It'S Perfect

It'S Perfect
Apa Benar Itu Anak Dari Suaminya?


__ADS_3

Saga menatap Dikta dan bergantian menatap Alden. keduanya tertunduk, dan hal itu membuat Saga terpaksa membanting kunci mobilnya keatas meja.


"kalian jelasin ke gua, kenapa bisa seperti ini? "


"itu salah gua Ga" ucap Alden


"sekarang bukan saat menyalahkan, yang gua mau tau gimana itu bisa terjadi? "


"Awalnya gua di ajak Diva buat pesta dan gua bilang gua gak akan datang tanpa Dikta. dan karena itu mereka setuju gua datang sama Dikta"


"tunggu Al, jadi yang nyaranin buat pesta itu Diva? " kini Dikta angkat bicara. dan dengan segera Alden mengangguk ucapan Dikta.


"astaga, gua yakin ini udah direncanain sama mereka. karena gimana kita bisa nggak sadar setelah minum sedikit, kalo bukan mereka yang ngasih obat kan?"


Seketika saat itu Saga menatap Dikta. Saga teringat dengan ucapan Alden tentang siapa yang mengajaknya berpesta.


"tunggu Al, Ta. bukannya Diva itu kakaknya Giva yang dulu lu tolak itukan Al? waktu jaman kita masih SMA apa SMP gitu? "


"huh, kenapa gua baru sadar kalo Viva itu Viva yang waktu SMA penampilannya itu kayak kutu buku itu kan? "


"Sekarang itu gak penting, yang penting gua udah bikin video itu berhenti kesebar. tapi bagaimana dengan orang yang udah lihat video itu? " ujar Saga.


Kini ketiganya hanya terdiam sembari memikirkan sesuatu yang akan mereka lakukan.


_


Kini Via sudah sampai di sebuah penginapan, dimana tempat itu disediakan oleh klien yang akan ia temui bersama dengan Arga.


sesampai disana Via segera memasuki kamarnya yang terletak disebelah kamar Arga.


"huek.. huek.. "


"kenapa aku hrus ngidam disaat kayak gini si, mana tadi kayaknya seger banget lagi rujaknya"


Via kembali mengingat seseorang yang tengah menikmati rujak di pinggir jalan ketika ia dari bandara.


"aduh mana mual terus, padahal meetingnya kan nanti sore"


Via lalu keluar kamar untuk mencari apotik terdekat karena ia terus mengalami mual. Via menuruni tangga dan melihat sekelilingnya.


dan saat itu Via memilih untuk bertanya kepada pihak penginapan.


"maaf kak, disini kalo mau cari obat apoteknya dimana ya?" Via menahan mual hingga ia berkeringat dingin.


"oh nona bisa ke depan, karena di penginapan ini mempunyai apotek untuk orang yang memerlukan obat, bahkan disana juga ada dokternya nona"


"baik terimakasih kak"


Diperjalanan menuju apotek, Via terus menutup mulutnya dengan tangan. hingga ia menemukan toilet umum.


"huek.. huek.. "


Setelah memuntahkannya, Via keluar dari toilet umum dengan keadaan lemas. hingga ia akhirnya menghentikan langkahnya dan duduk di bawah.

__ADS_1


"ada apa nona Via, apa kau sakit? " tanya Arga yang saat itu kebetulan melewati Via.


"tidak, aku hanya"


brug


Sontak Arga terkejut karena Vida mendadak pingsan. dengan segera ia membawa Via kesebuah pusat kesehatan yang sudah di sediakam oleh pihak penginapan.


"bagaimana dengan keadaannya sekarang dok? "


"bapak tenang saja, ini wajar bagi perempuan hamil. nanti saya akan asih resep vitamin untuk bapak tebus ya"


"hamil? "


Arga kembali terkejut dengan apa yang disampaikan oleh dokter, bahwa Via saat ini tengah mengandung.


"iya Pak, istri anda hamil. apa bapak tidak tau soal itu? "


"maaf dok dia bukan istri saya."


"oh maaf ya pak, saya pikir kalian adalah suami istri"


"tidak papa dok. tapi kalau beh saya tau, berapa usia kandungannya dok? "


"sudah dua minggu pak, dan dia sepertinya mengalami mual makanya dia lemas dan pingsan seperti saat ini"


"baik dok Terima kasih "


sepeninggalan sang Dokter, Arga lalu memasuki ruangan. ia memperhatikan Via yang masih belum sadarkan diri.


Selang beberapa saat, Via perlahan membuka kedua matanya. pertama kali ia menangkap sosok tinggi dan tampan berdiri di samping ranjang nya.


"tuan Arga, apa yang kau lakukan disini? dan saat ini aku dimana? "


"kau ada di klinik, tadi kau pingsan didekat toilet umum"


Via mengusap dahinya dan sesekali mengusap perutnya yang masih terasa mual. saat itu Arga segera mengulurkan beberapa vitamin dan juga air putih.


"minumlah, dokter menyarankan untuk kau meminumnya"


Via tertegun melihat sikap Arga. dan saat ini ia justru hanya terdiam sembari memikirkan sesuatu.


"kau tidak perlu cemas, dokter sudah meresepkan apa yang sesuai untuk wanita hamil"


perlahan Via meraih obat dan Vitamin dari Arga, ia kemudian meminumnya.


"apa itu.. "


"tidak perlu membahasnya tuan Arga, byi ini adalah bayiku dengan suamiku."


"tapi kenapa usia kandungan sesuai dengan kejadian itu? "


"kejadian apa yang tuan Arga maksud? bayiku ini mempunyai ayah yang sangat bertanggung jawab. dia bahkan mengumumkan pernikahan kami dan calon anak kami di depan semua karyawan G. PRO. jadi bagi ini tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian itu"

__ADS_1


Dengan langkah yang masih lemah, Via segera turun dari ranjang dan keluar dari klinik tersebut meninggalkan Arga yang berdiri mematung.


Hari sudah semakin sore, saat itu Arga dan Via menghadiri meeting dengan Klien pentingnya. dan meeting pun berjalan dengan lancar.


Sebenarnya meeting sudah selesai, namun Arga dan Via diminta untuk menginal di tempat itu beberapa hari karena sangat Klien akan mengadakan pesta untuk kebersamaannya dengan keluarga nya, jadi mau tidak mau Arga dan Via akan menurugi ucapan klien.


Usai meeting, Via mencari apa yang ia cari sejak pagi. ia berharap apa yang ia inginkan akan ia temukan di penjual yang berjajar di sekitar area penginapan. Arga yang melihat hal itu sengaja mengikuti Via.


"jadi sudah habis ya pak? "


"iya neng, neng bisa balik kesini besok. karena saya berjualan rujak setiap hari"


dengan raut kesedihan Via membuang nafas kasar. tetapi ia mengukir senyumnya kembali. "baik Pak, besok aku akan kembali. tapi tolong jika aku belum datang, sisakan untukku ya pak? "


"baik neng. eneng ini sedang mengidam ya? "


dengan malu-malu Via mengulas senyum di wajahnya dan mengangguk pelan.


Via berjalan dan kembali ke dalam kamarnya. sementara itu dikamar lain Arga masih memikirkan tentang kehamilan Via.


"apa benar Via sudah menikah? dan apa benar itu anaknya dengan suaminya? tapi kenapa usia kandungannya sesuai dengan kejadian itu? kejadian dimana aku mabuk dan merenggut kehormatannya saat itu! "


"aku akan menanyakan hal ini kepada Doni."


Akhirnya Arga memutuskan untuk menghubungi Doni.


"halo Doni, ada yang mau gue tanyain sama lo? "


"ada apa Arga? apa ada sesuatuntmyang terjadi? "


"tidak.. tidak.. gue cuman mau tau, apa bener Via itu udah nikah?"


Saat itu Doni terdiam sejenak, ia masih mencerna pertanyaan dari Arga. ia lalu mengingat kabar bahwa Andi mengumumkan pernikahannya dengan Via.


"oh iya Via udah nikah, tapi ngapain lo tiba-tiba tanya soal itu? "


"iya karena tadi dia pingsan, dan dokter bilang ini semua karena dia tengah mengandung? "


"apa? pingsan? dan Via hamil? damn! "


"ada apa Doni, kenapa lo mengumpat? "


"nggak nggak Arga, ini gue lagi.. sory Arga sinyalnya sangat buruk"


tut tut


"kenapa Doni mematikan telfonnya? dan aku tadi mendengarnya mengumpat. apa karena Via sudah menikah? yang aku tau dia mempunyai perasaan dengan Via! "


"argghhh kenapa ini membuatku pusing? apa benar kalau itu adalah anaknya dengan suaminya? tapi sejak kapan dia menikah? dan dengan siapa? "


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2