
"syukurlah, akhirnya aku sudah sampai." Saga segera berlari dari arah gerbang, dimana saat itu ia melihat sebuah mobil yang ia tidak kenali pemiliknya.
"itu mobil siapa? kenapa ada disini? lalu Lesya? "
dengan langkah besar Saga membuka pintu dengan kasar. pandangannya terbesar mencari keberadaan Lesya. dan saat itu ia mendapati Lesya yang tertidur di sebuah sofa.
Saga perlahan mendekat dan mengusap lembut wajah Lesya yang terlihat sangat letih.
"kau sudah pulang Saga"
sontak suara tersebut membuat Saga menoleh. Saga kemudian bangkit dan menatap Yoo joon penuh selidik.
"Yoo joon, kenapa kau ada dirumahku?"
"tidak ada alasan khusus, aku hanya ingin menemui sahabatku. tetapi ternyata dia tidak dalam keadaan baik-baik saja ketika aku datang"
Saga lalu kembali terduduk dilantai dan memandangi wajah istrinya yang terlelap.
"harusnya kau tidak lakukan apapun yang bisa melukai istrimu Saga, karena itu bisa berpengaruh dengan kandungannya."
"aku tau Yoo joon, tapi apa yang diketahui Lesya itu semua nggak bener. karena aku nggak pernah kenal sama pengirimnya."
"baiklah, ikut denganku"
Setelah meletakkan air putih di atas meja, Yoo joon membawa Saga ke ruangan yang berbeda agar tidak menganggu Lesya yang tengah terlelap.
"coba kau ceritakan semua Saga"
"apa yang harus aku ceritakan?"
"ketika kau ada di sana dan kegiatan apa yang kau lakukan selama di tempat itu."
"baik lah aku akan ceritakan semua yang aku ingat dan yang aku lakukan,"
Saga kini mulai menceritakan ketika awal mereka merencanakan liburan hingga ketika ia mempersiapkan sebuah kejutan makan malam romantis yang harus ia ubah menjadi makan siang. Saga juga menceritakan perubahan sikap Lesya yang menjadi moody-an. sebentar dia marah, sebentar dia senang dan sebentar dia manja.
"baiklah, lalu siapa saja yang tau tentang liburan kalian berdua? "
"memang harus aku memberitahu tentang itu? "
"karena itu penting!" tukas Yoo joon.
"baiklah, aku akan memberitahumu. yang pasti kedua orang tua kamikami, kak Saka Dylan, dan juga perawat kak Saka yaitu Dina"
"lalu dimana mereka saat ini? bukannya setahuku Saka tinggal disini! dan semenjak aku disini aku tidak melihatnya"
__ADS_1
"mungkin saja dia dikamarnya, atu di tempat lain! "
"itu tidak mungkin, disini hanya ada satpam didepan rumah. karena sejak tadi tidak ada pergerakan atau suara siapapun disini"
Mendengar apa yang dikatakan oleh Yoo joon Saga kemudian berinisiatif untuk mencari keberadaan kakaknya dan juga perawatnya.
"sebwntar Yoo joon, aku harus memastikan" ucap Saga dan berlalu pergi.
setelah beberapa menit Saga meninggalkan Yoo joon, ia kembali dengan raut wajah yang kebingungan.
"ada apa Saga, apa mereka tidak ada disini?" Saga segera. mengangguk pertanyaan dari Yoo joon.
"itu berarti ada kemungkinan Saka yang melakukan hal itu Saga. dari yang aku tangkap dari ceritamu dan juga Lesya, selain orang tua kalian Saka lah yang mengetahuinya. dan siapa yang lebih mengenalmu lebih baik darinya kan? tentu saja dia akan mengetahui semuanya dan membuat surat palsu seperti itu." ucap Yoo joon panjang lebar.
"itu tidak mungkin Yoo joon, kak Saka belum bisa berjalan. mana mungkin dia bisa melakukannya. dan lagian keuangannya saat ini tidak baik-baik saja sehingga bisa membayar orang untuk melakukan hal ini"
"ingat Saga, terkadang musuh terbesarmu adalah seseorang yang sangat dekat denganmu!"
Peringatan Yoo joon mengingatkan Saga dengan pengkhianatan yang pernah dilakukan oleh Saka. namun hal itu juga menjadi mustahil saat ini, karena seorang yang dirinya susah berjalan dan ada masalah finansial, mana mungkin bisa membuat rencana seperti itu?
drrtt drrttt
ponsel Saga berdering, dimana disana ia menerima panggilan dari Dina.
"halo mas Saga, ini saya Dina. saya saat ini membawa mas Saka untuk check up, karena ia mengatakan bahwa kakinya merasa sakit mas. dan saya minta maaf karena baru telfon, karena mungkin pemeriksaannya akan lumayan lama mas Saga"
Saga lalu mengakhiri sambungannya. ia menatap Yoo joon dengan tatapan penuh arti. "kau lihat Yoo joon, kakakku sedang di rumah sakit, dan dia tidak mungkin melakukan itu.
"baiklah sementara kita bahas itu nanti, ada yang aku ingin tanyakan denganmu! "
"apa yang akan kau tanyakan? "
"sejak kapan Dita dekat dengan Alden, sehingga dia menjadi calon istri Alden"
"apa? calon istri? "
dari jawaban Saga, sudah dipastikan bahwa Saga juga baru mengetahui apa yang Yoo joon katakan. dan kini harapannya adalah Lesya. dan kebetulan saat itu Lesya sudah berada diambang pintu ruang tengah dimana Saga dan Yoo joon berbincang.
"apa yang kamu katakan Yoo joon? bagaimana bisa Alden membuat Dita sebagai calon istrinya, padahal dia itu menyukai orang lain"
"apa? dia menyukai orang lain dan akan menjadikan Dita pasangannya? ini nggak bisa aku biarkan! "
"eh eh.. jangan gegabah Yoo joon, kita selidiki saja dulu" sahut Saga. ia lalu melihat Lesya dan berjalan ke arahnya.
"sayang kamu udah bangun?"
__ADS_1
Saat itu Lesya masih terlihat sangat kesal dan marah terhadap Saga, sehingga ia memilih untuk langsung pergi kekamarnya.
"maaf Yoo joon, aku harus menyusulnya"
"tidak masalah, aku juga harus pergi dulu Sgaa. tolong jaga sahabatku, jangan sampai kau melukai perasaannya. jaga dirinya dan juga calon anak kalian"
_
Lampu ruang operasi tengah padam, seorang dokter keluar dari ruang Operasi.
"operasi berjalan lancar, dan kalian bisa menemuinya setelah kami pindahkan pasien ke ruang rawat."
"baik dok Terima kasih" ucap Dita.
setelah Kenan dipindahkan ke ruang rawat, Dita segera menemaninya didalam dengan ditemani oleh Alden dan juga Dylan. namun saat itu Riana harus pergi terlebih dulu karena harus pergi keluar negeri bersama dengan suaminya untuk mengurus masalah bisnis.
didalam sana Dita begitu mencemaskan Kenan yang belum sadar. dan saat itulah Dylan kembali mempertanyakan tentang ucapan Riana yang mengatakan Dita adalah calon istri Alden.
"sebenernya apa yang tidak aku ketahui? " ucap Dylan memecah keheningan.
"aku akan menjelaskan semua" Alden kini mulai angkat bicara. ia mengatakan melakukan hal ini hanya untuk sementara, ia hanya tidak ingin terus dijodohkan dengan orang lain dan membayar Dita untuk menjadi kekasih pura-pura nya.
"jadi uang untuk operasi adalah uang dari Alden Dita? "
Dita mengangguk ucapan Dylan a saat itu Dylan menarik Dita kedalam pelukannya.
"harusnya kau tidak perlu melakukan ini Dita. aku sudah katakan kalau aku akan membayar semua biaya untuk Kenan"
Dita menatap dalam Dylan yang juga menatapnya. "tidak bisa kak Dylan, aku hanya tidak ingin banyak berhutang budi. kau sudah mendapatkan donornya. mana mungkin aku akan menyusahkanmu lebih? "
'jadi Dita mengira aku yang menemukan donor untuk Kenan? lebih baik akau katakan kalau yang mendapatkan donor jantung adalah Yoo joon bukan aku.' batin Dylan.
"dengar Dita Yoo joon yang-"
"Kak Yoo joon" suara Kenan membuat semuanya terhenyak dan segera mendekat ke arahnya.
"ada apa sayang, ini kakak. ini kak Dita sayang. kak Dylan tolong panggilkan dokter, katakan Kenan sudah sadar"
"kenapa Kenan memanggil nama Yoo joon Dit? " tanya Alden.
"sebenarnya Kenan sangat dekat dengan kak Yoo joon Al, dan kak Yoo joon dulu berjanji akan mencarikan donor untuknya bahkan dia akan menemani Kenan saat operasi. tapi kak Yoo joon bohong. dia bahkan tidak menghubungi Kenan sampai detik ini! " terdengar jelas nada kekecewaan dari Dita saat ini.
"sebenernya hubungan kalian ini gimana si Dit? lo itu deket sama Dylan atau Yoo joon?"
sontak pertanyaan dari Alden membuat Dita dan Dylan menjadi terdiam.
__ADS_1
.
. bersambung