
Saga dan Lesya tengah sampai di ruang rawat Saka yang kebetulan berada disebelah ruangan Kenan dirawat.
Disana terpasang banyak pralatan medis ditubuh Saka.
"Apa yang terjadi, kenapa bisa seperti ini?" Ujar Saga.
"Mungkin kita bisa menanyakan sesuatu kepada orang yang membawa kak Saka kemari Saga" Lesya menimpali ucapan Saga, seketika Saga pun berpikir apa yang diucapkan Lesya memang benar.
"Tapi kita tidak tau siapa yang membawanya Lesya. Dan pihak rumah sakit diminta tidak mengatakan hal apapun tentang orang itu!"
"Kalau begitu, kita periksa CCTV dimana kak Saka melintas."
"Apa yang kamu katakan memang benar sayang. Kenapa istri ku ini sangat pintar?" Saga mengecup kening Lesya lembut.
"Aku titip kak Saka, sayang. Tolong temani dia. Aku akan memeriksa cctv yang ada disekitaran."
Ucapan Saga diangguki oleh Lesya.
'Meskipun kak Saka mau ngancurin rumah tangga aku, aku tidak setega itu buat gak ngurusin kamu kak. Dan aku beruntung memiliki isyri sebaik dirimu Lesya.'
Selang beberapa saat, Saga mulai memeriksa cctv yang ada dimana Saka mengalami kecelakaan. Namun anehnya disana cctv mendadak rusak ketika jam terjadinya kecelakaan. Dan hal itu terjadi berulang kali setiap Saga memeriksa cctv yang kemungkinan besar dilewati oleh Saka sebelum kecelakaan.
"Ini bener-bener aneh!" Saga melihat sekelilingnya yang di padati lalu lalang pengendara beroda dua hingga yang beroda empat.
Akhirnya Saga memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. Dan ketika ia sampai diruang tempat Saka dirawat, ia mendapati istrinya tertidur disofa. Ia menutup pintu dengan perlahan. Saga berlutut memandangi wajah istrinya yang terlihat sangat cantik, meskipun saat ini tengah terlelap.
Pandangannya menyapu tiap ini wajah Lesya. Ia berpikir, tidak akan bisa sedekat ini dengan Lesya ketika ia menghadapi kemarahan Lesya tempo hari. Hingga tanpa sadari bulir airmata lolos begitu sana dari pelupuk matanya.
Ia menyeka airmatanya, kemudia Saga menyibak helai rambut yang menutupi sebagian wajah Lesya.
Selang beberapa saat, Alden dan Dikta tengah tiba. Saat itu Saga meminta kedua sahabatnya itu datang dan membawakan beberapa makanan, karena memang sejak tadi Saga dan Lesya tidak jadi sarapan karena mendengar kabar kecelakaan yang dialami oleh Saka.
"Lu kenapa masih peduli si Ga sama kak Saka? Padahal lu tau dia itu orang yang kepengen rumah tangga lu ancur!" Celetukan Alden seketika membuat Saga menstapanhanya datar.
"Ya meskipun begitu gua gak bakal tega ngebiarin kak Saka sendirian Al. Lu tau kan bonyok gua diluar negeri, dan disini tinggal gua keluarganya karna istrinya udah pergi sama pria lain setelah dia tau kita tau tentang statusnya dengan kak Saka"
Ella memang memutuskan untuk tidak melanjutkan rumah tangganya dengan Saka. Meskipun ia sudah memiliki kesepakatan dengan Saka, namun ia me.ilih untuk peegi karena sudah menemukan laki-laki lain yang tidak kalah kaya raya . Sudah dua bulan terakhir Ella tidak diketabui kabarnya sama sekali.
__ADS_1
"Dan gua bukan orang yang tega ngebiarin seseorang yang sudah tidak berdaya hancur gitu aja Al. Gimanapun kak Saka dulu adalah orang yang slalu baik dan sayang sama gua Al. Gua tau dia kaya gini karna dia gak bisa memiliki seseorang yang dia cinta."
Dikta dan Alden terus mendengar semua ucapan Saga dengan tidak menyela perkataan apapun dari Saga. "Gua inget waktu gua dulu awal masuk sekolah dasar. Waktu itu kak Saka lihat gua dihadang sama anak-anak yang reseh saa gua, dan dengan sigap dia bantuin gua sampek-sampek dia rela terluka karna lindungin gua Al. Dan sekarang dia kaya gini, mana mungkin gua tega gak ngurusin dia.
Ting
Seketika pandangan beberapa pasang mata yang ada diruangan itu melihat ke arah ponsel yang ada di nakas ranjang rumah sakit Saka.
Saat ini Saga memang sudah memindahkan Saka diruangan VIP. Sehingga ranjang dimana Saka dirawat sangatlah luas.
Saga kemudian memutuskam untuk memeriksa ponsel yang berdenting. "Ini hp kak Saka!" Ujarnya.
"Coba lu periksa Ga" sahut Dikta.
Saga mulai menggeser layar ponsel milik Saka. Pertama ai yang ia lihat adalah sebuah gambar perempuan yang paling berarti baginya tersenyum manis di layar ponsel tersebut.
"Wah gila, kak Saka pakek foto mba Lesya buat wallpaper hp nya?"
"Apapun akan dilakukan buat orang yang di cinta Al" Dikta menimoali ucapan Alden.
"Dan seseroang yang jatuh cinta memang harus menyatakannya, kalo dia gak mau kehilangan seseorang yang ia cinta. Dan dari sini kita tau, kalau kita hak boleh mengulur waktu buay nyatain perasaan kita sama seseorang. Mungkin aja kak Saka gak akan jadi orang kaya gini, kalo dia jujur sama perasaannya sebelum Saga jatuh cinta sama mba Lesya"
"Gua gak kenapa-napa kok Ta"tukas Alden.
Dalam hati Dikta ia tersenyum melihat airmuka yang dipancarkan oleh Alden. 'Ayo Al, jujur sama perasaan lu. Gua tau tadi lu mikirin apa!'
"Oh ya Ga, tadi siapa yang kirim chat ke hp nya kak Saka? Coba lo periksa deh!" Alden sengaha mengalihkan topik pembicaraan agar Dikta tidak tau mengenai perasaannya.
"Bentar, ini gua lagi mulai baca" sontak mata Saga membulat sempurna setelah mebgetahui isi dari pesan yang ada diponsel Saka.
"Kenapa Ga?"Alden menyentuh pundak Saga danterlihat perhatian. Tanpa ia sadari saat itu Dikta merasa sedikit tidak suka dengan perhatia Alden terhadap Saga.
"Ternyata perusahaan bokap gua bangkrut, gua baru tau soal ini karena banyak kolega yang memutuskan kontrak tanpa memberi pinalti karena melimpahkan semua kesalahan sama kak Saka!"
Sontak hal itu membuat Beberapa orang mengeritkan dahinya. "Kenapa bisa? Kita tau kak Saka orang yang sangay teliti soal kerjaan, mana mungkin dia bisa seceroboh itu?" Ujar Dikta
"Apa mungkin karna hal ini kak Saka mengalami kecelakaan?" Sahut Alden.
__ADS_1
"Mungkin saja, saat gua pertanya berbicara sama dokter, memang dokter bilang kak Saka dalam pengaruh alkohol. Mungkin karena itu dia mengalami kecelakaan!"
"Coba gua liyat hp nya Ga" ucap Dikta dan segera membuka ponsel Saka.
"Eh tunggu Ga. bukanya ini perusahaan Dylan, sepupunya Lesya. Disini kita bisa liyat dari pesan kak Saka, dan ternyata perusahaan bokap lu udah diakui sisi sama Dylan"
Seketika semuanya menatap ke arah Lesya yang tengah terlelap. 'Apa kamu tau tentang ini Lesya?'itulah pertanyaan yang ada di kepala Saga saat ini.
Sementara itu ditempat lain, kini Arga memerintahkan agar Doni menghapus jejak dimana Saka pernah mendatanginya sebelum kecelakaan. Ya, arga memang mengetahui tentang kecelakaan yang dialami oleh Saka. Pasalnya Doni lah yang membawa Saka ke rumah sakit atas perintah dari Arga.
"Gimana Don, sudah beres semuanya?"
"Sudah bos, dan aku yakin jika keluarga Saka ingin menyelidiki hal ini, dia tidak akan menemukam apapun karena aku sudah menghapus semua bukti. Dengan begitu polisi tidak akan mengendus kecurangan yang kita lakukan sehingga membuat perusahaan Darmawan collabs." Tutur Doni panjang lebar. Seketika Arga tersenyum smirk.
"Huh, kau bermain-main dengan orang yang salah Saka. Setelah aku tau kebenaran tentang Lesya, aku berjanji tidak akan membiarkan seseorang berniat jahat padanya ataupun keluarganya!" Ujarnya.
Kemudian Arga melihat Doni yang saat itu berdiri di hadapannya "apa kau sudah melakukan sesuatu yang aku minta Doni?"
"Tentu Arga, dan hal itu akan membuat perempuan itu tidak akan berani untuk berniay buruk. Karna aku mengancamnya melalui seseorang yang pasti akan membuatnya menciut dan berpikir ulang untu mencelakai Lesya."
_
Pyar
Sebuah ruangan teelihat seperti kapal pecah. Semua barang-barang berhamburan di lantai.
"Kenapa banyak banget orang yang melindingi cewe tua itu, gue gak bisa biarin ini. Setelah gue dipenjara, enak aja hidup dia semakin bahagia."
Liyora menatap dirinya yang terlihat begitu menyedihnya dicermin kamarnya. Ia terlihat sangat kacau dengan pakaian yang amburadul.
"Walaupun orang itu ngancem gue dengan nunjukkin tindakannya yang seketika membuat kak Saka hancur, tai hal itu gak mengurangi niat gue buat ngancurin cewe tua itu. Camkan itu Lesya! Gue bakal bikin hidup lo hancur meskipun gue harus masuk penjara lagi."
"Gue gak akan nyia-nyiain apa yang udah kak Saka lakuin buat gue. Karna dia gue bisa bebas, dan mulai detik ini gue harus ngancurin mereka semua yang udah bikin gue menyedihkan kaya sekarang" sumpah serapah keluar dengan begitu mudahnya dari mulut seorang Liyora.
"Mungkin aja kak Saka udah kerasa bakal jadi kaya gini, makanya waktu itu dia serahin beberapa asetnya ke gue. Dan dengan aset yang gue pegang, gue akan lakuin rencana gue. Dan itu gue mulai dari orang-terdekat lo cewe tua!" Liylra kembali menatap dirinya dicermin dan tersenyum licik.
.
__ADS_1
.bersambung
.