
Semenjak pertemuannya dengan Arga waktu itu, Via sering mengurung diri didalam kamarnya. bahkan Andi sangat sulit jika ingin berbicara dengan Via ketika berada dirumah.
Dan pagi itu Andi berinisiatif untuk membuat sarapan yaitu nasi goreng.
tap tap tap
Via menuruni tangga dengan masih mengenakan piyama tidurnya karena seperti biasa, Via akan memasak untuk sarspannya dan Andi.
namun baru saja ia menginjak dapur, ia justru merasa sangat mual.
"huek.. "
"huek... "
Via berlari menuju wastafel yang ada di belakang Andi. beberapa kali Via muntah hingga membuat Andi menghentikan aktifitas memasaknya dan memeriksa suhu badan Via.
"lo demam Via, ayi kita ke rumah sakit Vi, gue takutnya lo sakit apa"
tanpa banyak bicara, Via menuruti Andi dan mereka bersama alergi ke rumah sakit. setelah melakukan pemeriksaan, Andi kini masuk ke ruangan dokter bersama dengan Via.
"Via sakit apa dok? "
Dokter tersenyum melihat Andi yang sangat gelisah. bahkan beberapa kali Andi menghentakkan kalinya agar tidak bergetar sama sekali.
"jangan khawatir, istri anda hanya sedang hamil saja. itu wajar bagi para ibu yang baru memasuki satu minggu usia kandungan." tutur sang dokter.
"apa? hamil? "
"iya Pak, anda sebentar lagi menjadi seorang ayah. saya akan meresepkan beberapa vitamin dan obat mual untuk istri anda, tolong segera tebus obatnya ya pak"
"i-i-iya Dok"
disaat Dokter menulis beberapa resep obat, kedua netra Andi tertuju pada kedua tangan Via yang mengepal hingga buku kuku-kuku tangannya memutih.
Dan setelah menjalani pemeriksaan dari Dokter dan dinyatakan sedang mengandung, Via memutuskan untuk izin tidak berangkat ke kantor. sementara itu Andi tetap harus berangkat untuk menyelesaikan beberapa berkas untuk memenangkan tender kembali.
__ADS_1
Saat di kantor Andi terlihat gusar, dan hal itu di ketahui oleh Lesya yang juga memilih untuk ke kantor sebelum menemani Yoo joon di rumah sakit.
"Andi, apa ada masalah dengan kantor? "
"emm tidak bu Lesya, ada apa ya bu. "
"soalnya dari tadi aku lihat kamu itu seperti tidak fokus, kalau memang kamu tidak enak badan, kamu bisa pulang cepat dan istirahat Andi" ujar Lesya.
Ya, Lesya memang perhatian dengan semua pegawainya. hingga terkadang itulah yang membuat salah paham dan membuat Andi menaruh hati kepada bos nya itu.
"maaf Bu Lesya, saya akan lebih fokus"
"baiklah, kalau begitu kita tambahkan poin penting di sini" Lesya mulai membahas kembali tentang proposal yang akan di ajukan untuk calon investor di perusahaannya.
Hingga jam istirahat kantor tiba. saat itu Di kantin kantor, Andi mulai menyuap makan siangnya. tetapi bayangan Via ketika mengetahui dirinya hamil menguasai pikiran Andi.
"gue harus balik sekarang. gue harus cek keadaan Via"
Andi melajukan mobilnya dalam kecepatan tinggi, hanya memerlukan waktu lima belas menit, Andi sudah berada di halaman rumahnya. dengan Langkah besar Andi masuk dan mencari keberadaan Via yang ternyata tidak ada di dalam rumah.
"Via kemana? " Andi mencoba mengingat tempat yang biasa didatangi oleh Via ketika ia sedang sedih.
Dan benar apa yang di pikirkan oleh Andi, Via terduduk di halaman belakang dengan kertas yang ia genggam di tangannya.
"Via.. "
Via menoleh ke arah sumber suara yang baru saja memanggilnya. suara yang beberapa hari ini ia sangat jarang mendengarnya.
Dengan mata sayunya, Via menatap Andi datar.
"Andi, kebetulan lo pulang. ada sesuatu yang harus lo tanda tangani"
Via mengulurkan kertas yang ada ditangannya kepada Andi, dan dengan segera Andi meraihnya dan mulai membaca tulisan yang tertera di kertas itu.
Kedua mata Andi membulat sempurna ketika tau bahwa surat yang ada ditangannya adalah surat gugatan cerai dari Via.
__ADS_1
"Via, apa yang lo lakuin? kenapa lo mau kita cerai? "
"gue tau selama ini lo suka sama bu Lesya. tapi lo jangan dekati bu Lesya ya Ndi, bu Lesya itu udah milik pak Saga." tutur Via dan kemudian ia bangkit dan berdiri dihadapan Andi yang masih menatapnya lekat.
"dan sekarang gue nyerah buat jadi istri lo, dan Lo bisa cari perempuan lain. tapi please jangan kejar bu Lesya lagi Andi!"
Andi tertegun ketika tau bahwa Via sudah mengetahui perasaannya terhadap Lesya. tetapi Andi juga sangat terkejut ketika Via menyerah dengan hubungan mereka.
"gue emang kagum sama bu Lesya Vi, tapi gue sadar bu Lesya udah nikah. tapi kenapa lo tiba-tiba berpikir buat cerai sama gue? gue kan udah pernah bilang sama lo kalo gue mau nikah satu kali seumur hidup Vi. atau.. lo minta cerai karena pak Doni?"
"ada apa sama pak Doni? bahkan gue gak deket sama pak Doni,Andi"
"pak Doni itu suka sama lo Vi, dan gue tau lo pasti sadar akan sikapnya yang baik sama lo"
"mungkin pak Doni sama halnya sama lo Andi, kalian baik sama gue karena emang kalian orang baik. dan lo tau betul alesan gue minta cerai Andi. kita emang gak bakal bisa buat jalanin rumah tangga yang kita sembunyiin ini. jadi lo bisa tanda tangan sekarang! " Via begitu sedih saat itu.
Andi mengepalkan tangannya dengan rahangnya mulai mengeras berjalan lebih dekat kearah Via yang ada dihadapannya. hingga Via yang terus mundur. namun Andi tidak membiarkan hal itu dan menarik Via kedalam dekapannya.
"gue tau lo minta cerai karena lo hamil kan Vi? tapi gue gak akan cerai lo sampek kapanpun."
Via lalu mendorong tubuh Andi dan menatapnya tegas. "buat apa Andi? buat apa kita bertahan hmm? "
"buat oma gue, dan juga buat bayi ini!" Andi menyentuh perut Via yang masih rata. "apa lo tega, ketika bayi ini lahir dan dia akan menanyakan siapa ayahnya? aku yang akan menjadi ayahnya Via. dan aku akan membesarkannya bersama dengan mu! "
Kali Andi begitu terlihat tegas dan yakin. suaranya dan kata-katanya yang lugas membuat Via semakin terisak.
"jadi lo gak boleh nyerah buat jadi istri gue Vi"
"enggak Andi, gue gak akan biarin lo yang nerima tanggung jawab yang harusnya orang lain lakukan lo gak pantes buat itu Andi. gue gak akan ngerusak masa depan lo dengan terus nGurusin gue dan bayi gue! "
Andi lalu mendongakkan wajah Via, ia menatapnya dengan lekat. "lo lihat keseriusan gue Vi"
"gue gak mau lo hidup tanpa seseorang yang lo cinta Andi, gue gak mau! " pekik Via.
"oke, kita berhenti ngomongin ini. besok lo harus ke kantor. ada sesuatu yang harus kita bahas disana! dan lo jangan lupa bawa surat cerai itu! " Andi keluar rumah dengan keadaan marah. dan hal itu semakin membuat Via bersedih.
__ADS_1
"apa lo bakal tanda tangan surat itu di kantor Andi? "
. bersambung