It'S Perfect

It'S Perfect
Tidak Pernah Berubah


__ADS_3

Alden menghabiskan bubur yang Alden buat dengan air mata yang terus mengalir tanpa sepengetahuan Dikta. hatinya hancur ketika seseorang yang ia harapkan mematahkan harapannya begitu saja.


'gue emang pantes dapetin ini dari Dikta. mungkin waktu itu Dikta lebih sakit dari pada perasaan ku gue saat ini'


Setelah Alden menghabiskan buburnya, Dikta segera menaruh mangkuk bubur ke dapurnya dan kembali membawa segelas susu untuk Alden. namun saat itu ketika Dikta kembali ke kamarnya, ia sudah tidak mendapati Alden di sana.


"kemana Alden? dia belum benar-benar pulih"


Karena merasa khawatir dengan Alden, Dikta hendak mencari Alden. namun ia mengurungkan niatnya untuk itu.


"nggak, aku nggak boleh kejar Alden. kalo aku ngejar dia, dia bakal semakin nekat dari pada semalem. seperti ini lebih baik"


_


"Syukurlah keadaan kamu sudah membaik sekarang sayang" ucap Lesya sembari mencium lembut Elgara yang tengah tertidur.


Karena Elgara masih tertidur, Lesya memutuskan untuk membuat sarapan untuknya dan juga yang lainnya yang masih tertidur karena kelelahan setelah kejadian kemarin, dimana mereka seperti sekelompok buronan hewan buas yang kapan saja bisa menghabisi mereka.


"lebih baik aku membuat sup ayam ginseng. disini cuacanya sangat dingin, menu ini akan bagus untuk mereka juga kan"


Dengan kemampuannya, Lesya begitu cekatan berkutat dengan alat-alat dapur dan juga bahan-bahan makanan seperti sayuran dan daging yang biasanya seorang pebisnis tidak akan terlalu menguasai dibidang ini. tetapi berbeda dengan Lesya yang justru sangat pandai di bidang memasak. dan hal ini lah salah satu hal yang sangat di sukai oleh Saga dari Istrinya.


Dan saat itu tanpa Lesya sadari sebuah tangan melingkar di pinggang rampingnya dan mencium tengkuknya dengan lembut.


"Saga, disini banyak orang"


"biarkan saja! aku sangat merindukan istriku, jadi aku tidak perduli sekalipun ada banyak orang. biarkan saja mereka melihat, karna kau istriku. tidak ada yang bisa melaramgku untuk mencium istriku sendiri"


Itulah Saga yang sering bertingkah seperti anak-anak ketika berdua dengan Lesya. namun hal itulah yang sangat di rindukan oleh Lesya. karena Lesya adalah seseorang yang sangat serius, dan dia terbiasa dengan kerecehan dari suaminya yang sangat pandai mengatur suasana hatinya.


"uhuk... uhuk.. "


Suara batuk yang di sengaja berhasil membuat Saga melepaskan pinggang Lesya dan menoleh ke sumber suara. dan ternyata Dylan bersama dengan Andi yang menuju ke dapur.


"Kayaknya kita salah waktu ni Ndi" sindir Dylan.

__ADS_1


"lebih baik bapak belajar tentang ini, siapa tau berguna untuk bapak nantinya" sahut Andi.


"kau benar Andi, harusnya tadi kita mengambil videonya supaya aku tidak melupakannya kan? " ucap Dylan sembari tersenyum kepada Andi.


"Dylan" Lesya mengisyaratkan untuk tidak meneruskannya, namun Dylan memang sangat senang untuk menggoda Lesya hingga wajahnya memerah.


"kenapa Lele,. kau dari dulu tidak berubah. benar-benar manja"


"Dylan.. " dengan membawa spatula di tangannya, ia mengejar Dylan dan ingin memukulnya dengan spatula yang ada ditangannya, namun saat itu Saga mengingatkan Lesya tentang masakannya sehingga membuatesya berhenti mengejar Dylan dan kembali fokus dengan masakannya.


Setelah menyiapkan makanan, dimeja makan Lesya mempertanyakan bagaimana dengan keadaan di kantor.


"tenang saja Lele, sepupumu ini sangat pandai. aku bahkan bisa menangani semuanya dalam waktu semalam" Dylan menyombongkan diri hingga membuat semuanya terkekeh.


Sontak tawa itu hilang ketika Lesya memperhatikan Yoo joon yang hanya mengaduk sarapan paginya.


"ada apa Yoo joon? " Tanya Lesya, namun tidak mendapat balasan dari Yoo joon yang masih termangu.


Drrrtttt Drrrtttt


"kenapa Bisa seperti itu?"


"baiklah, suruh sebagian keamanan yang aku miliki untuk datang kesini. dan untuk yang lain, kalian amankan tempat-tempat yang sudah di acak-acak oleh mereka."


klik


Dylan mengakhiri sambungannya dan wajahnya menjadi merah padam


"ada apa Dylan? " tanya Yoo joon yang sudah tidak melamun ketika Dylan mendapat sebuah telepon.


"anak buah dari Zora berhasil menemukan vila dan tempat lainnya. mereka mengacak-acak semuanya. bahkan ada beberapa yang terluka oleh mereka"


"apa? mereka sebahaya itu? " tanya Andi


"ya, mereka sangat bahaya karena ayah dari Zora adalah seorang mafia. itulah yang aku dapatkan dari detektif suruhanku.

__ADS_1


Drrrtttt Drrrtttt


lagi-lagi Dylan mendapat sebuah panggilan dari anak buahnya.


" ada apa lagi? "


"... "


Cukup lama Dylan berbincang dengan anak buahnya. akhirnya Dylan mematikan sambungannya. dan kali ini wajahnya jauh lebih tegang dari yang sebelumnya.


"kita harus pergi sekarang. karena anak buahku bilang jika anak buah mafia itu menuju kesini"


"yang aku tau, Zora anaknya sangat ambisius. dia tidak akan berhenti sebelum ia mendapat apa yang dia inginkan" timpal Saga


"sepertinya aku tau meminta bantuan kepada siapa"


Selang beberapa saat akhirnya Lesya dengan yang lainnya sampai di sebuah tempat, yaitu kantor milik Arga.


saat itu Dylan turun dari mobilnya dan menemui Arga. dan selang beberapa saat Dylan kembali bersama dengan Arga.


"Dylan, kenapa ku meminta bantuan dengannya? " Lesya memang kurang senang jika berhubungan dengan Arga.


"Orang yang bisa kita mintai bantuan adalah Arga Lesya. sekarang kita akan pergi ke pulau miliknya dengan helikopter. dan yang lain bisa kembali dan mengendalikan kantor, khususnya kamu Yoo joon. dan Andi, kamu bantu Yoo joon"


"baik Pak" balas Andi.


Tetapi sebelum pergi, Arga berbicara dengan Andi.


"aku sudah bercerai dengannya, jadi aku tidak ada urusannya dengannya" balas Andi


"aku tau itu, tapi aku mau kamu membuat ibumu berhenti menganggu Via. Doni bilang ibumu datang beberapa kali dan membuat Via drop, sehingga ia butuh waktu lebih lama di rumah sakit"


Andi tertegun ketika mendapat berita itu dari Arga. ’mama, apa yang mama mau sebenarnya? ’


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2