
Lesya terperangah mendengar pernyataan dari Zora yang mengakui Saga sudah menjadi suaminya. suasana menjadi semakin panas ketika Zora menunjukkan foto-foto kebersamaannya bersama Saga ketika mengalami amnesia dan juga sebelum ijab kabul.
brugh
Tubuh Lesya terperosot ke lantai karena kakinya yang terasa lemas. ia tidak menyangka jika kesetiaannya menunggu Saga dan mayakini jika Saga masih hidup meskipun hanya ia pendam di dalam hatinya, di bayar dengan sebuah pernikahan yang dilakukan oleh Saga dengan perempuan lain.
"aku bisa jelasin ini sayang, ini gak sepenuhnya bener" bela Saga
"apa yang mau kamu jelasin ke aku Saga? kamu mau jelasin kalau perempuan ini adalah maduku?" air mata yang tak terbendung ia seka kasar dan bangkit dari posisinya saat ini. Lesya kemudian mengambil alih anaknya dari gendongan suaminya.
Lesya mundur beberapa langkah dan memegang lengan Yoo joon yang saat itu masih menatap Saga dengan tatapan tajamnya.
"aku tau kamu sempat mengalami amnesia, tapi apa rasa cinta itu bisa tumbuh ketika pemiliknya ada disini Saga? apa hatimu tidak melarangmu jatuh hati dengan perempuan lain?"
Zora menatap tidak suka terhadap Yoo joon. ia takut jika Saga mengatakan semuanya, maka dari itu Zora langsung mencari cara agar Saga tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya.
"bagaimana hatinya melarang jika hatinya sudah menjadi milikku? " selorohan Zora membuat semuanya menatapnya tidak suka. menyadari akan hal itu, Zora justru mengembangkan senyum diwajahnya.
"hei, kenapa kalian menatapku seperti itu? itu memang benarkan? apa yang aku katakan memang benar. mungkin kau memang istrinya, tapi sekarang aku juga istrinya. dan aku bisa pastikan jika Saga lebih mencintaiku dari pada kamu, istri PERTAMA! " Zora sengaja menekankan kata-kata istri pertama agar Lesya lebih terluka dan meninggalkan Saga.
"Zora, kamu tau betul yang sebenarnya. kenapa kamu justru bercerita bohong hmm?"
Saga lalu mendekat ke arah Lesya, dan saat itu Zora justru menariknya.
Saga ingin membela dirinya, namun usahanya selalu di halangi oleh Zora. bahkan saat itu seorang bodyguard menodongkon senjatanya dari arah samping kearah Lesya, dimana Saga terpaksa diam.
"lebih baik sekarang kita masuk Sya"
Yoo joon membawa Lesya dan Elgara masuk kerumah, namun Yoo joon kembali keluar dan memeluk Saga. "Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu Saga. jangan sakiti Lesya lagi" Yoo joon menutup pintu dengan keras sehingga membuat Saga dan juga Zora tersentak.
"okey, sekarang lebih baik kita pergi ke hotel yang sudah dipesan oleh anak buah papa aku. jadi kamu gak boleh kemana-mana sesuai perjanjian. jika Lesya menolakmu, maka kamu akan menikahiku"
"baiklah"
Saga berjalan dengan pikirannya yang hanya memikirkan Lesya dan juga anaknya yang bahkan baru beberapa menit ia lihat. ia sudah tidak memikirkan jika perempuan yang menggandengnya saat ini bukanlah perempuan yang ia cintai.
__ADS_1
Selang berapa menit, Zora tengah membawa Saga di sebuah hotel bintang lima dengan pengawalan yang sangat ketat.
"Dewa, ini kamarmu. dan aku akan ke kamar sebelah okey"
Saga tidak membalas ucapan Zora sekalipun. ia mengunci pintu kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya ke lantai. pikirannya kali ini lebih kacau.
"bagaimana aku bisa hidup tanpa anak dan istriku?"
Saga meraup wajahnya dan mengacak rambutnya kasar.
"padahal aku belum menceritakan semuanya Lesya. kenapa kamu begitu mudah mempercayai kata-kata Zora? Zora sudah berbohong Lesya."
Saga bangkit dan menatap bayangan dirinya melalui cermin di hadapannya. Ssga bahkan sudah membayangkan semua kebahagiannya ketika bertemu dengan istrinya. namun semua itu hancur ketika sebuah separuh kebeneran terungkap.
"harusnya kamu mendengarkan penjelasanku Lesya. memang benar aku sudah menikahi Zora, tapi bukan sebagai Saga. melainkan sebagai Dewa, kekasih Zora yang sudah meninggal dia tahun yang lalu"
"memang benar awalnya dia adalah seseorang yang baik yang mau menolongku ketika aku hanyut di sungai karena aku terjatuh dari jurang ketika ingin dihabisi oleh orang-orang jahat itu Lesya. tapi ternyata dia menyelamatkanku karena wajahku yang mirip dengan mendiang kekasihnya itu"
Prank
"dan aku menikahinya dengan nama Dewa, itu berarti aku tidak sah menikahinya Lesya. dan saat itu ketika aku mengingat semuanya, aku langsung menolaknya Lesya. dan ini yang seharusnya kamu dengar Lesya"racau Saga
Triiingg
"ponsel siapa yang berdering? " Saga mengedarkan pandangannya mencari sumber suara. namun ketika ia memeriksa di setiap sudut ruangan, ia tidak menemukannya. bahkan ia memeriksa telfon hotel yang berada di nakas kamarnya.
"lalu yang kudengar ponsel siapa?
Tring
Ponsel terus berdering, hingga pandangannya berhenti di sebuah jaket yang ia tanggalkan ketika ia masuk.
Saga kemudian memeriksa kantung jaket yang sempat ia kenakan. dan benar dugaannya, jika ponsel tersebut dari dalam kantung jaketnya.
"ini ponsel siapa? kenapa ada disini? "
__ADS_1
"halo Saga, ini aku Yoo joon! "
"Apa, Yoo joon? "
"aku sudah menaruh ponsel ini di jaketmu. dan ini Lesya ingin berbicara denganmu"
Saat itu Saga masih bingung dengan apa yang dilakukan oleh Yoo joon. Namun ia segera menyingkirkan kebingungannya untuk segera berbicara dengan Lesya.
"halo sayang, apa kamu baik-baik aja sekarang?" tanya Lesya yang terdengar sangat cemas.
Bingung dan bahagia itulah yang dirasakan oleh Saga saat ini. di satu sisi ia bingung dengan sikap Lesya yang berubah 180 derajat ketika bertemu di rumahnya dan saat berbicara melalui telfon. bahagia karena saat ini Lesya begitu mengkhawatirkannya.
"aku baik sayang, tapi kenapa dengan sikapmu? "
"sudahlah itu kita bicarakan nanti saja Saga. sekarang kamu ikuti intruksi Joonie ya Saga"
"baiklah"
Saat itu Yoo joon menyuruh Saga untuk segera ke luar dari hotel tersebut tanpa sepengetahuan Zora. Dan Yoo joon sudah menyiapkan beberapa anak buahnya untuk menunggu Saga di sebuah mobil didekat hotel Sgaa menginap.
Saga keluar melalui jendela hotelnya yang berada di atas kolam renang. Saga nekat untuk terjun kedalam kolam renang agar bodyguard dan Zora tidak mengetahui kepergiannya.
Walaupun dalam keadaan basah kuyup, Saga berhasil keluar hotel. dan selang beberapa menit ia tengah sampai di apartemen milik Yoo joon.
"Lesya" ucap Saga yang baru masuk ke unit milik Yoo joon.
esya berlari dan menghambur ke dalam pelukan Saga.
"untung saja Yoo joon tau semuanya Saga" racau Lesya disela pelukannya dengan Saga.
Saga kemudian mengendurkan pelukannya dan menatapnya heran. Saga kemudian menatap Yoo joon yang tengah menggendong Elgara. ia tau jika saat ini Saga tengah mempertanyakan sikap aneh yang di tunjukkan oleh Yoo joon dan Lesya.
.
. bersambung
__ADS_1