It'S Perfect

It'S Perfect
Mendapat Donor Jantung


__ADS_3

Hari ini bagai tertimpa durian runtuh, Dita merasakan kebahagiaan ditengah rasa sakit hati yang ia rasakan. Mata yang melihat hal itu pun segera menanyakan kepada Dita kenapa ia menjadi begitu senang.


"ada apa Dita, kenapa lo kelihatan seneng banget?"


"gue seneng banget May, tadi kak Dylan ngabarin gue kalo Kenan dapet donor jantung. dan lusa Kenang bisa operasi May"


"syukurlah Dita, dan bentar lagi pasti lo bisa jadian sama opa Yoo joon"


Raut ketidak sukaan muncul begitu saja dan membuat kesenangan nya sirna. sontak hal itu membuat Maya mengerutkan dahinya.


"kenapa Dita, gue salah ngomong ya? "


"gue udah gak berharap sama kak Yoo joon May, lo liyat sendirikan malam itu di unggahan yanga ada di sosmed? kayaknya kak Yoo joon udah lupain gue" Dita tertunduk Lesu.


"ya udah sekarang lebih baik lo fokus sama operasinya Kenan okey? "


Dita mengangguki ucapan Maya dan setelah mengingat akan kesembuhan adiknya ia kembali tersenyum dan berusaha tidak mengingat tentang Yoo joon dengan perempuan yang bersamanya didalam foto.


"apa benar yang dikatakan Maya Dita? " suara yang tidka asing terdengar ditelinga Dita dan juga Maya yang seketika menoleh ke arah belakang Dita.


"ah pak Alden, pagi pak.." sapa Maya


"pagi. kalian belum menjawab tadi"


"benar pak, tadi Dita mendapat kabar dari pak Dylan kalau Kenan sudah mendapat donor jantung"


"itu bagus.. aku ikut senang Dita"


"terimakasih pak" ucap Dita dengan mata yang berkaca-kaca


melihat Dita yang penuh emosional, Alden lalu menyuruh Maya untuk kembali bekerja dan tersisa dirinya bersama Dita di area belakang.


Alden lalu merengkuh Dita, "Dita lo gak boleh nangis dong. ini kabar bahagia, lebih baik nanti malam kita rayakan okey, gue yang traktir"


"tapi Alden.."


"ini perintah dari boss lo, jadi lo gak boleh nolak. nanti malam lo ajak adik lo sama temen lo ke tempat xx okey? "


"tapi kenapa nggak direstoran lo aja Al, kenapa harus di situ? "

__ADS_1


"sekali-kali kita ganti suasana dong Dita. disana kan kita bisa nikmatin pantainya sembari barbequean bareng orang-orang terdekat kita kan?"


Akhirnya setelah Alden membujuknya, Dita menuruti Alden. dan saat itu tanpa mereka sadari Riana melihat Alden dan Dita. setelah itu Riana memilih untuk langsung pergi tanpa menemui anaknya karena harus bertemu dengan kliennya di suatu tempat disana ia sudah ditunggu oleh suaminya.


hari pun berjalan dengan cepat. saat ini Alden bersama Dikta menyiapkan semua persiapan untuk mereka merayakan kebahagiaan Dita dan juga Kenan. namun hal itu masih hanya diketahui oleh Alden, ia bahkan belum memberitahu Dikta karena mereka baru bisa bertemu malam ini.


"Alden, sebenarnya kau memintaku membantumu melakukan ini untuk apa? kita merayakan apa hmm? "


Alden tidak langsung memberi tau Dikta, ia justru hanya tersenyum dan mendekatkan wajahnya kedekat telinga Dikta "kau akan tau nanti Dikta, bersabarlah" bisiknya.


"kau benar-benar ya Alden, kalau saja ini dirumah sudah ku pastikan kau akan menyesal menggodaku seperti ini" ucap Dikta dengan senyum yang tersungging dibibirnya.


"sudahlah coba lihat" Alden mengangkat sebelah alisnya sembari menatap ke arah jauh. dan Dita sang pemilik acara pun tiba bersama dengan Kenan dan juga Maya. saat itu Dylan juga menghadiri karena Dita lah yang mengundangnya.


"teng teng teng"


Alden akan memberi pengumuman kepada semuanya untuk memberitahu bahwa Kenan akan mendapat donor jantung. namun sebelum itu Alden lebih dulu menaiki panggung diamah disana ia akan menggunakan mik.


"cek cek.. dengar semuanya gue ada pengumuman buat kalian"


sontak semuanya melihat Alden yang berdiri di atas panggung. "sebelum itu gue mau panggil Dita dan Kenan buat naik ke atas panggung, karena merekalah yang mempunyai acara"


suara tepuk tangan mengiringi Dita dan juga Kenan. sementara itu Dikta bertambah penasaran apa yang sebenarnya ingin Alden sampaikan.


"Alden akan bertunangan dengan perempuan itu malam ini" ucap seorang wanita yang memotong ucapan Alden.


Dan hal itu berhasil membuat semua wajah menjadi terkejut, tidak terkecuali Dita dan juga Alden. bahkan kini wajah mereka menegang karena ucapan yang mengumumkan mereka berdua akan bertunangan.


"mama.. sebentar Dita gue harus nyamperin mama gue"


"oke Al"


Alden menarik Ibunya lumayan jauh dari tempat itu. "mama, mama kenapa tiba-tiba nomornya kaya gitu? Dita itu temen Alden ma, jadi mama gak bisa umumin Dita akan tunangan sama Alden ma!"


tanpa menjawab ucapan Alden, Riana menarik Alden kembali menaiki panggung dimana disana masih terdapat Dita bersama dengan Kenan.


"baik semuanya, apa yang saya katakan tadi memang benar adanya. sedikit cerita untuk kalian, sebenarnya saat itu Alden sudah kami jodohkan. tapi dia menolaknya karna Alden bilang dia mempunyai gadis lain. dan kemarin saya melihat mereka berdua berpelukan di restoran. dan karena itulah saya mengumumkannya sekarang juga untuk mereka" wajah Riana begitu sumringah. namun berbeda dengan Alden yang semakin tegang terlebih saat ia melihat Dikta yang menahan sesuatu.


"tapi ma.. "

__ADS_1


"ya sudah lebih baik kita mulai pestanya."


setelah selesai mengucapkan hal itu, Riana memeluk Dita sedangkan Dita tersenyum kikuk dan berusaha menjelaskan.


"tante sebenernya"


"tidak papa, kamu tidak perlu malu. Alden sudah mengatakan kalau dia mencintai seseorang, dan kemarin tante lihat kalian. jadi tante yakin kamu dan Alden akan bahagia nanti"Dita membuang nafas berat. ia akan berbicara dengan Alden lebih dulu, karena berbicara dengan Riana sangat susah karena Riana sudah mengira bahwa orang yang dicintai Alden adalah Dita, bukannya Dikta.


Alden lalu menarik Dikta ke tempat yang lumayan jauh. ia menatap Dikta dengan lekat.


"aku mau bicara Dikta"


"jadi ini yang ingin kamu beritahu kan setelah Dita datang? aku gak nyangka sama kamu Al, sebenarnya apa yang kamu pikirkan? apa kamu mau menjadikan Dita sebagai kekasih didepan orang tuamu untuk menutupi hubungan kita? itu nggak bener Al. kalo kita lakuin kebohongan ini, kita akan menambah kebohongan lainnya buat nutupin kebohongan ini"


'tunggu-tunggu, kenapa aku gak kepikiran? kenapa aku gak minta bantuan sama Dita seperti apa yang dikatakan Alden tadi! "


Alden lalu meraih kedua tangan Dikta kemudian memeluknya dengan erat. "untuk sentara saja Dikta. kita minta bantuan Dita saja"


"tapi Al.. "


"please.. ini demi hubungan kita Dikta. apa kiamat kita dipisahkan lagi kayak waktu kak Muel tau hubungan kita"


seketika bayangan buruk ketika Samuel menyuruh orang lain untuk memisahkan mereka membuat Dikta memeluk Alden dengan sangat erat.


"baiklah Alden, ini demi kita" Alden lalu mengulas senyum dan mengeratkan pelukannya.


sementara di tempat lain, kini di sebuah kamar Liyora berusaha mengetes Saka. apakah benar jika Saka tidak akan tergoda oleh perempuan lain selain Lesya hingga Liyora melakukan hal gila, dimana dia hanya mengenakan bathrob dan berusaha menggoda Saka.


Saka yang melihat Liyora dalam keadaan seperti segera meletakkan ponsel miliknya dan menarik Liyora hingga terjatuh di atas sofa. Saka kemudian mengekang Liyora di bawahnya.


saat itu Liyora mulai cemas 'aku yakin kak Saka hanya menkutiku, aku harus lebih berani dan memenangkan permainan ini'


Liyora mengangkat sebelah sudut bibirnya dan justru memajukan wajahnya mendekat kearah Saka. 'gue yakin kau akan tergoda kak Saka. karena tidak ada seorang wanita untuk yang bisa menandingiku dalam membuat pria tergoda! '


dan saat itu Saka mulai membuka kancing dari kemeja yang ia kenakan. dan saat itulah Liyora semakin panik, namun ia berusaha menutupinya dan semakin berani mulai meniuo wajah Saka.


dan ssat ini giliran Saka melanjutkan aksinya yang membuka ikat pinggangnya dan membuat Liyora hendak mendorong Saka, namun Saka lebih kuat dari dugaan nya.


"kak Saka hentikan"

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2