It'S Perfect

It'S Perfect
Senasib


__ADS_3

Kedatangan Andi dan Via menyita perhatian beberapa orang karena mereka terlihat sangat serasi. namun berbeda dengan orang lain yang menganggap Andi dan Via serasi, Doni justru hanya berfokus memperhatikan Via yang mengenakan gaun yang pernah ia berikan.


Flashback On_


"lebih baik aku memberi hadiah untuk nona Via sebagai tanda perkenalan" ujar Doni ketika berada di sebuah pusat perbelanjaan.


Doni mendapat tugas dari Arga untuk membeli beberapa perlengkapan untuk kantor. hingga saat itu langkahnya terhenti ketika melewati sebuah toko yang memajang gaun berwarna cream. Doni langsung jatuh cinta saat pandangan pertama dengan gaun tersebut, sama halnya ketika ia melihat Via pertama kalinya. meskipun saat itu Doni tidak menyadari bahwa ia langsung menyukai Via, namun tatapan matanya sudah mengartikan semuanya.


"ah ya, sepertinya itu sangat cocok untuk nona Via"


Setelah Doni membeli gaun yang ia lihat, ia langsung pergi untuk mengirimkan gaun tersebut ke kantor dimana Via bekerja.


sesaat gaun yang ia kirimkan sampai di tangan Via, Via langsung menghubunginya melalui telefon.


"halo"


"halo"


"selamat siang, apa benar ini dengan pak Doni? "


"ya, ini aku. ada yang bisa ku bantu nona Via?"


"maaf pak Doni, apa maksud anda mengirim gaun itu kepadaku?"


"itu sebagai tanda perkenalan kita nona Via, aku harap kamu menyukainya"


"apapun alasannya, tetap aku tidak bisa menerimanya pak Doni. aku akan mengirimnya kembali"


"jangan nona Via, jika gaun itu kau kembalikan padaku siapa yang akan memakainya? aku seorang laki-laki dan aku tidak mempunyai kerabat perempuan. dan tentu saja ibuku tidak mungkin memakainya karena berat badan ibukku hampir tujuh puluh kilo nona. kalau memang nona tidak berkenan menerimanya, nona bisa buang baju itu. baik sebelumnya aku minta maaf karna mengirimkan sesuatu yang kau tidak suka, semoga pekerjaanmu lancar"


klik


Doni mengakhiri sambungan teleponnya. ia kemudian terdiam sejenak didalam mobilnya yang terparkir di depan kantor Via.


"kenapa aku sangat bodoh? harusnya aku tidak membelikannya gaun itu. mungkin saja dia tidak menyukai warnanya atau apapun itu. yang jelas kali ini aku sangat bodoh" Doni merutukki dirinya sendiri, setelah itu ia memilih untuk kembali ke kantor untuk mengantar barang-barang yang sudah ia beli untuk kantor.


Flashback Off_


"aku kira kau membuang gaun itu nona Via, ternyata kau menyimpannya" terluas senyum tipis di wajah Doni.


Arga dan Doni segera menghampiri Andi dan juga Via. Arga menjabat tangan keduanya, ia menatap menyelidik.


"ada apa tuan Arga, apa kau ingin bertanya sesuatu kepada kami? " tanya Andi.

__ADS_1


"Aku tidak melihat Kesya? "


"bu Lesya ada di rumah sakit tuan Arga, pak Yoo joon mengalami kecelakaan"


Arga mengangguki ucapan Andi dan kemudian ia memilih untuk langsung pergi. dan menyisakan Doni bersama dengan Via dan Andi.


Melodi mengalun dengan indah, tanpa diduga Doni mengulurkan tangannya kepada Via dengan berlutut mengajak Via untuk berdansa. dengan senyum yang mengembang di wajah Via, ia segera menerima uluran tangan Doni.


'semoga dengan begini, Andi akan kembali seperti semula. aku sangat benci jika Andi mendiamkanku. aku tau pasti Andi menganggapku baper karena waktu itu. dengan aku berpura-pura dekat dengan pak Doni, Andi pasti tidak akan mendiamkanku lagi'


"aku minta maaf Pak Doni, aku tidak bisa berdansa sebenarnya"


"tidak masalah nona Via, kau hanya tinggal mengikutiku saja. jika kaki kananku yang maju, maka kaki kirimu mundur dan seterusnya"


"akan aku coba" ucapnya dengan senyum pepsodennya.


dan saat itu tiba-tiba Doni mendekatkan wajahnya dan membisikkan sesuatu kepada Via sehingga membuat Andi yang melihatnya terlihat tidak suka. entah karena apa sehingga Andi terlihat seperti itu.


"malam ini kau sangat cantik nona Via, dan aku Terima kasih padamu! "


mendengar ucapan Doni, Via mengerutkan dahinya "kenapa kau berterima kasih padaku pak Doni?"


"terimakasih kau sudah mau mengenakannya nona Via"


"Via kenapa si pakek kelihatan malu-malu gitu, cuman di puji sama pak Doni aja" Andi menekuk wajahnya ketika melihat kedekatan Via bersama Doni.


"ah ya, mending gue gangguin aja mereka" senyum menyeringai tercetak di wajah Andi yang kini mulai mendekat ke arah Via dan Doni. satu langkah lagi Andi berhasil menabrak keduanya.


"Andi"


seketika Andi menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara.


"emm anda memanggil saya? "


"berdansalah denganku, aku tidak memiliki pasangan" tanpa menunggu persetujuan, Sharena meraih tangan Andi dan mengajaknya berdansa di sebelah Via dengan Doni.


dengan lincah Sharena menuntun Andi mengikuti pergerakannya, hingga berhasil membuat Via terus melihat keduanya yang tengah menikmati alunan melodi.


'lo kelihatan enjoy banget Ndi, beda kalo lagi sama gue. lo selalu kelihatan gak nyaman! apa gue bisa bertahan ditengah pernikahan toxic ini? '


Doni yang menyadari perubahan raut wajah Via segera menarik Via hingga Via lebih dekat dengannya. sementara itu Andi pun tak luput terus mengawasi pergerakan Doni.


Dan tiba-tiba saat melodi yang di putar berganti lagu, dengan segera Andi menarik Via hingga membuat Via berada didalam pelukannya.

__ADS_1


"Andi.. "


"musiknya udah beda berarti harus berganti pasangan Via. sorry ya Via, lo jadi gak bisa dansa lagi sama pak Doni"


"apaan si Ndi, lagian bukannya lo yang harusnya sedih karena udah gak dansa sama bu Sharena? "


"udahlah Dansa aja, gak usah ngomel." ucap Andi dan semakin menarik Via hingga saat itu Andi mencium harum rambut Via.


'sejak kapan Via seharum ini? apa dia sengaja karena mau ke pesta jadi wangi banget kayak gini? ah gue tau, dia pasti dandannya maksimal, karena dia tau kalo disini ada pak Doni! '


cukup lama Via dan Andi menghadiri pesta, hingga akhirnya pesta berakhir. dan saat itu ketika Via dan Andi hendak masuk kedalam mobil, mereka di kejutkan dengan Doni yang sudah berdiri di dekat mobil mereka.


"nona Via, bagaimana jika malam ini kau ku antar pulang? "


"emm Pak Doni ak-"


"tentu saja Via mau pak Doni, karena aku juga ada urusan jadi tolong antar dia. aku pergi dulu"


Andi langsung masuk kedalam mobilnya, saat itu ia menunggu Via untuk menolak ajakan dari Doni. 'ayo tolak dia Via, usahh kenaoa Via malah gak ngomong si? ya udahlah gue mending langsung balik'


dan Akhirnya Andi benar-benar meninggalkan Via bersama dengan Doni.


_


"Al, tolong jaga Joonie. aku harus melihat keadaan Kenan. karena yang aku dengar dia di rawat di rumah sakit ini" ujar Lesya yang langsung pergi tanpa melihat Saga.


Lesya berjalan cukup singkat karena memang ruang rawat Kemana berada tidak jauh dari ruangan Yoo joon. Lesya tengah memegang handle pintu ruangan Kenan.


"baiklah, kalo emang kamu tetap mau menjadi tunangan Alden. aku hanya bisa mendukungmu Dita" ujar Dylan.


dan hal itu membuat Lesya mengurungkan nyatanya untuk menjenguk Kenan dan memilih untuk kembali ke ruangan Yoo joon.


"ada apa Sayang, kenapa kamu tidak jadi menjenguk Kenan? " Saga mengikuti Lesya yang tengah duduk di kursi sebelah ranjang tempat Yoo joon berbaring.


"Lesya jawab, ada apa? "


Lesya hanya terdiam. saat itu Saga melihat tangan Lesya yang mengepal hingga buku-buku kuku tangannya memutih. dan hal itu juga di sadari oleh Alden dan juga Dikta.


'Joonie, kenapa nasib kita sama. kita sama-sama di khianati sama orang yang paling kita cinta! ' Lesya menangis didalam batinnya karena ia merasa bahwa dirinya dan juga Yoo joon senasib.


.


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2