
Friska memperhatikan foto Dikta didalam ponselnya. ia menatap lekat foto yang tengah tersenyum lebar ketika Dikta masih menjadi pacarnya masa itu.
"kenapa setelah gue pikir kita deket lagi, justru sekarang gue kaya gak kenal sama lo Dikta!" Friska yang masih berbaring di ranjangnya memeluk foto yang ada di dalam ponselnya. "padahal gue rela ngelakuin cara-cara rendah yang di rencanain Liyora buat narik perhatian lo biar lo simpatik sama gue Dikta."
tok tok
seketika Friska membuka pintu kamarnya. saat itu, Dylan sudah ada sidepan pintu kamarnya dengan berpakaian rapi.
"kak Dylan"
"emm Friska, kamu siap-siap ya. hari ini aku mau ngajakin kamu lihat rumah yang akan kita pilih buat kamu."
"rumah? maksud kak Dylan?"
"aku udah cariin kamu rumah untuk kamu tempatin, dan aku akan beli rumah itu setelah kamu cocok sama rumahnya."
"emm kak Dylan, boleh aku bicara"
"tentu" Dylan mengangguki ucapan Friska.
"kayaknya aku mau balik aja deh ke rumah aku yang dulu. waktu itu kan kak Dylan udah nyelesaiin semuanya, jadi aku mau tinggal di rumah aku aja kak. tapi aku janji, aku bakal ganti semua uang kak Dylan."
"kamu yakin?"
Friska mengangguki ucapan Dylan dengan senyum tipis yang terukir daei bibirnya.
"baiklah, kalau begitu aku harus pergi sekarang. karna hari ini kita tidak jadi pergi karena kamu memilih tinggal dirumah kamu, aku akan pergi menemui kolegaku" setelah selesai dengan ucapannya, Dylan pun bergegas untuk menemui orang yang ia katakan barusan.
setelah menempuh waktu beberapa menit, Dylan tengah sampai di perusahaan Arles Company. saat itu ia langsung pergi ke ruangan CEO perusahaan itu.
Dylan mengetuk pintu ruangan. dan saat pintu terbuka, ia terkejut. karena saat itu sepupunya sendiri yang membukakan pintu tersebut.
"lele...?"
seketika Lesya membulatkan matanya dengan alis yag bartaut dan bibir yang mengampit, untuk memberi isyarat kepada Dylan untuk tidak memanggilnya Lele dihadapan bosnya saar ini.
"lele? maksud kamu apa Dylan?"
"eghem, sorry Dylan. aku terbiasa memabggil Lesya dengan sebutan lele!" ujar Dylan yang semakin membuat pipi Lesya bersemburat merah.
"aku udah bilang kan Dylan, jangan panggil aku lele!" lirih Lesya dengan sedikit menekankan perkataannya.
"jadi kamu kenal dengan Lesya?"
__ADS_1
"Lesya adalah sepupuku Arga. dan kebetulan dia adalah CE-"
dug
seketika Dylan menggeratkan gigi-giginya karena menahan rasa sakit karena kakinya yang sengaja diinjak oleh Lesya.
"si- apa Dylan? kenapa kamu berhenti?"
"emm maksud aku Lesya itu si lele bagi aku Dylan. tapi kenapa sekarang Lesya ada di ruangan kamu?"
"oh lele.." Arga menahan tawanya hingga membuat Lesya sedikit kesal karena raut wajah mengejek dari Arga. "dan Lesya adalah sekertaris baruku Dylan!"
"sekertaris?"Dylan menatap Lesya penuh tanya. sementara itu Lesya hanya menyengir kuda menanggapi ekspreai Dylan.
"emm Arga, boleh aku berbicara dengan sepupuku?"
"tentu saja, silahkan!" ucap Arga yang mengangkat kedua alisnya.
saat itu Dylan membawa Lesya keluar dari ruangan Arga. Dylan sengaja mencari tempat yang jauh dari banyak krang untuk berbicara dengan Lesya secara empat mata.
"Lesya, ada apa ini?"
Lesya menarik nafas dalam dan membuangnya kasar. "mami memeberi tantangan aku sama Saga untuk hidup tanpa uang dari keluarga kami termasuk aku juga harus keluar dari perusahaan untuk sementara waktu Dylan."
"ini semua bukan salah mami Dylan. aku tau mami sperti ini karena termakan hasutan dari Liyora!"
"lagi-lagi perempuan itu, ini gak bisa dibiarin. aku harus berbicara langsung dengan ibu mertua kamu Sya."
Lesya memegang pergelangan tangan Dylan dan menatapnya dalam "tolong jangan lakuin itu Dylan. aku udah terima tantangan ini, dan aku akan buktiin kalo aku sama Saga pasti bisa Dylan."
"tapi Sya-"
"ya sudah Dylan, aku harus kembali."tkas Lesya dan lenggang pergi meninggalkan Dylan yang masih mematung.
'sekarang aku semakin yakin sama rencana om Guntara. aku akan membuat meluarga Darmawan membayar atas perlakuannya terhadap Lesya.'
Dylan lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseroang. "halo Yoo joon, satu jam lagi kita ketemu. kita harus melanjutkan rencana itu!" Dylan pun segera pergi dari tempat itu.
sementara itu Arga didalam ruangannya tengah mengamati laporan perusahaanya.
ting
Arga segera memeriksa notifikasi ponselnya yang baru saja berdenting.
__ADS_1
~Arga, aku harus pergi. ada urusan mendesak yang harus aku tangani. maaf aku tidak sempat menemuimu lagi.~
ituah yang tertera di layar ponselnya.
tok tok
"masuk"
"permisi pak, hari ini bapak harus meeting dengan klien kita dari perancis. dan meeting akan dimulai setelah jam makan siang"ucap Lesya
"tunggu, gue belum selesai sama lo ya LELE" Arga sengaja menekankan kata lele untuk membuat Lesya kesal.
"maaf pak, siapa yang bapak panggil lele? nama saya Lesya pak!"
"gue gak perduli siapa nama lo, terserah gue mau manggil lo siapa karna gue atasan lo."
'**k**an mulai lagi ni resehnya. bisa gak si gak usah sekasar ini bahasanya, udah kaya bocah aja! lagian ini kan di kantor, kekanakan banget si !'
"baik terserah bapak, tapi emangnya kita belum selesai masalah apa pak?" Lesya terlihat bingung dengan apa yang dimaksudkan oleh Arga.
"berlagak lupa ya lo? kemarin lo maki-maki gue, dan kenapa sekarang lo kerja di perusahaan gue hmm?"Arga menarik pergelangan tangan Lesya dengan kasar
"tapi apa yang bapak lakukan kemarin itu salah pak. dan saya berkewajiban untuk menasehati orang yang salah pak!"
"berani lo jawab gue? kenapa ya, Dylan yang intelegent bisa punya sepupu dungu kaya lo!"
Lesya mengepalkan tangannya 'sabar Lesya.. kamu harus tahan, kamu butuh pekerjaan ini!'
"karena lo lemarin nyolot sama gue, lo sekarang harus minta maaf ke gue sekarang."
Lesya hanya mendengus kesal, namun ia harus menahannya untuk tetap bisa bekerja di tempat itu. " baik pak, saya minta maaf"
"berlutut dong"
akhirnya Lesya benar-benar berlutut. dan dengan jailnya, Arga merekam hal itu untuk dia abadikan.
"pak Arga saya minta maaf karena saya udah menasehati anda yang memang bersalah" ucap Lesya dengan raut wajahnya yang terlihat menggemaskan meskipun dengan wajah yang cemberut. setelah itu Lesya pergi begitu saja tanpa izin dari Arga.
"tu cewe bener-bener ngajak perang sama gue. lihat aja, gue bersumpah bakal permalukan lo nanti saat meeting sama klien dari perancis." itulah sumpah serapah yang keluar dari mulut Arga.
.
.bersambung
__ADS_1