
Dikta terus mengamati Alden yang terduduk di teras rumahnya, ia merasa simpatik melihat keadaan Alden. oramg yang dulunya selalu ceria, kini tidak ada sedikitpun senyum diwajahnya. dan akhirnya Dikta menghampiri Alden yang tengah termenung.
"lu mikirin apa si Al? masih mikirin soal surat kaleng!"
Alden mencari sumber suara yang membuyarkan lamunannya. ia menarik nafas dalam dan mengukir senyum tipis diwajahnya. "enggak kok Ta, gua cuman lagi merenungi apa yang seharusnya gua renungkan dari dulu."
mendengar ucapan Alden, dikta mengernyitkan dahinya. Dikta jarang sekali melihat Alden yang seserius seperti saat ini.
"harusnya gua gak mabuk dan gak bikin masa depan Friska hancur." ucap Alden dengan suara yang sendu.
"tapi tunggu Al, coba kita inget-inget sekarang." Dikta menjeda ucapannya dan memutar kursi roda Alden. saat itu tangan dikta yang bertumpu di kaki yang sebelah dan lutut satunya menyagga dirinya, ia mensejajarkan posisinya dengan Alden.
"kalo kita ingat masalah kehamilan Friska itu udah lama berlalu, bahkan Friska udah keguguran. kita juga tau Friska seperti apa, dia bukan gadis yang gampanga tumbang hanya karena hinaan daei orang lain. jadi tidak mungkin dia mengakhiri hidupnya hanya karena video itu!"
"apa yang lu bilang bener Ta! Friska yang gua kenal gak selemah itu!" kini Alden turut memikirkan hal yang sama dengan Dikta.
Drrrttt drrttt
ponsel Dikta bergetar, ketika Dikta memeriksanya itu adalah panggilan dari Saga. hari ini memang sekolah diliburkan dikarenakan insiden kematian Friska hingga lusa.
"ada apa Ga?"
"gua sama Lesya mau ketemoat lu, lu dirumah gak?"ujar Alden diseberang telefon
"gua dirumah Alden, lu kesini aja sama mba Lesya.!"
setelaha mengakhiri panggilan, selang beberapa menit Saga dan Lesya tiba dirumah Alden. saat itu Dijta dan Alden sudah menunggu kedatangan Lesya dan Saga di ruang tengah milik Alden.
tanpa membuang waktu, Lesya menyodorkan ponsel miliknya.
Dikta dan Alden melihat apa yang ditunjukkan oleh Lesya bersamaan. mereka berdua menatap satu sama lain, berusaha mencerna apa yang mereka lihat.
"kenapa ini bisa ada di hp mba Lesya?" tanya Alden.
"dan kenapa mba Lesya baru beritahu kita soal ini!"
"jadi gini.."
_Flashback On
__ADS_1
Saga terus memeluk istrinua pagi itu, sampai-sampai ketika istrinya tengah menyiapkan makanan, ia terus memeluk Lesya dari belakang.
"Saga, aku lagi masak" ujar Lesya
"iya aku tau, tapi aku mau meluk mba Istri sampek selesai masak!"
bahkan Saga sesekali memasukkan kepalanya keceruk leher istrinya.
"Saga.." protes Lesya yang merasa geli.
" oh ya sayang, akhir-akhir ini aku gak pernah lihat si Arga Arga itu ngubingin kamu. biasanya kami baru pulang aja langsung disuruh inilah, itulah"
"hihh ni anak cowok mulutnya bawel banget!" Lesya memutar tubuhnya dan menghadap Saga. dengan cepat Lesya mencubit gemas hidung mancung suaminya.
"dari pada kamu bawel, mending kamu buka buku, belajar. kamu kan bentar lagi ulangan kenaikan kelas!"
"astaga mba istri, ini kita baru melek lo. ini masih pagi buta udah disuruh sarapan sama buku-buku tebel itu!" protes Saga.
" kalo kami mau jadi suami yang hebat, harusnya kamu gak ngeluh kaya gini" Lesya sengaja mengerucutkan bibirnya, ia berpura-pura marah.
"lebih baik sekarang kamu masak, aku mau menguubungi pihak sekolah!"
ketika didalam kamar, Lesya mencari-cari ponselnya. saat itu ia baru ingat bahwa ponselnya berada didalam tas kerjanya. ketika ia hendak menggunakan ponselnya untuk mengancam Saga agar Saga menjadi rajin, saat itu ponselnya justru kehabisan daya baterai.
"lebih baik aku isi daya terlebih dahulu, setelah itu aku baru menggunakannya untuk menakuti Saga." Lesya meninggalkan ponselnya diatas nakas dengan daya yang mulai terisi.
Lesya kemvali kedapur untuk melihat masakannya saat ini, namun ia dibuat terkejut. pasalnya ia tidak pernah tau kalau suaminua samgat pandai memasak. ia melihay Saga yang lihai dengan pisau dan juga sayuran.
saat itu Saga sudah menyajikan menu, ketika ia menyadari kehadiran dari istrinya ia menoleh dengan sebuah senyum yang mengembang diwajahnya. lengkap dengan apron yang masih melekat ditubuhnua.
"Saga, sejak kapan kami bisa melakukan semua ini?" masih dengan tatapan kagum Lesya melihat seakan tidak percaya.
"inilah yang harus membuat mba istri bersyukur karna aku yang menikahimu, bukan kak Saka yang hanya sibuk dengan pekerjaan kantornya!" ucap Saga dengan bangga.
Lesyq membalas ucapan Saga dengan senyuamannya. saat itu Saga sudah menarik kirsi untuk tempat duduk Lesya, namun Lesya tak kunjung mendudukinya.
"tunggu sebentar, aku akan mengambil ponsel untuk mengabadikan hal ini!"
Lesya berlari kedalam kamarnya, sesaat setelah itu ia dan Saga mulai menikmati makanan mereka. setelah semuanya ludes habis, Lesya mengajak Saga untuk melihat gambar yang sudah ia ambil.
__ADS_1
namun saat itu mendadak Lesya dan Saga mengeeutkan dahinya bersamaan. "kenapa Friska mengirim video ke kamu sayang?" tanya Saga.
"entahlah Saga, sebentar biar aku putar" setelah mengetahui video itu ketika Liyora tengah mendorong kursi roda Alden hingga terjatuh. Saga dan Lesya seperri mencerna apa tujuan Friska mengirimkan video itu kepadanya.
_Flashback Off
"apa kalian mempunyai pemikiran yang sama dengan apa yang ada dikapala gua?" tanya Saga
"kayaknya memang ada yang aneh sama ini semua. dan noda darah di batu itu, kita bisa yakin jika kita segera membawa itu kepihak yang berwajib. kalo dugaan kita bener, Alden bisa terbebas dari tuduhan itu dan kita bisa membuat pohak sekolah untuk mempeetimbangkan soal pkeputusan ngeluarin Alden kan?" tutur Dikta.
"ya udah gua mau pergi ngurus ini, gua titip Alden sama lu Ga. dan mba Lesya, makasih karna mba Lesya kita semakin yakin dengan apa yang selama ini kami pikirkan"
Dikta lalu mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. karena saking semangatnya, ia tidak tau ada seekor kucing yang tiba-tiba menyebrang.
...shiitt ...
Dikta menabrak seekor kucing yang saat itu melintas, dan ketika ia menyadari dengan apa yang ia alami, Dikta segera memeriksanya.
"astaga, gua malah nabrak kucing segala."
akhirnya Saga memilih untuk melajukan mobilnya kembali setelah mengurus mayat kucing tersebut. namun sebelum itu, ia justru melihat Liyora tengah bersama dengan Saka.
"lebih baik gua ikutin mereka."
Dikta cukup lama mengikuti mobil yang ditumpangi oleh Saka dan Liyora. saat itu mereka berhenti disebuah daerah sepi.
"harusnya kamu berpikir lebih dulu sebelum kamu melakukan itu Liyora. aku tidak akan membantumu untuk masalah ini, karena aku memang tidak ada sangkut pautnya sama sekali." ucap Saka.
"oke, kalo emang kak Saka gak mau bantuin aku. aku bakal bialng ke Saga kalo kak Saka itu naksir sama istrinya dan kakak juga menginginkan perpisahan Saga dengan cewe tua itu!"
itulah yang terdengar oleh Dikta, namun ketika ia ingin mendekat. ia justru menginjak sesuatu. dan hal itu membuat Liyora dan saka menyadaei seseoramg telah mengintainya.
Dikta perlahan memasuki mobilnya sebelum Saka dan Liyora benar-benar mengetahui keberadaannya ditempat itu. oa melajukan mobilnya cukup kencang agar tidak terkejar oleh Saka dan Loyora.
'*sebenernya apa yang udah lo lakuon Liyora? dan kak Saka, kak Saka bener-bener gak bisa didiemin!'
.
.bersambung*
__ADS_1
.