
Hari dimana Lesya dan Saga Honey moon sekaligus baby moon pun tiba. saat ini mereka menginap di sebuah hotel bintang lima dimana ketika mereka membuka jendela kamarnya, mereka akan langsung bisa menikmati pemandangan lautan yang menyegarkan.
dengan wajah yang berseri terkena paparan sinar matahari pagi membuat suasana semakin indah. terlebih saat itu tiba-tiba sebuah tangan besar melingkar diperutnya yang masih rata karena usia kandungan yang masih sangat muda.
Lesya menoleh dan melihat seseorang menyandarkan dagunya tepat dipundaknya. sesekali orang itu mengecup pundaknya dengan lembut. ya, siapa lagi kali bukan Saga.
"good morning mba Istri.."
"Saga jangan panggil aku mba Istri dong kesannya aku tua banget! "
"iya kamu memang udah tua mba Istri, kau harusnya bersyukur mendapat suami semuda aku dan setampan aku kan? "
"huaaa... kamu jahat Saga, kesannya kamu yang gak beruntung nikah sama aku.. hiks hiks"
Saga memang berniat menggoda istrinya, namun ia lupa jika sekarang ini Lesya sedang mengandung anaknya dan menjadi sangat mudah tersinggung. karena hormon yang membuat ibu yang sedang mengandung sangat sensitif, hingga menangis hanya mendengarkan sebuah godaan.
"aku bercanda sayang.. jangan nangis okey? " Saga menatap dalam istrinya dan menarik kedalam pelukannya.
'astaga kenapa aku lupa kalo akhir-akhir ini Lesya memang mudah sensitif jika mendengar perkataan yang membuatnya bersedih.'
"tapi aku memang lebih tua darimu kan Saga"
"iya tua di usia, selebihnya kamu masih sangat menggemaskan sayang"
"tetap saja aku tua.. heu.. heu.. "meskipun Saga sudah mengatakan yang sesungguhnya, tetapi Lesya tetap menangis seperti halnya anak kecil.
'sshhh.. ternyata bener orang-orang bilang. sedewasa apa pun seorang perempuan, tidak ada yang tau dia akan semanja apa disaat hamil. aku harus memikirkan apa yang bisa membuat suasana hatinya membaik'
Saga memikirkan sesuatu hingga ia mengusap air mata yang keluar dari pelupuk mata Lesya.
dengan bridal style Saga mengangkat tubuh Lesya keluar dari penginapannya.
saat itu Saga mengajak Lesya untuk menikmati fasilitas yang di berikan oleh pihak hotel yaitu Glass bottom boat, yang bisa membawa mereka elihat keindahan bawah laut Flores dengan menggunakan kapal Lako Taka yang berlantai kaca.
Lesya begitu kagum dengan keindahan bawah lautnya. saat itulah ia sudah tidak menangis lagi. suasana hatinya sangat baik.
"Saga, ini benar-benar indah! "
"tentu saja sayang. apa kamu suka dengan ini? " Lesya langsung mengangguk cepat dengan senyum yang terus mengembang diwajahnya.
cukup lama mereka menikmati pemandangan bawah laut hingga akhirnya Lesya merasakan sesuatu. ia terus memegangi perutnya, seketika Saga merasa cemas.
__ADS_1
"sayang ada apa?" Saga mulai panik dan memeriksa suhu badan Lesya.
"sayang tenanglah"
"apa? barusan kau memanggilku apa Lesya? "
"sayang.. "
Lesya memang jarang sekali memanggil Saga dengan sebutan sayang sehingga membuat Saga begitu senang ketika istrinya memanggilnya seperti itu. namun kesenangannya itu tidak berlangsung lama ketika ia mengingat istrinya yang terus memegangi perutnya.
"lagi-lagi Saga kembali memeriksa keadaan Lesya."
"Saga aku tidak apa-apa"
"lalu perutmu? dan anak kita? "
"aku lapar Saga.. kau mengajakku kesini sebelum kita sarapan Saga"
Sga menepuk dahinya. ia baru ingat memang dirinya dan Lesya belum memakan apapun sejak pagi. Saga melihat ponselnya dan saat ini sudah pukul Sebelas siang waktu setempat.
seketika kedua terkekeh ketika menyadari bahwa mereka melupakan hal penting, yaitu sarapan.
setelah mereka menikmati view bawah laut kini mereka kembali ke tempat mereka menginap dimana disana ada sebuah restoran yang menyediakan makanan asli indonesia dan juga masakan internasional. dan uniknya disana loby terletak di lantai paling atas, dimana pengunjung bisa menikmati suasana yang lain dari tempat-tempat lain
"baiklah lebih baik kita pergi jalan-jalan menikmati suasana disini sayang" dengan segera Lesya mengangguk ucapan Saga. dan tanpa terasa mereka sudah menghabiskan banyak waktu dan waktu sudah semakin sore.
saat itu mereka segera kembali ke kamar mereka. namun tanpa mereka sadari reka telah diikuti oleh beberapa orang.
"kita nggak bisa sembarangan masuk kesana, kita harus gimana kak? "
dan orang yang mengikuti Saga dan Lesya tidak lain adalah Liburan bersama dengan Saka.
"lebih baik kita pesan kamar disana karena hari sudah semakin gelap Liyora"
"ayo kak"
drrtttt drrtttt
ponsel Liyora berdering sebelum mereka memesan kamar.
"iya halo mba Lesya.. "
__ADS_1
"Dina bagaimana keadaan rumah? dan bagaimana kak Saka? "
"semuanya baik mba. mas Saka hari ini sedang mencoba belajar menggerakkan kakinya mba. tapi beberapa kali mas Saka jatuh mba. sebentar ya mba biar saya kirim fotonya"
"tolong jangan biarkan kak Saka kelelahan ya Dina"
"baik mba Lesya..".
" yasudah ya Dina, hati-hati dirumah "
"iya mba.. mba Lesya jangan khawatir"
klik
Lesya mengakhiri sambungannya dengan Liyora. dan sesaat setelah Lesya mengakhiri panggilannya ia terkekeh bersama dengan Saka. keduanya sangat senang karena Lesya tidak mencurigai mereka sama sekali.
"kak Saka.. kak Saka.. "
"ada apa Liyora, apa ada yang lucu? "
"tentu saja lucu kak Saka. kenapa kak Saka begitu menyukai perempuan bodoh*h seperti Lesya. dia begitu mudah dibohongi" lagi-lagi Liyora tertawa
"diamlah Liyora, Lesya itu bukan bodoh tapi dia sangat baik. sehingga dia memafkaan dan merawatku yang jelas-jelas ingin merebutnya dari Saga. dan dia satu-satunya perempuan yang bisa membuatku tergoda tidak dengan wanita lain"
"yasudahlah terserah lebih baik kita segera memesan kamar karena aku sangat lelah mengikuti mereka bersenang-senang seharian ini kak"
saat mereka sampai di resepsionis mereka segera mesan kamar untuk mereka.
"maaf , disini tersisa satu kamar saja. "
Saka melihat Liyora yang ada di sebelahnya. saat itu Liyora mengisyaratkan untuk memesannya. karena Liyora tidak ingin mencari penginapan yang lain. ia hanya ingin berada di dekat Saga dan mengawasinya yang selalu bersama dengan Lesya.
"baik , aku akan disini selama tiga hari"
setelah mendapat kartu akses, Saka bersama dengan Liyora segera memasuki kamar mereka.
"aku akan mandi lebih dulu" ucap Liyora. sementara Saka memilih untuk memeriksa beberapa hal di ponselnya.
selang beberapa saat Liyora keluar dari dalam kamar hanya mengenakan bathrob dengan rambutnya yang basah. sebagai seorang pria Saka sangat acuh.
"aku mau tau apa dia benar-benar tidak tergoda oleh wanita lain selain Cewe tua itu?" Liyora tersenyum menyeringai dan berjalan mendekat ke arah Saka.
__ADS_1
ia lalu duduk di tepi sofa yang kini diduduki oleh Saka. Liyora mulai menyentuh pundak Saka dan mendekatkan wajahnya di dekat telinga Saka. "apa benar seorang Saka hanya melihat Lesya dan tidak tergoda wanita lain?" bisik Liyora yang suaranya di buat sedikit menggoda.
Saka mengangkat sebelah alisnya dan melirik Liyira yang ada di sampingnya. 'dia ingin menantangku rupanya?! "