It'S Perfect

It'S Perfect
Bukit


__ADS_3

ting...


Ponsel Saga berdenting ketika semuanya tengah menikmati makan malam. awalnya Saga tidak ingin melihatnya sebelum makan malam selesai.


dahi Saga berkerut melihat layar ponselnya yang menyala. sebuah video di putar, dan divideo tersebut terlihat seseorang yang sangat familiar.


"ya memang ini bukan anak Saka, karna gue cuman mau anak gue ada yang tanggung jawab"


"siapa Saga? siapa yang bicara?"tanya nyonya Darmawan swmbari bangkitvdaei duduknya.


"ternyata memang bukan kak Sakanyang bikin Friska hamil mi! dan entah siapa yang merekam ucapan Friska dan mengirimnya. yang jelas kita harus terima kasih dengan orang yang sudah membongkar kebebaran." balas Saga sembari menunjukkan rekamana video yang baru saja ia lihat dsri ponselnya.


"tapi, apa keuntungan dari orang yang mengirim video itu Saga?" kini Lesya pun angkat bicara.


"entahlah Lesya, yang jelas ini kabar baik untuk keluarga kita."Saga kembali menimpali ucapan Lesya.


"aku sudah katakan, karna memang bukan aku penyebab dari kehamilan Friska! bahkan kalian tidak ada yang mempercayaiku." sahut Saka.


"iya maafkan mami sayang.." ucap nyonya Darmawan. tetapi disisi lain tuan Darmawan terlihat memikirkan sesuatu tanpa menanggapi video yang sedang anggita keluarganya bahas saat ini.


'apa ada orang sebodoh itu? ya, mungkin Friska ceroboh berkata sembarangan sehingga dia tidak menyadari ada orang yang merekamnya. tapi di dunia ini apa masih ada yang gratis sehingga orang itu mengirim video secara cuma-cuma untuk seorang Saka? aku sudah lama hidup didunia, bahkan untuk minum saja tidak ada yang gratis! apalagi itu informasi besar untuk seorang pengusaha!'


"pi, papi kenapa diam saja. apa papi tidak senang Saka terbukti tidak bersalah?" tanya nyonya Darmawan menghentikan tuan Darmawan berspekulasi didalam benaknya.


"eghem.." tuan Darmawan berdeham dan sesekali menatap putra sulungnya "papi senang, dan semoga tidak ada masalah lagi di keluarga kita" tukasnya.


💜💜


disisi lain terlihat Liyora yang begitu marah. ia merasa tidak terima Lesya telwh kembali dengan Saga.


"gue gak akan biarin cewe tua itu ngerebut Saga dari gue!" Liyora mengaplan tangannya hingga buku-buku kukunya memutih. "gue akan coba sekali lagi buat dapetin Saga. kalo emang gue gak bisa milikin Saga, itu berarti gak ada satu cewepun yang bisa milikin dia!"


setelah meluapkan emosinya didepan cermin, kini Liyora segera bergegas untuk kesekolahannya. dengan rencana yang ada di kepalanya, Liyora tak hentinya untuk tersenyum.


setelah menempuh waktu hingga lima belas menit, Liyira akhirnya sampai di sekolah. disana ia melihat Saga yang tengah berbincang dengan Dikta dan juga Alden, karena tidak ingin menyia-nyiakan waktu, Liyora pun berlari ke arah Saga.


"hai ga.." sapa Liyora sembari melampaikam tangannya.


"gua ke perpus dulu guys ada yang mau gua cari" bukannya menbalas sapaan dari Liyora, Saga justru memilih menghindarinya dengan beralasan pergi ke perpustakaan.

__ADS_1


"Saga kenapa si ngindarin gue?" ucap Liyora dihadapan Dikta dan juga Alden.


"lo lupa Liyora setelah apa yang udah lo lakuin sama Saga dan Lesya?" Alden berdiri disamping Liyora menatap tajam.


"gue lakuin itu karna gue cinta sama Saga Al, emang kalian gak sadar? disini yang jadi korban itu gue. Lesya yang udah rebut Saga dari gue, ngerti gak si kalian?" Liyora menatapa nyalang Alden dan juga Dikta. "dengan seenaknya dia nikah sama pacar gue setelah ditolak sama kak Saka! gue harap kalian gak lupa kan kalo waktu itu Saga itu pacar gue?" sambungnya.


"tapi lo juga gak bisa salahin mba Lesya dong Ra. lo tau kan itu keputusan orang tua Saga, bukan permintaan daei mba Lesyanya sebdiri!" tegas Dikta menimpali Liyora yang semakin meradang.


"ah udahlah, ngomong sama kalian itu gak guna bikin gue tambah emosi!" sungut Liyora dan berlalu pergi.


"aneh banget gak si tu cewe, dia yang salah dia juga yang marah-marah" ucap Alden sembari memperhatikan Liyora yang mulai menjauh.


sementara Alden membicarakan Liyora, justru Dikta kini telah fokus dengan bermonolog didalam benaknya. 'kayaknya hari ini dia belum masuk. apa lo sekarang udah baikan Friska?'


-


"Saga tunggu, gue mau ngomong sama lo!" Liyora mencekal lengan Saga yang saat itu hendak melajukan motornya. dan belum sempat Saga melepas cekalannya, Liyora begitu saja menaiki jok belakang motor Saga dan mengaitkan kedua tangannya untuk memeluk Saga.


"turun Yora, gua bilang turun!" suara Saga terdengar tegas, namun tidak membuat Liyora Gentar.


"udah sekarang mending lo jalanin motor lo, kita pergi ke tempat yang sering kita datengin dulu, gue mau ngomong disana. kalo enggak, gue gak bakal turun." ancam Liyora.


setelah cukup lama menyusuri jalan, akhirnya Saga dan Liyora sampai di sebuah bukit yang berada cukup jauh dari sekolahan.


"lo mau ngomong apa sampek kita jauh-jauh kesini Yora?" Saga menautkan kedua alisnya dan menatap tajam Liyora yang saatbitu berdiri dihadapannya.


"gue mau kita mengingat masa-masa indah kita disini, walaupun saat itu kita belum jadian Saga!" tutur lembut Liyora.


"gua gak ada waktu buat itu Yora, gua harus pergi. hari ini gua mau nemuin istri gua, gua udah janji mau ngajak dia jalan, ngerti!" saga pun hendak meninggalkan Liyora, namun sebelum ia pergi Liyora sudah menghentikannya dengan mengancamnya.


"kalo lo pergi, lo bakal liyat gue loncat dsri sini Saga!"


seketika Saga menoleh dan mendaoati Liyora dipinggiran bukit. ia segera mendekat dan hendak menarik Liyora. "jangan bodoh Yora..ulurin tangan lo"


"kalo lo mau gue tetep hidup, lo harus ceraiin Lesya!"


"lo gila Yora, udah mending lo cepet raih tangan gua!" hardik Saga.


tanpa mendapat persetujuan dari Liyora Saga pun meraih tangan Liyora, namun saat ia berjalan mendekat, kaminya tergelincir dan membuat dirinya terjatuh dari atas bukit.

__ADS_1


"Saga... "


-


prank


sebuah bingkai foto yang dipajang diatas meja kerja Lesya terjatuh karena tidak sengaja tersenggol oleh Lesya yang saat itu hendak keluar dari ruangannya.


"astaga, kamu ceroboh banget si Lesya.. sampek-sampek foto Saga bisa jatuh"


Lesya pun segera memunguti pecahan kaca bingkai yang berserakan "aw.." namun tiba-tiba saja tangannya terasa perih akibat tergores pecahan kaca bingkai foto yang ia bereskan.


"aduh dari pada aku telat buat pergi sama Saga, mending aku suruh OB aja buat beresin."


Lesya pun segera keluar dari ruangannya, dan saat itu ia sempatkan untuk memberitahu cleaning service untuk membereskan ruangannya.


"bu, bu Lesya tunggu" ucap salah satu karyawan.


"ada apa Dinda, bukannya jadwal meeting hari ini sudah selesai?"


"begini bu, baru saja ada yang menghubungi kantor. karena ponsel bu Lesya tidak aktif mereka mengabari kantor bahwa pak Saga-" Dinda menjeda ucapannya karena merasa enggan.


"Saga kenapa Dinda?"


"pak Saga terjatuh dari atas bukit dan sekarang tengah dibawa di rumah sakit bu"


"apa?"


.


.


.bersambung


maaf ya temen-temen, mimin baru bisa update dikarnakan anak mimin baru aja sembuh. semoga kalian gak bosen buat nungguin ya.


dan jangan lupa tinggalin jejak ya Like, Coment, dan favorite. dan jangan lupa juga mampir di karya mimin yang lain ya Fool love, Istri antikku istri cantikku, Hear my heart.


oke makasih buat kalian yang setia baca ya..

__ADS_1


__ADS_2