It'S Perfect

It'S Perfect
Seblak


__ADS_3

Dikta duduk disofa dekat televisi yang ada dikamar Alden. Dikta memperhatikan foto-foto yang ada diatas nakas. saat itu Dikta menyunggingkan senyumnya ketika melihat foto masa kecil Alden.


"lu kenapa Ta, senyam senyum kaya kodok kujanan aja!" ujar Alden yang baru keluar daei ruang ganti yang ada dikamarnya.


"gak pa-pa, emang kenapa kalo gua senyum?"


"ya gak pa-pa si Ta, cuman gua ngeei kalo lu senyum kaya gitu. takutnya lu kesurupan. soalnya lu kan biasa datar-datar aja, ini lo senyum? kan aneh!" tukas Alden.


"enak aja lu Al"


"eh tunggu Ta, kemaren kita kan gak ketemu sama mba Lesya karna kemarin dia gak ada dikantor, gimana kalo sekarang aja kita nemuin mba Lesya!"


Dikta terlihat memikirkan sesuatu, awalnya dia seteuju dengan saran dari Alden, namun ia menggelengkan kepalanya.


"kenapa Dikta? lu gak setuju!"


"gua setuju kok, cuman gak sekarang. nanti sore aja Al. soalnya jam segini itu biasanya sibuk-sibuknya orang di kantor!"


"bener juga yang lu bilang Ta!" Alden mengangguk sembari seperti memikirkan sesuatu.


sementara itu saat ini Lesya tengah berkutat dengan berkas-berkas yang harus ditanda tangani oleh Arga. saat itu Arga terus memperhatikan Lesya, dan disitulah Arga memikirkan sesuatu untuk kembali mengerjai Lesya.


"Lesya.."


"iya pak, ada yang bisa saya bantu?"


"gue mau lo beliin gue makan siang plus minumannya yang bikin seger!"


"baik pak!"


setelah Arga memberi beberapa lembar uang, Lesya segera mebeli aoa yang diperintahkan oleh Arga.


setelah beberapa menit, Lesya tiba di ruangan Arga. namun saat itu Arga tengah menghubungi rekan bisnisnya.


Arga yang sudah selesaipun segera melihat makanan yang sudah Lesya belikan.


"ini udah dingin, gue mau lo cariin yang lain. di restorang ujung jalan disana sepeetinya makanannya enak. cepat beliin sekarang juga!"


lagi-lagi Lesya menuruti ucapan Arga. dan setelah Lesya sampai dengan makanan yang Aega mau, saat itu tiba-tiba Arga berpura-pura menumpahkannya.


"oops.. gue mau lo cariin gue seblak yang super pedes sekarang juga!"


"tapi pak, sebentar lagi meeting akan dimulai pak bagaimana kalo setelah meeting baru saya carikan pak!"


"gue gak suka di tawar!" tukas Arga.


"baik pak" Lesya keluar ruangan dengan sangat kesal. 'sebenernya maunya tu orang itu apaan si. mana aku belum makan siang, perutku rasanya sakit!'


sementara itu Arga yang melihat kekesalan diwajah Lesya, ia merasa sangat puas. dan sewaktu Lesya pergi Arga diam-diam sudah menyuruh Doni untuk membawakan makan siang. dan disaat Lesya datang, saat itu Arga tengah menikmati makan siangny.


"permisi pak, ini pesanan bapak!" Lesya meletakkan seblak pesanan Aega dimeja.

__ADS_1


"gue udah kenyang, lebih baik lo aja yang makan!"


"tapi pak saya ti-"


"ini perintah"


"baik pak"


awalnya Lesya ragu untuk memakan makanan tersebut, namun karena Arga mengatakan itu adalah perintah, Lesya tidak bisa menolaknya. Lesya adalah pemimpin yang tegas, dan disaat dia menjadi seorang karyawan dia juga menjunjung sikap taatnya tersebut.


Lesya mulai menyuap sendok demi sendok seblak super pedas tersebut. hingga akhirnya Lesya sudah menghabiskannya. tanpa membiarkan Lesya bernafas, Arga mengajaknya untuk meeting.


ketika Lesya dan Arga sampai diruang meeting, tiba-tiba terdengar sesuatu.


preetttt...


preteetetet...


"maaf semuanya, saya harus izin kebelakang!"


melihat Lesya yang menjadi tegang dan terlihat menahan malu membuat Arga menahan senyum. didalam hatinya Arga tertawa melihat Lesya menahan rasa malunya didepan para staf kantor.


"baik, kita mulai saja meetingnya. Doni, silahkan peesentasi!"


"baik boss"


Arga memang sudah merencanakan hal ini, maka dari itu ia sudah menyuruh Doni untuk menyiapkan presentasi untuk dibahas dimeeting kali ini.


-


Saga sengaja datang di tempat ia bekerja sebelum jam kerjanya mulai. ia melihat sekeliling coffee shop, ia mencari seseorang yang menurutnya bertanggung jawab atas postingan yang ia lihat tadi pagi.


dan benar saja, selang beberapa menit ia melihat kedatangan Elsa bersama dengan kedua sahabatnya yang selalu mengikuti kemanapun Elsa pergi.


dan saat itu Elsa melihat Saga yang duduk sendirian pun segera mendatangi meja Saga dan duduk disana. sementara itu, kedua sahabatnya duduk di meja yang lain.


"hai kak Saga.."


"apa gak ada yang mau lo bahas sama gue Elsa?" tanya Saga sembari menatap Elsa penuh selidik.


"emm maaf kak, apa maksud kak Saga?"


Elsa memasang wajah polosnya, ia bersikap tidak tau apa-apa dengan apa yang di maksud dengan pertanyaan Saga saat ini.


"ini akun milik lo kan? kenapa lo upload kaya gini, sebenernya apa tujuan lo?" Saga masih berusaha berbicata dengan pelan, ia tidak ingin mencari perhatian dsri pengunjung coffe shop.


"astaga.." Elsa terlihat terkejut, saat itu ia meradang ketika melihat postingan yang ada di akun media sosial miliknya.


Elsa menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya.


"ini bukan aku kak! kak Saga inget kan kemarin aku kehilangan hp aku. ini semua pasti perbuatan orang yang nemuin hp aku kak! dan buat orang ini, bener-bener gak bisa dibiarin. dia udah edit foto kita kaya gini kak!"

__ADS_1


'bener juga yang dibilang sama Elsa! kemaren gua yang bantuin dia cari hp nya kan? terus siapa orang yamg udah kurang ajar mau bikin rumah tangga gua sama Lesya hancur'


"emm kalo emang bukan lo, gua harus kerja dulu. soalnya ini udah jam kerja gua!"


"iya kak, tapi aku janji aku bakal klarifikasi soal ini biar gak ada salah paham kak. biar istri kakak gak salah paham!"


"lo tau darimana gue udah nikah?"


"iya soalnya alu gak sengaja denger dari temen-temen kak Saga waktu itu" Saga hanya mengangguk dan berlalu pergi.


sore itu pengunjung ramai seperti biasa, karena memang semenjak Saga bekerja ditempat itu, setiap sore hingga malam hari coffe shop selalu dibanjiri pengunjung.


ketika Saga tengah sibuk meracikkan kopi untuk beberapa pengunjung, ia tidak menyangka saat itu justru boss dari istrinya yang datang ditempat itu bersama dengan tangan kanannya.


saat itu Saga memilih untuk fokus membuatkan kopi untuk Arga dan juga Doni. setelah selesai dengan kerjaannya, tiba-tiba ponsel Saga berdering.


"tumben jam segini Dikta telfon gua, ah tapi nanti dulu gua yang telfon dia. mending gua kelarin dulu kerjaan gua, takut kena smprot gua." Saga memasukkan ponselnya kedalam saku celananya dan kembali meracik kopi.


Drrrttt drrttt


"ini siapa lagi si" Saga melebarkan matanya ketika melihat nama yang tertera di ponselnya. ia mengembangkan senyumnya dan siap untuk menjawab panggilan tersebut.


sebelum mengangkat telfon, Saga merampungkan racikan yang ia buat.


"halo mba istri.."


ketika mendengar Saga menyebut mba istri, diam-diam Arga melirik ke arah Saga.


"...."


"Dikta? kenapa lu telfon gua pakek hp istri gua?"


"..."


"apa? rumah sakit? oke, lu shareloc biar gua langsing cabut kesitu"


Saga segera meraih jaketnya dan meminta izin kepada managernya untuk pergi. "pak, saya hatus kerumah sakit. isyri saya masuk rumah sakit pak!"


"istri? kami sudah menikah! bukannya kamu masih sekolah Saga?"


"itu saya jelasin nanti ya pak, saya harus pergi sekarang!" Saga pun segera pergi meninggalkan coffe shop. sementara itu Arga juga segera mengajak Doni untuk pergi.


"kita ke rumah sakit sekarang Don!"


"apa bu Lesya sakit gara-gara lo ngerjain dia tadi Arga?!"


.


.


.bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2