It'S Perfect

It'S Perfect
Bisnis Terancam


__ADS_3

Ketegangan terlihat jelas di wajah Andi dan juga Arga. Namun ketegangan itu berubah dengan keheranan, ketika mereka melihat Dita yang terjatuh bersamaan dengan Sharena.


Alden bergegas untuk membantu Dita, namun saat itu darah mengalir dari kaki Dita hingga membuat Alden semakin panik.


Dita merasa kesakitan, ia terus memegangi perutnya yang terasa amat sakit karena benturan perutnya dengan siku Sharena. Alden menggendong Dita dan dibawa ke ruang penanganan.


Usai membawa Dita ke ruangan, saat itu juga tubuh Alden terperosot ke lantai sembari memegangi perutnya yang tak kalah sakit dengan apa yang di rasakan oleh Dita. Saat itu Arga dan Andi melihat Alden kesakitan meminta perawat untuk membawanya ke sebuah ruangan. Namun sebelum sampai di ruangan penanganan, Alden sudah jatuh pingsan terlebih dulu.


Saat itu Arga menyuruh Sharena untuk menunggu di depan ruangan Dita, sementara Arga dan Andi menunggu Alden ditangani oleh Dokter.


Setelah beberapa saat, Dokter keluar dan menanyakan keberadaan keluarga Alden. Namun hanya ada Arga dan Andi sehingga dokter mengatakan semuanya perihal yang terjadi kepada Alden.


"Penyakit pasien sudah parah, ia mengidap kanker lambung"


Andi dan Arga saling menatap satu sama lain. Keduanya sama-sama terkejut ketika mengetahui keadaan Alden yang sekarat. Ketika keduanya masih sangat syok, seorang perawat keluar dan menyuruh keduanya untuk masuk.

__ADS_1


Karena merasa cemas dengan keadaan Alden, keduanya menurut dan bergegas melihat keadaan Alden. Keduanya berpikir sesuatu terjadi sehingga merek sharks melihat keadaan Alden saat ini.


"Ternyata kalian yang sudah membawaku? "


"Ada apa pak Alden, apa ada yang bisa ku bantu? " Andi mendekat ke arah Alden yang masih terbaring lemah.


"Aku yakin kalian sudah tau tentang keadaanku. Aku minta kalian tidak mengatakan ini kepada siapapun, terlebih dengan keluarga dan juga teman-temanku"


Arga dan Andi terkesiap mendengar permintaan dari Alden. Sudah gila, tentu saja itu yang dipikirkan oleh Arga dan Andi. Ketika seorang yang sekarat, biasanya ingin mendapatkan perhatian. Namun berbeda dengan Alden, yang justru tidak ingin orang-orang terdekatnya mengetahui kondisi kesehatannya saat ini.


Sementara di tempat lain saat ini orang-orang suruhan dari tuan Guntara mendapatkan hasil yang cukup bagus, karena berhasil menemukan beberapa alat penyadap didalam maupun disekitar rumah Saga dan Lesya.


Kini Lesya dan Saga sedikit bernapas Lega karena kecerdasan ayah mereka memang sangat di atas rata-rata. Setelah cukup lama berjibaku, semuanya berhasil melumpuhkan bom dengan waktu yang sudah di atur.


Tidak hanya itu, Guntara memanggil petugas yang berwajib untuk menyelidiki tentang bom dan juga pengaruh alat penyadap.

__ADS_1


Agra yang mengetahui semua sudah ketahuan. ia menjadi naik pitam karena disaat bersamaan, usaha ilegalnya juga terciduk oleh kepolisian.


"Papa, papa kenapa semuanya berantakan"


Brakkk


bukannya mendengarkan putrinya, Agra justru memukul meja dihadapannya. Terlihat jelas kemarahan menguasai dirinya.


"Lihat saja, aku akan menghab*si kalian semua. Aku tidak akan membiarkan keturunan kalian tersisa di dunia ini. Berani-beraninya mereka membuat beberapa bisnis terbesarku tertangkap oleh mereka.)


Melihat ke arah sang ayah, membuat Zora paham jika saat ini sedang tidak baik-baik saja.


"Dan ini juga salah kamu Zora, kenapa kamu memintaku untuk menangkap pemuda sialan itu. Dan akhirnya bisnisku semuanya terancam."


Ketakutan tercetak di wajah Zora. Dia sendiri tidak tau jika Saga sangat berpengaruh dan bisa dengan mudah menangkapnya.

__ADS_1


.


.bersambung


__ADS_2