It'S Perfect

It'S Perfect
Vila


__ADS_3

Andi bersama dengan Yoo joon sama-sama terdiam. di satu sisi Andi terdiam karena bertemu dengan putrinya yang baru berusia beberapa hari. dan di sisi lain Yoo joon terus teringat oleh Dita. Entah sejak kapan perasaan itu masuk begitu dalam dan membuat Andi begitu menyayangi Via


"emm Dylan, hari udah makin malem. lebih baik kamu tambah kecepatan, kasian Elgara Dylan"


"iya Lysa, sebentar lagi kita sampai"


Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, mereka telah sampai di sebuah vila milik Dylan. dimana disana Dylan sudah menyiapkan dokter untuk merawat Elgara.


Setelah Lesya menidurkan Elgara, ia segera bergabung dengan suaminya.


"Saga, apa kamu lapar? "


"jujur saja aku lapar, tapi aku gak mau kalau kamu masak. kamu harus istirahat, nanti biar aku yang cari makan"


"tidak perlu, aku sudah memesannya" sahut Dylan yang masuk membawa beberapa orang yang tengah membawakan makanan.


_


Ceklek


Ibu Dikta masuk begitu saja, kedua matanya membulat sempurna ketika melihat keadaan kamar Dikta yang berantakan.

__ADS_1


"loh, ada Alden disini? gimana akbar kamu Al?"


"baik tan, maaf ya tante Al ngeberantakin kamar Dikta"


"iya nggak pa-pa Al, tante maklum. kalian kan lama nggak bareng. oh ya, istri kamu mana Al? "


"di rumah tan, lagi bantu mami ngurus taman"


"oh.. tapi mama kamu bilang, istri kami ngidam ya Al"


"I-i-iya tan"


"selamat ya Al, bentar lagi kamu jadi ayah. tua Dikta, sahabat kamu aja udah mau punya anak, kamu kapan nikah sayang? "


"ya udah mama datang ke kamar kamu cuman mau bilang mama mau ke rumah temen mama, mungkin lusa mama baru pulang, soalnya mama sekalian mau liburan ke luar kota sayang"


"iya mama yang ati-ati ya"


Dikta memeluk ibunya sekilas.


Setelah ibu Dikta pergi, Alden kembali mendekat ke arah Dikta. namun saat itu Dikta justru memilih untuk langsung pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


"kalau lo udah selesai, lo bisa pulang Al" ucap Dikta dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


namun sebelum pintu benar-benar tertutup, Alden mengikuti dan mendorong Dikta hingga jatuh ke dalam Bathtub dan Alden menimpanya. dengan segera Dikta bangkit namun masih dengan Alden berasa di pangkuannya.


"lo kenapa si Al pakek dorong-dorong segala? "


"gue mau kita kayak dulu Ta"


Saat itu juga Dikta tertawa dengan keras dan membuat Alden mengerutkan dahinya. ia bingung setelah Dikta marah-marah, kini Dikta justru tertawa.


"sifat playboy lo itu emang udah mendarah daging ya Al? disaat lo udah punya hubungan yang terikat, bahkan udah hampir punya anak, lo dengan mudahnya mengajak orang lain untuk menjalin hubungan?huh, gila! "


"Apa yang terjadi sama gue dan Dita itu nggak seperti yang lo bayangin Dikta, gue sama Dita nggak ada perasaan cinta sama sekali Dikta"


"oh sekarang itu emang beda ya Al, orang bisa hamil tanpa rasa cinta? munafik lo Al, udah lo pergi dari sini, gue males liat lo yang selalu berbuat semau lo! "


"tunggu penjelasan gue Dikta,dan buat lo, gue minta maaf udah ngerepotin lo"


"mending lo balik, urusin istri sama calon anak lo, nggak usah berusaha nipu gue lagi!"


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2