It'S Perfect

It'S Perfect
Lemari


__ADS_3

"hari ini gue harus dapet kerjaan!" karena hari ini adalah hari libur sekolah, Friska memutuskan untuk mencoba mencari pekerjaan. namun sudah beberapa kali ia berusaha untuk melamar pekerjaan, tidak ada satupun tempat yang menerimanya untuk bekerja karena alasan yang sama, yaitu ia masih siswi SMA yang velum berpengalaman dalam bidang pekerjaan apapun.


"kayaknya gue kenal" Friska sontak berjalan sedikit berlari untuk mengejar seseorang yang ia kenal.


"Liyora.."


"Friska! lo disini juga?"


"ada yang mau gue omongin sama lo Ra."


kini Liyora dan Friska duduk disebuah bangku yang ada ditaman. saat itu Friska ingin meminta bantuan. alih-alih mendapat bantuan, Liyora justru menyalahkan Friska.


"lo dalam masalah itu karena kebodohan lo sendiri tau Fris!" Liyora menatap Friska dengan lekat. "harusnya waktu itu lo jangan ngakuin kak Saka,harysnya lo ngakuin Dikta. karna gue yakin Dikta gak akan sekejam itu sama lo, dan lo gak akan kehilangan bayi lo!" sambungnya lagi.


"tapi gue ada di posisi saat ini juga karena lo kan Liyora, harusnya sekarang lo bantuin gue! please bantui gue Ra, rumah itu satu-satunya peninggalan dari bokap gue!" nanar kesedihan tersirat dikedua netra Friska dengan berlutut dihadapan seseorang yang ia anggap sahabat.


"sorry Fris gue gak punya duit sebanyak itu. dan kedekatan kita selama ini itu, semata-mata karena bayi lo. dan saat bayi lo udah gak ada, urusan ini adalah urusan lo sendiri bukan gue!"


Friska terus menatap kepergian Liyora yang saat itu bahkan tidak membantunya untuk bangkit dsri posisinya. namun saat itu tiba-tiba Fris tersenyum tipis saat melihat Liyora yang berbalik dan berjalan ke arahnya.


"gue punya solusi buat lo Fris." Liyora menarik sebelah sudut bibirnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


-


Alden terus memperhatikan Saga yang saat itu terduduk sembari menenggak minuman dingin. ia tidak habis pikir dengan sikap Saga yang terus membicarakan Lesya.


"terus sekarang hubungan lu sama mba Lesya gimana Ga?" tanya Dikta memecah keheningan.


belum berkata apapun, Saga sudah membuang nafas berat. ia lalu menatap sahabatnya itu dengan lekat.


"sementara ini gua gak bisa pisah dari mba Lesya karna gua di ancem sama bokap gua!" Saga tertunduk lesu.


"di ancem? maksud lu gimana Ga?" cecar Dikta.

__ADS_1


"iya waktu itu..."


_Flashback On


"papi gak mau kalau kamu pisah dari Lesya, Saga! karena Lesya itu perempuan baik dan dia adalah perempuan yang tepat untuk kamu jadikan istri!" lirih tuan Darmawan sesekali menatap ke arah Lesya yang tengah berbincang dengan ayahnya.


"tapi pi, Saga itu gak cinta sama dia. bahkan Saga masih sekolah pi, Saga mau


bebas!"


"bahkan Lesya dulu juga tidak mencintai kamu Saga! tapi dia rela lakuin ini demi persahabatan papi sama ayah mertua kamu. dan asal kamu tau, Lesya adalah perempuan yang baik. jadi kamu tidak pantas memperlakukannya seperti kemarin-kemarin. dan seharusnya kamu merasa beruntung bisa menjadi suami daei seorang perempuan yang sangat hebat diusianya yang masih muda Saga!"


"Saga tetep dengan pendirian Saga pi, Saga gak mau nerusin pernikahan sama perempuan yang bahkan lebih tua dari Saga!"


"baik kalau kamu bersikeras untuk berpisah, papi akan cabut semua fasilitas yang kamu gunakan. dan kamu tidak memiliki hak apapun termasuk kamu tidak akan mendapat sepersenpun uang dari papi!" tuan Darmawan sepelan mungkin berbicara agar tidak terdengar oleh besan dan menantunya.


"tapi pi.."


"oke oke, Saga gak akan bercerai. tapi Saga juga tidak mau dipaksa untuk menerimanya secepat ini pi, karna jujur Saga belum mengingat apapun tentang mva Lesya!"


_Flashback Off


"gua setuju sama om Darma, karena apa yang dikatakan Om Darmawan itu bener Ga!" itulah kalimat pertama yang diucapkan oleh Alden setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Saga.


sontak Saga dan Dikta bersamaan menoleh kesumber suara yang sedari tadi tidak sekalioun angkat bicara.


"kok bisa lu ngomong kaya gitu si Al, lu itu sahabat gua, harusnya lu itu dukung gua!"


"gua bakal dukung lu pisah sama Lesya,karna gua yang bakalam gantiin posisi lu. gua dari dulu selalu bilang naksir sama istri lu Ga, itupun kalo lu inget! dan gua bakal nungguin dia." Alden lalu berjalan menuju tempat duduk Dikta dan duduk di atas sandaran sofa.


"tapi gua setuju dengan ucapan om Darma tentang Lesya adalah perempuan hebat. di usianya yang masih muda dia udah jadi CEO, dia juga baik, bahkan dia selalu ngutamain keselamatan orang lain. contohnya waktu itu dia rela luka karena nyelamatin gua, apa itu bukan idaman namanya?"


"belain si belain, tapi jangan terlalu ngareplah Alden!" sahut Dikta.

__ADS_1


"alah emang dasar lu aja yang playboy, yang kaya gitu mah banyak. kalo lu mau ambil aja!"


"jangan ngomong sembarangan Ga, kalo lu sampek dapetin ingatan lu balik, gua yakin lu bakal nyesel ngomong kaya tadi!"


"ah udahlah gua mau balik, gua mau mandi. gerah gua dengerin omongan lu pada yang terus muji-muji tu mba Lesya"


'emang seperfect apa si mba Lesya, sampe-sampe seorang Dikta juga muji dia. bahkan si Alden juga muji dia?' itulah yang ada di benak Saga namun ia tidak berani mengutarakannya.


sesampainya di rumah, Saga tidak sengaja memergoki Saka yang saat itu tengah tersenyum sembari terus memperhatikan Lesya yang tengah memasak di bantu oleh asisten rumah tangga.


"eghem.. lagi merhatiin mba Lesya ya kak"


sontak Saka terperanjat kaget mendapati Saga yang sudah ada di belakangnya. "huh, enggaklah Saga. kakak cuma mau ambil minum buat mami"


"ooh ya udah sana minum kak keburu kering tu tenggorokkan!"


akhirnya karena tidak ingin dicurigai sang adik, Saka pun bergegas untuk membawakan air putih kedalam kamar ibunya. namun ketika Saka telah pergi dari hadapannya, Saga justru yang kini bergantian memperhatikan Lesya.


"huh ada apa sama gua, ngapain juga gua perhatiin tu mba-mba" Saga bergidik dan segera pergi kekamarnya.


sesampainya didalam kamar, Saga segera merebahkan tubuhnya di atas temoat tidur. ia memperhatika kamarnya yang tanpa ia sadari banyak perubahan. "emang sejak kapan gua suka suasana kaya gini di kamar gua? ngapain juga dikamar gua ada lemari lagi, bahkan ini belum pernah gua buka!"


"mending gua buka aja sekarang!"


Saga mulai mendekat ke arah lemari dan hendak membuka pintu lemari tersebut.


"sebenarnya apa si isi dari lemari ini?"


.


.bersambung


.

__ADS_1


__ADS_2