kalian, lebih baik kalian semua pergi dari tempat ini! dan jika aku melihat perbuatan kalian seperti ini lagi, kalian akan aku laporkan kepihak yang berwajib." sambung Saka.
para warga itu pun segera meninggalkan temoat itu. karena merasa tidak enak hati atas perlakuan ini, sang pemilik rumah pun datang dengan membawakan kotak obat. "maaf ya, saya tidak bisa bantu kalian karena saya takut warga marah-marah seperti itu. dan sebenarnya saya ingin membela kalian, tapi kalian juga belum memperlihatkan bukti kalau kalian sudah benar-benar menikah! dan ini obat buat kalian. semoga kalian nyaman tinggal disini ya, saya permisi"
Saga mendudukkan Lesya di atas sofa ruang tamu. ia menyentuh wajah Lesya yang terlihat kebiruan akibat terkena pukulan warga. meskipun saat itu Saga berusaha keras untuk melindungi Lesya. namun karena terlalu banyak warga, Saga tidak bisa menutupi Lesya sepenuhnya karena ia oun saat itu juga menahan sakit karena terkena pukulan dari warga.
saat itu Saga mulai mengobati pelipis Lesya yang terkena pukulan. bahkan luka itu sampai mengeluarkan darah. "ini akan sedikit perih, tapi kamu tahan ya sayang"
saat Saga mengolesi obat, Lesya hanya meringis kesakitan. namun ia tidak memlerdulikan lukanya dan justru ia segera meraih kotak obat dan lekas mengobati luka Saga.
"sayang aku belum selesai ngobatin kamu!"
"ini gak seberapa Saga, luka kamu lebih parah." memang benar apa yang di katakan oleh Lesya. saat itu Saga terluka dibagian pangkal hidung dan di sudut bibirya. tidak hanya di bagian wajah, Saga pum terluka dai bagian tangannya.
"eghem.. biar aku yang mengobati Saga Lesya. lebih baik kamu duduk dan istirahat" tawar Saka.
"enggak kak, buar aku yang mengobati Saga. dan kak Saka silahkan duduk"
tidak ada seorang pun yang bisa menentang kemauan Lesya. akhirnya Saka hanya menyaksikan Lesya yang begitu telaten merawat luka suaminya, dan hal itu tidak baik untuk Saka yang notabene nya ingin kehancuran daei rumah tangga adiknya sendiri.
"untung saja kak Saka datang tepat waktu. kalau tidak, entah apa yang terjadi sama kita berdua!" ucap Lesya yang saat itu masih memasang plaster ditangan Saga.
__ADS_1
berbeda dengan Lesya yang saat ini begitu berterimakasih dengan Saka, justru saat ini Saga memiliki pemikiran lain tentang keberadaan Saka yang tiba-tiba datang kerumahnya.
"oh ya kak Saka, kenapa kak Saka bisa disini? dan kenapa kak Saka bisa tau kalau kami ada disini?" Saga mulai mencecar beberapa pertanyaan kepada Saka.
"emm begini Saga, aku disini karena ada urusan bisnis! dan kebetulan aku melihat keramaian disini. karena penasaran, aku mencoba melihat kedalam, dan ternyata itu kamu dan Lesya."
"tapi ini daerah yang cukup pelosok, kenapa bisa kak Saka ada urusan bisnis disni?"
"maksudku urusan bisnisnya memang bukan disini, tapi perjalanan kami melewati daersah ini Saga.!" Saka berusaha setenang mungkin untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari adiknya. yang memang jika sudah merasa curiga dengan seseorang, ia akan bersikap seperti sekarang ini.
"Saga, kenapa kamu menanyakan hal itu? seharusnha kita bersyukur jarena kak Saka melewati rumah ini. kalau tidak kita mungkuin udah.."
"sudahlah Lesya, mungkin saat ini Saga masoh terpengaruh dengan warga yang datang tadi. lebih baik aku sekarang pergi dari sini, kalo gitu aku permisi"
ucao Saka dan melenggang pergi dari rumah itu.
'jangan-jangan kak Saka di daerah kaya gini karena mau ketemuan sama Liyora? sebenernya ada urhsan apa mereka berdua?!'
_
pagi itu Saga membuka matanya, namun temoat tidur disebelah kosong. Saga pun mencari keberadaan istrinya yang sudah tidak ada lagi didalam kamarnya.
"sayang kamu mau kemana? kenapa sepagi ini udah rapi dan nyiapin sarapan?" tanya Saga
"hari ini hari pertama akubmasuk kerja Saga, dan aku juga harus mebyiapkan makanan untuk suami aku dong!" balas Lesya demgan senyum yang terukir diwajahnya.
"tapi ini masih jam setengah enam sayang, inj masih terlalu pagi. dan satu lagi, luka kamu belum sembuh. kamu jangan masuk kerja dulu okey?"
Lesya pun menghentikan aktifitasnya, saat itu ia berjalan ke arah suaminya yang berdiri di seberang meja. Lesya meraih tangan suaminya dan menatapnya lekat. "aku udah gak pa-pa Saga. dan aku harus masuk kerja, karena orang akan melihat kualitas kita dari kedisiplinan kita kerja Saga. dan aku juga gak mau kalo sampek aku di oecat gara-gara ini. karna aku mau buktiin sama mami kalo aku bisa mulai dari nol sama kamu!"
Saga membuang nafas berat, ia lalu menangkuo wajah istrinya. "baiklah sayang, asalkan kamu harus berhati-hati disana. aku gak mau kalo kamu kecapean. dan untuk itu ayo sekarang kita sarapan dan habis itu aku anterin kamu kerja. oh ya dimana perusahan kamu kerja sayang?"
"big no! aku kerja di perusahaan Arles company Saga, dan itu jauh dari sini. aku gak mau kamu telat masuk sekolah, jadi setelah sarapan aku akan langsung berangkat. begitupun kamu yang hatus buruan mandi dan berangkat sekolah okey?"
"tapi aku gak mau kamu kenapa-kenapa, apalagi tadi kamu bilang perusahaan itu jauh kan sayang?"
"Saga dengerin aku. kamu tau kan aku bisa bela diri?"
__ADS_1
"hemm lalu?"
"dengan modal bela diri, aku bisa jaga dirk. dan dengan begitu aku sama kamu sama-sama gak ada yang terlambat!"
"sejago apapun kamu, tapi aku suami kamu yang akan lindungin kamu Lesya!"
Lesya lalu mengukir senyum tipisnya, ia memeluk suaminya "please percaya sama aku sayang, aku mau kita buktiin sama mami kalo kita emang bisa. dan aku gak mau kalo pelajaran kamu keganggu gara-gara aku! kamu tau maksud aku kan sayang?"
"gini ni, kalo kamu udah manggil sayang. aku udah gak bisa nolak kamu!"
akhirnya setelah cukup lama bernegosiasi, Saga setuju dengan apa yang dikatakan oleh Lesya. dan setelah mereka menyelesaiman saraoan mereka, Lesya labih dulu pergike kantor dengan menyewa jasa ojek online.
setelah beberapa menit di perjalanan, Lesya tengah sampai di kantor baru tempat ia bekerja. saat berjalan menuju ruangan yang sudsh di tunjukkan, Lesya tidak sengaja menabrak seseorang.
brugh
"aduh.." Lesya kesakitan saat pelipisnya membentur dada seseorang yang ada di hadapannya. ia mengusap pelioisnyanyang masih terbalut perban.
dan saat Lesya ingin meminta maaf, orang yang ia tbrak sudah melewaitnya tanpa mengatakan apapun.
"lebih baik aku segera ke ruangan aku."
saat Lesya tengah menata map yang ada di mejanya, tiba-tiba salah satu karyawati mengetuk ruangan Lesya.
"kamu Lesya anak barukan?"
"iya mba, kenalkan nama saya Lesya" Lesya mengulurkan tangannya dan karyawati itu menyambut tangan Lesya singkat.
"aku Angel supervisor diperusahaan ini. oh ya kamu disuruh keruangan pak Arga CEO diperusahaan ini. buruan ya, jangan lama!" ketus Angel dan berlalu pergi.
'aku masih baru bekerja disini. itupun masih mulai pagi ini, tapi kenapa aku di panggil sama CEO kantor ini?' Lesya merasa bingung, kenapa dia harus di panggil. padahal ia belum melakukan apapun di kantor tempat ia bekerja.
.
.bersambung
.
__ADS_1
.