
Di pagi hari Dita mencari keberadaan Alden untuk membawakannya sarapan. namun ketika ia melihat kamar Alden, Dita tidak menemukannya. ya, meskipun mereka sudah menikah, mereka hanya tidur bersama satu kali. dan itu hanya terjadi ketika keduanya sepakat untuk memberi keturunan untuk keluarga Alden.
"dimana Alden? "
karena Dita tak kunjung menemukan keberadaan Alden, Dita memutuskan untuk mencari Alden di luar rumah.
Dita mencoba mencari Alden di halaman rumahnya, namun sang penjaga gerbang mengatakan jika Alden keluar dengan berjalan kaki. akhirnya Dita memutuskan untuk mencari Alden.
"lo itu butuh istirahat Alden, kenapa si pakek keluar jalan kaki? "
Dita mengerutkan dahinya ketika melihat sekumpulan orang. karena penasaran, Dita mendatangi sekumpulan orang-orang tersebut.
"maaf, ada apa ya bu kok mereka semua berkumpul? "
Dita menanyai orang yang baru saja melihat sekumpulan tersebut.
"oh itu di depan ada yang pingsan"
"makasih ya bu" karena merasa penasaran, akhirnya Dita melihat siapa orang yang di maksud oleh ibu-ibu yang ia tanyai.
"Alden"
Dita segera menghubungi ambulance, setelah beberapa saat ambulance datang dan membawa Alden ke rumahsakit terdekat dari rumahnya.
Dita terlihat sangat cemas menunggu Alden di luar ruang penanganan. mulutnya terus berkomat-kamit mendoakan keselamatan Alden. meskipun tidak saling cinta, tetapi keduanya adalah sahabat.
Pintu ruangan terbuka, dengan segera Dita masuk dan menemui dokter yang menangani Alden. "bagaimana dengan Alden Dok?"
"begini, saudara Alden mengalami hipotermia. sepertinya dia tadi keluar rumah dalam keadaan kedinginan yang berlebih. dan saudara bisa mengalami hipotermia karena saudara Alden yang terlalu lelah jadi ia mudah mengalaminya." jelas sang Dokter.
"dan satu lagi, saudara Alden mengidap Gastritis. sepertinya saudara sering mengkonsumsi alkohol yang berlebih"
"iya dok"
"tolong jangan biarkan saudara Alden terus mengkonsumsi Alkohol, jika itu terus berlangsung, meskipun terus di obati makan penyakitnya akan bertambah parah. dan itu bisa berakibat fatal"
"terimakasih dok, saya akan berusaha"
Setelah dokter pergi, Dita duduk disebelah Ranjang rumah sakit dimana Alden terbaring.
"astaga, aku lupa tidak menghubungi Kenan, lebih baik aku menelfonnya"
ketika Dita hendak menghubungi Kenan, pergelangan tangannya di cekal oleh Alden yang baru saja sadar. seketika Dita menoleh dan tersenyum tipis.
__ADS_1
"Alden, syukurlah lo udah sadar"
"jadi jangan beritahu papa sama mama. kalo lo mau ngasih tau Kenan, tolong jangan biarkan Kenan mengatakannya kepada mama sama papa"
Dita menatap Alden dengan tatapan yang sulit di artikan. ia merasa sedih, namun ia harus menuruti Alden. jika tidak, seperti biasa Alden akan lari dari rumah sakit.
Sudah berulang kali Alden mengalami hal ini, dan ia selalu menyembunyikannya dari keluarganya. hanya Dita lah yang tau tentang ini, sehingga Dita merasa sangat sedih akan keputusan yang di ambil oleh Alden.
Jika dugaan Dita benar, maka sebentar lagi Alden akan meminta pulang.
"Dita"
"hemm?"
"segera urus kepulanganku dari sini"
Dan benar dugaan Dita, Alden memang selalu meminta pulang ketika dokter menyarankannya untuk di rawat. hal ini sudah terjadi sejak bulan pertama mereka menikah. lebih tepatnya semenjak Dikta mengabaikannya karena amarah.
Dan seperti biasa Dita akan menuruti Alden, meskipun keadaannya yang belum benar-benar pulih.
_
Siang itu setelah kepulangannya dari pulau, Lesya dan Saga menjalani kehidupan mereka seperti biasa. namun saat itu Saga melihat seseorang yang mencurigakan sehingga ia langsung menyuruh bodyguard nya untuk memeriksanya.
"kenapa? apa kau sudah bosan hidup?" orang itu hanya diam tanpa mengatakan sepatah katapun.
"baiklah, kalo kau ingin akan aku kabulkan. setelah kau tiada aku akan menemui putrimu dan mengatakan kau melakukan hal ini karena membiayaimu operasi"
"jangan, aku akan mengatakan semuanya yang aku tau. tapi tolong jangan beritahu putriku jika aku melakukan pekerjaan kotor ini untuk mengobatinya" orang itu memohon hingga menitikkan air matanya.
Saga tersenyum, ia lalu merekam semua pernyataan yang diberikan oleh orang itu. setelah itu Saga menyerahkan orang itu kepada polisi.
Ketika orang itu masuk kedalam penjara, Saga memberitahunya jika ia yang akan membiayai operasi anaknya yang berusia sembilan tahun yang menderita penyakit ginjal. dan orang itulah yang akan mendonorkan ginjal kepada anaknya.
Saga kembali dan menemui Lesya yang menunggunya cemas di rumah.
tap
tap
tap
mendengar langkah kaki Saga, Lesya menoleh dan segera menghambur kedalam pelukan Saga.
__ADS_1
"hei tenanglah sayang, aku tidak apa! kenapa kau secepat ini? "
"apa yang kamu katakan Saga, kamu baru saja kembali setelah sekian lama kamu hilang. dan aku tidak mau kamu meninggalkanku dengan Elgara lagi" Lesya semakin erat memeluk Saga hingga Saga tersenyum.
"mba istri.. apa aku sangat membuatmu tergila-gila hemm? " Saga sengaja menggoda istrinya.
"ya, aku sangat menggilaimu Saga. jadi jangan beraninya kamu pergi. karena jika kau berani pergi, aku akan menggelitikimu seperti ini"
Lesya langsung menunjukkan keahliannya untuk membuat suaminya terpingkal karena ulahnya. namun saat itu Saga segera bangkit.
"ada apa Saga? "
"aku harus ke rumah sakit Lesya? "
"kenapa Saga? "
Saga lalu menceritakan semua yang sudah ia katakan kepada orang suruhan Arga. dengan segera Lesya memeluk Saga.
"aku sangat bangga denganmu Saga. ku bahkan berbuat baik dengan orang itu. padahal Saga yang kukanal dulu adalah Saga yang menyebalkan! "
Saga meregangkan pelukannya dan menatap wajah Lesya dengan lekat. ”dan karena tingkahku, kamu jatuh cinta kan mba istri?”
"Saga jangan memanggilku seperti itu, kesannya aku sangat tua kan? "
"ini yang aku suka" Saga mengecup bibir Lesya yang mengerucut.
"ya sudah ayo kita segera ke rumah sakit. anak buahku sudah menjemput gadis kecil itu dan juga ayahnya"
Di rumah sakit, Lesya dan Saga menunggu putri dari orang suruhan Arga untuk operasi. begitupun dengan orang suruhan Arga yang langsung di bawa kembali ke rumah sakit polisi. sementara putrinya masih di rawat untuk pemulihan.
"syukurlah operasi berjalan lancar Saga, sekarang lebih baik kita pulang. aku tidak mau meninggalkan Elgara terlalu lama" Saga mengangguki ucapan Lesya.
Ketika Di lobi rumah sakit, Lesya dan Saga mendadak berhenti. mereka melihat orang yang sangat mereka kenal di atas brankar dalam keadaan pingsan.
untuk memastikannya, keduanya berlari dan melihat dari dekat. dan benar saja, orang yang pingsan adalah Alden. dengan segera Saga dan juga Lesya mengikuti hingga di depan ruangan.
"apa yang terjadi dengan Alden Dita?"
Dita terperanjat mengetahui Lesya dan Saga berasa di belakangnya.
.
. bersambung
__ADS_1