
setelah selesai dengan meeting yang mereka lakukan, kini Arga langsung mengajak Lesya untuk meninjau tempat yang sempat mengancam keselamatannya. Arga yang mengetahui tingkat bahaya ditemoat itu, justru menyurih Lesya untuk turun.
"pak, tapi pak Arga mau kemana?"Lesya terlihat waspada ketika Arga menyuruhnya untuk turun, sedangkan Arga menginjak pedal gasnya.
"pak Arga.." Lesya memanggil Arga yang sudah melajukan mobilnya, namun Arga tidak memperdulikannnya dan meninggalkan Lesya ditempat itu sendiri.
ting
notifikasi ponsel Lesya berdenting, saat itu Lesya langsung memeriksa ponselnya. disana terdapat pesan yang dikirim daei Arga. dari pesan tersebut, Aega mengatakan akan mengambil sesuatu yang penting tertinggal.
"ini udah jam segini, disini pasti akan semakin gelap!" Lesya melihat disekelilingnya, saat itu ia merasa cemas.
"apa aku hubungi Saga? ah tidak, dia lasti sudah berangkat bekerja. aku tidak boleh menganggunya!"
karena hari semakin gelap, Lesya hendak menghidupkan lampu di ponselnya. namun apa dikata jika ponselnya perlu mengisi daya baterai.
"aduh, pakek mati segala. terus aku gimana? mana disini jauh dari permukiman!"
Lesya metasa bingung yang bercampur dengan takut. jujur saja, jika hanya menghadapi preman ia akan gampang menghadapi begitu saja. namun jika berhadapan dengan gelap, ia merasa tidak berdaya ditambah dengan suasana hutan disekitarnya.
kresek
Lesya melihat sekelilingnya, ia mwrasa ada sesuatu yang mendekat. ia khawatir jika suara yang baru saja, adalah suara hewan buas.
"siapa?"
Lesya memundurkan langkah kakinya, keeingat singin mulai keluar. sesekali ia mengusap keringat yang membasahi dahinya. "astaga Lesya, apa yang kamu lakukan? ini hutan, kenapa kamu bwrsikap konyol dengan menanyakan siapa yang datang!" Lesya merutuki sikapnya sendiri.
perlahan Lesya mengatur nafasnya agar ia tidak terkena serangan panik. mulai daei menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan hingga ia melakukan lari-lari kecil.
setelah ia merasa lebih tenang, Lesya memutuskan untuk duduk di suatu tempat. karena merasa letih, ia meletakkan dagunya diatas lutut.
sementara itu Arga yang sedari tadi hanya berada didalam mobil, ia tertawa ketika memikirkan Lesya yang sedang merasa ketakutan. ia sengaja meninggalkan Lesya di tempat itu sendiri, sedangkan Arga hanya berjarak satu kilo meter dari tempat Lesya berada.
"gue yakin, sekarang lo ketakutan Lesya. ini belum seberapa, nanti kalo orang suruhan gue udah nakutin lo, pasti lo ngompol dicelana."
Arga lalu melihat rekaman video yang dikirim oleh anak buahnya yang sejak tadi mengawasi Lesya. Arga mengerutkan dahinya dan sesekali tertawa karena melihat kekonyolan daei Lesya.
__ADS_1
"ini cewe emang aneh, bukannya minta tolong atau gimana. ini malah dia lari-lari kaya gitu? oh ya gue dengar hpnya lowbat!" Arga kembali mengembangkan senyum diwajahnya.
saat itu Arga menghubungi orang yang sudah ia perintahkan untuk memgawasi Lesya. ia menanyakan apakah didaerah tersebut sudah tidak ada hewan buas seperti saat itu. setelah orang suruhannya mengatakan tidak ada hewan buas yang takut diwaspadai, hal itu membuat Arga tidak ragu untuk mengerjai Lesya ditempat tersebut.
Lesya yang sudah kelelahan, ia juatru tertidur ditempat itu. karena merasa gagal dengan rencannya membuat Lesya takut, kini Arga memutuskan untuk kembali menemui Lesya. namun saat ia tiba, ia justru dikejutkan melihat anak buahnya yang tergelatak ditemlat itu. Arga yang merasa penasaran, ia memutuskan untuk memeriksa anak buahnya.
setelah diperiksa, beberapa anak buahnya sudah tidak sadarkan diri dengan tubuh yang membiru.
tap tap tap
seorang berlari menyusulnya dengan nafas yang terengah. Arga yang melihat keadaan anak buahnya segera menanyakan apa yang terjadi sehingga para anak buahnya tidak dalam keadaan seperti itu.
"begini pak, setelah terakhir kali kami lapor sama bapak, selang veverapa menit kami diserang oleh serangga beracun pak."
"ya sudah, cepat uris mereka semua."
ketika anak buahnya hendak pergi membawa yang lainnya, Arga kemvali menghentikannya. "tunggu.."
"ya pak?"
"dimana Lesya?"
"hiss, kalian benar-benar!"
Arga lalu berlari mencari keberadaan Lesya. ia pergi ketempat terakhir kali ia meninggalkan Lesya, namun saat itu ia tidak menemukan siapapun ditempat itu. hingga akhirnya Arga melihat seseorang yang terduduk lumayan jauh dari tempat tersebut. Aega kemudian berlari ke arah orang itu, dan benar saja orang itu adalah Lesya yang tengah tertidur masih dengan posisi kepalanya diatas lutut.
"fuh.." Arga membuang nafas kasar, ia berjongkok dan menyentuh lengan Lesya. seketika saat itu Lesya membuka kedua matanya.
"pak Arga" masih dengan muka bantal khas bangun tidur, Lesya mengucek matanya yang masih terasa berat akibat rasa kantuknya.
"sudah puas tidurnya?" tanya Arga dengan sevelah alis yang terangkat.
"hoamm... belum pak, saya masih megantuk. dan bapak, bapak ngambil apaan si lama banget?"
"yang jelas itu lebih penting dari lo! yasudah ayo bangun, kita akan segera kembali ke kantor!"
"tapi pak, kita bahkan belum mengerjakan apapun disini!"
__ADS_1
"memang apa yang akan bisa kita lakukan disini?" Arga menatap Lesya serius. ia kemudian mencondongkan badannya mendekat ke arah Lesya.
"pak Arga, apa yang bapak lakukan? jangan kurang ajar ya pak!" Lesya memperingatkan Arga yang semakin mengikis jarak diantara mereka.
"huh, tadi lo bilang kita belum melakukan apapun disini. baik mari kita lakukan sesuatu!" ucap Arga sembari memarik sevelah ujung bibirnya yang semakin membuat Lesya merasa tidak nyaman.
"saya bilang jangan kurang ajar pak!" pekik Lesya.
"lo berani bentak gue?" Arga justru mengekang tubuh Lesya dan,
"gue cuman mau ambil daun ini dari rambut lo, lo gak usah terlalu percaya diri. hanya gadis yang terpilih yang bisa menggidaku, bukan gadis sepertimu yang jauh dibawah level kriteria gue!"
'kalo aja anda bukan boss saya, udah gue remes tu mulut. nyakitin banget kalo ngomong!' itulah yang ada dibenak Lesya, namun ia sekali lagi menahan amarahnya karena ia membutuhkan pekerjaan.
_
Saga yang tengah membuatkan kopi untuk pengunjung merasa cemas, ia merasa aneh karena sejak siang Lesya tidak menghubunginya. ia berulang ki menghubungi Lesya namun tidak terhubung.
"mba istri kemana si? kenapa hpnya juga gak aktif?" Saga melihat antrian panjang didepan mejanya, ia lalu memutuskan untuk kembali membuatkan pesanan kopi. setalah semuanya sudah mendapatkan kopi pesanannya, Saga memutuskan untuk menghubungi Lesya kembali, namun hal yang sama masih terulang.
"hai kak.." sapa seseorang yang batu datang"
"huh, iya hai" balas Saga.
"kak Saga ada apa? kenapa kelihatannya gelisah banget?"
"emm bukan apa-apa! apa yang lo lakuin disini, masih banyak meja disana!"
"kak Saga jutek banget si, aku mau ngajakin kakak buat collabs lagi. gimana kak?"
"maaf Elsa, gua gak bisa. lebih baik lo cari orang lain!" ucap Saga dan berlalu pergi meninggalkan Elsa.
"hih.. awas aja kak Saga. semakin kakak dingin, semakin besar tantangan yang pengen gue taklukin! ggak ada istilahnya cowok nolak gue. kalo Elsa udah jentikin jarinya, cowok mana yang gak takluk!" Elsa menyipitkan matanya sembari terus menatap kepergian Saga.
.
.bersambung.
__ADS_1
.
.