It'S Perfect

It'S Perfect
Cairan Minyak


__ADS_3

Dita begitu kebingungan menghadapi banyaknya pengunjung restoran yang didominasi oleh fans dadakannya. karena merasa kuwalahan, Dita mencari Dikta dan juga Alden untuk meminta bantuan.


ia menyusuri tiap sudut restoran namun tidak mendapati keduanya berada di tempat itu. ia justru dikejutkan dengan keberadaan seseorang yang sebenarnya cukup membuatnya menciut.


"pak Samuel, ada yang bisa saya bantu? atau pak Samuel mau mencari pak Alden? " sambung Dita memberanikan diri.


"tidak apa, aku hanya ingin melihat restoran yang dikelola oleh adikku dan sahabatnya. lagi pula saat ini Alden tengah ada urusan di luar, jadi aku tidak ingin menganggunya. dan kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu"


suara bariton Samuel terkesan sangat sexy ditelinga perempuan, namun berbeda dengan Dita, ia justru semakin menciut mendengarnya.


"baik, kalau begitu saya permisi pak Samuel"


Dita pun kini meninggalkan Samuel yang kini menuju lantai atas dimana ruangan Alden dan Dikta berada.


sementara itu kini Kenan yang berada di rumah sendirian pun merasa bingung karena melihat banyak orang didepan rumahnya.


tok tok


pintu belakang rumah pun diketuk oleh seseorang, tidak berpikir panjang akhirnya Kenan membukanya dengan segera.


"kak Yoo joon"


Yoo joon segera masuk dan membawa banyak makanan untuk Kenan.


"kak kenapa didepan banyak sekali orang? " tanyanya dengan wajah polos.


"tenang Kenan, didepan adalah orang-orang yang menyayangi kamu dan kak Dita. mereka semua ingin kamu segera pulih. maka dari itu kau harus makan yang banyak okey? "


"benarkah? kalau begitu aku mau makan yang banyak dan aku bisa cepat sembuh. setelah itu aku akan mengajak kak Yoo joon bertanding"


"siap! "


dengan lahab Kenan pun menghabiskan beberapa makanan yang memang sangat baik dikonsumsi untuk penderita penyakit jantung seperti Kenan.


"aku tau ini akan terjadi Kenan, karna kamu memang anak yang kuat yang patut diidolakan oleh banyak orang. dan aku tau jika kamu memang sendiri jika kakakmu bekerja. dan jika orang-orang disekeliling mu sudah sangat baik seperti ini, aku bisa lega meninggalkan kalian nanti."


"aap maksud kak Yoo joon, memang kak Yoo joon mau pergi kemana?"


"aku akan kembali ke luar negeri Kenan, aku akan membantu pekerjaan orangtuaku disana. aku harap kau bisa menjaga dirimu dan juga kakak mu"


"apa itu artinya kita tidak akan bertemu lagi?"


"no, aku akan selalu bersama kamu Kenan, jadi jangan berkata seperti itu okey? "


"tapi berapa lama kak Yoo joon di sana? "


"sampai akuendapatkan donor jantung yang tepat untukmu! tapi aku ingin kamu berjanji sesuatu padaku"


"apa itu? "


"jangan beritau kak Dita, kalau kakak pergi untuk mencari donor untukmu. kak Yoo joon ingin memberinya kejutan. bagaimana setuju pangeran Kenan Alfaza?"


"baiklah" kini Yoo joon dan juga Kenan saling menautkan jari kelingking mereka.


_

__ADS_1


waktu berjalan cukup cepat, saat ini hari ketiga Alden dan juga Dikta menginap di vila pribadi milik keluarga Dikta.


pagi ini Dikta bangun lebih awal. ia pun segera berkutat didalam dapur untuk membuat sarapan untuknya dan juga Alden.


tangan besar melingkar dipinggangnya, saat itulah Dikta menoleh kearah belakang. dan sebuah morning kiss diberikan oleh Alden. seketika senyumnya terus mengembang.


"udah bangun Al? "


"ya iyalah udah bangun, kalo belum bangun tadi yang kasih itu siapa? "


klek


Dikta mematikan kompor dan membalikan dirinya sehingga menghadap kearah Alden.


Dikta lalu meraih pinggang Alden dan mengikis jarak antara keduanya.


"itu apa yang kamu maksud Al? "


"ya itu lah pokoknya, Ta. udah ah jangan becanda"


"ayo jelasin itu apa? " Dikta terus menggoda Alden yang kini wajahnya sudah seperti kepiting rebus.


cup


Alden pun mengulangi apa yang ia lakukan ketika memeluk Dikta dari belakang. yaitu sebuah morning kiss.


"udah tau kan sekarang? "


Dikta tersenyum dan kini menarik tengkuk Alden dan mengecup bib*r Alden sekilas. namun ia lakukan beberapa kali. hingga membuat Alden menginginkan lebih dan membuat keduanya saling berpagut cukup lama.


-


beberapa kali ia mengawasi keadaan, namun Lesya tidak kunjung keluar dari kamarnya sehingga membuat Liyora harus membersihkannya kembali sampai beberapa kali.


"tu cewek tua kenapa gak keluar-keluar si? kalo kayak gini caranya gue yang capek, gue siram gue lap lagi."


tap


tap


tap


"ah itu pasti cewek tua"


Liyora kembali menuangkan cairan minyak diatas tangga. dan setelah itu ia bersembunyi dibawah tangga untuk memastikan sasarannya berhasil.


"aaa..... "


brug


"yess, pasti tu cewek tua keguguran. daripada gue ketauan, mending gue kabur aja ke kamar" tanpa melihat siapa yang terjatuh, Liyora sudah lebih dulu lari ke dalam kamarnya.


setelah sekitar lima belas menit setelah seseorang terjatuh, seseorang turun dari lantai atas dan berteriak melihat seseorang yang tengah tergeletak diatas lantai.


"mami.. "

__ADS_1


Lesya hendak turun melihat keadaan ibu mertuanya yang tergeletak diatas lantai, namun Saga segera menariknya hingga Lesya terjatuh kedalam pelukannya.


"hati-hati sayang.. "


Saga lalu memeriksa keadaan tangga dengan menyentuh lantai dengan ujung jarinya. ia mencium sesuatu yang tidak asing.


"ini minyak goreng sayang. siapa orang yang sengaja menumpahkan minyak disini? tidak mungkin kan jika minyak itu jalan kesini sendiri? "


sontak Saga dan juga Lesya merasa ada sesuatu yang tidak beres dirumah mereka. namun mereka kembali tersadse saat ini ibunya terbaring pingsan dilantai.


"astaga mami"


Saga dan Lesya menuruni tangga secara perlahan. mereka kemudian memeriksa keadaan Lisa yang sudah tidak sadarkan diri dengan pelipis yang berdarah.


"ada apa ini? " tanya Saka yang baru keluar dari kamarnya.


"mami sepertinya jatuh karena terpeleset dari tangga kak, kita harus segera membawa mami ke rumah sakit"


"tunggu sebentar, papi dimana? " tanya Saka.


"entahlah, kami belum melihat papi sejak tadi"


"Dina.. Dina.. " Saka memanggil Dina beberapa kali.


"iya mas Saka, ada apa? astaga buk Lisa. ada apa ini kenapa buk Lisa bisa seperti ini? "


"itu gak penting, yang penting kamu cari papi saya, kasih tau kalo mami saya akan dibawa ke rumah sakit. "


"baik mas"


Liyora pergi untuk mencari keberadaan tuan Darmawan, dan disepanjang ia mencari tuan Darmawan, Liyora begitu kesal karena lagi-lagi rencananya harus gagal dan bahkan salah sasaran.


'kenapa bisa tante Lisa si yang jatuh? sebenernya punya nyawa berapa si cewek tua itu!'


"ah itu om Darma"


Liyora segera memasang wajah cemas dan sedikit terengah.


"ada apa Dina, kenapa kamu kelihatannya sangat cemas? "


"itu pak, buk Lisa mau dibawa kerumah sakit. tadi buk Lisa jatuh dari tangga"


dengan segerasegera tuan Darmawan dan keluarganya membawa Istrinya untuk dilarikan kerumah sakit. namun saat itu ditengah jalan terjadi kemacetan yang sangat padat.


"Saga, bagaimana ibumu jatuh dari tangga? "


Saga yang saat itu tengahbmengemudi segera melihat kearah Ayahnya. "darimana papi tau kalo mami jatuh dari tangga? "


"tentu saja Dina, tadi dia yang memberi tau papi"


"Dina? "


seketika Lesya dan Saga saling bertatapan, mungkin saat ini mereka memiliki pemikiran yang selaras.


.

__ADS_1


. bersambung


.


__ADS_2