
Lesya terus membuat dirinya sibuk dengan berkas-berkas yang diberikan oleh Arga. Meskipun ia sudah berbaikan dengan Saga, namun rasa cemburu itu masih saja timbul Hingga ketika jam makan siang, Lesya memutuskan untuk menyuruh OB untuk membelikannya makan siang.
"Permisi bu, ini pesanan ibu" ucap sang OB tersenyum ramah.
"Terima kasih, ini untuk kamu" Lesya memberi uang tip untuk OB tersebut.
Karena merasa lapar, Lesya segera memakan makanan yang sudah ia pesan. Dan ketika Lesya baru saja menyuap makanannya kedalam mulut, Arga datang dengan merebut makanan Lesya dan menggantikannya dengan banyak makanan.
"Makanan saya mau bapak bawa kemana?" Tanya Lesya sembari menatap Arga.
"Makanan seperti itu lebih baik untuk kucing jalanan, dan sekarag gue mau lo temenin gue makan. Gue gak suka makan sendiri!"
"Tapi saya akan memakannya pak, bapak tidak bisa melakukan ini!"
"Lo mau gue pecat, atau turuti perintah gue"
Lesya menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Ia berusaha untuk menahan kekesalan atas perlakuan seenaknya dari Arga.
"Baik pak"
Saat itu Lesya mulai menyiapkan makanan untuk Arga. Dan setelah itu Lesya juga mengambil makanan untuk dirinya. Meskipun Lesya merasa kesal, tapi ia tidak bisa berbohong bahwa makanan yang ada dihadapannya saat ini jauh lebih enak dari apa yang ia pesan sebelumnya.
'Apa kamu udah makan Saga?'
"Kenapa lo diem, lo gak suka sama makanannya?" Tanya Arga.
"Engh.. suka kok pak, ini juga saya mau makan!"
"Oh ya lo gak usah GR, gue beli makanan ini karna gue mau lo cepet pulih karna lo udah nyelametin gue dari bisa ular waktu itu! Gue gak mau kalo kondisi lo belum pulih nNti takutnya kinerja lo jadi turun" Tukas Arga sembari menyuapkan kembali makanannya.
"Terimakasih pak, tapi bapak tidak perlu menyiapkan makanan seperti ini lagi karna saya sudah baik-baik saja. Dan untuk masalah bisa ular, saya juga akan melakukannya untuk siapapun, karna menolong adalah hal yang lumrah dilakukan pak"
"Ya sudah habiskan makananya, abis ini kita bakal meninjau projek yang saat ini kita tangani"
"Baik pak"
Tanpa Lesya sadari, selama Lesya memakan makanannya, Arga terus memperhatikan Lesya. Saat itu ia teringat cerita Arvin yang mengatakan bahwa perempuan yang ia cintai sangat baik, bahkan dia akan menangis jika melihat seekor kucing yang tertabrak dijalanan.
'Sekarang gue tau bang, dia emang baik kaya yang abang ceritain lewat telfon. Tapi gue tetep gak terima kenapa dia mudah banget lupain abang, dia udah nikah sama bocah SMA itu bang!'
Setelah selesai dengan kegiatan makan siang, Lesya dan Arga segera pergi ke lokasi dimana Arga akan mendirikan sebuah hotel. Disana semua pekerjaan berjalan lancar, hingga tiba pukul empat, mereka memutuskan untuk kembali ke kantor.
"Emm.. Don antar kami kerumah Lesya dan setelah itu baru kita ke kantor" Arga mengintruksi Doni yang adalah tangan kanan sekaligus sahabatnya untuk langsung mengantarkan Lesya pulang kerumahnya.
__ADS_1
"Bapak tidak perlu repot mengantar saya pak, saya bisa cari angkutan umum!"
"Lakukan apa yang saya perintahkan!"
"Baik tuan!"
Bukannya menanggapi ucapan Lesya, Arga justru meminta Doni untuk langsung melakukan apa yang ia perintahkan. Disepanjang jalan, suasana menjadi hening. Hingga tiba disebuah daerah yang sangat sepi dan tiba-tiba ada orang yang mengendarai motor menemb*k mobil Arga hingga menyebabkan oleng.
"Aaaa... siapa mereka pak Arga?" Lesya terlihat ketakutan.
Arga masih belum menanggapi pertanyaan Lesya, ia justru membuka kaca mobil dan melepaskan temb*kan kepada dua orang yang sejak tadi menyerangnya hingga motor itu terjatuh.
Setelah motor itu terjatuh, mobil Arga terus dikejar oleh motor lainnya. Tetapi Doni cukup handal mengemudikan mobilnya hingga terhindar oleh orang-orang yang menyerangnya.
Saat ini Lesya sudah tidak bisa berkata-kata, Ia terlihat sangat takut. Dan hal itu diperhatikan oleh Arga, seketika saat itu Arga menarik Lesya kedalam dekapannya.
Lesya yang sudah ketakutan, ia tidak menyadari posisinya saat ini. Ia justru memejamkan kedua matanya dengan keringat dingin yang membasahi wajahnya.
Melihat hal itu sesekali Arga mengusap dahi Lesya yang berkeringat.
"Don,kamu harus segera urus hal ini. cari tau siapa yang berusaha nyerang kita. Jika perlu kerahin semua anak buah buat nyelidikin hal ini! aaku mau kamu selidiki motif dari penyerangan ini." Titah Arga.
"baik tuan!"
-
"gua bisa jelasin semuanya Ga!"
"lu gak perlu jelasin apa-apa lagi Al, semuanya udah jelas. lu itu sahabat yang nusuk sahabatnya dari belakang."
"tapi rencana Liyora itu gua gak tau apa-apa Ga"
"lu yakin gak sekongkol sama mereka buat jebak gua? dengan begitu lu kan bisa manfaatin semuanya." Saga berjongkok dihadapan Alden yang terduduk di atas tempat tidurnya. "kalo aja waktu itu gua sama Lesya cerai, pasti itu bakalan bagus buat lu biar lu bisa deketin Lesya kan Alden?"
"udah dong jangan debat lagi, sekarang lebih baik kalian tenangin diri dulu." Dikta menengahi pembicaraan yang sengit antara Saga dan Alden.
"lagian gua juga mau pergi kok Ta, dan gua cukup tau aja sekarang!"tukas Saga.
"dan wakty itu yang ngaku dihamilin sama lu itu Liyora kan Saga, bukan Friska! jadi gua mana tau kalo itu anak gua?" Alden mengatakan yang sesungguhnya, namun apakah Saga akan mempercayainya begitu saja? tentu saja untuk anak muda yang emosinya tidak stabil, itu justru membuat Saga berspekulasi banyak hal.
"huh, lu yakin gak tau Al? terus kenapa lu pakek ngasih Friaka duit hmm?"
"ya itu cuman buat jaga-jaga kalo dia hamil dia gak bakal minta tanggung jawab sama gua, karna gua waktu itu bener-bener gak tau kalo bakal jadi kaya gini Ga. gua juga gak itu kalo itu bakal berdampak buruk buat Friska juga."
__ADS_1
"huh, dan lu juga jangan lupa Al. setelah ketahuan Friska yang hamil, kenapa lu biarin dia ngakuin anak itu sebagai anak dari kak Saka?"
"itu gua beneran gak tau Saga, tapi apa lu gak curiga kenapa Friska bisa ngakuin kak Saka?"
"apalagi ini Alden? lu bicara kaya gitu karena mau bikin hubungan gua sama kakak gua renggang?"
"udah stop, lebih baik lu tenamgin diri lu Ga. dan buat lu Al, semiga lu juga bisa intrispeksi atas kejadian ini!"
Dikta mengantar Saga untuk keluar dari kamar Alden. dan setelah itu Saga memilih untuk kembali kerumahnya. sementara itu, Dikta memperhatikan Alden yang merutuki dirinya sendiri.
"kenapa gua bodoh banget, kenapa gua sebiadab ini dan akhirnya anak gua yang jadi korban! kenapa gua gak bisa terus terang soal kak Saka?"
"apa maksud lo Al?" Alden yerhenyak mendengar Dikta yang ternyata mendengar ucapannya. saat iti Dikta duduk di ranjang Alden dan menatap penuh selidik.
"ceritain sama gua apa yang lu tau Al. lu gak mau kan kalo hal ini bakal bikin lu nyesel lagi?"
Alden berpikir keras, ia begitu bingung apa yang harus ia katakan. "oke, gua bakal cerita sama lu Ta"
_Flashbac On
"apa lo tau Al betaoa hancurnya gue waktu gue tau anak itu udah gak ada didalam rahim gue? gue hancur Al!" Friska menangis sesegukan.
"gue minta maaf Fris, gue gak tau bakal seberat ini buat lo!"
"karena lo udah kasih gue duit, gue gak berani ngaku kalo anak yang gue kandung adalah anak lo. dan gue justru ngakuin kak Saka karena gue tau dia bakalan nurutin gue karena rahasia yang dia punya Alden, dan gue gak tau kalo hal itu yang justru bikin anak gue ninggalin gue!"
mendengar ucapan Friska, Alden mengerutkan dahinya. ia tidak mengerti dengan rahasia yang dimaskudkan oleh Friska.
"maksud lo gimana Friska?"
"waktu itu gue berpikir, dengan gua ngancem kak Saka dengan rahasianya, dia pasti bakalan mau ngakuin anak itu, tapi ternayat dia nekat bayar orang vuat bikin video pengakuan kalo itu bukan anak dia, dan dari kejadian itu gue jadi keguguran Al!"
"tapi rahasia yang lo maksud? apa yang menurut lo busa bikin kak Saka nurutin lo?"
"waktu itu gue tau kalo kak Saka suka sama mmba Lesya, dankalo sampek gue bilang, pasti dia akan dibenci oleh kuarganya Al. karna saat itu kak Saka juga sekongkol sama Liyora!"
_Flashback Off
"jadi gitu yang sebenernya Al, ternyata kak Saka menginginkan rumah tangga adiknya hancur. karena dia menyesal udah ngelepasin perempuan kaya mba Lesya"
"gua gak habis pikir Al, gua gak tau abakal sehancur apa Saga kalo dia tau kakaknya sendiri punya niat yang gak baik sama rumah tangganya" Dikta menggelengkan pelan kepalanya, ia tidak menyangka dengan fakta yang baru ia ketahui.
.
__ADS_1
.bersambung
.